Anda di halaman 1dari 19

Konsep dasar kanker ovarium

Pengertian
Kanker indung telur adalah terjadinya pertumbuhan
sel-sel yang tidak lazim (kanker) pada satu atau dua
bagian indung telur.

klasifikasi
Epithelial (65% dari semua kanker ovarium).
Tumor epiteal ovarium berkembang dari permukaan
luar ovarium, pada umumnya jenis tumor yang berasal
dari epitelial adalah jinak, namun jika terjadi keganasan
maka disebut epitelial ovarium carcinomas yang
merupakan jenis tumor yang paling sering dan
penyebab kematian terbesar dari jenis kanker ovarium.

Lanjutan
Germ cell (25% dari semua kanker ovarium).
Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan
ovum, umumnya tumor germinal adalah jinak meskipun
beberapa menjadi ganas, bentuk keganasan sel germinal
adalah teratoma, disgermioma dan tumor sinus
endodermal
Sex cord stromal (5% dari semua kanker ovarium) Terdiri
atas sel granulosa tumor. Tipe lainnya adalah sertoli-
leydig. Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan
penyokong ovarium yang memproduksi hormon
estrogen dan progesteron, jenis tumor ini jarang
ditemukan

Klasifikasi stadium kanker ovarium berdasarkan FIGO
(International Federation of Gynecology and
Obstetrics)



Stadium I terbatas pada 1 / 2 ovarium
I A : Mengenai 1 ovarium, kapsul utuh, ascites (-)
I B : Mengenai 2 ovarium, kapsul utuh, ascites (-)
I C : Kriteria I A / I B disertai 1 > lebih keadaan sbb
Mengenai permukaan luar ovarium
Kapsul rupture
Ascites (+)

Lanjutan..
Stadium II perluasan pada rongga pelvis
II A : Mengenai uterus / tuba fallopi / keduanya
II B : Mengenai organ pelvis lainnya
II C : Kriteria II A / II B disertai 1 / > keadaan sbb
Mengenai permukaan ovarium
Kapsul ruptur
Ascites (+)

Lanjutan
Stadium III kanker meluas mengenai organ pelvis dan
intraperitoneal
III A : Makroskopis : terbatas 1 / 2 ovarium
Mikroskopis : mengenai intraperitoneal
III B : Makroskopis : mengenai intraperitoneal
diameter < 2 cm, KGB (-)
III C : Meluas mengenai KGB
Makroskopis mengenai intraperitoneal diameter
> 2 cm

Lanjutan
Stadium IV pertumbuhan mengenai 1 / 2 ovarium
dengan metastasis jauh.
Bila efusi pleura dan hasil sitologinya positif dalam
stadium 4, begitu juga metastasis ke permukaan liver.

etiologi
Tidak jelas apa yang menyebabkan kanker ovarium.
Secara umum, kanker dimulai ketika sel-sel sehat
mengalami mutasi genetik yang mengubah sel normal
menjadi sel abnormal. Sel sehat tumbuh dan
berkembang biak pada tingkat yang ditetapkan, akhirnya
mati pada waktu yang ditetapkan. Sel-sel kanker
tumbuh dan berkembang di luar kendali, dan mereka
tidak mati. Adanya akumulasi sel abnormal akan
membentuk suatu massa (tumor). Sel kanker
menginvasi jaringan terdekat dan dapat pecah dari
tumor awal untuk menyebar ke tempat lain dalam
tubuh (metastasis).
Akan tetapi banyak teori yang menjelaskan tentang etiologi
kanker ovarium, diantaranya :
Hipotesis incessant ovulation
Teori ini menyatakan bahwa terjadi kerusakan pada sel-sel
epitel ovarium untuk penyembuhan luka pada saat terjadi
ovulasi. Proses penyembuhan sel-sel epitel yang terganggu
dapat menimbulkan proses transformasi menjadi sel-sel
tumor.
Hipotesis androgen
Androgen mempunyai peran penting dalam terbentuknya
kanker ovarium. Hal ini didasarkan pada hasil percobaan
bahwa epitel ovarium mengandung reseptor androgen.
Dalam percobaan in-vitro, androgen dapat menstimulasi
pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel-sel kanker
ovarium.

Faktor risiko
Obat kesuburan
Pernah menderita kanker payudara
Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara
dan/atau kanker ovarium
Riwayat keluarga yang menderita kanker kolon, paru-
paru, prostat dan rahim (menunjukkan adanya sindroma
Lynch II).
Wanita di atas usia 50 tahun
Wanita yang tidak memilki anak (nullipara)
Wanita yang memiliki anak lebih dari 35 tahun

Manifestasi klinis
Gejala awalnya berupa rasa tidak enak yang samar-samar di
perut bagian bawah
Tekanan pada perut, merasa kenyang, bengkak atau
kembung
Rasa tidak nyaman atau sakit panggul
Sembelit, sering buang air kecil
Mual, Kehilangan nafsu makan atau cepat merasa kenyang
Sakit saat hubungan seksual (dispareunia)
Kekurangan energi
Perubahan menstruasi, perdarahan pervaginam
Punggung sakit dan Panggul terasa berat


komplikasi
Penyebaran kanker ke organ lain
Hilangnya fungsi berbagai organ
Ascites (cairan di perut)
Intestinal Obstructions
Pemeriksaan
Metode anamnesis (wawancara dan pemeriksaan fisik)
Pada saat anamnesis pasien akan ditanya (diwawancarai)
secara lisan mengenai sakit yang dirasakan beserta sejarah
penyakitnya (jika ada) yang akan dicatat dalam rekam medik.
Pemeriksaan USG
Untuk dapat membedakan lesi/tumor.
Tes alkaline phospatase
Tes alkaline phospatase (atau disingkat ALP), yaitu suatu tes
laboratorium di mana kadar ALP yang tinggi menunjukkan
adanya sumbatan empedu atau kanker yang telah
bermetastasis ke arah hati atau tulang

Lanjutan
Penanda tumor (tumor marker)
Cancer antigen 125 (CA 125). Pada pasien penderita
kanker ovarium sering ditemukan peningkatan kadar CA
12.
Pemeriksaan darah lengkap
CT Scan atau MRI



penatalaksanaan
Operasi
Pada umumnya dilakukan :
Histerektomi total yaitu mengangkat rahim dengan
organ sekitarnya
Salpingo ooporekmitomi yaitu mengangkat kedua
ovarium dan kedua saluran tuba fallopii
Omentektomi yaitu mengangkat lipatan selaput
pembungkus perut yang memanjang dari lambung ke
alat-alat perut

Lanjutan
Radioterapi
Teleterapi pelvis dan abdomen dan penetesan isotop
radioaktif pada rongga peritoneal digunakan pada
wanita dengan kanker ovarium tahap awal (stadium I
dan II). Isotop radioaktik (P32) digunakan sebagai terapi
residual kanker pada rongga peritoneum. Pasien yang
memiliki residu penyakit yang terbatas, kurang dari 2cm,
merupakan kandidat utama terapi P32 ini.

Lanjutan.
Kemoterapi
Penggunaan melphana, 5-FU, thiotepa dan
siklosfosfamid secara sistematik menunjukkan aktivitas
yang baik. Altretamine, sisplastin, karboplatin,
doksorubisin, ifosfamid, dan etoposid juga menunjukkan
hasil yang bervariasi dari 27% sampai 78%. Secara
keseluruhan, kombinasi terapi sistematik dengan takson,
sisplatin, siklofosfamid meningkatkan respon terapi,
angka kesembuhan atau kemungkinan hidup.

TERIMA KASIH