Anda di halaman 1dari 23

Kation Anion Exchanger

Oleh Kelompok 3 :
1. Fadlillahi Hafiz
2. Robi Maulana
3. Rahmawati
4. Rifter Hanafi
5. Trya Nungky Villarul
Ion Exchanger
Pertukaran ion merupakan suatu metode yang
digunakan untuk memisahkan ion-ion yang
tidak dikehendaki berada dalam larutan , untuk
dipindahkan kedalam media padat yang disebut
dengan media penukar ion, dimana media
penukar ion ini melepaskan ion lain kedalam
larutan
Alatnya Ion Exchanger
Mekanisme Pertukaran ion
Jika suatu larutan yang mengandung anion atau kation
dikontakkan dengan media penukar ion, maka akan terjadi
pertukaran anion dengan mekanisme reaksi sebagai berikut :
Mekanisme pertukaran anion
A
-
+ R
+
B
-
=> B
-
+ R
+
A
-

Mekanisme pertukaran kation
A
+
+ R
-
B
+
=> B
+
+ R
-
A
+

dimana:
A = ion yang akan dipisahkan ( pada larutan )
B = ion yang menggantikan ion A(pada padatan/media
penukar ion )
R= bagian ionic / gugus fungsional pada penukar ion.

Contoh
reaksi
Contoh reaksi pertukaran kation dan reaksi
pertukaran anion:

Reaksi pertukaran kation :
2NaR (s) + CaCl2 (aq) CaR(s) + 2 NaCl(aq).

Reaksi pertukaran anion :
2RCl (s) + Na2SO4 R2SO4(s) + 2 NaCl.

Proses Demineralisasi
suatu proses penghilangan garam-garam
mineral yang ada didalam air, sehingga air
yang dihasilkan mempunyai kemurnian yang
tinggi.
Bahan penukar ion yang digunakan terdiri
dari penukar kation dan penukar anion.
Penukar kation dikenal orang dengan sebutan
Resin asam karena penukar ion-nya adalah
ion hidrogen (H+), sedangkan penukar anion
dikenal dengan sebutan Resin basa karena
penukar ion-nya adalah ion hidroksida (OH-).
Resin
Resin penukar ion ( ion exchange) yang
merupakan media penukar ion sintetis pertama
kali dikembangkan oleh Adam dan Holmes.
Bentuk resin penukar ion ini bermacammacam
yaitu dapat berupa butiran, powder, membran
atau fiber.
Sifat-sifat resin yang baik adalah
sebagai berikut:

Mempunyai
kapasitas ikatan
silang yang kuat
yang dapat
menghilangkan
sejumlah ion
tertentu

Resin dengan ukuran
partikel kecil akan
semakin baik, sebab
dibutuhkan
luas kontak yang
besar

Resin mempunyai
stabilitas yang
dapat digunakan
dalam waktu yang
lama, tidak mudah
aus/rusak dalam
regenerasi.
Jenis-jenis resin yang digunakan:

Kation Asam Kuat Dinamakan demikian
karena sifat kimia nya mirip dengan asam kuat.
Resin sangat terionisasi di kedua asam (R-
SO
3
H) dan garam (R-SO
3
Na). Regenerasi
dilakukan menggunakan asam HCl atau H
2
SO4
Rekasi
pada
tahap
layanan
Konsentrasi asam keseluruhan yang dihasilkan
oleh reaksi diatas disebut Free Mineral Acid
(FMA). Jika nilai FMA turun, berarti
kemampuan resin mendekati titik habis dan
regenerasi harus dilakukan.
Rekasi pada
tahap
Regenerasi
Kation Asam Lemah cekungan Dalam resin asam
lemah. kelompok terionisasi adalah asam karboksilat
(COOH) sebagai lawan dari kelompok asam sulfonat
(SO3H) digunakan dalam resin asam kuat.
Reaksi-reaksi yang terjadi pada tahap layanan untuk
resin penukar kation asam lemah dengan siklus H,
dinyatakan oleh reaksi-reaksi berikut ini:

Resin Anion Basa kuat Seperti resin asam kuat, resin
dasar yang kuat sangat terionisasi dan dapat digunakan
selama rentang pH seluruh. Resin ini digunakan dalam
hidroksida (OH) bentuk untuk deionisasi air. Resin
penukar kation asam kuat siklus hidrogen akan
mengubah garam-garam terlarut menjadi asam, dan
resin penukar anion basa kuat akan menghilangkan
asamasam tersebut, termasuk asam silikat dan asam
karbonat.
Regenerasi dengan sodium hidroksida pekat
(NaOH) mengubah resin kelelahan ke bentuk
hidroksida
Resin Anion Basa Lemah Resin penukar anion basa lemah
hanya dapat memisahkan asam kuat seperti HCl dan H2SO4,
tetapi tidak dapat menghilangkan asam lemah seperti asam
silikat dan asam karbonat, oleh sebab itu resin penukar anion
basa lemah acap kali disebut sebagai acid adsorbers.



