Anda di halaman 1dari 36

Oleh:

Rizka Utami (1102010251)


Pembimbing:
dr. Trimayu S, Sp.B

DIBAWAKAN DALAM RANGKA TUGAS KEPANITRAAN
KLINIK SMF BEDAH FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
RSU. dr. Slamet Garut
September 2014


REFERAT
BENJOLAN DI LEHER
Anatomi Leher
Kelenjar limfe daerah leher
Menurut Sloan Kattering Memorial Cancer Center
Classification, kelenjar getah bening leher dibagi
atas 5 daerah penyebaran.

Mekanisme Benjolan di leher
Faktor yang menyebabkan benjolan di leher
infeksi, trauma, neoplasma,kelainan herediter,
hormon.
Infeksi : Invasi bakteri secara langsung, efek dari
kerja imunitas tubuh yang bermanifestasi pada
pembengkakan kelenjar getah bening.
Trauma : mediator inflamasi,dilatasi arteriola dan
meningkatkan permeabilitas venula serta
pelebaran intraendothelialjunction, cairan yang
ada dalam pembuluh darah keluar ke jaringan
sekitarnya sehingga timbul benjolan pada daerah
yang terinfeksi ataupun terkena trauma.
Neoplasma :proliferasi sel tidak terkendali
LOKASI
BENJOLAN TERDAPAT DIKULIT
BENJOLAN DARI DALAM
BENJOLAN DARI DALAM
PENYEBAB
KONGENITAL
- Higroma
- Kista duktus thyroglossus
DIDAPAT
- Akut


- Kronik
- Progresif cepat (doubling time dalam 3 bulan)
-Neoplasma susp Maligna
- Progresif Lambat

Higroma
Higroma kistik berasal dari sistem limfe sehingga
secara patologi anatomi lebih tepat disebut
limfangioma kistik
Benjolan tanpa nyeri, berbenjol-benkol dan lunak.
Tanda khas : pemeriksaan transluminasi (+)
Penatalaksanaan Eksisi Total
Kista Ductus Tiroglosus
kista yang terbentuk dari duktus tiroglosus yang
menetap sepanjang alur penurunan kelenjar tiroid,
yaitu dari foramen sekum sampai kelenjar tiroid
bagian superior di depan trakea.
Benjolan di garis tengah leher, dapat di atas atau di
bawah tulang hioid. Konsistensi massa teraba kistik,
berbatas tegas, bulat, mudah digerakkan, tidak nyeri,
warna sama dengan kulit sekitarnya dan bergerak
saat menelan atau menjulurkan lidah.

Bila terinfeksi,
benjolan akan terasa nyeri. Pasien me-ngeluh nyeri
saat menelan dan kulit di atasnya berwarna merah.
Penatalaksanaan kista duktus tiroglosus bervariasi
dan banyak macamnya, antara lain insisi dan
drainase, aspirasi perkutan, eksisi sederhana, reseksi
dan injeksi dengan bahan sklerotik.

INFEKSI
Limfadenitis Leher Akut
Limfadenitis TBC
Tiroiditis
Tiroiditis Hashimoto
Tiroiditis de Quervain
Tiroiditis Riedel
Limfadenitis leher akut
Linfadenitis leher akut merupakan pembesaran
kelenjar getah bening (kgb) akibat kegagalan
mengatasi infeksi di daerah pertahanan
regionalnya.
Tata laksana pada imfadenitis akut lebih
disarankan untuk mengobati penyakit dasar
sebagai penyebabnya.
Limfadenitis TBC
Limfadenitis tuberkulosis, suatu peradangan pada
satu atau lebih kelenjar getah bening.Penyakit ini
masuk dalam kategori tuberkulosis luar.
pembesaran kelenjar getah bening, padat / keras
multiple dan dapat berkonglomerasi satu sama
lain,terjadi perkejuan seluruh kelenjar, dapat terjadi
abses hingga fistula. Limfadenitis tuberculosa pada
kelenjar getah bening dapat terjadi sedemikian rupa,
besar dan konglomerasi sehingga leher penderita itu
disebut seperti bull neck.
Pengobatan dilakukan dengan tuberkulostatik. Bila
terjadi abses, perlu dilakukan aspirasi, dan bila tidak
berhasil, sebaiknya dilakukan insisi serta
pengangkatan dinding abses dan kelenjar getah
bening yang bersangkutan.


