Anda di halaman 1dari 29

Administrasi

Laboratorium

disusun oleh :


Nama : Krisna
NIM : 4113240016
Jurusan : FISIKA
Laboratorium ialah suatu tempat dilakukannya percobaan dan
penelitian. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar
atau ruangan terbuka. Fungsi Laboratorium sebagai tempat
berlangsungnya kegiatan pembelajaran secara praktek yang memerlukan
peralatan khusus yang tidak mudah dihadirkan di ruang kelas.
Dalam pengelolaan laboratorium meliputi beberapa aspek yaitu
sebagai berikut :
1. Perencanaan
2. Penataan
3. Pengadministrasian
4. Pengamanan, perawatan, dan pengawasan
Administrasi Laboratorium
Administrasi merupakan suatu proses pencatatan atau
inventarisasi fasilitas & aktifitas laboratorium, supaya semua
fasilitas dan aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan
sistematis. Komponen laboratorium yang perlu dilakukan
administrasi meliputi:
1. Bangunan/Ruangan laboratorium
2. Fasilitas umum laboratorium
3. Peralatan dan bahan
4. Ketenagaan laboratorium
5. Kegiatan laboratorium
Administrasi ini selanjutnya akan dilakukan menggunakan format administrasi
tiap komponen meliputi:
Format A: Data ruangan laboratorium
Format B1: Kartu barang
Format B2: Daftar barang
Format B3: Daftar penerimaan / pengeluaran barang
Format B4: Daftar usulan/ permintaan barang
Format C1: Kartu alat
Format C2: Daftar alat
Format C3: Daftar penerimaan / pengeluaran alat
Format C4: Daftar usulan / permintaan alat
Format C5 : Daftar usulan / permintaan alat dari acara praktikum
Format C6: Daftar usulan / permintaan alat dari tiap lab
Format D1: Kartu bahan
Format D2: Daftar bahan
Format D3: Daftar penerimaan / pengeluaran bahan kimia
Format D4: Daftar usulan / permintaan bahan
Format D5: Daftar usulan / permintaan bahan dari acara praktikum
Format D6 : Daftar usulan / permintaan bahan dari tiap lab
Format E: Data ketenagaan
Format F: Agenda kegiatan lab
Jenis pengadministrasian meliputi :
1. Pengadministrasian Bangunan atau ruangan laboratorium Misalnya:
Ruangan praktikum, ruangan persiapan, ruangan penyiapan,
Greenhouse, dll. Ruangan-ruangan tsb harus tercatat namanya,
ukuran, dan kapitasnya dalam Format A
2. Pengadministrasian fasilitas umum laboratorium
Fasilitas umum laboratorium adalah barang-barang yang
merupakan perlengkapan laboratorium. Untuk mengadministrasikan-
nya digunakan 4 macam format yaitu Format B1, B2, B3 dan B4.
Barang-barang fasilitas umum meliputi:



3.Pengadministrasian alat laboratorium
Alat laboratorium dimaksudkan adalah alat-alat yang digunakan
untuk pelaksanaan praktikum
Kartu alat dengan Format C1 berfungsi untuk mencatat data
untuk masing-masing alat
Informasi yang harus dicantumkan dalam kartu alat yaitu nomor
kartu, golongan alat, nomor induk, spesifikasi (nama alat, merk,
ukuran, pabrik, kode alat), lokasi penyimpanan, tanggal masuk
dan dikeluarkan, dan jumlah alat yang tersedia. Khusus untuk
alat-alat canggih dan alat keperangkatan harus dibuatkan secara
tersendiri karena spesifikasinya lebih banyak.

4. Pengadministrasian Bahan kimia di laboratorium

Dalam mengadministrasikan bahan kimia adalah
menggunakan format D. Spesfikasi bahan kimia yang
diinformasikan yaitu nama-nama zat dalam bahasa Inggris, rumus
kimia, massa molekul (Mr), kemurnian, konsentrasi, massa/berat
jenis (BJ),Ujud, Warna, pabrik dan Kode Zat.

