Anda di halaman 1dari 6

M.

HAFIZH MUTTAQIN
TIMPANOMETRI
THT RSAL MINTOHARDJO
Timpanometri merupakan alat pengukur tak langsung dari kelenturan (gerakan) membrane timpani dan
system osikular dalam berbagai kondisi tekanan positif, normal, atau negative.









Pemeriksaan ini diperlukan utuk menilai kondisi telinga tengah. Gambaran timpanometri yang abnormal
(adanya cairan atau tekanan negatif di telinga tengah) merupakan petunjuk adanya gangguan
pendengaran konduktif.






Melalui probe tone yang dipasang pada liang telinga dapat diketahui besarnya tekanan di liang telinga
berdasarkan energi suara yang dipantulkan kembali oleh gendang telinga.
Pada orang dewasa atau bayi diatas 7 bulan digunakan probe tone frekuensi 226 Hz, untuk bayi 6 bulan
kebawah digunakan probe tone frekuensi tinggi (668, 678, 1.000 Hz) agar tidak terjadi resonansi

Terdapat 4 jenis timpanogram yaitu
Tipe A (normal)
Tipe AD (Diskontinuitas tulang tulang pendengaran)
Tipe AS (Kekakuan rangkaian tulang pendengaran)
Tipe B ( Cairan di dalam telinga tengah)
Tipe C (Gangguan fungsi Tuba Eustachius)
TERIMA KASIH