Anda di halaman 1dari 10

Audit Investasi

Sebagai bagian dari audit


operasional korporasi non
manufaktur
Pendahuluan dan Batasan
Investasi meliputi pencairan sumberdaya modal serta
penggunaannya untuk mendanai aktivitas yang diharapkan
menghasilkan return tertentu.
Contoh investasi : pembelian dan penjualan sekuritas (
jangka pendek), penanaman dalam saham kepemilikan ,
pendirian proyek/ portfolio baru ( ihvestasi jangka
panjang), dsb.
Menurut tujuannya, investasi dapat dibedakan atas
investasi jangka panjang dan jangka pendek
Investasi pada perusahaan jasa diperlukan, untuk
mengekspoitasi dana nganggur selisih antara penerimaan
premi dan pembayaran klaim serta untuk mengantisipasi
dana pada tuntutan extra ordinary



Akun dan dokumen investasi
akun
Sekuritas ( saham, obligasi,
dan sekuritas lainnya)
Pendapatan deviden
Keuntungan/kerugian
penjualan sekuritas
Buku besar/subsidiary, daftar
investasi dan sekuritas.
Proyek portfolio

Asset ( qualifying assets)
dokumen
Sertifikat saham, obligasi,
repo, KPD ,dll
Opini pialang/brokers
Pernyataan yang diterbitkan
pialang transaksi penjualan
Sertifikat
Bendel study kelayakan ,
realisasi proyek,kontrak2
. Surat pembelian assets
Pengujian audit
umum
teknik Jenis pengujian asersi
Melakukan
perhitungan
sekuritas
Pemeriksaan fisik Pengujian saldo Eksistensi hak dan
kewajiban
Konfirmasi sekuritas Konfirmasi Pengujian saldo Eksistensi hak dan
kewajiban
Proyek baru atau
pengembangan
Pemeriksaan fisik,
analitis
Pengujian saldo,
prosedur analitis
Eksistensi hak dan
kewajiban, penilaian
Pengujian penilaian
& klasifikasi
Vouching konfirmasi Pengujian saldo Penilaian
Melakukan prosedur
analitis total
Analitis Prosedur analitis keseluruhan
Pengujian subsantif atas investasi
Beberapa masalah dalam investasi
Yield menurun lebih rendah dari bunga deposito, tetapi bagian investasi
terlambat mengadakan antisipasi
Sekuritas drop akibat emiten bangkrut
Investasi melanggar UU Bapepam
Investasi fiktif
Kesalahan dalam perencanaan & koordinasi teknis antar disiplin ilmu (
misalnya piping dan building dari masing-masing engineer)
Yield proyek tidak memenuhi study kelayakan
Kenaikan harga bahan baku impor, akibat fluktuasi kurs
Kelemahan pengendalian proyek fisik & keuangan
Kepemilikan Asets Proyek tidak sah, surat2 kepemilikan ganda, komplain
pihak ketiga dll.
Fixed assets bekas proyek tidak terkendali secara fisik dan administrasi
Partner investasi wan prestasi
Pembahasan
Pembahasan investasi sekuritas dilaksanakan
pada pembahasan audit operasional bidang
keuangan
Pembahasan berikutnya, lebih fokus pada
audit investasi proyek/ pengembangan usaha
Sistem pengendalian dalam investasi
proyek
Proyek harus dapat menambah laba perusahaan secara
ekonomis rasional
Proyek harus didasari studi dan pra studi kelayakan, atau minimal
analisa ekonomis dan terdapat penjenjangan wewenang
otorisasi sesuai lingkup dan nilai proyek
Perencana proyek dan pelaksana proyek harus terpisah
Konsultan penilai pencapaian kinerja proyek harus independen,
dan tidak terdapat hubungan istimewa dengan pelaksana proyek
maupun pemilik proyek.
Perhitungan nilai pencapaian proyek multy years harus
didasarkan methode precentage
Harus ada monitoring kinerja proyek dan dana yang terpakai
oleh fungsi yang terpisah dari penanggung jawab proyek
Sistem pengendalian dalam investasi
proyek (lanjutan)
Harus ada kepastian perizinan terhadap proyek
Harus ada dokumen kepemilikan yang sah terhadap aset yang
dimiliki proyek
Harus ada kebijakan direksi yang mengatur perencanaan dan
penganggaran proyek, pelaksanaan proyek, monitoring dan
evaluasi proyek, risiko proyek yang dapat diterima (risk
appetite), dan ukuran keberhasilan proyek.
Harus ada antisipasi kenaikan kurs terhadap proyek dengan
bahan baku impor
Harus ditunjuk salah satu direktur yang mengkoordinasi dan
membina proyek.

Langkah kerja audit program proyek investasi
1. Pelajari pra studi kelayakan dan studi kelayakan proyek.
2. Tentukan kriteria awal proyek meliputi kriteria BEP, IRR, NPV, payback period, jadwal
dan kualitas proyek.
3. Teliti laporan pelaksanaan proyek dalam proses, pencapaian kinerja, dan pencapaian
biaya.
4. Bandingkan target kinerja dengan realisasi biaya, target waktu dengan realisasi
penyelesaian serta kualitas awal dengan realisasi fisik, serta revisi anggaran bila ada.
5. Periksa adanya pekerjaan tambahan, apa sudah tercover dalam addendum kontrak
6. Periksa bukti-bukti pertanggung jawaban baik berupa fixed asset maupun current asset.
7. Periksa fisik fixed assets proyek yang mungkin dapat menjadi inventaris organisasi
8. Periksa keaslian bukti, sertifikat kepemilikan tanah proyek, perijinan, dan kemungkinan
tuntutan kepemilikan tanah.
9. Periksa pembiayaan ganda beban proyek maupun pembiayaan rutin organisasi serta
kemungkinan surat kepemilikan tanah ganda.
10. Bila pada proyek terdapat dana pemerintah, teliti pemisahan fisik proyek yang didanai
pemerintah maupun dana sediri, untuk memudahkan audit internal dan eksternal.
11. Periksa penyimpangan hasi akhir proyek dan risikonya.

Langkah kerja audit program proyek
investasi ( lanjutan)
Teliti barang kebutuhan proyek yang diimpor, yang sensitif
terhadap perubahan harga dan yang elastis
Mintakan dan pelajari aturan-aturan perpajakan dan
aturan otonomi pemda yang terkait kegiatan proyek
Mintakan gambaran SWOT proyek dan perkembangannya
selama proyek masih dalam pembangunan
Diskusikan dengan pimpinan proyek, risiko-risiko yang
dapat terjadi setiap terdapat temuan penyimpangan atau
informasi baru
Pastikan penyimpangan atau informasi baru thd proyek yl
telah disimpan di databased untuk koreksi dan antisipasi
risiko pada proyek yad

Anda mungkin juga menyukai