Anda di halaman 1dari 23

TUGAS TEKNIK REAKSI KIMIA 2

1. RIZKI AULIA
2. DEA YUSUF YUDANTO
DASAR DASAR PEMILIHAN REAKTOR
1. Fase zat pereaksi dan hasil reaksi
2. Tipe reaksi dan persamaan kecepatan reaksi, serta
ada tidaknya reaksi samping
3. Kapasitas produksi
4. Harga alat (reactor) dan biaya instalasinya
5. Kemampuan reactor untuk menyediakan luas
permukaan yang cukup untuk perpindahan panas

JENIS JENIS REAKTOR
1. Berdasarkan bentuknya
a. Reaktor tangki
b. Reaktor pipa
2. Berdasarkan prosesnya
a. Reaktor Batch
b. Reaktor Alir (Continous Flow)
c. Reaktor semi batch
3. Jenis reaktor berdasarkan keadaan operasinya
a. Reaktor isotermal.
b. Reaktor adiabatis.
c. Reaktor Non-Adiabatis
4. Reaktor Gas Cair dengan Katalis Padat




BERDASARKAN BENTUKNYA
Reaktor tangki
Dikatakan reaktor tangki ideal bila pengadukannya
sempurna, sehingga komposisi dan suhu didalam
reaktor setiap saat selalu uniform.
Reaktor pipa
Biasanya digunakan tanpa pengaduk sehingga
disebut Reaktor Alir Pipa.
BERDASARKAN PROSESNYA
Reaktor Batch
Umumnya digunakan
Fase cair
Skala proses yang kecil
Mencoba proses baru yang belum sepenuhnya
dikembangkan
Memproduksi produk yang mahal
Proses-proses yang sulit diubah menjadi proses kontinyu
Jika bahan atau hasilnya perlu pembersihan
Proses memerlukan waktu lama
Contoh : fermentasi pembuatan alkohol.

Keuntungan reactor batch:
Lebih murah dibanding reactor alir
Lebih mudah pengoperasiannya
Lebih mudah dikontrol
Kerugian reactor batch:
Tidak begitu baik untuk reaksi fase gas (mudah terjadi
kebocoran pada lubang pengaduk)
Waktu yang dibutuhkan lama, tidak produktif (untuk
pengisian, pemanasan zat pereaksi, pendinginan zat hasil,
pembersihan reactor, waktu reaksi)
REAKTOR ALIR (CONTINOUS FLOW)
1. RATB (Reaktor Alir Tangki Berpengaduk)
Contohnya: 1. cair-cair 2. gas-gas Sehingga untuk reaksi fase gas
(non katalitik) reaksinya berlangsung cepat, contohnya pada
reaksi pembakaran
Keuntungan:
Suhu dan komposisi campuran dalam rerraktor sama
Volume reactor besar, maka waktu tinggal juga besar,
berarti zat pereaksi lebih lama bereaksi di reactor.
Kerugian:
Tidak effisien untuk reaksi fase gas dan reaksi yang
bertekanan tinggi.
Kecepatan perpindahan panas lebih rendah dibanding RAP
Untuk menghasilkan konversi yang sama, volume yang
dibutuhkan RATB lebih besar dari RAP.

2. RAP (Reaktor Alir Pipa)
Umumnya digunakan:
Fase gas dengan tekanan dan suhu tinggi
Contoh petrokimia,pertamina
Keuntungan :
Memberikan volume yang lebih kecil daripada RATB, untuk
konversi yang sama
Kerugian:
1. Harga alat dan biaya instalasi tinggi.
2. Memerlukan waktu untuk mencapai kondisi steady state.
3. Untuk reaksi eksotermis kadang-kadang terjadi Hot Spot
(bagian yang suhunya sangat tinggi) pada tempat pemasukan .
Dapat menyebabkan kerusakan pada dinding reaktor.

Reaktor semi batch
Biasanya berbentuk tangki berpengaduk

JENIS REAKTOR BERDASARKAN KEADAAN
OPERASINYA

1. Reaktor isotermal.
Dikatakan isotermal jika umpan yang masuk, campuran dalam
reaktor, aliran yang keluar dari reaktor selalu seragam dan
bersuhu sama.
2. Reaktor adiabatis.
Dikatakan adiabatis jika tidak ada perpindahan panas antara
reaktor dan sekelilingnya.
3. Reaktor Non-Adiabatis


REAKTOR GAS CAIR DENGAN KATALIS
PADAT
Packed/Fixed bed reaktor (PBR)

Biasanya digunakan pada unit pengolahan minyak bumi
Kelebihan Fixed Bed Reactor
Dapat digunakan untuk mereaksikan dua macam gas sekaligus
Kapasitas produksi cukup tinggi
Pressure drop rendah
Pemasokan katalis per unit volum reaktor besar
Kontrol temperature lebih baik
Kekurangan Fixed Bed Reactor
rate transfer massa dan transfer panas rendah
pemindahan katalis sangat sulit dan memerlukan shut down alat
konversi lebih rendah
ada kemungkinan terjadi reaksi samping homogen pada liquid
pressure drop tinggi


