Anda di halaman 1dari 67

FRAKTUR

ZAKI FIKRAN
C11.040084
Definisi
Suatu patahan pada kontinuitas struktur
tulang

Etiologi :
1. Trauma Tunggal
2. Tekanan yang ber-
ulang-ulang
3.Kelemahan Abnormal
(Fraktur Patologis)
Fraktur Karena Trauma
Kekuatan Langsung
Patah pada tempat yang
terkena
Jaringan lunak rusak
Menyebabkan fraktur
melintang & fraktur
kominutif


Kekuatan Tidak
Langsung
Fraktur pada tempat
yang jauh dari tempat
yang terkena
Kerusakan jaringan
lunak di tempat fraktur
mungkin tidak ada

X-Ray
Mekanisme Trauma :
Pemuntiran # spiral
Kompresi # oblik pendek
Bending triangular
butterfly
Tension # melintang




Jenis Fraktur
Complete
- Patah menjadi 2 fragmen
- Melintang, Oblik, Spiral,
kominutif

Incomplete
- Terpisah secara tak lengkap
- Periosteum tetap menyatu
- Greenstickbengkok/meleng
kung
Bagaimana Fraktur
Bergeser?
1. Kekuatan cedera
2. Gravitasi
3. Tarikan otot
FRACTURE DYSPLACEMENT

Fracture Healing (Stage)
1. Kerusakan jaringan & hematom
Pembuluh darah robek hematom
Tulang permukaan fraktur mati 1-2 mm
2. Inflamasi & proliferasi selular
Reaksi inflamasi akut
Proliferasi sel di bawah periosteum
Ujung fragmen dikelilingi jaringan sel
Hematom diabsorpsi
Pembuluh darah baru



Fracture Healing (Stage)
3. Pembentukan Kalus
- Sel yang berpotensi khondrogenik &
osteogenik
- Osteoklas membersihkan tulang yang
mati

4. Konsolidasi
- Tulang lamellar
- Osteoklas membersihkan debris pada #
- Osteoblas mengisi celah antar fragmen
tulang baru



Fracture Healing (Stage)
5. Remodeling
- Dalam beberapa bulan
- Tulang dibentuk ulang oleh proses
resorbsi & formasi



Gambaran Klinis
Riwayat
-Cedera tidak mampu menggunakan tungkai
- Nyeri, memar, bengkak. Deformitas lebih mendukung
- Gejala yang menyertai? Baal, hilangnya gerakan, kulit
pucat/sianosis,darah dalam urin, nyeri perut, hilang
kesadaran
Tanda-tanda Umum
- Syok atau perdarahan
- Kerusakan otak, medula spinalis atau viscera
- Penyebab predisposisi ?
CLINICAL FEATURES
TANDA LOKAL
Look :
Pembengkakan, memar, luka, warna
kulit, deformitas
Apakah kulit masih utuh?

CLINICAL FEATURES
TANDA LOKAL
Feel :
Palpasi nyeri tekan, panas
Vascular/Nerve abnormality ?

TANDA LOKAL
Move :
Passive ROM
Active ROM
Fixed deformities
Restriction of ROM
Movements in abnormal plane
Crepitus
Strength of muscle contraction
Gait

X-RAY
Remember the
RULE oF TWO :
1. Two Views
2. Two Joints
3. Two Limbs
4. Two Injuries
5. Two Occasions
SPECIAL IMAGING
Tomography :
- Lesi spinalis
- # kondilus tibia
CT :
- Memperlihatkan apakah fraktur vertebra
mengancam menekan medula spinalis
- Visualisasi pada tempat yang sukar
Radioisotop scanning :
- Diagnosis fraktur tekanan yang dicurigai
- Diagnosis fraktur tak bergeser



SHAPE Of FRACTURE
Transverse
- Slow union
- Stable on compression
Spiral
- Unite more rapidly
- Unstable on compression
Comminuted
- Slow to unite (severe soft-tissue injury, likely to
be unstable)
DYSPLACEMENT
Component that must be assesed :
Shift or Translation (Backward, forward,
sideways, or longitudinally)
Tilt or Angulation (sideway, backward, or
forward)
Twist or Rotation (any direction)
CEDERA SEKUNDER
Fraktur tertentu menyebabkan cedera
sekunder harus selalu dianggap telah
terjadi sampai terbukti sebaliknya
Cedera thoraks
Cedera medula spinalis
Cedera pelvis dan abdomen
Cedera daerah pektoral
TERAPI PADA FRAKTUR
TERTUTUP
TERAPI FRAKTUR TERTUTUP
Terapi terdiri dari :
1. Manipulasi, memperbaiki posisi fragmen
2. Pembebatan, pertahankan sampai menyatu
3. Gerakan sendi, harus dipertahankan
4. Weight-Bearing, membantu penyembuhan
KLASIFIKASI FRAKTUR TERTUTUP (TSCHERNE, 1984)
GRADE 0 : Sedikit atau tanpa cedera jaringan lunak
GRADE 1 : Abrasi dangkal atau memar
GRADE 2 : Kontusio jaringan lunak bagian dalam
dan pembengkakan
GRADE 3 : Kerusakan jaringan lunak yang nyata dan
ancaman sindrom kompartemen


