Anda di halaman 1dari 24

Ciri-ciri Karakteristik Hukum Acara PERATUN

Imam Kharisma Makkawaru 2013


Umum
Ciri Utama yang membedakan Hukum Acara
Peradilan Tata Usaha Negara di Indoensia dengan
Hukum acara Perdata atau Pidana adalah Hukum
Acaranya secara bersama-sama diatur dengan hukum
materielnya yaitu dalam Undang-undang nomor 5
Tahun 1986
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Peranan Hakim yang aktif
Hakim dibebani tugas untuk mencari kebenaran
materiel.
lihat pasal 58, pasal 63(2) butir a, b, Pasal 80 (1), Pasal
85, Pasal 95 (1), Pasal 103 (1).

Imam Kharisma Makkawaru 2013
Kompensasi
Kompensasi perlu di berikan karena kedudukan
Penggugat (orang/B.Hukum Perdata) diasumsikan
dalam posisi yang lemah dibandingkan Tergugat
selaku pemegang kekuasaan publik.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Sistem Pembuktian
Sistem pembuktian mengarah kepada pembuktian
bebas (vrijbewis) yang terbatas.

Bandingkan pasal 100 dan pasal 107.?
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Penundaan Pelaksanaan KTUN
Gugatan di pengadilan tidak bersifat menunda
Pelaksanaan KTUN yang digugat. Lihat pasal 67 UU
no 5 /1986.
Mengapa demikian..?
Hal ini sehubungan dengan dianutnya azaz Presumtio
justae causa dalam Hukum Administrasi Negara, yang
maksudnya adalah bahwa suatu KTUN harus selalu
dianggap benar dan dapat dilaksanakan, sepanjang
hakim belum membuktikan sebaliknya.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Putusan
Putusan hakim tidak boleh bersifat Ultra Petita
(melebihi tuntutan penggugat) tetapi dimungkinkan
adanya reformatio in peius (membawa Penggugat
dalam keadaan yang lebih buruk) sepanjang diatur
dalam perundang-undangan.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Azaz
Erga Omnes.
Terhadap putusan Hakim TUN berlaku asas erga
omnes, artinya bahwa putusan itu tidak hanya berlaku
bagi para pihak yang bersengketa, tetapi juga berlaku
bagi pihak-pihak lain yang terkait.
Audi alteram partem.
Mendengarkan kedua belah pihak.
Point dinteret, Point d Action atau No interest, No
Action.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Kebenaran
Kebenaran yang dicapai ialah kebenaran materil
dengan tujuan menyelaraskan, menyerasikan,
menyeimbangkan kepentingan perseorangan dengan
kepentingan umum.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Objek & Subjek Gugatan
Objek gugatan dalam HAP meliputi Perbuatan
melawan hukum (PMH) dan Cidera janji
(Wanprestasi). Sedangkan dalam HAPTUN objek
gugatan adalah beschiking (pasal 1 (3)).
Dalam HAP subjek gugatan ialah antara orang
pribadi/Badan hukum dalam posisi yang seimbang,
namun dalam HAPTUN yaitu terbatas pada orang
pribadi atau B. Hukum Perdata melawan Pejabat Tata
Usaha Negara dalam keadaan yang tidak seimbang.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Tenggang waktu pengajuan
gugatan
Dalam HAP
menentukan tenggang
waktu lebih lama (baca
BUKU IV BW, dan UU
terkait).
Dalam HAPTUN
terbatas dalam jangka
waktu 90 hari, sejak
diterimanya atau
diumukannya KTUN
tersebut.

KTUN
Pihak yang
langsung dituju
KTUN
Pihak yang
tidak langsung
dituju KTUN
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Bagaimana cara menentukan bahwa KTUN tersebut telah benar-benar
diterima atau diumumkan ??

