Anda di halaman 1dari 15

Oleh :

I Gde Fajar Kurniawan


Helmy Septian Ardhiansyah
CAPM (Capital Asset Pricing
Model)

Capital Asset Pricing Model (CAPM) merupakan Model yang
menggambarkan hubungan risiko dan pengembalian yang diharapkan,
dalam model ini pengembalian surat berharga yang diharapkan adalah
tingkat bebas risiko di tambah premium yang didasarkan pada risiko
sistematis surat berharga.

CAPM diperkenalkan pada tahun 1964 oleh John Litner, Jack Treynon,
William Sharp, dan Jan Mossin. CAPM adalah pengembangan dari
karya pendahulu dari Harry Markowitz dalam diversifikasi dan teori
portofolio modern. Tujuan dari CAPM adalah menentukan required
rate of return yang berguna dalam pengambilan keputusan untuk
memasukkan sebuah aset ke dalam portofolio yang sudah
terdiversifikasi dengan baik.

Dalam standar CAPM
menggunakan beberapa asumsi
yaitu:
1. Tidak ada biaya transaksi
2. Investasi sepenuhnya bisa di pecah-pecah
3. Tidak ada pajak penghasilan bagi para pemodal
4. Para pemodal tidak bisa mempengaruhi harga saham dengan
tindakan membeli atau menjual saham.
5. Para pemodal akan bertindak semata-mata atas pertimbangan
6. Expected Value dan deviasi standart tingkat keuntungan
portofolio.
7. Terdapat riskless lending dan borrowing rate, sehingga
pemodal bisa menyimpan dan meminjam dengan tingkat
bunga sama.
8. Pemodal mempunyai pengharapan yang homogen.
9. Semua aktiva bisa diperjualbelikan.

Persamaan Risiko dan Perolehan
(Equation Risk and Return)
Persamaan risiko dan perolehan (Equation Risk and Return)
adalah :
Rs = Rf + Rp
Rs = Expected Return on a given risky security
Rf = Risk-free rate
Rp = Risk premium
Bila nilai = 1 artinya adanya hubungan yang sempurna dengan kinerja
seluruh pasar seperti yang diukur indek pasar (market index),
contohnya nilai yang diukur oleh Dow-Jones Industrials dan Standard
and Poors 500-stock-index. adalah ukuran dari hubungan paralel
dari sebuah saham biasa dengan seluruh tren dalam pasar saham. Bila
> 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih tinggi daripada
pasar. < 1.00 artinya saham cenderung naik dan turun lebih rendah
daripada indek pasar secara umum (general market index).


Perubahan persamaan risiko dan perolehan (Equation Risk
and Return) dengan memasukan faktor dinyatakan
sebagai:
Rs = Rf + s (Rm Rf )
Rs = Expected Return on a given risky security
Rf = Risk-free rate
Rm = Expected return on the stock market as a whole
s = Stocks beta, yang dihitung berdasarkan waktu tertentu

CAPM bertahan bahwa harga saham tidak akan dipengaruhi oleh
unsystematic risk, dan saham yang menawarkan risiko yang relatif lebih
tinggi (higher s) akan dihargai relatif lebih daripada saham yang
menawarkan risiko lebih rendah (lower s). Riset empiris mendukung
argumen mengenai s sebagai prediktor yang baik untuk memprediksi
nilai saham di masa yang akan datang (future stock prices).


APT (Arbitrage Pricing Theory) atau Teori Aritrase Harga

APT menekankan bahwa tingkat keuntungan yang
diharapkan tergantung pada pengaruh faktor-faktor makro
ekonomi dan tidak oleh risiko unik. Daya tarik APT adalah
bahwa kita tidak perlu mengidentifikasi market portofolio.
Karena itu kita tidak perlu khawatir dengan perhitungan
market portofolio, secara teoritis kita bisa menguji APT
meskipun kita hanya memiliki sejumlah saham yang
berisiko.

Capital Market Line

Capital Market Line adalah garis yg menunjukkan semua kemungkinan
kombinasi portofolio efisien yg terdiri dari aset berisiko dan aset bebas
risiko. Capital market line menggambarkan hubungan antara return
ekspetasi dengan risiko total dari portofolio efisien pada pasar yg
seimbang.
Premi Risiko Portofolio
E(Rm)-Rf
Risiko Portofolio Pasar
Rf
E(Rm)
CML
A
SDm Risiko
Fisher Separation Theorem
Fishers separation theorem adalah teorema yang diciptakan oleh
ekonom Amerika, Irving Fisher. Teorema ini menyatakan bahwa tujuan
dari setiap perusahaan adalah meningkatkan nilainya semaksimal
mungkin, apapun preferensi dari pemilik perusahaan tersebut.
Teorema Fisher bisa dibagi menjadi tiga bagian penting:
1. Kebijakan investasi perusahaan tidak berhubungan dengan
preferensi pemilik perusahaan.
2. Kebijakan investasi perusahaan tidak berhubungan dengan
kebijakan pembiayaan perusahaan.
3. Nilai investasi perusahaan tidak berhubungan dengan metode-
metode yang digunakan untuk membiayainya.