TERAPI FRAKTUR TERTUTUP REDUKSI
Situasi yang tidak memerlukan reduksi :
1. Bila pergeseran tidak banyak
2. Bila pergeseran tidak berarti
3. Bila reduksi tampaknya tak akan berhasil
TERAPI FRAKTUR TERTUTUP REDUKSI
Manuver Reduksi
tertutup :
1. Traksi pada garis tulang
2. Reposisi fragmen dengan
membalikkan arah
kekuatan asal
3. Mendesak fragmen ke
posisi reduksi


INDIKASI REDUKSI TERBUKA :
1. Bila reduksi tertutup gagal
2. Bila terdapat fragmen artikular besar
yang perlu ditempatkan secara tepat
3. Bila terdapat fraktur traksi yang
fragmennya terpisah
TERAPI FRAKTUR TERTUTUP REDUKSI
Prevention of dysplacement

METODE :
1. Traksi yang terus-menerus
2. Pembebatan dengan gips
3. Pemakaian penahan fungsional
4. Fiksasi internal
5. Fiksasi eksternal
TERAPI FRAKTUR TERTUTUP REDUKSI
CONTNUOUS TRACTION
1. Traksi dengan gaya
berat
- hanya tungkai atas
- Wrist sling
CONTNUOUS TRACTION
2. Skin Traction
- Weight 4-5 Kg

CONTNUOUS TRACTION
3. Skeletal Traction
- Wire/Pin insertion
- at behind tibial
tubercle, lower tibia,
or calcaneum

3 Ways of Traction :
1. Fixed Traction
2. Balanced Traction
3. Combined Traction
COMPLICATION OF TRACTION :
1. Circulation embarassment
- Ussually in children with gallow traction
2. Nerve Injury
- Older people predispose of peroneal injury
3. Compartement syndrome
Cast Splintage
- By plaster of paris
- For most children fracture
- Liable to stiffness

Cast Splintage-Technique

CAST SPLINTAGE COMPLICATION :
1. Tight Cast
- Complain : diffuse pain
- Limb should be elevated
- Persisted pain split the cast, and open
2. Pressure Sore
- Pressure over
3. Skin Abrasion
4. Loose Cast
INTERNAL FIXATION
- Fixed bone fragment with screw, transfixing pin/nail
- Risk Of Infection Depend of
Patient
Surgeon
Facilites
INDICATION FOR INTERNAL FIXATION :
1. # that can only reduced by operation
2. # that unstable & prone to dysplaced after
reduction
3. # that Unite slowly & poorly
(ec : femoral neck #)
4. Pathological #
5. Multiple #
6. Patient in nursing difficulty


TYPE OF INTERNAL FIXATION :
1. Interfragmentary screw
- Screw that partially threaded
- Provide compression between two fragment
2. Wires (transfixing, cerclage, tension
band)
Transfixing : - often passed percutaneously
- in # that predicted quick healing
Cerclage & tension Band :
- wire passed the fragment tightened to
compress the fragment


TYPE OF INTERNAL FIXATION :
3. Plate & Screw
have 5 different function :
1. Neutralization, bridge the fragment and supplement
effect of lag screw
2. Compression, used in metaphyseal #
3. Buttressing, ,the plate props up the overhang of the
expanded metaphysis of long bone
4. Tension Band, Using a plate on the tensile surface
5. Anti-Glide, By a fixing plate over the apex of an
angulated #, and then using a plate as reduction aid.
Its prevent shortening & recurrent dysplacement

TREATMENT OF CLOSED FRACTURE - HOLD
TYPE OF INTERNAL FIXATION :
4. Intramedullary Nailing
- Suitable for long bone
- Inserted into medullary canal to splint the fracture
- Interlocking screw to prevent Rotational forces
- Inserted with or without Reaming

TREATMENT OF CLOSED FRACTURE - HOLD

COMPLICATION OF INTERNAL FIXATION :
1. Infection
2. Non-Union
- if fragment fixed with a gap
- More likely if one bone is # and another intact
- Other Cause : soft-tissue stripping, damaged blood
supply
3. Implant Failure
4. Refracture
- Early implant removal
- Minimum 1 year, 18-24 months is safer
- Protection after removal is necessary
EXTERNAL FIXATION
A Fracture treatment by transfixing screw or wire
through the bone above & below # site, and
attached to an external frame

