Anda di halaman 1dari 18

OLEH :

HERU PURNOMO

KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
TINJAUAN YURIDIS
GEOHERITAGE
DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
1
2
Geologi adalah Ilmu (sains) yang mempelajari bumi,
komposisinya, struktur, sifat-sifat fisik, sejarah, dan proses
pembentukannya.

Istilah Geologi telah menjadi norma hukum yang termuat
dalam Peraturan Perundang-undangan, antara lain:
1. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang
Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional;

2. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2011 tentang
Pengelolaan Kawasan Suaka Alam Dan Kawasan
Pelestarian Alam;

3. Peraturan Daerah DIY Nomor 2 Tahun 2010 Rencana Tata
Ruang Wilayah Provinsi Daerah istimewa Yogyakarta Tahun
2009-2029
PENGERTIAN
3
Terminologi "Pusaka" sebagai terjemahan dari kata
heritage
[kamus Indonesia-Inggris: Poerwadarminto]
PENGERTIAN
Pusaka Indonesia, terdiri dari pusaka alam, pusaka
budaya, dan pusaka saujana

Pusaka alam adalah bentukan alam yang istimewa

Pelestarian adalah upaya pengelolaan pusaka melalui
kegiatan penelitian, perencanaan, perlindungan,
pemeliharaan, pemanfaatan, pengawasan, dan/atau
pengembangan secara selektif untuk menjaga
kesinambungan, keserasian, dan daya dukungnya dalam
menjawab dinamika jaman untuk membangun kehidupan
bangsa yang lebih berkualitas
[Piagam Pelestarian Pusaka Indonesia]
4
Geoheritage adalah warisan geologi (bumi)
yang terbentuk secara alami dan memiliki
nilai sangat tinggi dan luar biasa karena
merepresentasikan rangkaian rekaman
proses geologi yang saling berhubungan,
sehigga secara keilmuan merupakan bagian
penting dari sejarah dinamika bumi.
Prof Ibrahim Komoo, 1993
Presiden Global Geopark Netwark Uniesco (GGN-Unesco); Asessor Asia Pasifik Geopark Network Unesco (APGN
Unesco),;Rektor Univesitas Malaysia Terengganu
PENGERTIAN
5
Pengertian Geoheritage dapat dipahami melalui tiga
pengertian dasar, yakni: makna, fungsi dan
implementasinya sebagai komponen yang berkaitan
dengan alam dan kehidupan di bumi.
1. sebagai suatu warisan geologi merupakan kawasan yang memiliki
makna perlu dilestarikan sekaligus sebagai tempat
mengaplikasikan strategi pengembangan ekonomi berkelanjutan
yang dilakukan melalui struktur manajemen yang baik dan realistis;
2. di dalam kerangka Geoheritage, objek warisan geologi dan
pengetahuan geologi berbagi dengan masyarakat umum. Unsur
geologi dan bentang alam yang ada berhubungan dengan aspek
lingkungan alam dan budaya;
3. Geoheritage berimplementasi memberi peluang bagi penciptaan
lapangan pekerjaan untuk masyarakat dalam hal memperoleh
keuntungan ekonomi secara nyata, melalui kegiatan pariwisata
berkelanjutan (sebagai destinasi wisata);
6
PEMAHAMAN GEOHERITAGE
Dari uraian di atas, dapat diketahui
bahwa pemahaman Geoheritage, yakni
merupakan integrasi dari prinsip-
prinsip pusaka (warisan) bumi yang
harus dilestarikan (konservasi) dan
eksisting rencana tata ruang wilayah
(kawasan) + tourism (kepariwisataan)
7
KONSERVASI DAN RENCANA TATA RUANG
EKSISTING DI DIY
Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat
kebendaan berupa Benda Cagar Budaya,
Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar
Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan
Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang
perlu dilestarikan keberadaannya karena
memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu
pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau
kebudayaan melalui proses penetapan
[Ps. 1 angka 6 UU 11/2010 tentang Cagar Budaya]
8
Kawasan Cagar Budaya disebutkan dalam
Rencana Tata Ruang Wilayah DIY, adalah
kawasan yang merupakan lokasi bangunan
atau kelompok bangunan hasil budaya
manusia atau bentukan geologi alami yang
khas yang mempunyai nilai tinggi bagi
kebudayaan dan ilmu pengetahuan
[Ps. 1 angka 23 Perda 2/2010 tentang RTRW]
KONSERVASI DAN RENCANA TATA RUANG
EKSISTING DI DIY
9
Arahan penetapan kawasan suaka alam di DIY,
salah satunya adalah penetapan cagar alam
geologi dan hutan penelitian terletak di Kabupaten
Gunungkidul
[Ps. 45 huruf a Perda 2/2010 tentang RTRW]
KONSERVASI DAN RENCANA TATA RUANG
EKSISTING DI DIY
Kawasan strategis lindung dan budidaya di DIY,
meliputi:
1. kawasan ekogeowisata karst di Kabupaten Gunungkidul
2. kawasan Parangtritis dan gumuk pasir di Kabupaten
Bantul; dan
3. kawasan Pantai Wedi Ombo di Kabupaten Gunungkidul
[Ps. 101 angka 2 Perda 2/2010 tentang RTRW]
10
Pembangunan Daya Tarik Wisata, melalui
pengembangan yang salah satunya adalah
Daya Tarik Wisata Alam
[Ps. 15 ayat (1) huruf a dan Penjelasannya Perda 1/2012 tentang RIPPDA]
Pembangunan Daya Tarik Wisata
Pembangunan Daya Tarik Wisata tersebut
sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah DIY, yang dituangkan
dalam Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun
2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah Tahun 20092013
11
KEBIJAKAN MENGENAI GEOHERITAGE
Kebijakan mengenai Geoheritage di DIY, selayaknya
dilaksanakan melalui pendekatan aspek-aspek
sebagai berikut:
1. sebagai suatu kawasan

