Anda di halaman 1dari 18

KELOMPOK V

1. IKA SEPTIANINGSIH
PERAMALAN PENJUALAN
Definisi dari Peramalan pada dasarnya adalah taksiran. Peramalan dibuat dengan tujuan, yakni bahwa semua
keputusan dimasa yang akan datang didasarkan pada peramalan saat ini

Secara sederhana Ramalan dapat diartikan sesuatu yang diharapkan terjadi dimasa yang akan datang. Peramalan
adalah proses untuk memperkirakan berapa kebutuhan di masa mendatang, yang meliputi kebutuhan dalam
kuantitas, kualitas, waktu, dan lokasi yang dibutuhkan dalam rangka memenuhi permintaan barang atau jasa.

Peramalan (forescating) permintaan akan produk dan jasa dimasa mendatang adalah hal yang sangat penting
dalam pembuatan perencanaan dan pengawasan produksi.

Manajemen produksi menggunakan hasil peramalan untuk :
Pemilihan proses produksi,
Perencanaan kapasitas,
Layout fasilitas serta berkaitan dengan keputusan yang berkaitan dengan perencanaan,
Scheduling dan persediaan.

PERAMALAN PENJUALAN
Metode peramalan yang dapat diterapkan pada penyusunan peramalan produksi dalam suatu perusahaan :

Metode Peramalan Top-Down
Metode Bottom-Up
Pendekatan dewan eksekutif (metode Dhelphi)

Permasalahan peramalan dapat menjadi masalah pada produksi, persedian dan pada akhirnya akan
mengganggu kinerja penjualan dan mengurangi potensial pendapatan (laba perusahaan ), sebagai contoh dapat
diilustrasikan table berikut :
Bulan
Penjualan
Produksi
Persediaan Akhir
Peramalan Aktual Peramalan Aktual
Januari 30 10 40 10 30
Pebruari 30 25 30 10 35
Maret 40 50 40 10 25
April 100 80 100 10 45
Jumlah 200 165 210
PERAMALAN PENJUALAN
Untuk meramalkan permintaan dari item-item independent demand di masa yang akan datang.
Selanjutnya mengkombinasikannya dengan pelayanan pesanan yang bersifat pasti, kita dapat mengetahui total
permintaan dari suatu item atau produk agar memudahkan manajemen dan inventori.
Tujuan Utama dari Peramalan dalam Manajemen Permintaan :
Kesimpulan Tujuan Peramalan dalam Manajemen Permintaan :
Untuk mencapai efektifitas dan efisiensi dari manajemen produksi dan inventori dalam industri manufaktur.
1. Menentukan apa yang dibutuhkan untuk pe.rluasan pabrik.
2. Menentukan perencanaan lanjutan bagi produk-produk yang ada untuk dikerjakan dengan fasilitas-fasilitas
yang ada
3. Menentukan penjadwalan jangka pendek produk-produk yang ada untuk dikerjakan berdasarkan peramalaan
yang ada.
Manfaat Peramalan dalam Manajemen Permintaan:
PERAMALAN PENJUALAN
1. Peramalan Jangka Panjang : Umumnya 2 sampai 10 tahun, dan peramalan ini digunakan untuk perencanaan
produk dan perencanaan sumber daya
2. Peramalan Jangka Menengah : Berkisar 1 sampai 2 tahun, dan peramalan ini lebih khusus dibandingkan
peramalan jangka panjang. Biasanya digunakan untuk menentukan aliran kas,
perencanaan produksi, dan penentuan anggaran.
3. Peramalan Jangka Pendek : Berkisar antara 1 sampai 5 minggu, dan peramalan ini digunakan untuk
mengambil keputusan dalam hal perlu tidaknya suatu aktivitas, seperti, lembur,
penjadwalan kerja, dan lain sebagainya.
Horizon Waktu Dalam Peramalan :
1. Peramalan bersifat Subyektif (kualitatif)
2. Peramalan Bersifat Obyektif (kuantitatif)
Metode Dalam Peramalan:
PERAMALAN PENJUALAN
Peramalan yang menggabungkan faktor-faktor seperti intuisi pengambilan keputusan, emosi, pengalaman pribadi
dll.


1. Jury of Executive Opinion (Keputusan Pendapat Juri Eksekutif)
2. Delphi Method (Metode Delphi)
3. Historical Analogy (Analogi Sejarah)
4. Market Research (Riset pasar )

Pada dasarnya metode kualitatif ditujukan untuk peramalan terhadap produk baru, pasar baru, proses baru,
perubahan sosial masyarakat, perubahan teknologi, atau penyesuaian terhadap ramalan-ramalan berdasarkan
metode kuantitatif.