INDICATION FOR EXTERNAL FIX
1. Severe soft-tissue injury
2. Assosiated with nerve or vessel damage
3. Severely comminuted & unstable #
4. Ununited #
5. # that cant be controlled by another
method
6. Infected #
7. Severe multiple Injuries
COMPLICATION FOR EXTERNAL FIX
Damaged of Soft tissue Injury
Overdistraction
Pin-tract Infection
FRAKTUR TERBUKA






Pertimbangan Umum
Penanganan di tempat kejadian

Di rumah sakit: penilaian keadaan umum
dan keadaan yg membahayakan jiwa

Prinsip: semua fraktur terbuka dianggap
terkontaminasi
Klasifikasi (Gustilo,1990)
Tipe I: Luka kecil, bersih, kerusakan
minimal pada jar. lunak, fraktur tdk
kominutif


TIPE I
Tipe II: Luka >1cm, tdk ada
penutup kulit, moderate crushing/
comminution of the fracture

TIPE II
Tipe III: Kerusakan yg luas pada
kulit, jar. lunak, dan struktur
neovaskuler.
Tipe IIIA: masih dapat ditutupi dgn
jar. lunak

TIPE III A
Tipe IIIB: terdapat pelepasan
periosteum, fraktur komunitif yg
berat

TIPE III B
Tipe IIIC: Terdapat kerusakan arteri
TIPE III C
Antibiotika Profilaksis
Kombinasi benzilpenicillin dan
flucloxacillin
tiap 6 jam selama 48 jam
Bila luka sangat terkontaminasi dapat
ditambahkan gentamisin atau
metronidazol dan melanjutkan terapi
selama 4-5 hari
Profilaksis tetanus

Debridement
Tujuan: membersihkan luka dari
benda asing dan jaringan mati, serta
memberikan vaskularisasi yang baik
pada daerah luka.
Dilakukan dalam anestesi umum
Irigasi dengan garam fisiologis
Eksisi luka: sesedikit mungkin, tepi
lukanya sehat

Debridement
Ekstensi pada luka: lakukan dengan
hati-hati
Pembersihan luka: dicuci dengan
saline, jangan gunakan syringe
memperburuk kontaminasi
Pembuangan jaringan mati
Tendon dan saraf: secara umum
dibiarkan saja

Penutupan Luka
Luka Tipe I yang kecil dan tidak
terkontaminasi dapat ditutup, asal
dilakukan tanpa tegangan
Luka yang lain dibiarkan terbuka
hingga bahaya infeksi telah lewat,
balut dengan kasa steril, lihat setelah
2 hari, kalau bersih dapat dijahit atau
dilakukan pencangkokan kulit

Stabilisasi Fraktur
Penting untuk mengurangi infeksi dan
membantu perbaikan jar. lunak.
Fiksasi tergantung dari: derajat
kontaminasi, jarak waktu dari
kejadian sampai operasi, dan
banyaknya kerusakan jaringan lunak.


Stabilisasi Fraktur
Bila kontaminasi minimal dan jarak
waktu <8jam, untuk fraktur sampai
Tipe IIIA dapat dilaku-kan: cast
splintage, intermedul-lary nailing dan
fiksasi eksterna.
Untuk luka yang lebih parah perlu
pertimbangan yang baik dari ahli
ortopedi dan bedah plastik

Stabilisasi Fraktur
Kebanyakan dapat dilakukan fiksasi
eksterna. Atau juga locked nailing
dan pemasangan plates and screws.

Perawatan Selanjutnya
Tungkai ditinggikan, perhatikan
sirkulasinya.
Pada luka yang dibiarkan terbu-ka,
lihat dalam 2-3 hari, dan lakukan
delayed primary suture atau
pencangkokan kulit.
Bila terjadi toksemia atau septikemia
(stlh pemberian kemoterapi) lakukan
drainase
Sekuele pada Fraktur
Terbuka
Kehilangan kulit dan kontraktur
Pada tulang infeksi squester
dan sinus evakuasi
Delayed union terjadi setelah
infeksi kendalikan infeksi

KOMPLIKASI FRAKTUR
Komplikasi Umum
24 jam pertama setelah cedera :
Syok
Koagulopati difus
Fungsi pernafasan
Crush syndrome
Trombosis vena dan emboli paru-
paru
Tetanus
Gas Gangren
Emboli lemak

Komplikasi Lokal
Infeksi
Nekrosis avaskuler
Penyatuan terlambat
Non-union
Malunion