Penataan Alat Laboratorium
Penataan dan penyimpanan alat dan bahan didasarkan pada :
1. Keadaan laboratorium, yang ditentukan oleh:
a. Fasilitas seperti : ada tidaknya ruang persiapan, ruang
penyimpanan.
b. Keadaan alat seperti : jenis alat, jenis bahan pembuat alat,
seberapa sering alat tersebut digunakan, termasuk alat
mahal atau tidak.
c. Keadaan bahan seperti: wujud (padat, cair, gas), sifat bahan
(asam/basa) seberapa bahaya bahan tersebut dan seberapa
sering digunakan.


2. Kepentingan pemakai ditentukan oleh:

a. Kemudahan di cari atau digapai.
Untuk memudahkan mencari letak alat dan bahan, perlu diberi
tanda yaitu dengan menggunakan label pada setiap tempat
penyimpanan alat (lemari, rak atau laci). Penyimpanan alat
diperlukan ruang penyimpanan dan perlengkapan seperti lemari, rak
dan laci yang ukurannya disesuaikan dengan luas ruangan yang ada.

b. Keamanan dalam penyimpanan dan pengambilan.
Alat disimpan supaya aman dari pencuri dan kerusakan, atas
dasar alat yang mudah dibawa dan mahal harganya seperti stop
watch perlu disimpan pada lemari terkunci. Aman juga berarti tidak
menimbulkan akibat rusaknya alat dan bahan sehingga fungsinya
berkurang.


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyimpanan alat:
1. bahan dasar pembuat alat (kaca, logam atau kayu)
2. bobot alat
3. kepekaan alat terhadapa lingkungan
4. pengaruh alat yang lain
5. kelengkapan perangkat alat dalam suatu set.

Sedangkan untuk penyimpanan bahan, ada juga hal-hal yang
harus diperhatikan seperti:
1. Wujud zat : padat disimpan terpisah dari cair.
2. Konsentrasi zat : konsentrasi yang pekat disimpan
terpisah dan khusus.

3. Bahaya dari zat : zat yang berbahaya tidak disimpan diatas.
4. Label : semua wadah yang berisi bahan atau zat kimia harus
diberi label.
5. Kepekaan zat terhadap cahaya : zat yang peka terhadap
cahaya disimpan dalam botol cokelat.
6. Kemudahan menguap: zat yang mudah menguap disimpan
ditempat dingin dan sejuk, serta hindarkan dari cahaya
langsung.
7. Larutan indikator disimpan dalam botol tetes (botol kecil
yang dilengkapi dengan pipet tetes pada sumbatnya).

Perbaikan Kerusakan Ringan Peralatan
Laboratorium
Perbaikan suatu alat laboratorium sebaiknya dilakukan
oleh orang atau lembaga yang kompeten untuk suatu alat
tertentu.
Perbaikan ringan peralatan laboratorium itu terbatas
misalnya, mengganti kabel daya, mengganti colokan listrik
(steker), mengganti sekering yang sesuai dengan nilai
amperenya, mengganti dawai pada alat sonometer atau
gelombang transversal.
Untuk mengganti komponen-komponen perangkat
keras sebaiknya dikirim pada instansi yang
berwenang saja seperti mengganti transistor pada
CRO dan lain sebagainya.

Kerusakan pada multimeter analog, misalnya jarum
tidak bergeser, kemungkinan kerusakan terjadi karena
sekering 500 mA putus atau diode proteksinya
terbakar.
Peraturan di Laboratorium
Beberapa peraturan dasar untuk menjamin kelancaran jalannya kegiatan
di laboratorium antara lain :

a. Dilarang makan/minum di dalam laboratorium
b. Dilarang merokok, karena mengandung potensi bahaya seperti :
(1) Kontaminasi melalui tangan
(2) Ada api/uap/gas yang bocor/mudah terbakar
(3) Uap / gas beracun akan tersiap melalui pernafasan
c. Dilarang meludah, akan menyebabkan terjadinya kontaminasi
d. Dilarang berlari, terutama bila ada bahaya kebakaran, gempa dan
sebagainya. Jadi harus tetap berjalan saja.
e. Dilarang bermain dengan peralatan laboratorium yang belum
diketahui cara penggunaannya. Sebaiknya tanyakan pada orang
yang tahu atau pada teknisi.


