Anda di halaman 1dari 24

GASTRITIS

Dr. Sugeng BR, SpPD


GASTRITIS adalah proses inflamasi pada lapisan
mukosa dan sub-mukosa lambung.
Secara histopatologi dapat dibuktikan dengan ada-
nya infiltrasi sel-sel radang pada daerah tersebut.
Didasarkan pada manifestasi klinis, gastritis dapat
dibagi menjadi :
Gastritis akut
Gastritis kronik
Walaupun demikian keduanya tidak saling
berhubungan. Gastritis kronik bukan merupakan
kelanjutan gastritis akut.
GASTRITIS AKUT
Pada sebagian besar kasus merupakan penyakit
yang ringan dan sembuh sempurna.
Gastritis erosif atau gastritis hemoragik merupakan
bentuk gastritis akut yang berat.
ETIOLOGI
Gastritis akut dapat terjadi tanpa diketahui
penyebabnya.
Keadaan klinis yang sering menimbulkan gastritis
erosif :
Trauma yang luas
Operasi besar
Gagal ginjal
Gagal nafas
Penyakit hati yang berat
Renjatan
Luka bakar yang luas
Trauma kepala
Septikemia
Kira-kira 80-90% pasien yang dirawat di ruang
intensif menderita gastritis akut erosif dan disebut
gastritis akut stres.
Penyebab lain adalah obat-obatan yaitu aspirin dan
sebagian besar obat antiinflamasi nonsteroid.
PATOGENESIS
Seluruh mekanisme yang menimbulkan gatritis
erosif karena keadaan-keadaan klinis yang berat
belum diketahui benar.
Faktor-faktor penting adalah :
Iskemia pada mukosa gaster
Pepsin
Refluks empedu
Cairan pankreas
Aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid dapat
menghambat aktivitas siklooksigenase mukosa.
Siklooksigenase merupakan enzim yang penting
untuk pembentukan prostaglandin dari asam
arakidonat.
Prostaglandin mukosa merupakan salah satu faktor
defensif mukosa lambung yang amat penting.
Aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid tertentu
dapat merusak mukosa secara topikal. Hal ini
terjadi karena kandungan asam dalam obat tersebut
bersifat korosif sehingga dapat merusak sel-sel
epitel mukosa.
Pemberian obat ini juga dapat menurunkan sekresi
bikarbonat dan mukus oleh lambung, sehingga
kemampuan faktor defensif terganggu.
STRES
Gangguan motilitas
gastrointestinal
Hipotensi/vasokonstriksi
Refluks
gaster-duodenum
Sekresi as.lambung
Bikarbonat
Lambung :
flow
mikrosirkulasi
permeabilitas
Radikal
bebas
Mukus/bikarbonat epitel
Impermeabilitas
Proliferasi
Prostaglandin
H
+
Aliran darah
pH intramukosal
Keasaman jaringan kritis
EROSI/ULSERASI
Korteks
Hipotalamus medula
GAMBARAN KLINIS
Gambaran klinis gastritis akut erosif bervariasi
mulai dari yang sangat ringan asimtomatik sampai
sangat berat.
Pada kasus berat gejalanya adalah hematemesis dan
melena yang dapat berlangsung sangat hebat
sampai terjadi renjatan karena kehilangan darah.
Sebagian besar kasus gejalanya amat ringan bahkan
asimtomatis. Keluhan itu a.l. nyeri ulu hati, mual-
mual dan muntah.
Pada kasus yang amat ringan perdarahan ber-
manifestasi sebagai darah samar pada tinja dan
secara fisis akan dijumpai tanda-tanda anemia
defisiensi dengan etiologi yang tidak jelas.
Pada perdarahan yang hebat timbul gangguan
hemodinamik seperti hipotensi, pucat, keringat
dingin, takikardia sampai gangguan kesadaran.
DIAGNOSIS
Gastritis erosif harus selalu diwaspadai pada setiap
pasien dengan keadaan klinis yang berat atau
pengguna aspirin dan antiinflamasi nonsteroid.
Diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan gastro-
duodenoskopi. Pada pemeriksaan gastroskopi akan
tampak mukosa yang sembab, merah, mudah
berdarah atau terdapat perdarahan spontan, erosi
mukosa yang bervariasi dari yang menyembuh
sampai tertutup oleh bekuan darah dan kadang-
kadang ulserasi.
PENGOBATAN
Pengobatan meliputi :
Pencegahan terhadap setiap pasien dengan
risiko tinggi.
Pengobatan terhadap penyakit yang men-
dasari.
Menghentikan obat yang menjadi kausa.
