Anda di halaman 1dari 7

Serimetri adalah penetapan kadar reduktor

dengan menggunakan larutan serium (IV)


sulfat sebagai titran.Contoh : Titrasi zat uji
yang mengandung ion ferro.
Reaksinya adalah untuk zat uji yang
mengandung ion ferro.
Fe
2+
Fe
3+
+ e oksidasi
Ce
4+
+ e Ce
3+
reduksi
Fe
2+
+ Ce
4+
Fe
3+
+ Ce
3+
redoks




Titrasi serimetri dapat dilakukan dalam
suasana asam, karena dalam suasana
netral terdapat endapan serium (IV)
hidroksida atau garamnya.
1. Larutan dalam asam sulfat tahan
panas dan cahaya
2. Dapat dipakai untuk penetapan
sample yang mengandung klorida
3. Penggunaannya luas
4. Redoks yang terjadi sederhana

Pindahkan 59 gram serium amonium nitrat
pada becker glass.
Tambahkan 31 ml asam sulfat.
Campur dan dengan hati-hati tambahkan
20 ml air sampai larut sempurna.
Tutup becjer dan biarkan selama satu
malam.
Lalu saring melalui krus gelas dan encerkan
dengan air sampai 1000 ml.

1. Sangat stabil pada penyimpanan yang lama dan
tidak perlu terlindung dari cahaya dan pada
pendidihan yang terlalu lama tidak mengalami
perubahan konsentrasi.
2. Reaksi ion serium (IV) dengan reduktor dalam larutan
asam memberikan perubahan valensi yang
sederhana (valensinya satu) Ce
4+
+ e
-

Ce
3+
sehingga berat ekivalennya adalah sama
dengan berat molekulnya.
3. Merupakan oksidator yang baik sehingga semua
senyawa yang dapat ditetapkan dengan kalium
permanganat dapat ditetapkan dengan serium (IV)
sulfat.
4. Kurang berwarna sehingga tidak mengkaburkan
pengamatan titik akhir dengan indikator.
5. Dapat digunakan untuk menetapkan kadar larutan
yang mengandung klorida dalam konsentrasi tinggi.

Larutan serium (IV) sulfat dalam asam
klorida pada suhu didih tidak stabil
karena terjadi reduksi oleh asam dan
terjadi pelepasan klorin