Metode Peramalan Kualitatif :
Macam Peramalannya :
PERAMALAN PENJUALAN
Peramalan yang menggunakan satu atau lebih model matematis dengan data masa lalu dan variabel sebab akibat
untuk meramalkan permintaan



1. Metode Intrinsik (time series)
2. Metode Ekstrinsik (causal)

Metode ini mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin dapat mempengaruhi besarnya permintaan di
masa mendatang dalam model peramalannya. Metode ini cocok untuk peramalan jangka panjang karena dapat
menunjukkan hubungan sebab akibat yang jelas dalam hasil peramalannya dan dapat memprediksi titik-titik
perubahan..

Metode Peramalan Kuantitatif :
Macam Peramalannya :
MOVING AVERAGE
EXPONENTIAL SMOOTHING
TREND PROJECTION



TEKHNIK PERAMALAN TIME SERIES
MOVING AVERAGE
Peramalan yang menggunakan satu atau lebih model matematis dengan data masa lalu dan variabel sebab akibat
untuk meramalkan permintaan



1. Metode Intrinsik (time series)
2. Metode Ekstrinsik (causal)

Metode ini mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mungkin dapat mempengaruhi besarnya permintaan di
masa mendatang dalam model peramalannya. Metode ini cocok untuk peramalan jangka panjang karena dapat
menunjukkan hubungan sebab akibat yang jelas dalam hasil peramalannya dan dapat memprediksi titik-titik
perubahan..

Metode Peramalan Kuantitatif :
Macam Peramalannya :
Metode peramalan yang menggunakan rata-rata dari
sejumlah (n) data terkini untuk meramalkan periode
mendatang
Kelemahan teknik moving average dalam kebutuhan
akan data-data masa lalu yang cukup banyak dapat
diatasi dengan teknik pemulusan eksponensial


J F M A
20
30
45
31.7
PENJUALAN
Penjualan
MOVING AVERAGE
n
A ... A A
MA
1) (n t 1 t t

MA = Moving Average
A
t
= permintaan aktual pada periode t
n = jumlah data permintaan yang dilibatkan dalam perhitungan MA
Metode Rata-rata Bergerak dengan Pembobotan (Weighted Moving Average = WMA)

t t
.A W WMA

1 W
t
W
t
= bobot permintaan aktual pada periode t
A
t
= permintaan aktual pada periode t
Dengan Keterbatasan Bahwa :
Metode peramalan pemulusan eksponensial bekerja hampir serupa dengan alat thermostat, di mana apabila galat
ramalan (forecast error) adalah positif, yang berarti nilai aktual permintaan lebih tinggi dari pada nilai ramalan (A-
F>0), maka model pemulusan eksponensial akan secara otomatis meningkatkan nilai ramalan.
Sebaliknya apabila galat ramalan (forecast error) adalah negatif, yang berarti nilai aktual permintaan lebih rendah dari
pada nilai ramalan (A-F<0), maka pemulusan eksponensial akan secara otomatis menurunkan nilai ramalan. Proses
penyesuaian ini berlangsung terus menerus kecuali galat ramalan telah mencapai nol.
Kelemahan teknik moving average dalam kebutuhan akan data-data masa lalu yang cukup banyak dapat diatasi
dengan teknik pemulusan eksponensial
Peramalan menggunakan model pemulusan eksponensial dilakukan berdasarkan formula sebagai berikut :


EXPONENTIAL SMOOTHING

) F (A F F
1 t 1 t 1 t t

F
t
= nilai ramalan untuk periode waktu ke t
F
t-1
= nilai ramalan untuk satu periode waktu yang lalu, t-1
A
t-1
= nilai aktual untuk satu periode waktu yang lalu, t-1
= konstanta pemulusan (smoothing constant)

1
2
1 n
1
2



Untuk menghitung nilai dalam hubungannya dengan n adalah
dengan membuat persamaan sebagai berikut :
Teknik moving average dan exponential smoothing sederhana telah dijelaskan di depan hanya tepat bila data yang
digunakan stationer. Bila data permintaan bersifat musiman dan memiliki tren, maka dapat diselesaikan dengan salah
satu metode exponentioal smoothing yang biasa disebut dengan metode winter.
Metode winter didasarkan atas tiga persamaan pemulusan, yaitu persamaan untuk penyesuaian stationer, satu
persamaan untuk penyesuaian tren, dan persamaan yang lain untuk penyesuaian musiman.

