Anda di halaman 1dari 14

MIOKARDITIS

Pengertian Miokarditis

Miokarditis adalah peradangan
pada otot jantung atau miokardium.
Dari pengertian di atas dapat
disimpulkan bahwa miokarditis
adalah peradangan otot jantung
oleh berbagai penyebab terutama
agen-agen infeksi.
Etiologi Miokarditis
Etiologi miokarditis eringkali tidak
diketahui dan disebut sebagai idiopatik.
Meskipun diketahui adanya penyebab
inefektif dan non-infektif. Hampir tiap
infeksi (bakteri, virus, jamur, protozoa,
dan lain-lain) dapat menyebabkan
menyebabkan miokarditis akut,
meskipun infeksi virus Coxsackie, sering
didapatkan di Eropa dan Amerika
Serikat, sedangkan tripanosomiasis
(penyakit Chagas) sering ditemukan di
Amerika Serikat.
Patofisiologi
Kerusakan miokard oleh kuman-
kuman infeksius dapat melalui tiga
mekanisme dasar :
1. Invasi langsung ke miokard.
2. Proses immunologis terhadap
miokard.
3. Mengeluarkan toksin yang
merusak miokardium.

Gejala Klinis

1. Letih
2. Napas pendek
3. Detak jantung tidak teratur
4. Demam

Komplikasi

1. Kardiomiopati kongestif/dilated.
2. Payah jantung kongestif.
3. Efusi perikardial.
4. AV block total.
5. Trombi Kardiac

Pemeriksaan Diagnostik

1. Laboratorium : leukosit, LED,
limfosit, LDH.
2. Elektrokardiografi.
3. Rontgen thorax.
4. Ekokardiografi.
5. Biopsi endomiokardial.
Penatalaksanaan
Perawatan untuk tindakan observasi.
Tirah baring/pembatasan aktivitas.
Antibiotik atau kemoterapeutik.
Pengobatan sistemik supportif ditujukan pada
penyakti infeksi sistemik.
Antibiotik.
Obat kortikosteroid.
Jika berkembang menjadi gagal jantung kongestif :
diuretik untuk mnegurangi retensi ciaran ; digitalis
untuk merangsang detak jantung ; obat antibeku
untuk mencegah pembentukan bekuan.
Terapi komplikasi
Asuhan Keperawatan
Pengkajiaan
DO :
Kelelahan
kelemahan.
DS :
takikardia
penurunan tekanan darah
dispnea dengan aktivitas
Asuhan Keperawatan
Diagnosa keperawatan
1. Nyeri berhubungan dengan inflamasi miokardium, efek-
efek sistemik dari infeksi, iskemia jaringan.
2. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung
berhubungan dengan degenerasi otot jantung,
penurunan/kontriksi fungsi ventrikel.
3. Infeksi berhubungan dengan penyebaran agen infeksius
4. Gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan
penrunan cardiac output.
5. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan inflamasi dan
degenerasi sel-sel otot miokard, penurunan curah jantung.
6. Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai
kondisi, rencana pengobatan berhubungan dengan kurang
pengetahuan/daya ingat, mis-intepretasi informasi,
keterbatasan kognitif, menyangkal diagnosa.
Asuhan Keperawatan
Intervensi
Observasi TTV
Selidiki keluhan nyeri dada, perhatikan awitan dan
faktor pemberat atau penurun. Perhatikan petunjuk
nonverbal dari ketidaknyamanan, misalnya ; berbaring
dengan diam/gelisah, tegangan otot, menangis.
Berikan lingkungan yang tenang dan tindakan
kenyamanan misalnya ; perubahan posisi, gosokkan
punggung, penggunaan kompres hangat/dingin,
dukungan emosional.
Berikan aktivitas hiburan yang tepat
Pertahankan tirah baring selama periode demam dan
sesuai indikasi
kolaborasi pemberian oksigen suplemen sesuai
indikasi
Asuhan Keperawatan

Implementasi
Implementasi mengikuti intervensi yang
telah disebutkan pada tahap intervensi.

Asuhan Keperawatan
Evaluasi
Evaluasi yang diharapkan pada pasien
dengan myocarditis (Doenges, 1999)
adalah:
1. Nyeri hilang atau terkontrol
2. Mengidentifikasi perilaku untuk menurunkan
beban kerja jantung.
3. Tidak ada infeksi sistemik
4. Perfusi jaringan perifer kembali normal
5. Pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas.
6. Menyatakan pemahaman tentang proses penyakit
dan regimen pengobatan.

Anda mungkin juga menyukai