Geoheritage terbentuk secara alami yang memiliki
makna dan fungsi sebagai warisan alam.
Di kawasan ini dapat diimplementasikan berbagai
strategi pengembangan wilayah secara berkelanjutan,
yang promosinya harus didukung oleh program
pemerintah.
Sebagai kawasan, Geoheritage harus memiliki batas yang
tegas dan nyata.
Luas permukaan Geoheritage harus cukup, untuk dapat
mendukung penerapan kegiatan rencana aksi
pengembangannya.
12
2. sebagai sarana pengenalan warisan bumi

Geoheritage sebagai situs warisan bumi, memiliki makna
dari sisi ilmu pengetahuan, keunikan, keindahan
(estetika), dan pendidikan.
3. sebagai kawasan lindung warisan bumi

Berdasarkan makna, fungsi dan peluang
pemanfaatannya, keberadaan dan kelestarian
Geoheritage sebagai situs warisan bumi perlu dijaga dan
dilindungi
13
4. sebagai tempat pengembangan geowisata

Objek-objek warisan bumi berpeluang menciptakan
nilai ekonomi.
Pengembangan ekonomi lokal melalui kegiatan
pariwisata berbasis alam (geologi) atau geowisata
merupakan salah satu pilihan.
Penyelenggaraan kegiatan pariwisata Geoheritage secara
berkelanjutan dimaknai sebagai kegiatan dan upaya
penyeimbangan antara pembangunan ekonomi dengan
usaha konservasi
14
5. sebagai sarana kerjasama yang efektif dan efisien
dengan masyarakat lokal

Pengembangan Geoheritage akan berdampak langsung
kepada manusia yang tinggal di dalam dan di sekitar
kawasan.
Konsep Geoheritage memperbolehkan masyarakat untuk
tetap tinggal di dalam kawasan, yaitu dalam rangka
menghubungkan kembali nilai-nilai warisan bumi
kepada mereka.
Masyarakat dapat berpartisipasi aktif di dalam
revitalisasi kawasan secara keseluruhan.
15
6. sebagai tempat implementasi aneka ilmu
pengetahuan dan teknologi

Di dalam kegiatan melindungi objek-objek warisan bumi
dari kerusakan atau penurunan mutu lingkungan,
kawasan Geoheritage menjadi tempat uji coba metoda
perlindungan yang diberlakukan.
Selain itu, kawasan Geoheritage juga terbuka sepenuhnya
untuk berbagai kegiatan kajian dan penelitian aneka
ilmu pengetahuan dan teknologi tepat-guna.
16
KONKLUSI - 1
PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 33
TAHUN 2009 TENTANG PEDOMAN PENGEMBANGAN
EKOWISATA DI DAERAH
DAPAT
MENJADI PUSTAKA HUKUM UNTUK MEMBUAT
KEBIJAKAN MENGENAI GEOHERITAGE
DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
16
KONKLUSI - 2
TINJAUAN HUKUM MENGENAI GEOHERITAGE
YANG MENGINTEGRASIKAN PRINSIP-PRINSIP
DAN ASPEK-ASPEK YANG DIURAIKAN DI ATAS,
BAHWA RUANG LINGKUP KEBIJAKAN MENGENAI
GEOHERITAGE MERUPAKAN PENJABARAN DARI
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
NASIONAL MAUPUN PRODUK HUKUM DAERAH
YANG PENGATURANNYA DARI MULTI BIDANG
URUSAN PEMERINTAHAN YANG ADA

Anda mungkin juga menyukai