Anda di halaman 1dari 21

Disusun oleh:

Khumaedi Muharom (3335 12 1014)


Sopan Sofiyan (3335 12 1654)
Reaktor Tangki Alir Berpengaduk atau yang biasa
dikenal sebagai Continuous Stirred Tank Reactor (CSTR)
merupakan jenis reactor dengan model berupa tangki
berpengaduk dan diasumsikan pengaduk yang bekerja
dalam tangki sangat sempurna sehingga konsentrasi tiap
komponen dalam reactor seragam sebesar konsentrasi
aliran yang keluar dari reactor. Reaktor jenis ini
merupakan reactor yang umum digunakan dalam suatu
industry.
Sifat-Sifat mendasar pada RATB
Pola Alir adalah bercampur sempurna (back mixed flow
atau BMF)
Kecepatan Volumetris aliran pemasukkan dan pengeluaran
berbeda, disebabkan oleh terjadinya perubahan density
Implikasi BMF pada semua sifat-sifat sistem menjadi
seragam diseluruh reaktor
Pengadukkan yang sempurna juga mengakibatkan semua
komponen dalam reaktor mempunyai kesempatan yang
sama untuk meninggalkan reaktor
Terdapat distribusi kontinyu dari waktu tinggal
Aliran keluaran memiliki sifat-sifat yang sama dengan
fluida dalam reaktor
Terdapat satu langkah perubahan yang menjelaskan
perubahan sifat-sifat dari input dan output
Meskipun terdapat perubahan distribusi waktu tinggal,
pencampuran sempurna fluida pada tingkat
mikroskopik dan makroskopik, membimbing untuk
merata-rata sifat-sifat seluruh elemen fluida
Keuntungan dan kerugian menggunakan
RATB
Keuntungan:
Relatif Murah untuk dibangun
Mudah mengontrol pada tiap tingkat, karena tiap
operasi pada keadaan tetap, permukaan perpindahan
panas mudah diadakan.
Mudah beradaptasi dengan kontrol
otomatis,memberikan respon cepat pada perubahan
kondisi operasi.
Perawatan dan pembersihan relatif lebih mudah
Dengan pengadukkan efisien dan viskositas tidak terlalu
tinggi,Dalam praktek kelakuan model dapat didekati lebih
tepat untuk memprediksi unjuk kerja

Secara konsep dasar sangat merugikan dari
kenyataan karena aliran keluar sama dengan isi
vessel
Menyebabkan semua reaksi berlangsung pada
konsentrasi yang lebih rendah(katakan reaktan A,
CA) antara keluar dan masuk.
Secara kinetika normal, rA turun bila CA berkurang,
ini berarti diperlukan volume reaktor yang lebih
besar untuk memperoleh konversi yang diinginkan





Contoh soal :
Reaksi fase gas: 2A B. k = 10 L/gmol.det. T0 = 500 K. P0 = 8,2
atm. Umpan A
murni. X = 90%. Hitung:
VCSTR jika FA0 = 5 gmol/det, T dan P tetap
Jawab:
Persamaan neraca massa RATB isotermal








dengan
Q = kalor yang ditransfer dari pemanas ke reaktan
U = koefisien transfer panas overall
A = luas perpindahan panas
Ta1, Ta2 = suhu pemanas masuk, keluar
T = suhu reaktan
Misal:
mH = kecepatan massa pemanas
CpH = kapasitas panas pemanas



Tersedia sebuah CSTR dengan kapasitas 300 gallon, yang
akan dioperasikan secara
adiabatik. Umpan 1 adalah larutan propilen oksid (A) di
dalam pelarut methanol (M)
dengan data sebagai berikut.
FA0 = 2500 lb/j = 43,04 lbmol/j; vA0= 46,62 ft3
/j.
FM0 = 71,87 lbmol/j; vM0= 46,62 ft3
/j.
Umpan 2 adalah larutan 0,1 % berat H2SO4 di dalam air (B) dengan data sebagai
berikut.
FB0 = 802,8 lbmol/j; vB0 = 233,1 ft3
/j.
Sebelum masuk reaktor, kedua umpan dicampur. Kontraksi volum selama
pencampuran
diabaikan. Suhu larutan setelah pencampuran adalah 75F.
Persamaan kecepatan reaksinya adalah:







Untuk mencegah penguapan propilen oksid yang berlebihan, suhu reaksi
tidak boleh
melebihi 125F.
Pertanyaan:
Dapatkah CSTR yang tersedia digunakan untuk proses ini? Jika dapat, berapakah
konversi propilen oksid?








Dengan data-data ini, persamaan (1) dan (2) dapat
diselesaikan. Ternyata hanya ada satu
penyelesaian, yaitu (penyelesaian dengan MATLAB):
T = 613.66R; X = 0,86
Karena suhu reaksi harus tetap di bawah 125F (= 585R), maka
CSTR adiabatik ini
tidak dapat digunakan untuk reaksi ini.

Soal masih sama seperti sebelunya, hanya sekarang
dipasang koil pendingin di dalam
reaktor. Luas transfer panas koil = 40 ft2
, dengan koefisien transfer panas overall = 100
Btu/jft2
F. Sebagai pendingin dipakai air dalam jumlah yang
banyak sehingga suhu air
dapat dianggap tetap = 85F. Apakah sekarang CSTR dapat
digunakan untuk proses ini?
Jawab:
Yang berubah dari penyelesaian di atas adalah neraca
energi, karena untuk kasus ini:



Seperti pada penyelesaian contoh soal di atas, persamaan
ini dapat disederhanakan
menjadi: