Anda di halaman 1dari 21

ISOTERM ADSORPSI

Ratih Noviyanti NIM. 1113031028


Hanifah Jawas NIM. 1113031047
Dewa Ayu Prapti Widi Pramerti NIM. 1113031042
adsorpt/
adsorptive
Adsorpsi
peristiwa menempelnya atom/molekul-molekul suatu zat pada
permukaan zat lain karena tidak ada kesetimbangan gaya dalam
permukaan
Absorpsi
masuknya zat yang diserap kedalam adsorben
Zat yang diadsorpsi
Zat yang mengadsorpsi
adsorbat
adsorben
Zat yang akan diadsorp
(sebelum berada
dipermukaan)
Adsorpsi fisik (fisisorpsi) yaitu berhubungan dengan gaya Van der Waals
dan merupakan suatu proses bolak balik apabila daya tarik menarik
antara zat terlarut dan adsorben lebih besar daya tarik menarik antara
zat terlarut dengan pelarutnya maka zat yang terlarut akan diadsorbsi
pada permukaan adsorben.
1
Adsorbsi kimia, yaitu reaksi yang terjadi antara zat padat dan zat terlarut
yang teradsorbsi.
2
Sifat- sifat Adsorpsi
Perbedaan Adsorpsi Fisik dan Kimia
Adsorpsi Fisik Adsorpsi Kimia
Molekul terikat pada adsorben oleh gaya van
der Waals
Molekul terikat pada adsorben oleh ikatan
kimia
Mempunyai entalpi reaksi 4 sampai 40
kJ/mol
Mempunyai entalpi reaksi 40 sampai 800
kJ/mol
Dapat membentuk lapisan multilayer Membentuk lapisan monolayer
Adsorpsi hanya terjadi pada suhu di bawah
titik didih adsorbat
Adsorpsi dapat terjadi pada suhu tinggi
Jumlah adsorpsi pada permukaan merupakan
fungsi adsorbat
Jumlah adsorpsi pada permukaan merupakan
karakteristik adsorben dan adsorbat
Tidak melibatkan energi aktifasi tertentu Melibatkan energi aktifasi tertentu
Isoterm adsorpsi merupakan
hubungan antara tekanan parsial
adsorbat dengan jumlah zat yang
teradsorpsi pada temperatur tetap
dalam keadaan setimbang.
Dengan kata lain, adsorpsi isoterm
menunjukkan ketergantungan jumlah zat
yang teradsorpsi terhadap tekanan
setimbang dari gas pada temperatur tetap.
Isoterm Adsorpsi
1 Isoterm Adsorpsi Langmuir
2 Isoterm Adsorpsi BET
3 Isoterm Adsorpsi Freundlich
Irving Langmuir berasumsi:
Permukaan adsorbat homogen, artinya afinitas setiap kedudukan
ikatan untuk molekul gas sama
Gas yang teradsorpsi berkelakuan ideal dalam fasa uap
Tidak ada antaraksi lateral antar molekul adsorbat
Isoterm Adsorpsi Langmuir
Gas yang teradsorpsi dibatasi sampai lapisan monolayer
Molekul gas yang teradsorpsi terlokalisasi, artinya mereka tidak
bergerak pada permukaan
Konstanta laju ka = adsorpsi,
Kontantan laju kd = desorpsi
Laju perubahan penutupan permukaan adsorpsi sebanding dengan tekanan sebesar P
Jumlah permukaan kosong = N(1-)
Jumlah permukaan total = N
) - kaPN(1 =
dt
dx

Sehingga:
Laju perubahan karena desorpsi sebanding dengan jumlah zat yang teradsorpsi N, maka:
kdN =
dt
dx'
Pada saat kesetimbangan, kedua laju tersebut sama, kacepatan adsorpsi = kecepatan
desorpsi yaitu:
Lanjutan .....
Mekanisme adsorpsi yang terjadi
Lanjutan .....
ka (1-) = kd
kd
ka
= b misal
kaP) + (kd
(ka.P)
=
bP) + (1
bP
=
Dari persamaan yang ada di dalam kotak kita dapat melihat bahwa gas yang teradsorpsi
tersebut lemah atau kuat, yaitu diihat dari:
Bila harga b kecil, artinya gas hanya diserap lemah:
bP << 1 = KP
Atau: bagian permukaan yang diliputi gas, berbanding lurus dengan tekanan gas.

