Anda di halaman 1dari 15

DOMESTIKASI,

INTRODUKSI SPESIES BARU


DAN PEMILIHAN SPESIES
Domestikasi Spesies
Menjadikan spesies liar (wild spesies) menjadi
spesies akuakultur.
Tahapan domestikasi spesies liar:
Mempertahankan agar bisa tetap hidup (survive)
dalam lingkungan akuakultur (wadah terbatas,
lingkungan artifisial dan terkontrol)
Menjaga agar tetap bisa tumbuh
Mengupayakan gar bisa berkembangbiak dalam
lingkungan akuakultur
Ikan Liar
Hidup Tumbuh Berkembangbiak
Alam
Lingkungan Akuakultur
Gambar: Tahapan domestikasi ikan dalam lingkungan wadah akuakultur
Tahap awal, tindakan domestikasi terpenting adalah
merekayasa lingkungan wadah pemeliharaan sehingga
memiliki kualitas air yang di terima oleh spesies liar
yang akan didomestikasi.

Tahap kedua, merekayasa pakan sehingga secara
kuantitatif dan kualitatif bisa mendukung pertumbuhan
somatis spesies dalam lingkungan akuakultur.

Tahap ketiga, merekayasa untuk mendorong terjadinya
pertumbuhan generatif (gonad) serta merekayasa
lingkungan dan hormonal yang berpengaruh terhadap
proses vitelogenesis dan ovulasi
Introduksi Spesies
Introduksi spesies adalah mendatangkan
spesies akuakultur dari kawasan lain untuk
meningkatkan jumlah jenis komoditas dan
perbaikan genetis.
Tujuan introduksi spesies baru antara lain:
Meningkatkan produksi akuakultur
Mendatangkan biota ikan hias
Dan filter biologis.
Beberapa pertimbangan untuk mendatangkan spesies baru:

Spesies yang diintroduksikan hendaknya sesuai dengan
kebutuhan, tujuan introduksi juga harus jelas
Tidak menyaingi native yang bernilai sehingga menyebabkan
menurunnya bahkan punahnya populasi spesies native tersebut
Tidak terjadi kawin silang dengan spesies native sehingga
menghasilkan hibrid yang tidak dikehendaki
Spesies yang diintroduksikan tidak ditunggangi oleh hama,
parasit atau penyakit yang mungkin bisa menyerang spesies
native
Spesies yang diintroduksikan dapat hidup dan berkembangbiak
dalam keseimbangan dengan lingkungan barunya.
PEMILIHAN SPESIES
1. Pertimbangan Biologi
A. Kemampuan memijah dalam lingkungan budidaya
Dari alam atau lingkungan wadah akuakultur
Kemampuan spesies memijah dalam lingkungan wadah
akuakultur secara alamiah maupun secara buatan sangat
penting dan strategis karena beberapa hal:
Ketersediaan benih alam tidak cukup dan konsisten dalam
mendukung kegiatan akuakultur yang besar dan bersifat industri
Benih alami biasanya lebih mahal dan hanya tersedia musiman
sehingga tidak bisa memenuhi kriteria industri yang tepat waktu,
tepat jumlah, tepat ukuran, tepat mutu dan tepat harga
Kegiatan akuakultur menjadi terbatas hanya pada wilayah
terdapatnya benih alami tersebut
Domestikasi dan perbaikan genetik tidak mungkin dilakukan tanpa
pemijahan buatan
Jasad-jasad penyakit, parasit dan hama lebih efektif dikendalikan
B. Ukuran dan Umur Pertama Kali Matang
Gonad
Ikan diharapkan mencapai ukuran pasar sebelum
matang gonad
Sehingga hampir sebagian besar energi yang
diperoleh dari aktivitas konsumsi makanan
digunakan untuk pertumbuhan somatik
(pertumbuhan daging) bukan untuk
perkembangan industri.
C. Fekunditas

Ikan yang memiliki frekuensi pemijahan dan
fekunditas yang tinggi sangat menguntungkan
dalam akuakultur.

Produksi telur yang tinggi oleh induk menjamin
tersedianya benih yang diproduksi.
D. Laju Pertumbuhan dan Produksi
Ikan yang tumbuh cepat dapat mencapai ukuran
pasar dalam waktu yang relatif singkat sehingga
pemanenan bisa lebih sering.

E. Tingkat Tropik
Berdasarkan jenis makanannya, spesies akuakultur
dikelompokkan ikan herbivora, karnivora dan
omnivora.

F. Toleransi Terhadap Kualitas Air dan Daya Adaptasi

- toleransi spesies terhadap perubahan normal
dalam lingkungan akuakultur ini penting untuk
penyeleksian dan metode penanganan ikan-ikan
budidaya.

- toleransi ikan terhadap perubahan kualitas air
selanjutnya ditentukan oleh daya adaptasi ikan
terhadap lingkungan yang baru.
G. Ketahanan terhadap stres dan penyakit
Stres dan penyakit dalam sistem produksi akuakultur harus
dicegah karena akan merugikan.
Dampak yang mungkin terjadi adalah menurunnya laju
pertumbuhan, laju kelangsungan hidup, efisiensi pemberian
pakan, hasil, reproduksi dan pada akhirnya keuntungan.

H. Kemampuan mengkonsumsi pakan buatan
Pakan buatan merupakan makanan untuk biota akuakultur yang
diramu dengan formula yang disesuaikan dengan kebutuhan
nutrisi biota trsebut.
Penggunaan pakan buatan mengarahkan akuakultur sebagai
suatu kegiatan industri yang berlandaskan kepada ketepatan
waktu, jumlah, mutu, ukuran dan harga.
i. Konversi Pakan
Kemampuan spesies akuakultur mengubah pakan menjadi
daging
Konversi pakan adalah jumlah pakan yang dibutuhkan untuk
menghasilkan 1 kg daging ikan atau rasio antara bobot pakan
yang dibutuhkan dan bobot daging ikan yang diproduksi atau
feed conversion ratio (FCR)

J. Toleransi Terhadap Penanganan Budidaya
Penanganan berupa pemberokan, sortasi, pengangkutan,
penebaran, pemberian pakan, pengobatan dan sampling
(pengukuran dan penimbangan).

K. Dampak Spesies Terhadap Lingkungan
Seperti ketinggian air kolam disesuaikan dengan spesies ikan
Kebiasaan makan ikan
2. Pertimbangan Ekonomi Pasar
Permintaan pasar
Harga dan keuntungan
Sistem pemasaran
Ketersediaan sarana dan prasarana produksi
Pendapatan masyarakat