Anda di halaman 1dari 19

PRURIGO HEBRA

CHRISTINE ARIFIN
0610070100119

PENDAHULUAN
PRURIGO
Erupsi papular
kronik dan
rekuren
Penyebabnya
belum diketahui
pasti
Diduga bersifat
herediter
Papula
prurigo
Penatalaksanaan
Gambaran
khas
umum khusus
KOCSARD
( 1962 )

Penyakit kulit kronik residif dimulai sejak bayi atau
anak.
kelainan kulit terdiri atas
papul papul miliar
berbentuk kubah sangat
gatal, lebih mudah diraba
daripada dilihat
Terutama pada
daerah ekstensor

EPIDEMIOLOGI
Sering terdapat pada keadaan sosial ekonomi dan
higiene yang rendah
Insiden meningkat pada daerah beriklim panas
Kekurangan makanan berkalori dan berprotein
Umumnya pada anak anak
sampai dewasa muda
ETIOLOGI
Penyebab pasti belum diketahui
Diduga
herediter
Kulit penderita
peka terhadap
gigitan serangga
Faktor lain
Didasari oleh
faktor atopi
suhu
Investasi
parasit
Infeksi
lokal
Alergi
makanan

GEJALA KLINIS
Gejala subjektifnya yaitu keluhan gatal, kadang bersifat khronis,
akibatnya kulit menjadi hitam dan menebal.
Gejala objektifnya : papul papul miliar tidak berwarna,
berbentuk kubah dengan vesikel pada puncaknya, lebih mudah
diraba daripada dilihat.
Garukan yang terus menerus menimbulkan erosi, ekskoriasi,
krusta, hiperpigmentasi, dan likenifikasi.
Tempat predileksi : ekstremitas bagian ekstensor dan simetrik,
dapat meluas ke bokong dan perut, muka dan biasanya tungkai
lebih parah daripada lengan.
KGB biasanya membesar, infeksi (-), nyeri (-), supurasi (-), lunak
BUBO PRURIGO

2 JENIS PRURIGO HEBRA
:

PRURIGO MITIS ( ringan )
Biasanya pada anak dan dewasa
muda

lokalisasi :
-Bagian ekstensor ekstremitas,
dahi, dan abdomen

Efloresensi :
Papul papul berwarna merah
papula jadi runcing vesikel,
ekskoriasi, likenifikasi.

besifat multiformis dan gatal,
akibat garukan jaringan parut
dan penebalan kulit



PRURIGO FEROKS ( berat )
Papul lebih besar , keras, dan
menonjol

Lokalisasi :
-Lebih luas sampai belakang
telinga dan sekitar pusar
-Selalu disertai prurigo bubo









Diagnosis prurigo hebra ditegakkan berdasarkan
anamnesis dan gejala klinis yang khas.





scabies
insect bite
DIAGNOSIS
DIAGNOSIS
BANDING
UMUM
1. Menghindari gigitan nyamuk atau gigitan serangga
2. Mencari dan mengobati infeksi lokal
3. Memperbaiki hygiene personal atau lingkungan

KHUSUS
Topikal :
Sulfur 5 10% dapat diberi dalam bentuk bedak
kocok atau salep, untuk mengurangi gatal dapat
diberikan menthol 0,25 1%.
Kortikosteroid krim / salep untuk menekan
inflamasi.
PENATALAKSANAAN
Sistemik
Antihistamine, untuk mengurangi rasa gatal :
- CTM
dosis :
4 mg tiap 4 8 jam sekali, maksimum 24 mg/ 24
jam.
anak usia 2 5 tahun : 1 mg ( tablet ) tiap 4 6
jam.
anak usia 6 12 tahun : 2 mg ( tablet ) tiap 4 6
jam.
Antibiotik bila terdapat infeksi sekunder

Prognosis : baik, apabila menjaga hygiene personal
dan lingkungan serta mendapat terapi yang tepat.

LAPORAN KASUS
Telah datang seorang laki laki bernama Khairul Sho Siagian,
berumur 28 tahun, suku batak, wiraswasta, agama Islam, ke Poli
Klinik Kulit dan Kelamin RSUPM pada tanggal 18 Mei 2011, dengan
keluhan bercak bercak kehitaman yang disertai rasa gatal pada
kedua kaki yang dialami os 1 tahun ini. Awalnya berupa bintil bintil
kemerahan yang berisi cairan jernih yang disertai rasa gatal di
punggung kaki kanan, karena gatal os menggaruknya sehingga bintil
pecah. Kemudian bintil yang berisi cairan jernih tersebut menyebar ke
kaki kiri, tangan, badan, dan belakang telinga. Gatal semakin
dirasakan os apabila cuaca panas dan berkeringat. Sebelumnya os
sudah pernah menggunakan obat ( pasien lupa nama obatnya ) dari
PUSKESMAS namun karena tidak ada perubahan dan meninggalkan
bercak kehitaman pada tempat garukan, os memutuskan untuk
berobat ke Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUPM.

