Anda di halaman 1dari 22

Gagal Jantung Akut

Yunita
0907101010091
Pembimbing: dr. Teuku Heriansyah, Sp.JP., FIHA
Identitas Pasien
Nama : Ny. CM
Umur : 28 tahun
No. CM : 1-01-85-07
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat :
Suku : Aceh
Agama : Islam
Status : Kawin
ekerjaan : Wiraswasta
Tanggal Masuk : 13 September 2014
Tanggal Pemeriksaan : 17 September 2014











Riwayat penyakit sekarang
Pasien datang dengan keluhan sesak nafas sejak 1 bulan
yang lalu. Riwayat sesak nafas pertama kali muncul
sekitar 3 tahun yang lalu saat melahirkan anak kedua.
Sesak nafas timbul pada saat aktifitas. Pasien juga
mengeluhkan mudah lelah, jantung terasa cepat dan
berdebar. Pasien juga mengeluhkan nyeri dada sebelah
kiri seperti ditekan dan tidak menjalar sehingga sulit
untuk bernafas. Pasien mengeluhkan batuk namun tidak
berdahak.

RPD
Pasien pertama kali sesak 3 tahun yang lalu saat
melahirkan anak kedua.
Pasien mulai sesak kembali 6 bulan yang lalu
dan keluar masuk RS semenjak hamil anak ke 3
dan dikuret.
Riwayat BAK tidak keluar sama sekali. Pasien
sudah melakukan hemodialisa 5x.
Riwayat hipertensi (-) dan DM (-).

Riwayat Penyakit Keluarga
Ayah pasien meninggal karena PJK. Dari keluarga ayah
banyak yang menderita penyakit jantung dan keluarga
ibu pasien memiliki riwayat DM dan hipertensi.
Riwayat Pemakaian Obat
Captopril, lasix, nocid, cordarone, hezanden.
Riwayat Kebiasaan Sosial
Pasien dulu makan makanan yang berlemak, tapi
semenjak sakit tidak makan berlemak lagi.


Faktor Risiko yang Tidak Dapat Dimodifikasi
Jenis kelamin

Faktor Risiko yang Dapat Dimodifikasi
Makan makanan berlemak.

Pemeriksaan Fisik
Status Present
Kesadaran : Compos Mentis
Tekanan Darah : 100/70 mmHg
Nadi (HR) : 72 x/menit
Frekuensi Nafas : 20 x/menit
Temperatur : 36,5 C

Kulit
Warna : Sawo matang
Turgor : Kembali cepat
Ikterus : (-)
Pucat : (-)
Sianosis : (-)
Edema : (-)
Kepala
Bentuk : Kesan Normocephali
Rambut : Berwarna hitam, sukar dicabut
Mata :Cekung (-), refleks cahaya (+/+), konj. Palp inf pucat (-/-), sklera ikterik (-/-)
Telinga : Sekret (-/-), perdarahan (-/-)
Hidung : Sekret (-/-), perdarahan (-/-), NCH (-/-)

Mulut
Bibir : Pucat (-), Sianosis (-)
Gigi geligi : Karies (-)
Lidah : Beslag (-), Tremor (-)
Mukosa : Basah (+)
Tenggorokan : Tonsil dalam batas normal
Faring : Hiperemis (-)
Leher
Bentuk : Kesan simetris
Kel. Getah Bening : Kesan simetris, Pembesaran KGB (-)
Axilla : Pembesaran KGB (-)

Thorax posterior
Inspeksi
Bentuk dan Gerak : normochest, pergerakan simetris
Tipe Pernafasan : Thorako-abdominal
Retraksi interkostal : (-)
Palpasi
Nyeri tekan : (-)
Stem femitus: normal di kedua lapangan paru
Perkusi
Sonor di kedua lapangan paru
Auskultasi
Ves (+/+), Rh (-/-), Wh (-/-)

Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Ictus cordis teraba ICS V linea axilaris anterior sinistra
Perkusi : Batas atas : ICS III LMCS
Batas kanan : ICS V Linea parasternalis dextra
Batas Kiri : ICS V, 2 cm ke arah lateral linea midclavicula sinistra
Auskultasi : BJ I > BJ II, irreguler, bising (-)
Abdomen
Inspeksi : Kesan simetris, distensi (-)
Palpasi : Distensi abdomen (-), Nyeri tekan (-), Hati, limpa dan ginjal tidak teraba
Perkusi : Timpani (+), asites (-)
Auskultasi : Peristaltik usus (+) normal.