Fluidized bed reaktor (FBR)
Biasanya digunakan pada :
Partikel fluidized sangat kecil
Reaktor dimana katalisnya terangkat oleh aliran
gas reaktan.
Operasinya: isotermal.
Kelebihan:
Terjadinya regenerasi secara kontinyu.
Reaksinya memiliki efek panas yang tinggi.
Suhunya konstan sehingga mudah dikontrol
Kekurangan:
Partikel mengalami keausan yang dapat menyebabkan
mengecilnya ukuran partikel yang berada di dalam reaktor dan
ikut mengalir bersama aliran gas sehingga perlu digunakan alat
cyclone separators dan aliran listrik yang disambungkan pada
garis antara reaktor dan generator.
REAKTOR BATCH
Keuntungan reactor batch:
Lebih murah dibanding reactor alir
Lebih mudah pengoperasiannya
Lebih mudah dikontrol
Terjadi pengadukan sempurna sehingga
konsentrasi disetiap titik dalam reaktor sama pada waktu
yang sama
Pada reaktor batch dengan volume berubah, maka
perubahan volume dapat dianggap linier terhadap konversi

Kerugian reactor batch:
Tidak begitu baik untuk reaksi fase gas (mudah terjadi
kebocoran pada lubang pengaduk)
Waktu yang dibutuhkan lama, tidak produktif (untuk
pengisian, pemanasan zat pereaksi, pendinginan zat hasil,
pembersihan reactor, waktu reaksi)
Tidak dapat dijalankan pada proses-proses yang
sulit,karena harus diubah menjadi proses kontinue.
Saat terjadi reaksi tidak ada reaktan yang masuk dan
produk yang keluar


REAKSI ISOTERMAL

Dikatakan isotermal jika umpan yang masuk,
campuran dalam reaktor, aliran yang keluar dari
reaktor selalu seragam dan bersuhu sama.
Reaksi Isotermal
tidak ada perubahan suhu masuk, di dalam, dan
keluar reaktor.
Reaksi Non Isotermal
ada perubahan suhu masuk, di dalam, dan keluar
reaktor.

REAKSI ISOTERMAL
=
0 0 (-r
A
) v =


(-r
A
) v =

0
(-r
A
) v =

= - (-r
A
)

(1 )

= ()

= ()









=
=


(-r
A
) = k C
A
= k C
A
o (1 X
A
)





=

(1 )

0

=

(1 )


=
1

1
1
ln(1 )]


=
1

ln
(1

)
(1 0)

=
1

ln(1 )
=
ln (1 )




REAKSI NON ISOERMAL
Adiabatis
Rohi Roho Rgen = Roha

kC
A
v =

vC
Ao

n
Ao

n
Ao
dX
A
=







=

N
Ao
dX
A

)

(massa masuk) = (massa keluar) + (massa yang hilang karena reaksi) +
(massa terakumulasi)
= 0 + dN
A
/dt + (- r
A
) V
(5.1)
(- r
A
) V = - dN
A
/dt



Untuk volume campuran di dalam reactor tetap selama reaksi, maka :
(5.2)
Integrasi persamaan (5.2), menyatakan hubungan antara waktu reaksi
dengan konsentrasi :


atau :



Persamaan diatas adalah persamaan karakteristik untuk reactor
batch untuk sistim isothermal dan volume konstan..
dt
dN
V
r
A
A
1



A
Ao
C
C
A
A
t
r
dC
t dt
0


A A
Ao
X C
C
A
A
A
A
Ao
r
dC
r
dX
C t
0
Reaktor Batch dengan Volume Campuran Berubah
Definisi kecepatan reaksi untuk reactor batch, telah
diketahui adalah :
Banyaknya mol A pada setiap saat di dalam reactor adalah
:
N
A
= N
Ao
(1 x
A
) ..(5.3)
Sehingga persaman kecepatan reaksinya menjadi :
..(5.4)
Untuk sistim reaktor dengan volume berubah berlaku
hubungan :
V = V
o
(1 +
A
x
A
)
d mana :
Vo = volume awal campuran reaksi dalam reactor
V = volume campuran reaksi pada akhir reaksi,
waktu t.


dt
dN
V
r
A
A
1

dt
dX
V
N
r
A Ao
A

atau :

atau : .(5.5)

di mana A adalah fraksi perubahan volume dari sistim
antara sebelum berekasi (tanpa konversi,x
A
= 0 dan
konversi total, x
A
= 1 dari reaktan A), jadi :

.(5.6)



raca massa dalam term fA


A o
o
A
V
V V
x

A o
A
V
dV
dx

0
0 1

A
A A
X
X X
A
V
V V