Bila harga b besar, artinya gas diserap kuat:

bP >> 1

Atau: bila gas diserap kuat, hampir semua permukaan diliputi gas (=1)

Bila bagian permukaan kosong, maka:



1 =
bP
bP
=
bP) + (1
1
=
)
bP) + (1
bP
( - 1 = ) - (1
Jumlah gas yang terserap oleh tersedianya adsorbent sangat tergantung pada
tekanan, P dan jumlah gas V
m
yang diperlukan untuk membentuk monolayer
adalah menghubungkan dengan , yakni:
Lanjutan .....

V
V
=
m

bP) + (1
.bP) V
( = V
m

bV
1
+
V
P
=
V
P
m m
Jika data percobaan diperoleh sesuai dengan teori Langmuir, maka plat antara
P/V dengan P akan diperoleh garis lurus yang mana intersepnya adalah 1/bV
m
dan slopnya adalah 1/V
m

1/bX
m

Slope = 1/X
m

C/X
V
P
m
V
1
m
bV
1
P
Grafik Isoterm Adsorpsi Langmuir
Isoterm Adsorpsi BET
Stepher Brunauer, Paul
Emmett, dan Edward Teller
Adsorpsi juga dapat
terjadi di atas lapisan
adsorbat monolayer.
Sehingga, isoterm adsorpsi
BET dapat diaplikasikan
untuk adsorpsi multilayer.
Proses
a. Penempelan molekul pada
permukaan padatan (adsorben)
membentuk lapisan monolayer
b. Penempelan molekul pada
lapisan monolayer membentuk
lapisan multilayer
lapisan adsorbat multilayer
adsorben
Dengan:
p = tekanan uap adsorbat
p
0
= tekanan uap jenuh adsorbat
V = volume gas teradsorpsi
V
m
= volume gas lapisan monolayer
c = konstanta BET



Dengan:
E
1
= energi adsorpsi pada layer pertama
E
L
= energi adsorpsi pada layer kedua dan
layer yang lebih tinggi
R = tetapan
T = suhu
Nilai dari slop A dan
intersep I digunakan
untuk menghitung
nilai Vm dan c
Grafik Isoterm Adsorpsi BET
Isoterm ini berdasarkan asumsi terbentuknya lapisan
monolayer dari molekul-molekul adsorbat pada permukaan
adsorben dimana adsorben mempunyai permukaan yang
heterogen dan tiap molekul mempunyai potensi
penyerapan yang berbeda-beda.

= k P
1/n

Isoterm Adsorpsi Freundlich
Menurut Freundlich:
Pada tekanan rendah, tingkat adsorpsi berbanding lurus dengan tekanan

Pada tekanan tinggi, tingkat adsorpsi adalah independen dari tekanan




Pada tekanan sedang , adsorpsi berbanding lurus dengan tekanan dinaikkan
menjadi daya 1 / n. Berikut n adalah variabel yang nilainya lebih besar dari satu.



Grafik Isoterm Freundlich
Plotting dari Isoterm Adsorpsi Freundlich
Sesuai persamaan adsorpsi Freundlich:


Mengambil log kedua sisi persamaan, kita dapatkan:


dimana
x = jumlah zat teradsorbsi (adsorbat) dalam gram
m = jumlah adsorbent dalam gram
P = tekanan
k dan n = konstanta empiris atau tetapan

P
n
k
m
x
log
1
log log
Plotting grafik antara log (x/m) dan log p, kita akan mendapatkan garis lurus
dengan nilai kemiringan sama dengan 1/n dan log k sebagai sumbu y intercept