Anda di halaman 1dari 15

KELAINAN LETAK JANIN

LETAK SUNGSANG
Definisi :
Keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan
bokong berada di bagian bawah kavum uteri. .
Jenis-jenis letak sungsang :
1. Presentasi bokong
Akibat ekstensi kedua sendi lutut, kedua kaki terangkat ke atas sehingga
ujungnya terdapat setinggi bahu atau kepala janin dengan demikian pada
pemeriksaan dalam hanya dapat diraba bokong.
2. Presentasi bokong kaki sempurna disamping bokong dapat diraba kedua
kaki
3. Presentasi bokong kaki tidak sempurna hanya terdapat satu kaki di samping
bokong sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas.
4. Presentasi kaki bagian paling rendah ialah satu kaki atau dua kaki

Diagnosis:
Pada pemeriksaan luar, di bagian bawah uterus tidak dapat diraba bagian
yang keras dan bulat yakni kepala. Dan kepala teraba di fundus uteri.
Kadang-kadang bokong janin teraba bulat dan dapat memberi kesan
seolah-
olah kepala tetapi bokong tidak dapat digerakkan semudah kepala.
Seringkali wanita tersebut menyatakan bahwa kehamilannya terasa penuh
dibagian atas dan gerakkan terasa lebih banyak di bagian bawah
DJJ pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada
umbilicus.
Etiologi
Multiparitas
Hamil kembar
Hidramnion
Hidrosefalus
Placenta previa
Panggul sempit
Kelainan uterus dan bentuk-bentuk uterus
Prognosa :
Angka kematian bayi pada persalinan letak sungsang lebih tinggi bila
dibandingkan dengan letak kepala. Eastman melaporkan angka-angka kematian
perinatal antara 12-14%. Sebab kematian perinatal yang terpenting adalah
prematuritas dan penanganan persalinan yang kurang sempurna, dengan
akibatnyahipoksia atau perdarahan di dalam tengkorak. Kelahiran kepala janin
yang lebih lama dari 8 menit setelah umbilukus dilahirkan, akan membahayakan
kehidupan janin. Selain itu bila janin bernafas sebelum mulut dan hidung dan
mulut lahir dapat membahayakan, karena mucus yang terhisap dapat
menyumbat jalan nafas.

Perlakukan kepada kepala janin terjadi karena kepala harus melewati panggul
dalam waktu yang lebih singkat daripada persalinan presentasi kepala,
sehingga tidak ada waktu bagi kepala untuk menyesuaikan diri dengan besar
dan bentuk panggul. Kompresi dan dekompresi kepala terjadi dengan cepat,
sehingga mudah menimbulkan luka pada kepala dan perdarahan dalam
tengkorak.
Mekanisme Persalinan :
Pimpin berulang kali hingga bokong turun ke dasar panggul. Lakukan
episiotomi saat bokong membuka vulva dan perineum sudah tipis.
Melahirkan bayi :
Perdarahan sedang hingga masif/banyak, servik terbuka, TFU sesuai umur
kehamilan, nyeri perut bawah, ekspulsi sebagian hasil konsepsi.
Segera setelah bokong lahir, bokong dicekam secara Brancht (kedua ibu
jari penolong sejajar dengan panjang paha, jari-jari yang lain memegang
daerah panggul.
Sementara langkah ini dilakukan, seorang asisten melakukan perasat
Wigand M. Wingkel
Jangan melakukan intervensi, ikuti saja proses keluarnya janin
Bila terdapat hambatan pada tahapan lahir setinggi scapula, bahu atau
kepala maka segera lanjut ke metode manual aid yang sesuai
Longgarkan tali pusat setelah lahirnya perut dan sebagian dada
Lakukan hiperlordosis janin pada saat angulus scapula inferior, tampak di
bawah simfisis (dengan mengikuti gerak rotasi anterior yaitu punggung
janin didekatkan ke arah perut ibu tanpa tarikan) disesuaikan dengan
lahirnya badan bayi

a. Cara Brancht
Gerakkan ke atas hingga lahir dagu, mulut, hidung, dahi dan kepala
Pada umumnya, bayi dengan presentasi bokong memerlukan perawatan segera
setelah lahir sehingga siapkan keperluan tersebut sebelum memimpin
persalinan
Letakkan bayi diperut ibu, bungkus bayi dengan handuk hangat, bersihkan jalan
nafas bayi oleh asisten, tali pusat dipotong
Setelah asuhan bayi baru lahir, berikan pada ibu untuk laktasi/kontak dini
Catatan :
Bila pada tahap ini ternyata terjadi hambatan pengeluaran saat tubuh janin
mencapai daerah skapula inferior, segera lakukan pertolongan dengan cara
klasik atau Muller (manual aid)
b. Cara Klasik