Metode Pemulusan Eksponensial dengan Unsur Trend



Berikut ini persamaan pemulusan eksponensial dengan mempertimbangkan trend :

1 t 1 t t
1 t 1 t t t
1 t 1 t t t
T F f
)T (1 ) F (F T
) T )(F (1 A F






F
t
= Nilai peramalan dengan pemulusan periode t
T
t
= Tren untuk periode t
f
t
= Nilai peramalan periode t
A
t
= Nilai data aktual periode t
Informasi penting dalam penetapan produksi adalah ramalan penjualan, termasuk didalam kebijakan inventori
(persediaan). Peramalan penjualan adalah suatu perkiraan atas ciri-ciri kwantitatip dan kwalitatip termasuk harga, dari
perkembangan pemasaran suatu produk yang diprodusir oleh suatu perusahaan, pada jangka waktu tertentu dimasa yang
akan datang.

PERAMALAN PENJUALAN


Manfaat Peramalan Penjualan :
1. Untuk menentukan kebijaksanaan dalam persoalan penyusunan anggaran (budgeting) yang meliputi
anggaran bagi segala aktivitas yang dijalankan seperti anggaran penjualan, anggaran pembelian,
anggaran pengerjaan (manufacturing budget) dan lain sebagainya.
2. Untuk pengawasan dalam persediaan (inventory control). Hal ini Karena jika persediaan yang ada terlalu
besar, maka biaya penyimpanan dan biaya-biaya lainnya menjadi besar pula. Sebaliknya, bila persediaan
yang ada terlalu kecil, maka akan mempengaruhi kelancaran kegiatan produksinya. Oleh karena itu, agar
supaya persediaan jangan kelebihan terlalu besar dan kekurangan karena terlalu sedikit, maka ramalan
penjualan dapat dipergunakan sebagai pedoman, terutama dalam melayani bagian produksi. Dalam hal
ini hendaknya perlu diperhatikan bahwa kemampuan/kapasitas produksi dan penjualan harus seimbang.
Jika tidak seimbang, maka hendaknya perlu diusahakan penyeimbangannya dengan mengadakan
pencicilan dengan (atau dapat mempengaruhi tingkat) persediaan.
3. Untuk membantu kegiatan perencanaan dan pengawasan produksi
Dengan adanya peramalan penjualan, maka perusahaan dapat mengetahui kemungkinan kegiatannya




dikemudian hari, sehingga manager dapat mengusahakan perbaikan dalam penggunaan peralatan
produksinya agar efisien. Disamping itu,.
1. Untuk memperbaiki semangat kerja para pekerja (buruh), karena adanya perencanaan yang baik.
2. Dapat mengurai banyaknya ongkos mulai (start) dan berhenti (stop), karena telah diketahuinya aktivitas
yang akan dijalankan.
3. Merupakan ukuran yang baik untuk mengevaluasi kegiatan salesman dalam melayani daerah penjualan.
4. Berguna untuk mengadakan perencanaan perluasan (expansi) perusahaan.
5. Untuk mengurangi atau mengganti produk yang tidak memberikan keuntungan.
6. Untuk pengawasan pembelanjaan (financial control).
7. Untuk penyusunan kebijakan kepegawaian (personnil policies) yang lebih effektif dan efisien.
8. Untuk mengurangi atau mengganti produk yang tidak memberikan keuntungan.
9. Untuk pengawasan pembelanjaan (financial control).
10.Untuk penyusunan kebijakan kepegawaian (personnil policies) yang lebih effektif dan efisien.

Kita harus membuat atau menyiapkan catatan/data-data yang telah ada mengenai penjualan dari perusahaan yang
bersangkutan, dalam tahun dan yang telah dipecah-pecah dalam bulanan (atau dalam tingkat hidup konsumen yaitu high,
middle atau lower level).
Mencoba menghubungkan penjualan perusahaan sendiri dengan penjualan industry keseluruhannya dengan mengetahui
hubungan ini maka perusahaan akan dapat mengetahui share of marketnya.
Menghubungkan industry ini dimana perusahaan tersebut menjadi bagiannya dengan keadaan perekonomian
keseluruhannya.
Mengadakan analisa hubungan-hubungan (korelasi) ini.
Cara yang sering dipergunakan ialah dengan mengadakan :
Market/operation research yaitu menanyakan kepada para konsumen secara langsung dengan statistical sampling.
Pertanyaan kepada (pendapat para) salesman, jobber, agent dan lainnya tentang kemungkinan penjualan/perluasan barang
kita.
Proyeksi penjualan pada masa yang akan datang dengan menggunakan data-data/pola penjualan yang lalu, secara/dengan
metode statistik.
Analisa regressi dan korelasi.
Metode Pemulusan Eksponensial dengan Unsur Trend