Genetalia : Tidak dilakukan pemeriksaan
Anus : Tidak dilakukan pemeriksaan

Pemeriksaan Penunjang
Jenis pemeriksaan Hasil Pemeriksaan Nilai Rujukan
Hemoglobin 9,6 gr/dl 12 - 15 gr/dl
Leukosit 5,9
3
/ul 4,5-10,5.10
3
/ul
Trombosit 350 x 10
3
/ul 150-450.10
3
/ul
Eritrosit 3,6 x 10
3
/ul 4.2 5,4 .10
3
/ul
Hematokrit 30 % 37-47%
MCV 84 fl 80-100 fl
MCH 27 pg 27-31 pg
MCHC 32 g/dl 32-36 g/dl
Waktu perdarahan 2 menit 1-7 menit
Waktu pembekuan 8 menit 5-15 menit
Eosinofil 8 % 0-6
Basofil 1 % 0-12
Netrofil Segmen 50 % 50-70
Limfosit 30 % 20-40
Monosit 12 % 2-6
Jenis pemeriksaan Hasil pemeriksaan Nilai rujukan
Natrium (Na) 136 mmol/L 135-145
Kalium (K) 3,6 mmol/L 3,5-4,5
Clorida (Cl) 102 mmol/L 90-110
Kimia Darah
Jenis pemeriksaan Hasil Pemeriksaan Nilai Rujukan
Ureum 93 mg/dl 13-43 mm/dl
Creatinin 3,60 mg/dl 0,51-0,95 mg/dl
Fungsi Ginjal
EKG
Bacaan EKG tanggal 13-09-2014
1. Irama : asinus
2. Qrs rate : 130 x/i
3. Regularitas : irregular
4. Interval PR : -
5. Axis : RAD
6. Morfologi
- Gel P : tidak
dapak dinilai
- Kompleks QRS :
- Segmen ST :
ST elevasi : -
ST depresi : -
- T inverted : -
- Q patologis : -
- Hipertrofi :
=

1
> 1 kotak kecil
7. Kesan : fibrilasi,
HR: 130 x/menit, kesan RVH

Diagnosis
ADHF + AF
Tatalaksana
PENATALAKSANAAN
Umum:
Bed rest semi fowler
Oksigen 2 4 L/menit
Diet jantung
Balance Cairan
Kurangi asupan garam
Meningkatkan konsumsi buah dan sayur, dan kurangi konsumsi lemak
Khusus:
Inj farsix 1 amp/12 jam
Inj ranitidin 1 amp/12 jam
V-block 2 x 6,25 mg
Dorner 2 x 20 mg
Clopidogrel 1 x 75 mg




PLANNING
Foto Thorax
EKG
Echocardiography

PROGNOSIS
Quo ad vitam : Dubia ad bonam
Quo ad functionam : Dubia ad malam
Quo ad sanactionam : Dubia ad bonam

ANJURAN KETIKA PULANG
Perbanyak istirahat di rumah
Olahraga teratur
Hindari makanan berlemak dan mengandung garam yang berlebih
Minum obat yang teratur
Kontrol ke poliklinik jantung

Kasus Pembahasan
Dispnea, atau
perasaan sulit
bernapas

Dispnea disebabkan oleh peningkatan kerja pernapasan akibat kongesti
vaskuler paru yang mengurangi kelenturan paru dan pada akhirnya
menurunkan perfusi jaringan perifer. Meningkatnya tahanan aliran udara
juga menimbulkan dispnea. Kongesti paru yang berasal dari peningkatan
tekanan hidrostatik mengakibatkan terjadinya edema interstisial. Dengan
terjadinya edema interstitial, maka pergerakan alveoli akan terganggu
sehingga proses pertukaran udara juga akan terganggu. Penderita akan
merasa sesak nafas desertai dengan nadi yang cepat. Bila ekstravasasi cairan
sudah memasuki rongga alveoli, maka akan terjadi edema paru dengan
gejala sesak nafas yang hebat, takikardi, tekanan darah menurun dan jika
tidak dapat diatasi maka akan terjadi syok kardiogenik.

Anamnesa Pembahasan
Pasien datang dengan
keluhan sesak nafas
sejak 1 bulan yang lalu.
Sesak nafas timbul pada
saat aktifitas
Dispnea de effort menunjukkan gejala awal dari gagal jantung
kiri. Hal ini dikarenakan jantung tidak bereaksi dengan normal
ketika ada beban tambahan seperti aktivitias dimana pada
kondisi gagal jantung yang berat cardiac output yang
dikeluarkan oleh jantung tidak cukup untuk memenuhi
kebutuhan oksigen saat aktifitas. Hal ini terjadi dikarenakan
mekanisme kompensasi yang ada sudah dipakai untuk
mempertahankan curah jantung selama istirahat. Bila cardiac
output tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolisme
tubuh, maka jantung akan memakai mekanisme kompensasi.
Mekanisme kompensasi ini sebenarnya sudah dan selalu
dipakai untuk mengatasi beban kerja ataupun selama sakit.
Bila mekanisme ini sudah dipakai secara maksimal maka akan
timbul gejala akibat dari sistem kompensasi yang tidak
berjalan
TERIMA KASIH