Pada umumnya Badan atau pejabat TUN melakukan hal tersebut
dengan:
1. Menyampaikannya per kurir;
2. Memanggil ybs untuk menghadap dan menerima keputusan TUN
itu di kantor Badan atau Pejabat TUN yang bersangkutan.
3. Mengirimkan keputusan itu dengan perantara pos yang dapat terjadi
dengan pos tercatat atau pos biasa.
4. Mengumumkan keputusan TUN itu sesuai dengan cara yang
ditentukan dlam peraturan dasarnya atau apabila tidak pada tempat
pengumuman yang tersedia , dapat pula dengan perantara mass
media setempat.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Apabila yang hendak digugat itu adalah KTUN dimana
terhadapnya terbuka upaya administratif, maka
tenggang waktu 90 hari untuk mengajukan gugatan
itu harus dihitung sejak diterimanya atau
diumumkannya KTUN yang dikeluarkan oleh Badan
atau Pejabat Tata Usaha Negara yang menangani
sebagai upaya administratif yang bersangkutan.

Imam Kharisma Makkawaru 2013
Terbuka
Upaya
Adminstratif
1. Keberatan; atau
2.Banding Administratif

Jangka waktu 90 hari untuk
mengajukan gugatan ialah
terhitung sejak diterimanya
keputusan dari upaya
administratif atas Keputusan Tata
Usaha negara yang disengketakan
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Bagaimana dengan KTUN Fiktif menurut pasal 3 ayat
2 dan 3 ??
Lihat penjelasan pasal 3 ayat 2 dan 3.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Contoh pasal 3 ayat 2.
Kita umpamakan dalam peraturan dasarnya
ditentukan adanya tenggang enam bulan.
Badan atau
Pejabat tata
Usaha Negara
Paling lambat pada tanggal 1 juli Badan atau
pejabat TUN yang bersangkutan sudah harus
mengeluarkan suatu keputusan untuk
menanggapi permohonan tersebut.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Contoh pasal 3 ayat 3.
Tidak ditentukan tenggang waktu untuk menanggapi
permohonan

Badan atau
Pejabat tata
Usaha Negara
Paling lambat pada tanggal 30 April Badan atau
pejabat TUN yang bersangkutan sudah harus
mengeluarkan suatu keputusan untuk
menanggapi permohonan tersebut.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Tahapan Porses berperkara
Beberapa tahapan proses berperkara yang dimilki oleh
HAPTUN tidak ada dalam HAP. Tahapa tersebut
adalah Penelitian Administratif, Dismissal Prosedur
(vide pasal 62), dan Pemeriksaan persiapan.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Tuntutan
Dalam HAP tuntutan bisa berua mohon pelaksanaan/
pembatalan Perjnajian, ganti rugi dan lain-lain. Dalam
HAPTUN tuntutan adalah :
1. Pernyataan Batal atau tidak sah suatu Keputusan Tata
Usaha Negara, yang apabila dikabulkan maka dalam
putusan hakim akan memberikan kewajiban kepada
Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara untuk:
a. Mencabut KTUN yang bersangkutan;
b. Mencabut dan menerbitkan KTUN yang baru;
c. Penerbitan KTUN dalam hal gugatan pada pasal 3 (fiktif negatif )
2. Ganti rugi bisa dimintakan tapi ada batasan tegas (Vide
PP 43/1991) yaitu minimal Rp. 250.000 dan maksimal Rp.
5000.000

Imam Kharisma Makkawaru 2013
Verstek atau Rekonpensi
Dalam HAPTUN tidak dikenal putusan verstek. (Lihat
pasal 72).
Dalam HAPTUN tidak dikenal lembaga gugat balik
(Rekonpensi), karena kedudukan penggugat dan
tergugat adalah tetap dan objek sengketa berupa surat
keputusan.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Peranan Pengadilan Tinggi
Dalam HAP peranan pengadilan tinggi selalu sebagai
pengadilan tingkat banding, tidaklah demikian halnya
dalam HAOTUN karena untuk kasus-kasus yang
melalui Prosedur Banding Administratif maka
Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara berfungsi
sebagai pengadilan tingkat pertama.
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Juru Sita dan Ekskusi
Dalam HAPTUN tidak dikenal peranan juru sita,
karena memanfaatkan jasa pos.
Eksekusi (lihat pasal 116).
Dalam HAPTUN dikenal istilah Eksekusi Otomatis
(lihat pasal 116 ayat 1-2) dan eksekusi Hierarkis (lihat
pasal 116 ayat 3-6)
Imam Kharisma Makkawaru 2013
Imam Kharisma Makkawaru 2013