Dari anamnesa, riwayat penyakit keluarga tidak jelas, riwayat
penyakit terdahulu tidak jelas, riwayat pemakaian obat adalah
obat salep ( pasien lupa namanya )

Dari pemeriksaan fisik dijumpai keadaan umum dan status gizi
baik. Pada pemeriksaan dermatologis dijumpai plak
hiperpigmentasi yang lentikuler, skuama, erosi, ekskoriasi,
krusta. Lokalisasinya generalisata.

Berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik maka
diagnosis banding pasien ini adalah prurigo hebra, scabies,
dan insect bite.

Diagnosis sementara adalah prurigo hebra
Penatalaksanaan pada pasien ini secara umum adalah
menyarankan agar penderita untuk menjauhi tempat tempat
yang kurang bersih yang kemungkinan banyak serangga atau
nyamuknya, berpakaian menutup hingga ke kaki agar
terhindar dari gigitan nyamuk, menjaga hygiene personal dan
lingkungan. Secara khusus penatalaksanaan pada pasien ini
secara topical adalah dengan memberikan salep hidrocortison
2,5%. Sedangkan secara sistemik dapat diberikan
Chlorphenilamin maleat 4 mg 3 x 1 tab.

Prognosis penyakit dari pasien ini adalah baik, apabila hygiene
personal dan lingkungan terjaga serta mendapat terapi yang
tepat.

DISKUSI

Diagnosa prurigo hebra pada pasien ini ditegakkan berdasarkan
anamnesa dan pemeriksaan fisik. Pada anamnesa dikeluhkan
adanya bercak bercak kehitaman yang disertai rasa gatal,
dimana awalnya timbul bintil bintil merah berisi cairan jernih yang
disertai rasa gatal, karena gatal os menggaruknya sehingga bintil
pecah dan meninggalkan bercak bercak yang bewarna
kehitaman. Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang menyatakan
bahwa kelainan khas pada prurigo hebra adalah adanya papul
papul miliar yang tidak bewarna, berbentuk kubah, lebih mudah
diraba daripada dilihat dan garukan yang terus menerus
menimbulkan erosi, ekskoriasi, krusta, dan hiperpigmentasi, Jika
telah kronik akan tampak kulit yang sakit lebih gelap kecoklatan
dan berlikenifikasi.

Diagnosa banding pada kasus ini adalah prurigo hebra, scabies,
dan insect bite. Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang
mendiagnosa banding prurigo hebra adalah dengan scabies dan
insect bite.


Penatalaksanaan pada pasien ini secara umum adalah menyarankan
agar penderita untuk menjauhi tempat tempat yang kurang bersih
yang kemungkinan banyak serangga atau nyamuknya, berpakaian
menutup hingga ke kaki agar terhindar dari gigitan nyamuk, menjaga
hygiene personal dan lingkungan. Secara khusus penatalaksanaan
pada pasien ini secara topical adalah dengan memberikan salep
hidrocortison 2,5%. Sedangkan secara sistemik dapat diberikan
Chlorphenilamin maleat 4 mg 3 x 1 tab. Hal ini sesuai dengan
kepustakaan bahwa pengobatan prurigo hebra adalah secara umum
menghindari gigitan nyamuk atau gigitan serangga, dan memperbaiki
hygienis perseorangan maupun lingkungan. Secara khusus, karena
penyebabnya belum diketahui, maka tidak ada pengobatan yang
cepat dan tepat, jadi pengobatan yang diberikan hanya berupa
simptomatik, yaitu topical dengan sulfur 5 10% dalam bentuk
bedak kocok atau salep, untuk mengurangi gatal dapat diberikan
menthol 0,25 1 % atau kamper 2 3%, kortikosteroid krim / salep.
Pada pengobatan sistemik dapat diberikan antihistamin seperti CTM
dengan dosis 4 mg tiap 4 8 jam sekali, maksimum 24mg / 24 jam.
Prognosis pada pasien ini baik.