Anda di halaman 1dari 16

ALKALOID

KELOMPOK 6
Marshall 1243050012
Hansen 1243050020
Hengky 1243050039
Riciela 1243050048
Seffy
Aprian
Islami nurani



DEFINISI ALKALOID
Alkaloid adalah senyawa yang mempunyai
struktur heterosiklik yang mengandung atom
N didalam intinya dan bersifat basa, karena itu
dapat larut dalam asam-asam serta
membentuk garamnya.
Kebanyakan alkaloida adalah produk alam
beberapa yang dibuat sintetis alkaloid:
dicodid, eucodal, apomorphin dll.



Pemberian nama Alkaloid
1.Nama genus tanaman
-atropine = atropina (Atropa belladonna)
-hydrastine = hidrastina (Hydrastis canadensis)
2.Nama jenis tanaman
-cocaine = kokaina (Erythroxylon coca)
-belladonnine = beladonina (Atropa belladonna)
3.Nama dagang
-ergotamine = ergotamina (Ergot, Secale cornutum)
4.Aktivitas biologi
-emetine = emetina (emesis, muntah)
5.Nama penemu
-pelletierine = peletierina (Pelletierine)

CIRI CIRI ALKALOID
1. Mengandung basa Nitrogen
2. Berasa pahit, padatan putih (kecuali nikotin
cair, coklat)
3. Mengendap dg logam iodida
-Mayer krem
-Dregendorf orange
-Kafein tidak mengendap

PENGGOLONGAN ALKALOID
1. Berdasarkan jenis cincin :
- Heterosiklik nitrogen yang merupakan bagian
dari struktur molekul. Berdasarkan hal tersebut,
maka alkaloida dapat dibedakan atas beberapa
jenis seperti alkaloida pirolidin, alkaloida
piperidin, alkaloida isokuinolin, alkaloida
kuinolin, dan alkaloida indol
- Nonheterosiklik (protoalkaloid)
Contohnya : meskalina & siklopentano
perhidrofenantrena


PENGGOLONGAN ALKALOID
2. Berdasarkan jenis tumbuhan dimana alkaloid ini
ditemukan. Cara ini digunakan untuk
menyatakan jenis alkaloid yang pertama
ditemukan pada suatu jenis tumbuhan.
Berdasarkan cara ini, alkaloid dapat dibedakan
atas beberapa jenis yaitu alkaloid tembakau,
alkaloid amaryllidaceae, alkaloid erythrine dsb.
Cara ini mempunyai kelemahan, yaitu :
beberapa alkaloid yang berasal dari tumbuhan
tertentu dapat mempunyai struktur yang
berbeda-beda.


3. Klasifikasi berdasarkan Hegnauer
A. Alkaloid sesungguhnya
adalah racun, senyawa tersebut menunjukkan aktivitas fisiologi
yang luas, dan mengandung nitrogen dalam cincin heterosiklik; dari
racun amino; biasanya terdapat dalam tanaman sebagai garam
asam anorganik. Contohnya : koridin & serotonin
B. Protoalkaloid
Merupakan amino yang relatif sederhana dimana nitrogen asam
amino tidak terdapat dalam cincin heterosiklis. Protoalkaloid
diperoleh berdasarkan biosintesis dari asam amino yang bersifat
basa. Pengertian amoni biologis sering digunakan untuk
kelompok ini. Contoh: meskalin, ephedin, N-dimetiltritamin.
C. Pseudoalkaloid
Tidak diturunkan dari prekusor asam amino. Senyawa biasanya
bersifat basa. Ada dua alkaloid yang penting yaitu alkaloid
stereoidal dan purin. Contohnya : kafeina
Reaksi Identifikasi Alkaloid
1. Pereaksi Mayer :
Reagens : HgCl2 1
KI 4
Aquadest 5
Cara : alkaloida + HCl 0,5N + reagens menjadi endapan kuning.
2. Perekasi Bouchardat :
Reagens : Iodium 2
KI 4
Aquadest 100
Cara : sama dengan diatas, endapan larut lagi dalam spiritus berlebih.

