Anda di halaman 1dari 23

Deep Vein

Thrombosis
Jasreena Kaur Sandal
112013165
Deep Vein Thrombosis adalah kondisi di mana terbentuk bekuan
dalam vena sekunder akibat inflamasi/trauma dinding pembuluh
darah vena atau karena obstruksi vena sebagian.


Epidemiology
Terjadi pada 0.1 % orang tiap tahun
Insidennya meningkat 3 x lipat dibanding dekade lalu
Pada anak-anak jarang denyut jantung anak lebih tinggi
per menit dibanding orang dewasa

Etiology
Trias Virchow

1. Kelainan dinding dan lapisan pembuluh darah yang
menyebabkan prokoagulan cidera pada
pemb.darah,kerusakan endotel spt agregasi
platelet,degranulasi,formasi thrombus

2. Kelainan aliran darah yang menyebabkan
statis,melambatnya aliran darah di dalam vena

3. Peningkatan daya koagulasi darah (gangguan pada
keseimbangan antara faktor prokoagulan dan antikoagulan
aktivasi fakt.pembekuan)
Faktor Resiko
Defisiensi Anti trombin III ,
Protein C , Protein S ,alfa 1
antitripsin
Faktor faktor pembekuan yang aktif tidak ternetralisir
cenderung menjadi trombosis
Tindakan Operatif Pada operasi ortopedi,trauma bagian panggul dan tungkai bawah
Terlepasnya plasminogen ke dlm jar.sirkulasi waktu operasi
Statis aliran kearena immobilisasi preoperatif,operatif,post op.
Menurunya aktifitas fibrinolitik 24 jam sesudah operasi
Kerusakan langsung

Kehamilan dan Persalinan Trimester ketiga kehamilan ,penurunan aktv fibrinolitik
,peningkatan faktor pembekuan VII,VIII, IX
Pada permulaan proses persalinan ,lepasnya plasminogen
dalam darah peningkatan koagulasi darah
Immobilisasi yang lama dan
paralisis ekstremitas
Statis aliran darah mempermudah trombosis vena
Obatan kontrasepsi oral Hormon estrogen dalam pil menambahkan dilatasi vena
,menurunya aktivitas antitrombin III dan proses fibrinolitij
Obesitas dan varices Statis aliran darah
Proses keganasan Pada jaringan degenarasi maligna ditemukan tissue-thrombo
plastin like activity dan faktor X activating meningkatkan
akt. Koagulasi
Keganasan menurunkan akt fibrinolitik dan infiltrasi ke
dinding vena
Patogenesis
Thrombosis keseimbangan antara faktor trombogenik dan
mekanisme protektif terganggu



Trombus terdiri dari fibrin dan sel-sel darah.
Trombus arteri, karena alirannya yang cepat, terdiri dari
trombosit yang diikat oleh fibrin yang tipis.
Vena memiliki aliran darah yang bertekanan rendah dengan
kecepatan yang relatif rendah,dinding cukup tipis - mudah
berubah bentuk oleh tekanan dari luar.
Trombosis dapat melibatkan kantong katup dan merusak
katup- mempermudah terjadinya stasis dan penimbunan
darah di ekstremitas

Manisfestasi Klinis
Sekitar 50 % - asimptomatik
Keluhan utama
- Bengkak /Oedema (terutama pagi dan siang hari)
- nyeri tanda Homan,tanda Lowenburg
- kemerahan pada kulit (tahap lanjut kecoklatan) keluarnya sel
darah merah dari vena teregang ke dalam kulit,sering
mengalami cidera seperti ulkus
- kulit teraba hangat

Phlegmasia alba dolens-trombosis iliofemoral menimbulkan
reaksi peradangan antarvena yang berat dan juga menyerang
serat saraf antararteri - spasme arteri distal
Klinis - sianosis tungkai karena penurunan aliran arteri, denyut
nadi sistem arteri tidak teraba, pucat, terlihat membengkak,
dan dingin karena adanya spasme arteri.
Phlegmasia cruela dolens- oklusi iliofemoral yang lebih
serius.
Klinis -kelainan tekanan dalam ekstremitas sehingga aliran
arteri terhenti, dan dapat menyebabkan gangren pada
ekstremitas
Diagnosis
DVT Tipe Sentral (iliac dvt dan femoral dvt)

- Tipe Perifier (dvt poplitea dan daerah distal)


Diagnosis
Penatalaksanaan
Tujuan : (akut) menghentikan bertambahnya trombus,membatasi
bengkak ,melisiskan bekuan mencegah disfungsi vena ,mencegah
emboli,varikosis,rekurensi

1.Antikoagulan
Heparin
sudah lama digunakan
- pemberian pada 24 jam pertama dapat mengurangi rekurensi
- Meningkatkan kerja antitrombin III (inhibitor fakt pembekuan)
,melepaskan TFPI
- Secara iv 80 unit/kg dan dilanjutkan dengan 18 unit/kg sesuai
keadaan
LMWH
- Menghambat faktor Xa lebih kuat dan menurunkan bahaya
pendarahan
- Bioavailabilitas baik,masa paruh panjang

Antikoagulan Oral
- Warfarin (3-6 bulan)
- Coumarin
2. Obat trombilitik /fibronilitik
-streptokinase
-urokinase
KI : baru mengalami operasi,pendarahan sal.cerna

3.Trombektomi
-dipertimbangkan pada trombosis vena ileofemoral akut yang
kurang dari 7 hari dan harapan hidup lebih 10 tahun

4.Non-Medikamentosa
Perban Kompresi/Kompresi
-mengurangkan pembengkakan

Elevasi Tungkai
-mengurangkan pembengkakan,meminimalkan pengosongan
vena


Komplikasi
Emboli Paru
Trombus dapat lepas dan berjalan ke paru dan menimbulkan
emboli paru mengancam nyawa
Emboli paru ditandai nyeri dada dan nafas pendek

Posthrombic Syndrome
Disebabkan hipertensi vena yang persisten (karena obstruksi
intravena residual) atau insufisiensi valvular vena
Gejala berupa kelemahan tungkai, nyeri, edema, gatal, kram,
parestesi pada tungkai bawah, memberat pada aktivitas,
berdiri, berjalan dan membaik dengan istirahat


Prognosis
Dengan terapi yang tepat dan adekuat, prognosis selalunya
baik.
Risiko untuk terjadinya emboli paru akan meningkat

20% pasien yang tidak mendapat terapi yang adekuat akan
mengalami risiko terjadinya emboli paru dan 10-20% darinya
adalah fatal
Terima Kasih