Anda di halaman 1dari 16

BAB 6

Pengendalian
Internal
I Gusti Dimas Prasetyawan Ranuh 041211332031
Muchammmad Abdurrochim 041211333008
Pengendalian Internal
Pengendalian internal di rancang , di
implementasikan , dan dipelihara oleh
TCWG , manajemen , dan karyawan lain
untuk menangani risiko bisnis dan resiko
keuangan.
Tujuan Pengendalian Internal
Tujuan pengendalian internal secara garis
besarnya dapat dibagi dalam empat kelompok
, sebagai berikut :
Strategis , sasaran-sasaran utama (high-level
goals) yang mendukug misi entitas.
Pelaporan keuangan (Pengendalian intenal
atas laporan keuangan)
Operasi (Pengendalian operasional atau
Operating Controls)
Kepatuhan terhadap hukum dan ketentuan
perundang-undangan.
Komponen Pengendalian
Internal
1. Control Environment
2. Risk Assessment
3. Information System
4. Control Activities
5. Monitoring
Control Environment
(Lingkungan Pengendalian)
Lingkungan pengendalian merupakan
dasar bagi pengendalian internal yang
efektif. Hal tersebut memberikan disiplin
dan struktur bagi entitas hal tersebut
memberikan disiplin dan struktur bagi
entitas . Hal tersebut menjadi penunjuk
arah bagi entitas , membuat karyawan
sadar akan pengendalian internal dalam
organisasi itu.
Lingkungan pengendalian Pada
Entitas Kecil
Lingkungan pengendalian pada
entitas kecil tentu berbeda dari
entitas besar , namun peran
pengendalian ini pada entitas kecil
tidak kalah pentingnya dengan
pengendalian pada entitas besar.
Pengendalian Pertanyaan Kunci Pengendalian
yang mungkin
ada
Keikutsertaan
TCWG, di mana
manajemen
bukan TCWG
Berapa efektifnya
governance atas
operasi entitas
TCWG bukan
manajemen:
TCWG
memberikan
pengawasan
menyeluruh atas
kegiatan
manajemen,
lewat pertanyaan
kritis, rapat rutin,
Gaya
Kepemimpinan
Bagaimana sikap
dan tindakan
manajemen
dalam pelaporan
keuangan
- manajemen
menunjukan sikap
positif dalam
menerapkan
pengendalian
internal
- mencegah akses
tanpa otorisasi
- menganalisis
risiko bisnis dan
tindakan yg tepat

Pengendalian Pertanyaan Kunci Pengendalian yang
mungkin ada
Struktur Organisasi Apakah Entitas
mempunyai struktur
organisasi yang
relevan?
memadai untuk
mencapai tujuan
entitas, manajemen
paham wewenang
dan tanggung
jawabnya,
mendukung arus
informasi yg tepat
waktu, pemisahan
tugas yang memadai
Pembagian
wewenang dan
tanggung jawab
Apakah wewenang
dan tanggung jawab
inti, telah dibagi
dengan tepat?
- kebijakan dan
prosedur pemberian
otorisasi
- ada garis pelaporan
dan akuntabilitas yang
jelas
- job description yang
jelas

Kebijakan dan Praktik
HRD
Standar yang ada
untuk dipastikan:
-Penempatan
karyawan paling
kompeten dan jujur
-Pelatihan diberikan
-Promosi berdasarkan
evaluasi kinerja
- Manajemen
memberlakukan
standar untuk
pegawai dengan
kualifikasi terbaik
- Rekrutmen.
- Evaluasi Kinerja
karyawan
- Pelatihan karyawan

Risk Assessment
Bagi Entitas : Risiko adalah ancaman
terhadap pencapaian tujuan entitas
Bagi Auditor : Risiko adalah bagian dari
proses audit
PPRE pada umumnya
berurusan(1)
Entitas :
Perubahan lingkungan operasi
Sistem yang baru atau perubahan
Pertumbuhan cepat
Teknologi Baru
Model Bisnis, produk, atau kegiatan baru
Restrukturisasi korporasi
Terbitnya pernyataan akuntansi yang baru
PPRE pada umumnya
berurusan(2)
Auditor:
Penentuan risiko relevan terhadap
pelaporan keuangan
Penafsiran signifikansi dampak risiko
Penilaian potensi terjadinya risiko
Bagaimana menangani risiko dalam
konteks audit
Sistem Informasi
Manajemen dan TCWG memerlukan
informasi yang tepat untuk :
Mengelola entitas
Mencapai tujuan entitas
Mengidentifikasi, menilai, dan menanggapi
faktor risiko
Inputs : Transaction, Events, and
Conditions
Business Process: Record, Process, and
Report Transactions
Accounting Systems: Transfer Information
to General Ledger, disclosed financial
Statements
Output : Financial Statements
Komunikasi
Komunikasi adalah unsur kunci dalam
suksesnya sistem informasi
Cara berkomunikasi
Informal
Formal
Control Activities
Control Activities adalah kebijakan dan
prosedur yang memastikan bahwa petunjuk
dan arahan manajemen dilaksanakan.
Penggolongan pengendalian proses bisnis
Preventive controls
Detective controls
Compensating controls
Steering controls
Pemantauan (monitoring)
Pemantauan adalah menilai efektifnya kinerja
pengendalian internal dengan berjalannya waktu
Umpan balik pemantauan terhadap manajemen:
Efektif dalam mencapai tujuan pengendalian yang
ditetapkan
Dilaksanakan dan dipahami dengan baik oleh karyawan
Digunakan dan ditaati setiap hari
Dimodifikasi atau disempurnakan sesuai dengan perubahan
kondisi