Anda di halaman 1dari 27

DST ENDODONTIK

PUTIK AYUAMAJIDA
0916030
KASUS
Nn.S (28 thn) datang ke klinik terpadu RSGM
Maranatha dengan keluhan:
Gigi atas kiri depan patah dan gusinya pernah bengkak.
Sesekali sakit saat mengigit dan gusi nya pernah
mengeluarkan nanah.

Keadaan umum
K : Compos mentis
T : 120/80 mmHg
N : 80x / menit
R : 24x / menit
Suhu : Afebris
KUNJUNGAN 1

Pembukaan akses
Memasuki kamar pulpa
Awal fissure bur/inverted cone bur perhatikan
ouline form
Saat sampai atap pulpa round bur tidak lagi
preparasi arah apikal sweeping out motion
akses yang jelas ke arah orifis
Pembukaan akses
Menggunakan pathfinder
untuk melokasikan orifis


Pengambilan jaringan pulpa
Pengambilan jaringan pulpa nekrotik
Jarum ekstirpasi/barbed broach (rotasi 180 tarik
keluar)

Pengukuran panjang kerja
Definisi: jarak dari titik referensi pada mahkota gigi
sampai titik yang teridentifikasi pada bagian apikal
akar
Posisi PK dekat foramen apikal, tepat pada apikal
konstriksi (1mm dari for. apikal)
Metode penentuan:
ELEKTRONIK (Apex locator)
RADIOGRAFIK

Pengukuran panjang kerja
RADIOGRAFIK
Intrumen tidak boleh terlalu
longgar dapat menembus
foramen apikal
Sediakan endodontic gauge
File yang biasa digunakan #10,
#15
Hitung dengan rumus:
PGS = panjang gigi sebenarnya
PGR= panjang gigi dalam rontgen foto
PIS = panjang instrumen sebenarnya
PIR = panjang instrumen dalam rontgen foto
PK = panjang kerja
Cleaning and shaping
- Dalam membersihkan saluran akar yang harus
diperhatikan :
- Akses lurus
- Panjang gigi ditentukan secara cermat
- Instrumen digunakan secara berurutan dengan
rekapitulasi secara periodik (kembali ke nomor kecil)
- Instrumen digunakan dengan - putaran & ditarik
dengan teknik pull stroke
- Instrumen harus dipasang stop
Cleaning and shaping
- Instrumen masuk ke
saluran akar tanpa ada
hambatan sampai
resistance form / apical
stop mencegah
lewatnya instrumen pada
titik ini 0.5-1.0 mm dr
for. Apikal harus
dibersihkan dengan
instrumen #10/#15
Cleaning and shaping
IRIGASI
Pilihan irigan NaOCl
lubrikan, disinfektan, pelarut
jaringan 5.25%
Untuk mengatasi
ketidakmampuan NaOCl
dalam melarutkan zat
anorganik maka NaOCl
sering dikombinasikan
dengan khelator seperti
EDTA.
Aksi bahan irigasi diantaranya adalah:

Membersihkan debris.
Lubrikasi sistem saluran akar sehingga memfasilitasi
prosedur instrumentasi.
Penghancuran komponen organik.
Memiliki sifat antibakteri.
Menghilangkan smear layer.
Penetrasi pada daerah yang tidak terjangkau
instrument sehingga membantu dalam proses
pembersihan saluran akar.

Prosedur :
Jarum dimasukan ke saluran akar deponirkan larutan
sambil melakukan gerakan vertikal
Larutan yang keluar suction tip
Pengeringan saluran akar paper points

Cleaning and shaping
1. Step-back/ serial technique
Instrumentasi dimulai dari terminal apikal lalu
secara bertahap diperbesar ke arah mahkota
(apikal-koronal)
Digunakan saat saluran akar lurus, bengkok,
saluran akar dengan pembengkokan sempit, saluran
akar dilaserasi
Preparasi 1/3 apeks 1/3 tengah 1/3 koronal
Cleaning and shaping
1. Step-back/ serial technique
- Teknik:
- Tentukan panjang kerja
- Pilih jarum terbesar tetapi masih cukup longgar sampai
working length (#10/#15)
- Besarkan nomor (MAF= 15-20-25)
- Preparasi 1/3 apikal ( misal: #25)
- Preparasi saluran akar #30 = WL-1mm; #35 = WL-
2mm; #40=WL-3mm) selalu lakukan rekapitulasi
dengan jarum paling kecil
- Menghaluskan dinding irigasi



Cleaning and shaping
1. Step-back/ serial technique
Cleaning and shaping
2. Teknik Crown-down/Step-Down
- Preparasi dimulai dari mahkota memperluas
preparasi dan secara bertahap bekerja ke saluran
yang menyempit.
Cleaning and shaping
3. Teknik Konvensional
- Ukuran & bentuk saluran akar yang dipreparasisama
dengan instrumen yang dipakai
- Kemudian saluran diobturasi dengan bahan pengisi
Cleaning and shaping
3. Teknik Konvensional
- Sebelum preparasi stopper dipasang sesuai
dengan panjang kerja gigi
- Preparasi saluran akar dengan file dimulai dari
nomor yang paling kecil

Cleaning and shaping
3. Teknik Konvensional
- Preparasi harus dilakukan secara berurutan dari
nomor yang kecil hingga lebih besar
dengan panjang kerja tetap sama mencegah
terjadinya step atau ledge atau
terdorongnya jaringan nekrotik ke apikal
- Selama preparasi setiap penggantian nomor
jarum preparasi ke nomor >> irigasi pada
saluran akar.

Sterilisasi
Sebelum sterilisasi, irigasi dengan NaOCl 2,5 % lalu
keringkan dengan paper point.
Sterilisasi:
Ca(OH)2 lentulo
ChKM cotton pellet
Rockels cotton pellet
Kemudian ditutup menggunakan tambalan sementara
KUNJUNGAN 2
Pengisian Saluran Akar

Sealer diaduk hingga konsistensi creamy
Prosedur :
Aplikasi sealer dengan menggunakan lentulo spirals dirotasi
clockwise dengan menggunakan jari tangan
Teknik pengisian dengan kondensasi lateral
1. Trial Obturation : Uji coba Gutta
percha sesuai dengan MAF Ro
Periapikal lihat apakah sudah
mencapai apical stop (UPK) atau
belum jika sudah maka diberi
tanda pada tepi insisal/ oklusal.
2. Uji coba Spreader masukan
sesuai dengan UPK kemudian
diberi stop pada tepi insisal/oklusal.
3. Saluran akar dikeringkan dengan
paper points.
4. Aplikasi sealer lentulo spiral
Teknik pengisian dengan kondensasi lateral
5. Gutta percha pertama (master cone) dilapisi
sealer dimasukan ke saluran akar sesuai
UPK.
6. Gunakan spreader untuk kondensasi lateral
dirotasi perlahan jangan terlalu banyak
tekanan, hingga mencapai kedalaman yang
telah ditentukan sebelumnya tunggu 1
menit tarik spreader perlahan dengan
gerakan rotasi.
7. Aplikasi gutta percha tambahan dengan
dilapisi selaer.
8. Pengisian dan kondensasi terus dilakukan
hingga tidak terdapat celah untuk gutta percha
selanjutnya pada saluran akar.



Teknik pengisian dengan kondensasi lateral
9. Kelebihan gutta percha dipotong
menggunakan ekskavator panas
sebatas orifice.
10. Large plugger atau amalgam plugger
digunakan untuk akhir kondensasi
pengisian.
11. Kamar pulpa diisi dengan semen base
untuk mencegah microleakage.
12. Ro periapikal Pengisian sudah
hermetis atau belum berhasil.