Beberapa alkaloida yang sudah memberi endapan dengan Mayer dan
Bouchardat :
- Arecolin, Coniin, Dilaudid, Eucodal, Morphin (konsentrasi harus cukup besar)
REAKSI WARNA ALKALOID
Dengan asam kuat : H
2
SO
4
pekat dan HNO
3
pekat (umumnya menghasilkan warna
kuning atau merah)
Zat + pereaksi Forhde kuning kecoklatan
Zat + diazo A (4 bagian) + diazo B (1 bagian) + NaOH sampai alkalis warna
merah intensif.
Reaksi Serulas & Lefort : larutan zat dalam H
2
SO
4
encer + KI + CHCl
3
kemudian
dikocok; lapisan CHCl
3
akan berwarna.
Reaksi Bosman: larutan zat dalam H2SO4 encer + KMNO4 kemudian dikocok
dengan CHCl3; lapisan CHCl3 akan berwarna violet kemudian terbentuk endapan
coklat.
Reaksi Murexide : Zat + 1 tetes H2O2 3 % atau KClO3 padat + 1 tetes HCl 25%,
panaskan di water bath hingga kering sampai berwarna agak Jingga; + NH4OH
terbentuk warna Ungu
Reaksi Sanchez : zat + p-nitrodiabendazol (p-nitoanilin +NaNO2 + NaOH) terbentuk
larutan ungu yang kemudian menjadi jingga.
Reaksi Thalleiochin : larutan zat dalam asam asetat encer + 1 tetes aqua brom +
NH4OH berlebih sehingga menjadi hijau zamrud
Reaksi Erytrochin : larutan zat dalam HCl encer + aqua brom (hingga
kuning) + kalium ferrocyanida + CHCl3 + NH4OH, kocok homogen
lapisan CHCl3 berwarna merah.
Reaksi Feigel : 5 tetes H2SO4 pkt + sedikit yohimbin ad larut + kristal
khloral hidrat panaskan di WB merah biru stabil, + air warna
hilang.
Reaksi esterifikasi : Zat + alkohol + H
2
SO
4
conc. Panaskan bau
khas.
Reaksi Indophenol: Panaskan dengan HCl dinginkan , diencerkan
dengan air + phenol + kaporit nampak ungu kotor ditambah
NH
4
OH berlebih berwarna biru
Reaksi Ehrlich : Zat padat + pereaksi p-DAB HCl berwarna kuning
kenari
Reaksi Wassicky : zat + p-DAB +H2SO4 pekat terbentuk warna
merah ungu
Reaksi korek api : zat + HCl lalu batang korek api dimasukkan
jingga/kuning.

Reaksi Kristal
1. Reaksi Kristal dragendorf
Pada objek glass, zat +HCl aduk, lalu teteskan
dragendorf di pinggirnya dan jangan dikocok,
diamkan 1 menit Kristal dragendorf
2. Reaksi Fe-complex & Cu-complex:
Pada objek glass, zat ditetesi dengan Fe-
compleks dan Cu-complex lalu tutup dengan
cover glass panaskan sebentar, lalu lihat
Kristal yang terbentuk di mikroskop.


SIFAT SIFAT ALKALOID
SIFAT FISIKA :
Kebanyakan alkaloid yang telah diisolasi berupa padatan
kristal tidak larut dengan titik lebur yang tertentu.
Alkaloid yang berbentuk cairan yaitu nikotin dan koniin.
Kebanyakan alkaloid tidak berwarna, tetapi beberapa
senyawa yang kompleks, species aromatik berwarna
(contoh berberin berwarna kuning dan betanin berwarna
merah).
Pada umumnya, basa bebas alkaloid hanya larut dalam
pelarut organik, meskipun beberapa pseudoalkaloid dan
protoalkaloid larut dalam air.
SIFAT KIMIA:
Kebanyakan alkaloid bersifat basa.Jika gugus fungsional
yang berdekatan dengan nitrogen bersifat melepaskan
elektron, sebagai contoh; gugus alkil, maka
ketersediaan elektron pada nitrogen naik dan senyawa
lebih bersifat basa.
Sehingga trietilamin lebih basa daripada dietilamin dan
senyawa dietilamin lebih basa daripada etilamin.
Sebaliknya, bila gugus fungsional yang berdekatan
bersifat menarik elektron (contoh; gugus karbonil),
maka ketersediaan pasangan elektron berkurang dan
pengaruh yang ditimbulkan alkaloid dapat bersifat
netral atau bahkan sedikit asam. Contoh ; senyawa
yang mengandung gugus amida.
Atom N ini dapat berupa amin primer, sekunder
maupun tertier yang semuanya bersifat basa

FUNGSI ALKALOID DALAM TUMBUHAN
1. Pada beberapa kasus, alkaloid dapat melindungi tumbuhan
dari serangan parasit atau pemangsa tumbuhan.
2. Alkaloid dapat berlaku sebagai pengatur tumbuh, karena
dari segi struktur, Alkaloid menyerupai pengatur tumbuh.
Alkaloid merangasang perkecambahan.
3. Semula disarankan oleh Liebig bahwa alkaloid, karena
sebagian besar bersifat basa, dapat mengganti basa mineral
dalam mempertahankan kesetimbangan ion dalam
tumbuhan.
4. Alkaloid mungkin bertindak sebagai tendon penyimpanan
nitrogen meskipun banyak alkaloid ditimbun dan tidak
mengalami metabolisme lebih lanjut meskipun sangat
kekurangan nitrogen.

Kegunaan Senyawa Alkaloid Dalam Kehidupan Sehari-hari

Berikut adalah beberapa contoh senyawa alkaloid
yang telah umum dikenal dalam bidang farmakologi :


REAKSI SPESIFIK ALKALOID
1. Alkaloid