Anda di halaman 1dari 13

Distribusi Frekuensi

Susunan data angka menurut


besarnya (kuantitas) dan menurut
kategorinya (kualitas) (Sabri, 2006)
Tujuan distribusi frekuensi ini, yaitu :
Memudahkan dalam penyajian data, mudah
dipahami, dan dibaca sebagai bahan
informasi.
Memudahkan dalam
menganalisa/menghitung data, membuat
tabel, grafik.

KOMPONEN DISTRIBUSI FREKUENSI
Komponen distribusi frekuensi terdiri dari :
1) Interval Kelas, adalah sejumlah nilai variabel yang ada
dalam batas kelas tertentu. Contoh : 7 9
2) Batas Kelas, adalah suatu nilai yang membatasi kelas
pertama dengan kelas yang lain.
3) Titik Tengah Kelas, adalah nilai yang terdapat di tengah
interval kelas. Contohnya :
untuk interval kelas 7 9 titik tengah kelasnya :


CONTOH TABEL DISTRIBUSI FREKUENSI
Interval Kelas Batas Tepi
Kelas
Titik Tengah Kelas
(x)
Frekuensi (f)
7 9 6,5 9,5 8 2
10 12 9,5 12,5 11 8
13 15 12,5 15,5 14 14
16 18 15,5 18,5 17 19
19 21 18,5 21,5 20 7
Dikenal dua bentuk distribusi frekuensi
menurut pembagian kelasnya yaitu :
Distribusi frekuensi
kualitatif (kategori)
pembagian kelasnya
berdasarkan pada
kategori tertentu dan
banyak digunakan untuk
data yang bersekala ukur
nominal.
Distribusi frekuensi
kuantitatif
(bilangan)
dibedakan menjadi dua
macam kategori kelasnya
yaitu kategori data tunggal
dan kategori data
kelompok.
Tabel distribusi frekuensi data tunggal
Contoh : seorang
mahasiswa mengadakan
penelitian tentang berat
badan 24 orang penderita
diabetes melitus yang
dirawat di rumah sakit
dengan hasil sebagai
berikut: 40,60,45,50, 53,
70, 43, 65, 67, 42, 55, 52,
50, 43, 60, 45, 40, 52, 53,
43, 70, 65, 55, 60.

Berat Badan Frekuensi (f)
40 2
42 1
43 3
45 2
50 2
52 2
53 2
55 2
60 3
65 2
67 1
70 2
LANGKAH-LANGKAH DISTRIBUSI FREKUENSI KUANTITATIF
1. Mengurutkan data dari terkecil sampai terbesar.
2. Menentukan rentangan/wilayah data (R) dengan
rumus :

3. Menentukan jumlah/banyaknya interval kelas yang
diperlukan, atau dapat juga dengan menggunakan
rumus Sturges :

keterangan : M = banyaknya kelas
n = jumlah data
R = data tertinggi data terendah
M = 1 + 3,3 log n
LANGKAH-LANGKAH DISTRIBUSI FREKUENSI KUANTITATIF
4. Membagi wilayah tersebut dengan banyaknya kelas
untuk menduga lebar interval (L) dengan rumus :




5. Hitung banyak Observasi yang masuk ke dalam
setiap kelas.

L = Wilayah (R)

Jumlah kelas (M)
Contoh : seorang mahasiswa mengadakan penelitian tentang berat badan 25 orang penderita
diabetes melitus yang dirawat di rumah sakit dengan hasil sebagai berikut: 40,60,45,50, 53, 43,
43, 65, 67, 42, 55, 52, 42, 43, 60, 45, 40, 52, 53, 43, 65, 55, 60, 67, 50
Contoh
Membuat distribusi frekuensi :
1. Mencari sebaran (range) yakni selisih antara data paling
besar dengan data paling kecil) 70 40 = 30
2. Menentukan banyak kelas dengan rumus M = 1 + 3,3 log n
6 (dibulatkan)
1. Menentukan panjang kelas dengan rumus
L = R / M 30/6 = 5
Berat
Badan
Frekuensi
(f)
40 2
42 2
43 4
45 2
50 2
52 2
53 2
55 2
60 3
65 2
67 2
Berat Badan Frekuensi (f)
40-44 8
45-49 2
50-54 6
55-59 2
60-64 3
65-69 4
Distribusi Frekuensi Relatif
Distribusi frekuensi
relatif yaitu distribusi
frekuensi yang angka-
angka frekuensinya
tidak dinyatakan dalam
angka-angka absolut
tetapi angka-angka
relatif atau persentase.
Berat Badan Frekuensi
(f)
Jumlah
Relatif (%)
40-44 8 32
45-49 2 8
50-54 6 24
55-59 2 8
60-64 3 12
65-69 4 16
Total 25 100
Distribusi Frekuensi Komulatif
Distribusi frekuensi komulatif
terdiri dari dua jenis yaitu :
Distribusi frekuensi
kurang dari, yaitu
distribusi frekuensi yang
memasukkan frekuensi
kelas-kelas sebelumnya.
Distribusi frekuensi atau
lebih, yaitu distribusi
frekuensi yang
memasukkan frekuensi
kelas-kelas sesudahnya.
Berat
Badan
Frekuensi
(f)
Fk (frek-
kum)
()
Fk (frek
kum)
()
40-44 8 8 25
45-49 2 10 17
50-54 6 16 15
55-59 2 18 9
60-64 3 21 7
65-69 4 25 4
Total 25
DISTRIBUSI FREKUENSI KUALITATIF
Distribusi frekuensi kategoris yaitu
distribusi yang pembagian kelasnya
berdasarkan kategori-kategori atau
secara kualitatif. Contoh Distribusi
frekuensi kategoris yaitu :

No Jenis Kelamin Kadar
kolestrol
1. Perempuan 200
2. Perempuan 219
3. Perempuan 195
4. Laki-laki 200
5. Laki-laki 270
6. Laki-laki 189
7. Perempuan 210
8. Laki-laki 200
9. Perempuan 210
10. Laki-laki 190
11. Laki-laki 250
12. Perempuan 250
13. Laki-laki 200
14. Perempuan 205
15. Laki-laki 240
Jenis Kelamin Frekuensi Persen
Perempuan 7 46,67 %
Laki-laki 8 53,33%
Total 15 100 %
Referensi
Sabri, Luknis., Hastono, Sutanto Priyo. (2006).
Statistik kesehatan. Jakarta : Rajawali Pers
Budiarto, Eko. (2001). Biostatistika untuk
kedokteran dan kesehatan masyarakat.
Jakarta: EGC