f. Diharuskan selalu menulis label yang lengkap, terutama
pada bahan-bahan kimia.

g. Dilarang mengisap / menyedot dengan mulut segala
bentuk pipet. Semua alat harus menggunakan bola
karet pengisap (pipet-pump).

h. Diharuskan memakai baju laboratorium, dan juga sarung
tangan terutama saat menuang bahan-bahan kimia
yang berbahaya seperti asam sulfat.

i. Untuk peralatan laboratorium yang spesifik yang sudah
ada manual dari pabriknya, dilarang membuat sendiri
peraturan penggunaan alat tersebut apalagi bila
bertentangan dengan manual yang telah ada.
Manajemen Laboratorium
Manajemen laboratorium, dalam hal ini manajemen mutu,
harus didesain untuk selalu memperbaiki efektifitas dan
efisiensi kerjanya, disamping harus mempertimbangkan
kebutuhan semua pihak yang berkepentingan. Beberapa hal
yang perlu diperhatikan manajemennya adalah sumber daya
manusia, sarana dan prasarana dan penggunaan laboratorium.
1. Manajemen Sumber Daya Manusia
2. Manajemen Sarana Prasarana
3. Manajemen Penggunaan Laboratorium

1. Manajemen Sumber Daya Manusia

Seorang laboran yang bertugas untuk menjaga dan memelihara
laboratorium dan mengawasi jalannya praktikum atau penelitian harus
memenuhi kriteria sebagai berikut :

Mengetahui prosedur yang benar tentang pengoperasian alat dan
mampu mengoperasikan semua peralatan yang ada di laboratorium.
Mengetahui cara-cara penyimpanan bahan-bahan kimia sesuai
dengan MSDS (Material Safety Data Sheet).
Mengetahui sumber-sumber bahaya yang ada di laboratorium dan
mampu melakukan pencegahan terhadap terjadinya kecelakaan di
laboratorium.
Bertanggung jawab terhadap stok peralatan dan bahan yang ada di
laboratorium.
Mampu membuat larutan standar dan bisa melakukan pengenceran
bahan.

2. Manajemen Sarana Prasarana
Penataan laboratorium yang meliputi penataan peralatan
dan bahan harus teridentifikasi secara baik. Berikut beberapa
kriteria penataan laboratorium.
Almari (tempat peralatan) harus dilengkapi dengan daftar alat
yang tersimpan di dalamnya.
Setiap wadah bahan kimia harus dilengkapi dengan label
karakteristik bahan.
Penempatan bahan harus terklasifikasi sesuai tingkat bahayanya
dan rak penyimpanan bahandilengkapi dengan label tanda
bahaya.

3. Manajemen Penggunaan Laboratorium
Setiap penggunaan laboratorium baik untuk praktikum
maupun penelitian harus menyerahkan terlebih dahulu jadwal
penggunaannya sehingga tidak terjadi tumpang tindih jadwal
penggunaan laboratorium. Selain itu pengguna laboratorium harus
memakai peralatan laboratorium seperti jas, masker dan sarung
tangan (jika diperlukan) dan mengikuti prosedur peminjaman alat
dan permintaan bahan yang berlaku di laboratorium.Manajemen
laboratorium sangat penting untuk dilaksanakan guna terciptanya
laboratorium yang nyaman sehingga produktifitas laboratorium
dapat dipacu.
Secara garis besar pengelolaan laboratorium dapat dibagi atas :
1. Memelihara kelancaran pengunaan laboratorium
a. Membuat jadwal yang jelas penggunaan laoboratorium
b. Harus ada tata tertib laboratorium yang harus dilaksanakan
secara tegas
2. Menyediakan Alat-alat/Bahan-bahan yang diperlukan di
Laboratorium
3. Pendokumentasian /Pengarsipan (berupa:Berkas kegiatan siswa,
Data hasil praktikum /percobaan siswa, Berkas nilai praktikum,
Berkas tata tertib laboratorium, Buku/kepustakaan.
4. Peningkatan Laboratorium
29