Pengeluaran bahu dan tangan secara klasik dilakukan jika dengan cara
Bracht bahu dan tangan tidak bisa lahir
Prosedur:
Segera setelah bekong lahir, bokong dicekam dan dilahirkan sehingga
bokong dan kaki lahir.
Tali pusat dikendorkan
Pegang kaki pada pergelangan kaki dengan satu tangan dan tarik ke atas
dengan tangan kiri dan menariknya ke arah kanan atas ibu, untuk
melahirkan bahu kanan bayi yang berada di belakang.
dengan tangan kanan dan menariknya ke arah kiri atas ibu, untuk
melahirkan bahu kanan bayi yang berada belakang.
Masukkan dua jari tangan kanan/ kiri (sesuai letak bahu belakang) sejajar
dengan lengan bayi, untuk melahirkan lengan belakang bayi.
Setelah bahu dan lengan belakang lahir kedua kaki ditarik ke arah bawah
kontra lateral dari langkah sebelumnya untuk melahirkan bahu dan lengan
bayi depan dengan cara yang sama.
Catatan:
Bila pada tahap ini, sulit untuk melahirkan bahu belakang maka lakukan car
Muller(melahirkan bahu depan terlebih dulu).
Pengeluaran bahu dan tangan secara Muller dilakukan jika dengan cara
Bracht bahu dan tangan tidak bisa Iahir.
c. Cara Muller
Melahirkan bahu depan terlebih dahulu dengan menarik kedua kaki
dengan cara yang sama seperti klasik, ke arah belakang kontra lateral
dari letak bahu depan.
Setelah bahu dan lengan depan lahir dilanjutkan langkah yang sama
untuk melahirkan bahu dan lengan belakang.
d. Cara Muller
Setelah bokong dan kaki bayi lahir memegang bayi dengan kedua
tangan.
Memutar kembali 180 derajat ke arah yang berlawanan ke kiri/ ke kanan.
Beberapa kali hingga kedua bahu dan lengan dilahirkan secara
klasik/Muller.
e. Tehnik Ekstraksi Kaki
Dilakukan bila kala II tak maju atau tampak gejala kegawatan ibu-bayi.
Keadaan janin ibu yang mengharuskan bayi segera dilahirkan
Tangan kanan masuk secara obstetric menelusuri bokong, pangkal paha,
sampai kemudian melakukan abduksi dan fleksi pada paha janin
sehingga kaki bawah menjadi fleksi, tangan yang lain mendorong fundus
ke bawah. Setelah kaki feksi pergelangan kaki dipegang dengan dua jari
dan dituntun ke luar dari vagina sampai batas lutut.
Kedua tangan penolong memegang betis janin, yaitu kedua ibu jari
diletakkan di belakang betis sejajar sumbu panjang paha dan jari-jari lain
di depan betis; kaki ditarik curam ke bawah sampai pangkal paha lahir.
Pegangan di pindah ke pangkal paha setinggi mungkin dengan kedua ibu
jari di belakang paha, sejajar sumbu panjang paha dan jari lain di depan
paha.
Pangkal paha ditarik curam ke bawa sampai trokhanter depar lahir.
Kemudian pangkal paha dengan pegangan yang sama dielevasi ke atas
hingga trokhanter belakang lahir. Biia kedua trokhanter telah lahir berarti
bokong lahir.
Sebaliknya bila kaki belakang yang dilahirkan lebih dahulu, maka yang
akan lahir lebih dahulu ialah trokhanter belakang dan untuk melahirkan
trokhanter depan maka pangkal paha ditarik terus curam ke bawah.
Setelah bokong lahir maka dilanjutkan cara "b" atau "c" atau "d".
e. Tehnik Ekstraksi Bokong
Catatan :
Ekstraksi bokong lebih berat/sukar dari pada ekstraksi kaki, oleh Karena itu
perlu dilakukan perasat Pinard pada presentasi bokong murni
Dikerjakan jika presentasi bokong murni dan bokong sudah turun di dasar
panggul, bila kala II tidak maju atau tampak keadaan janin/ibu yang
mengharuskan bayi segera diiahirkan.
Jari telunjuk penolong yang searah dengan bagian kecil janin,
dimasukkan ke dalam jalan lahir dan diletakkan dilipatan paha bagian
depan. Dengan jari ini lipat paha/krista illaka dikait dan ditarik curam ke
bawah. Untuk memperkuat tenaga tarikan ini, maka tangan penolong
yang lain mencekam pergelangan tadi dan turut menarik curam ke
bawah.
Bila dengan tarikan ini trokhanter depan mulai tampak di bawah simfisis.
maka jari telunjuk penolong yang lain mengkait lipatan paha ditarik curam
ke bawah sampai bokong lahir.
Setelah bokong lahir, bayi dilahirkan secarab atau c atau d.
Cara Melahirkan Kepala Bayi :
Cara mauriceau (dilakukan bila bayi dilahirkan secara manual aid/bila
dengan Brancht kepala belum lahir)
Letakkan badan bayi di atas tangan kiri sehingga badan bayi seolah-olah
menunggang kuda (untuk penolong kidal meletakkan badan bayi di atas
tangan kanan)
Satu jari dimasukkan di mulut dan dua jari di maksila
Tangan kanan memegang/mencengkram bahu tungkuk bayi