Security Market Line

Garis yang menggambarkan risiko pasar atau risiko sistematis
dibandingkan dengan return dari seluruh pasar dala waktu tertentu
dan menunjukkan semua saham yang berisiko. SML menggambarkan
hasil dari rumus CAPM. Sumbu x menggambarkan risiko sedangkan
sumbu y menggambarkan expected return. Premi dari risiko pasar
digambarkan dengan kurva dari SML.
E(R
i
) adalah expected
return dari saham
E(R
M
) adalah expected
return on market portfolio
M
adalah risiko sistematis
R
f
adalah rate bebas risiko

Model Markowitz

Pendekatan model Markowitz menekankan aspek
diversifikasi untuk mengoptimalkan keuntungan investasi
dengan cara yang disebut pembentukan portofolio yang
efisien, yang memenuhi kriteria:
1. Portofolio yang menawarkan tingkat keuntungan yang
lebih besar dengan tingkat keuntungan yang sama.
2. Portofolio yang menawarkan risiko lebih kecil dengan
tingkat keuntungan sama.

Diversifikasi yang disarankan oleh Markowitz mengacu pada
pembentukan portofolio yang memiliki tingkat pengembalian
tertinggipada tingkat risiko tertentu. Portofolio semacam itu
disebut /Markowitz Efficient Portofolio/ (MEP). Untuk
membentuk MEP.
1. teori ini menggunakan beberapa asumsi dasar mengenai perilaku
pemilihan aktiva,diantaranya yaitu:
2. Diasumsikan hanya ada dua parameter yang mempengaruhi keputusan
investor, yaitu pengembalian yang diharapkan dan varians.
3. Diasumsikan investor cenderung menghindari risiko (yaitu jika
menghadapi pilihan dua pilihan investasi dengan tingkat pengembalian
yang sama, maka dipilih investasi dengan risiko yang lebih kecil).
4. Diasumsikan investor akan memilih portofolio yang menawarkan
pengembalian tertinggi dengan tingkat risiko tertentu.
5. Diasumsikan seluruh investor memiliki pengharapan yang sama dalam
hal pengembalian diharapkan, varians dan kovarians bagi aktiva
berisiko. Asumsi ini disebut dengan asumsi pengharapan sama.
6. Diasumsikan bahwa seluruh investor memiliki periode waktu investasi
yang sama.

= N (1/N)2 x rata-rata varian + (N2-N)(1/N)2 x rata-rata
kovarian
= (1/N) x rata-rata varian +[1-(1/N)] x rata-rata
kovarian

Beta Saham dan Beta Portofolio
Beta () merupakan pengukur risiko sistematis dari suatu
saham atau portofolio relatif terhadap risiko pasar. Beta
juga berfungsi sebagai pengukur volatilitas return saham,
atau portofolio terhadap return pasar.

Beta adalah sebuah ukuran volatilitas, atau risiko
sistematis, dari keamanan atau portofolio dibandingkan
dengan pasar secara keseluruhan. Beta digunakan dalam
model harga aset modal (CAPM), model yang menghitung
hasil yang diharapkan dari aset berdasarkan hasil beta dan
yang diharapkan pasar.

Beta merupakan index dari resiko sistematis karena
kondisi pasar.
Semakin tinggi Beta suatu saham - semakin tinggi
reaksinya terhadap index.
1. Kalau index naik (turun) - saham dengan Beta besar -
akan bergerak naik (turun) lebih cepat daripada
index.
2. Kalau nilai Beta-nya 1 - berarti pergerakannya seiring
dengan index.
3. Kalau betanya kecil sekali - 0 misalnya - berarti tidak
ada hubungannya dengan index bahkan kadangkala
berlawanan dengan arah index. Biasanya ini terjadi
pada saham-saham kategori 'gorengan.

Risiko Sistematis dan
Nonsistematis

Dalam melakukan analisa terhadap suatu saham, biasanya
akan didapati dua hal utama yang mempengaruhi perubahan
harga saham tersebutdefinisi dari dua macam risiko tersebut
adalah sebagai berikut:
1. Risiko sistematis (systematic risk), yakni risiko yang berpengaruh
terhadap semua investasi dan tidak dapat dikurangi atau dihilangkan
dengan jalan melakukan diversifikasi. Risiko ini timbul akibat
pengaruh keadaan perekonomian, politik dan sosial budaya, dimana
mempunyai pengaruh secara keseluruhan. Termasuk dalam risiko ini
adalah risiko pasar, risiko tingkat bunga, risiko daya beli. Risiko ini
juga disebut nondiversiable risk.
2. Risiko tidak sistematis (nonsystematic risk), yakni risiko yang
melekat pada investasi tertentu karena kondisi yang unik dari
perusahaan. Risiko ini dapat dikurangi dengan mengadakan
diversifikasi. Termasuk dalam risiko ini adalah risiko keuangan dan
risiko bisnis. Risiko ini juga disebut diversifiable risk.