Pengobatan suportif.
Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberian
antasida atau antagonis H
2
sehingga dicapai pH
lambung 4 atau lebih.
Untuk pengguna aspirin atau antiinflamasi non-
steroid pencegahannya dengan misoprostol, suatu
derivat prostaglandin mukosa.
Tindakan invasif seperti endoskopi skleroterapi,
embolisasi arteri gastrika kiri atau gastrektomi
diperlukan untuk menghentikan perdarahan yang
mengancam jiwa.
GASTRITIS KRONIK
Disebut gastritis kronik apabila infiltrasi sel-sel
radang yang terjadi pada lamina propria dan daerah
intra epitelial terutama terdiri atas sel-sel radang
kronik, yaitu limfosit dan sel plasma.
Kehadiran granulosit neutrofil pada daerah tersebut
menandakan adanya aktivitas.
KLASIFIKASI
Gastritis kronik dapat dibagi berdasarkan kelainan
histologi, topografi dan etiologi.
Berdasarkan kelainan histologi gastritis kronik
dibagi menjadi :
Gastritis kronik superfisialis
Gastritis kronik atrofik
Atrofi lambung
Metaplasia intestinal
Gastritis kronik korpus, sering juga disebut
gastritis tipe A. Sering dihubungkan
dengan proses autoimun dan berlanjut
menjadi anemia pernisiosa.
Menurut distribusi anatomisnya, gastritis kronik
dibagi menjadi :
Gastritis kronik antrum, sering juga disebut
gastritis tipe B. Mempunyai hubungan erat
dengan Helicobacter pylori.
Gastritis tipe AB. Distribusi anatominya
menyebar ke seluruh gaster.
ETIOLOGI
Aspek imunologis.
Dua aspek penting sebagai etiologi gastritis kronik,
yaitu :
Ada hubungan antara autoantibodi terhadap
faktor intrinsik lambung (intrinsic factor
antibody) dan sel parietal (parietal cell
antibody) pada pasien dengan anemia
pernisiosa.
Aspek bakteriologis
Ditentukan dengan melakukan biopsi pada saat
pasien tidak mendapat antimikroba selama 4
minggu terakhir.
Bakteri yang paling penting sebagai penyebab
gastritis adalah Helicobacter pylori.
Selain faktor diatas faktor lain yang berpengaruh
adalah :
Refluks kronik cairan pankreatobilier
Asam empedu
Lisolesitin
DIAGNOSIS
Kebanyakan gastritis kronik tanpa gejala. Keluhan
yang sering dihubungkan dengan gastritis kronik
adalah adanya nyeri tumpul di epigastrium, mual,
muntah, cepat kenyang. Pemeriksaan fisis tidak
memberikan informasi apapun juga.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan :
Pemeriksaan endoskopi
Histopatologi, dengan melakukan biopsi
pada semua segmen lambung.
Menurut sistem Sydney hasil pemeriksaan histo-
patologi sebaiknya mencakup 3 komponen, yaitu :
Etiologi, paling tidak menyebutkan ada atau
tidak Helicobacter pylori.
Topografi, meliputi gastritis kronik antrum,
korpus atau pangastritis dengan predominasi
antrum dan korpus.
Morfologi, menerangkan tentang inflama-
sinya (akut atau kronik), aktifitas radang
tersebut, atrofi, metaplasia intestinal dan
Helicobacter pylori.
Perjalanan Alamiah Gastritis Kronik
Gastritis kronik antrum atau pangastritis kronik
predominasi antrum merupakan faktor risiko
yang amat kuat untuk tukak duodeni.
Gastritis kronik atrofik predominasi antrum
merupakan faktor risiko untuk tukak lambung.
Sebaliknya gastritis kronik atrofik korpus
menurunkan risiko untuk tukak lambung.
Gastritis kronik juga merupakan faktor risiko
untuk karsinoma lambung tipe intestinal, polip
lambung dan tumor karsinoid.
PENGOBATAN
Pengobatan terhadap gastritis kronik autoimun
ditujukan pada anemia pernisiosa yang ditimbul-
kannya. Vitamin B12 yang diberikan parenteral
dapat memperbaiki keadaan anemianya.
Eradikasi Helicobacter pylori merupakan cara
pengobatan yang dianjurkan untuk gastritis kronik
yang ada hubungannya dengan infeksi kuman
tersebut.
Eradikasi dapat dicapai dengan pemberian kombi-
nasi penghambat pompa proton dan antibiotik.