Resin penukar anion basa lemah dapat diregenerasi dengan
NaOH, NH4OH atau N2CO3 seperti ditunjukkan oleh reaksi
di bawah ini:

Mixed Bed Exchanger (Kation-Anion
Exchanger)
Mixed bed merupakan proses lebih lanjut dari
kation anion exchanger sehingga didapat demin
yang lunak. Proses yang terjadi pada mixed bed
exchanger sama seperti pada kation anion
exchanger. Dalam mixed bed exchanger terdapat
resin kation dan anion yang berfungsi untuk
menyempurnakan penghilangan ion-ion yang
tersisa. Selama proses resin kation dan anion
bercampur menjadi satu.
Proses Regenerasi
Suatu reaksi pertukaran ion hanya dapat berlangsung
jika bahan penukar dapat menyediakan hidrogen atau
hidroksida untuk menggantikan kation dan anion dari
air mentah. Jika suatu kation dan anion tidak mampu
lagi menukar, kation dan anion tersebut harus
dikembalikan kepada keadaan awal melalui
regenerasi. Regenerasi kation dilakukan dengan cara
mengganti kembali ion H
+
yang telah jenuh dengan
merekasikannya dengan H
2
SO
4

RANGKAIAN DAN PROSES REGENERASI RESIN
KATION DAN ANION DENGAN 2 TABUNG
Pada proses regenerasi 2 tabung, air mentah mula-
mula masuk ke dalam tabung penukar kation. Di sini
semua kation yang terkandung dalam air (terutama
ion kalsium, magnesium dan natrium) ditukar dengan
ion hidrogen. Dalam tabung berikutnya yang berisi
penukar anion, maka anion (terutama ion khlorida,
sulfat dan bikarbonat) ditukar dengan ion hidroksil.
Ion hidrogen yang berasal dari penukar kation dan ion
hidroksil dari penukar anion akan membentuk ikatan
dan menghasilkan air. Setelah air terbentuk maka
resin penukar ion harus diregenerasi. Pelaksanaan
regenerasi pada proses tabung ganda sangat
sederhana
Langkah-langkah regenerasi pada tabung
campuran (mixbed)
Sebelum melakukan regenerasi tabung mixbed terlebih
dahulu harus dilakukan pemisahan resin penukar kation
dan penukar anion dengan cara pemisahan
menggunakan air (backwash dari bawah ke atas).

Untuk regenerasi, regeneran bersama dengan air
dialirkan melewati kedua lapisan resin Asam khlorida
encer dialirkan dari bawah ke atas melewati resin
penukar kation, dan dikeluarkan dari tabung pada
ketinggian lapisan pemisah.
Kelebihan kedua regeneran kemudian dicuci dengan air
Ketinggian permukaan air dalam tabung diturunkan dan
kedua resin penukar dicampur dengan cara
memasukkan udara tekan dari ujung bawah tabung.
Pencucian ulang tabung campuran (mixbed) dengan air
dari atas ke bawah, sampai alat ukur konduktivitas
menunjukkan kondisi kemurnian air yang diinginkan.

RANGKAIAN LENGKAP PROSES DEMINERALISASI (DEMIN)
DAN PROSES REGENERASI RESIN KATION DAN ANION
DENGAN 3 TABUNG
Untuk regenerasi resin kation:

Larutan HCl encer diinjeksikan dari bawah
untuk membasahi resin dan dikeluarkan melalui
drain (letaknya pada pertengahan layer resin
kation dan anion). HCl tidak akan mungkin
membasahi resin Anion karena sebelum naik
keatas, HCl tersebut sudah keluar melalui drain.
Untuk regenerasi resin anion:
Larutan NaOH encer diinjeksikan dari atas
tabung kemudian turun kebawah membasahi
seluruh resin anion, namun agar NaOH tersebut
tidak sampai ke resin kation maka dari bawah
tabung diinjeksikan air dengan debit tertentu
dan dikeluarkan bersama dengan regeneran
NaOH melalui drain (letaknya pada pertengahan
layer resin kation dan anion), dengan cara ini
NaOH tidak sampai mengenai resin kation.

Untuk Regenerasi Tabung Mixbed (Kation-
Anion) sbb:

Untuk melakukan regenerasi tabung mixbed
sebelumnya harus dilakukan pemisahan resin
kation dan anion yang terdapat di dalam tabung
mixbed dengan cara melakukan backwash untuk
menghilangkan suspended solid yang
mengendap selama proses service demineralized
Pada tabung mixedbed terdapat dua titik injeksi
regeneran dan satu titik drain.
Biasanya resin kation berada di layer bawah
sedangkan resin anion berada di layer atas