Tiroiditis
Tiroiditis adalah peradangan kelenjar tiroid
Gejala paling awal adalah kelenjar tiroid yang terlalu
aktif (hipertiroidisme). Gejala-gejala ini dapat
berlangsung selama 3 bulan, kadang ada yang
kurang dari 3 bulan. Gejala biasanya ringan, gejala
tersebut antara lain:
* Kelelahan
* Sering buang air besar
* Selera meningkat
* Keringat bertambah
* Periode menstruasi tidak teratur
* Iritabilitas
* Kram otot
* Gugup dan gelisah
* Berat badan menurun

Tiroiditis Hashimoto
Tiroiditis kronik yang sering dijumpai adalah
tiroiditis limfositik atau tiroiditid Hashimoto. Pada
tiroiditis Hashimoto didapatkan infiltrasi limfosit ke
seluruh kelenjar tiroid yang menyebabkan
destruksi progresif folikel kelenjar
Pada awalnya penderita eutiroidisme, kemudian
berubah secara bertahap menjadi hipotiroidisme
yang memerlukan terapi substitusi dengan
sediaan hormon tiroid. Struma Hashimoto sering
asimetrik. Diagnosis banding adalah karsinoma
karena itu sering kali diperlukan tindakan biopsi
guna konfirmasi diagnosis. Pengobatannya
terutama bersifat tindak bedah paliatif dan
simptomatik
Tiroiditis de Quervain
merupakan inflamasi akut yang mengenai seluruh
kelenjar tiroid, yang mungkin disbabkan oleh
infiltrasi sel neurofil yang disusul oleh sel limfosit
dan histiosit.
Gambaran klinis berupa pembesaran tiroid
sedang atau ringan yang sangat nyeri disertai
gejala dan tanda sistemik
Tiroiditis Riedel
Dianggap reaksi autoimun. Kelenjar tiroid menjadi
keras sehingga kelainan ini disebut juga struma
kayu.
Diagnosis dengan Biopsi Insisi

Neoplasma
Karsinoma Nasofaring
Karsinoma Tiroid
Karsinoma Laring
Limfoma Maligna
Limfoma Non-Hodgkin
Limfoma Hodgkin


Karsinoma Nasofaring
Asal tumor adalah dari epitel sel squamos pada
daerah nasofaring dan tempat predileksinya pada
fossa Rossen Mulleri
Virus Epstein-Barr adalah sangat berkaitan
dengan karsinoma nasopharynx
Stadium lanjut, karsinomanya mengalami
metastasis ke kelenjar getah bening
bermanifestasi sebagai benjolan yang teraba
keras umumnya pada rantai kelenjar limfe
jugularis profunda superior
Karsinoma Tiroid
Pada keadaan awal dimana sel sel tiroid dalam
keadaan normal Namun setelah ada paparan
dengan bahan bahan karsinogenik seperti radiasi
maka sel normal tersebut dapat berubah menjadi
sel kanker. Melalui 3 tahap ; inisiasi,
promosi,progresi.
Penatalaksaan tergantung tipe, sebagian besar
tiroidektomi total.
Karsinoma Laring
merupakan keganasan pada pita suara, kotak
suara (laring) atau daerah lainnya di
tenggorokan.
Gejala klinis suara serak dimulai dengan gejala
hilang timbul yang berjalan progresif dan akhirnya
menetap.
Penatalaksaan : laringektomi, diseksi leher
radikal, radioterapi, kemoterapi.
Limfoma Maligna
Limfoma merupakan golongan gangguan
limfoproliferatif. Penyebabnya tidak diketahui,
tetapi dikaitkan dengan virus, khususnya Epstein-
Barr virus yang ditemukan pada limfoma Burkitt.
Awal pembentukan tumor pada gangguan ini
adalah pada jaringan limfatik sekunder (seperti
kelenjar limfe dan limpa) dan selanjutnya dapat
timbul penyebaran ke sumsum tulang dan
jaringan lain.