1. Jangka Panjang
2. Jangka Pendek


JENIS RAMALAN PENJUALAN



JANGKA PANJANG JANGKA PENDEK
Ramalan ini mencakup perkiraan tentang penjualan dari produk
yang dihasilkan oleh suatu perusahaan salama lima tahun yang
akan datang. Ramalan penjualan jangka panjang ini sering
mempunyai tujuan-tujuan yang berbeda dengan ramalan penjualan
jangka pendek, dan dimaksudkan untuk memungkinkan membuat
informasi untuk pengambilan keputusan pada garis-garis kegiatan
(seperti investasi jangka panjang dalam alat-alat modal) yang akan
memakan waktu untuk pelaksanaanya.
Ramalan ini merupakan jenis ramalan yang paling banyak dipergunakan
oleh perusahaan pabrik. Biasanya ramalan ini mencakup perkiraan
tentang penjualan dari produk yang dihasilkan dalam jangka waktu satu
tahun atau kurang. Ramalan ini memberikan dasar pada :
Penyusunan anggaran penerimaan dan belanja perusahaan.
Suatu pedoman bagi perencanaan produksi.
Pengawasan terhadap persediaan (stock) barang-barang yang
selesai.
Penentuan kebutuhan dimasa yang akan datang akan tenaga
kerja dan bahan.
Patokan terhadap mana prestasi akan dinilai.
1. Jangka Panjang
2. Jangka Pendek


JENIS RAMALAN PENJUALAN



JANGKA PANJANG JANGKA PENDEK
Ramalan ini mencakup perkiraan tentang penjualan dari produk
yang dihasilkan oleh suatu perusahaan salama lima tahun yang
akan datang. Ramalan penjualan jangka panjang ini sering
mempunyai tujuan-tujuan yang berbeda dengan ramalan penjualan
jangka pendek, dan dimaksudkan untuk memungkinkan membuat
informasi untuk pengambilan keputusan pada garis-garis kegiatan
(seperti investasi jangka panjang dalam alat-alat modal) yang akan
memakan waktu untuk pelaksanaanya.
Ramalan ini merupakan jenis ramalan yang paling banyak dipergunakan
oleh perusahaan pabrik. Biasanya ramalan ini mencakup perkiraan
tentang penjualan dari produk yang dihasilkan dalam jangka waktu satu
tahun atau kurang. Ramalan ini memberikan dasar pada :
Penyusunan anggaran penerimaan dan belanja perusahaan.
Suatu pedoman bagi perencanaan produksi.
Pengawasan terhadap persediaan (stock) barang-barang yang
selesai.
Penentuan kebutuhan dimasa yang akan datang akan tenaga
kerja dan bahan.
Patokan terhadap mana prestasi akan dinilai.
Metode peramalan penjualan analisa trend linier dengan least square method terdapat 2 (dua)
metode yaitu untuk jumlah data genap dan untuk jumlah data ganjil.
Metode Peramalan Penjualan Analisa Trend Linear Metode Least Square



Trend Linear Metode Least Square
A Legendre pada permulaan abad sembilan belas, telah mengemukakan suatu cara penarikan garis
linier pada serangkaian data terdiri dari pasangan observasi variabel X dan Y. Semua titik koordinat
yang ada menyatakan hubungan antara periode tahun dan jumlah penjualan, yang sebenarnya
merupakan pasangan observasi variabel X dan Y, bila X menyatakan periode tahun dan Y menyatakan
jumlah penjualan pada periode X. Cara penarikan garis trend yang diajukan oleh Legendre dinamakan
metode least square, dimana dalam perhitungannya memakai persamaan fungsi linear

Y = a + bX.

Dimana :
X = periode tahun
Y = jumlah penjualan pada periode X
Untuk memperoleh nilai a dan b dibutuhkan persamaan pembantu, yaitu :

= . +
= +



Untuk data periode dengan jumlah data genap dari jumlah data dibagi 2 (dua), selanjutnya
nomor pertengahan diberi angka permulaan -1 dan 1, penetapan angka berikutnya untuk data
diatasnya (nomor lebih kecil) + (ditambah) dengan angka 2 (minus dua) dan untuk nomor
dibawahnya (nomor lebih besar) ditambah + 2 ( dua), sebagai contoh jumlah data 24 maka
pada data nomor ke 12 ditetapkan nilai x (periode) dangan angka -1 dan pada data nomor
13 nilai x (periode) ditetapkan 1, selanjutnya pada data nomor 11 nilai x (periode) diberi
nilai 3 ( minus tiga) dan pada data nomor 13 nilai x (periode) diberi nilai 3 (tiga).

Untuk data periode dengan jumlah data ganjil dari jumlah data dibagi 2 (dua), selanjutnya
nomor pertengahan diberi angka permulaan 0 (nol), penetapan angka berikutnya untuk data
diatasnya (nomor lebih kecil) + (ditambah) dengan angka 1 (minus satu) dan untuk nomor
dibawahnya (nomor lebih besar) ditambah 1 ( satu), sebagai contoh jumlah data 23 maka
pada data nomor ke 12 ditetapkan sebagai nilai awal nilai x (periode) dangan angka 0 (nol),
THE END