Minta seorang asisten menekan fundus uteri
Bersamaan dengan adanya his, asisten menekan fundus uteri, penolong
persalinan melakukan tarikan ke bawah sesuai arah sumbu jalan lahir
dibimbing jari yang dimasukkan untuk menekan dagu/mulut.
Cunan Piper digunakan kalau engeluaran kepala bayi denganbranch atau
Mauriceau gagal.
Caranya :
Tangan dan badan bayi dibungkus kain steril, diangkat ke atas, cunan piper
dipasang melintang terhadap panggul dan kepala kemudian ditarik.
LETAK LINTANG
Definisi :
Suatu keadaan dimana janin melintang di dalam uterus dengan kepala pada sisi
yang satu sedangkan bokong berada pada sisi yang lain, pada umumnya bokong
berada sedikit lebih tinggi dari pada kepala janin. Sedangkan bahu berada pada
PAP. Panjang janin dapat berada didepan (dorsoantrior), dibelakang
(dorsoposterior), diatas (dorsosuperior) atau dibawah (dorsoinferior).
Etiologi
Multiparitas disertai dinding uterus dan perut yang lembek
Kehamilan premature
Hidramnion
Gameli
Kelainan-kelainan yang menghalangi turunnya kepala
Contohnya : panggul sempit, tumor di daerah pangul, plasenta previa
Kelainan bentuk rahim
Contoh : uterus arkuatus atau uterus subseptus.
Diagnosis
Dapat diduga dengan inspeksi, uterus tampak lebih melebar dan tinggi fundus
uteri tidak sesuai dengan umur kehamilan
Pada palpasi fundus uteri kosong, kepala janin disamping, dan diatas simfisis
kosong, kecuali bila bahu turun ke dalam punggung.
DJJ ditemukan di sekitar umbilikus
Pada pemeriksaan dalam, apabila bahu sudah masuk PAP dapat diraba bahu
dan tulang-tulang iga. Jika ketiak teraba arah menutupnya menunjukan letak
dimana kepala janin berada di punggung dapat ditentukan dengan terabanya
scapula dan ruas tangan belakang, sedangkan dada dengan terabanya
klavikula. Kadang-kadang teraba tali pusat menumbung.
Mekanisme Persalinan
Letak lintang dengan ukuran panggul normal dan janin cukup bulan, tidak dapat
terjadi persalinan spontan. Bila tanpa pertolongan akan menyebabkan kematian
janin dan rupture uteri. Bahan masuk ke dalam panggul sehingga rongga
panggul seluruhnya terisi bahu dan bagian-bagian lain. Bila tidak segera
ditolong akan menyebabkan janin meninggal. Sebagian atau seluruhnya keluar
uterus dan masuk ke rongga perut, ibu dalam keadaan sangat berbahaya
akibat perdarahan, dan infeksi dan dapat meninggal. Jika janin kecil, sudah
mati dan menjadi lembek kadang-kadang persalinan dapat berlangsung
spontan dalam keadaan terlipat.
Prognosis
Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek, baik terhadap ibu
maupun janinnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi disamping kemungkinan
terjadi letak lintang kasep dan rupture uteri, juga adanya akibat tali pusat
menumbang juga trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.
Penatalaksanaan
Saat ANC ditemukan letak lintang, sebaiknya diusahakan diubah menjadi
persentasi kepala dengan versi luar. Sebelumnya diperiksa dengan teliti ada
tidaknya panggul sempit, tumor dalam panggul, atau plasenta previa.
Untuk menjecah janin memutar kembali ibu dianjurkan menggunakan korset,
dan dilakukan ANC ulang untuk menilai letak janin.
Ibu diharuskan masuk rumah sakit lebih dini pada permulaan persalinan.
Pada permukaan persalinan masih dapat diusahakan mengubah letak
lintang menjadi persentasi kepala asalkan pembukaan < 4 cm dan ketuban
belum pecah.
Pada primigravida bila versi luar tidak berhasil, sebaiknya SC.
Pada multi gravida pertolongan persalinan bergantung beberapa faktor
sebagai berikut :
Persalinan letak lintang memberikan prognosis yang jelek, baik terhadap ibu
maupun janinnya. Jika riwayat obstetrik baik, tidak didapat panggul sempit, dan
janin tidak berapa besar, dapat ditunggu dan diawasi sampai pembukaan
lengkap kemudian lakukan versi ekstraksi. Juga ketuban tetap utuh dan
melarang ibu untuk meneran dan bangun.
Jika ketuban pecah sebelum pembukaan lengkap dan terdapat prolops funikuli,
segera lakukan SC.
Jika ketuban pecah tetapi tidak ada prolopsus funikuli, maka bergantung pada
tekanan dapat ditunggu sampai pembukaan lengkap kemudian versi ekstraksi
atau SC.Faktor-faktor yang mempengaruhi disamping kemungkinan terjadi letak
lintang kasep dan rupture uteri, juga adanya akibat tali pusat menumbang juga
trauma akibat versi ekstraksi untuk melahirkan janin.