Limfoma non hodgkin
Limfoma non hodgkin merupakan salah satu jenis
limfoma maligna atau keganasan sel limfoid.
Keganasan ini dapat berasal dari sel limfosit B,
Limfosit T atau berasal dari sel Natural Killer
Limfoma hodgkin
Limfoma hodgkin adalah suatu penyakit
keganasan yang melibatkan kelenjar getah
bening yang ditandai dengan adanya sel Reed
Stenberg.
Gejala Klinis pembesaran KGB yang tidak nyeri,
paling sering di leher,tapi kadang-kadang
penyebarannya sistemik. symptom B yaitu
demam, keringat malam, dan penurunan berat
badan.
Penatalaksaan Radioterapi dan Kemoterapi

Kronik Progresif Lambat
Struma
Struma atau Goiter atau gondok adalah suatu
keadaan pembesaran kelenjar tiroid apapun
sebabnya. Pembesaran dapat bersifat difus yang
berarti bahwa seluruh kelenjar tiroid membesar,
atau nodusa yang berarti bahwa terdapat nodul
dalam kelenjar tiroid. Pembesaran nodusa dapat
dibagi lagi menjadi uninodusa, bila hanya
terdapat satu nodul dan multinodular bila terdapat
lebih dari satu nodul pada satu lobus atau dua
lobus.

Penyakit Grave
Penyakit Graves disebut juga penyakit Basedow
jika dijumpai trias Basedow yaitu adanya struma
tiroid difus, hipertiroidisme dan eksoftalmus
Etiologi dan patogenesis penyakit
grave
Kekurangan yodium akibat autoregulasi kelenjar
tiroid
Stimulasi oleh TSH karena rendahnya kadar
hormon tiroksin dalam darah
Masuknya bahan goitrogenik yang terkandung
dalam makanan, air, obat dan rokok yang
mengganggu masuknya yodium ke dalam sel
folikuler kelenjar tiroid
Adanya kelenjar kongenital yang emnimbulkan
gangguan sistem hormon tiroid
Terjadi kelebihan yodium, sehingga proses
iodinasi dalam kelenjar tiroid menjadi terhambat

Gejala Klinis dan penatalaksaan

Gejala dan tanda dari penyakit ini merupakan
manifestasi peningkatan metabolisme di semua
sistem tubuh dan organ yang mungkin secara
klinis terlihat jelas.

Terapi definitif dapat dipilih antara pengobatan
antitiroid jangka panjang, ablasio dengan yodium
radioaktif, atau tiroidektomi.

Struma nudosa
Struma nodosa merupakan pembesaran kelenjar
tiroid dimana terdapat nodul di dalamnya. Struma
nodosa ini biasanya merupakan struma endemik
atau struma adenomatosa yang terutama
ditemukan di daerah pegunungan yang airnya
kurang mengandung yodium.
Gejala klinis dan
penatalaksanaan
Keluhan yang sering timbul ialah rasa berat di
leher, adanya benjolan yang bergerak naik turun
waktu menelan, dan alasan kosmetik. Jarang
terjadi hipertiroidisme pada struma adenomatosa.
Struma nodosa yang berlangsung lama biasanya
tidak dapat lagi dipengaruhi oleh pengobatan
supresi hormon tiroid atau pemberian hormon
tiroid. Penanganan struma lama adalah dengan
tiroidektomi subtotal atas indikasi yang tepat.

Metastasis (Bila Malignansi)
Faktor Resiko Malignansi
Pemeriksaan Fisik
Penatalaksanaan