Anda di halaman 1dari 29

DIREKTORAT PERLUASAN DAN PENGELOLAAN LAHAN

DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN


ALTERNATIF KEBIJAKAN YANG DIPERLUKAN
UNTUK PENGAMANAN LAHAN PANGAN
BERKELANJUTAN
LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015
Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan adalah bidang lahan
pertanian yang ditetapkan untuk dilindungi dan dikembangkan
secara konsisten guna menghasilkan pangan pokok bagi
kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional
(Pasal 1 ayat 3 UU No. 41 tahun 2009)
Perlunya pengamanan lahan pertanian pangan berkelanjutan
sejalan dengan Pasal 3 UU No. 41 tahun 2009 yang mengatur
Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
KEBIJAKAN
PERLINDUNGAN LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN
Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan diselenggarakan dengan
tujuan:
a. melindungi kawasan dan lahan pertanian pangan secara berkelanjutan;
b. menjamin tersedianya lahan pertanian pangan secara berkelanjutan;
c. mewujudkan kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan;
d. melindungi kepemilikan lahan pertanian pangan milik petani;
e. meningkatkan kemakmuran serta kesejahteraan petani dan masyarakat;
f. meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan petani;
g. meningkatkan penyediaan lapangan kerja bagi kehidupan yang layak;
h. mempertahankan keseimbangan ekologis; dan
i. mewujudkan revitalisasi pertanian.
Penetapan LP2B:
a. Lahan beririgasi
b. Lahan reklamasi
c. Lahan tidak beririgasi
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015 KEBIJAKAN
KEBIJAKAN - KEBIJAKAN
Alternatif kebijakan yang telah dilakukan Ditjen PSP untuk pengamanan lahan
pertanian pangan berkelanjutan dengan mewujudkan intensif berupa:
A. Pengamanan fungsi lahan pertanian eksisting :
a) Optimasi lahan
b) System of Rice Intensification (SRI)
c) Pengembangan dan perbaikan jaringan irigasi pada tingkat usaha tani
d) Pengadaan alat dan mesin pertanian
e) Pembiayaan kegiataan pertanian
f) Penyediaan pupuk bersubsidi
B. Pengamanan eksistensi lahan pertanian pangan berkelanjutan
a) Sosialisasi perundangan dan peraturan terkait lahan pertanian pangan
berkelanjutan
b) Pencetakan sawah baru/ekstensifikasi
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015 KEBIJAKAN
KEBIJAKAN - KEBIJAKAN
Dalam rangka menguatkan dan mengoptimalkan upaya pengamanan lahan
pertanian pangan berkelanjutan, diperlukan beberapa kebijakan terkait :
1) Pencetakan sawah baru seluas 1 juta hektar pada periode 2015-2019
2) Kemudahan dalam pelepasan kawasan hutan konversi untuk keperluan
ekstensifikasi lahan pertanian pangan.
3) Peraturan yang mewajibkan Bupati/walikota menetapkan lahan cetak sawah
baru sebagai lahan pertanian pangan berkelanjutan
4) Pendataan secara spasial lahan-lahan pada Daerah Irigasi dan daerah
reklamasi rawa yang dikelola oleh PU yang masih bisa dibuka untuk
perluasan sawah baru
5) Optimalisasi lahan cadangan pangan berkelanjutan oleh pemerintah daerah,
mulai dari identifikasi dn pendataan secara spasial, penelitian kesesuaian
lahan dan perencanaan penempatan transmigran pada lahan tersebut.
6) Prioritas pemanfaatan lahan-lahan terlantar yang didata BPN untuk program
pencetakan sawah. (diperlukan penelitian kesesuaian lahan)
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015 KEBIJAKAN
PERLUASAN SAWAH 1 JUTA HEKTAR
200.000
Ha
200.000
Ha
200.000
Ha
200.000
Ha
200.000
Ha
Renstra 1 juta hektar (2015-2019)
532.154 Ha 266.836 Ha 34.000 Ha 167.010 Ha
DI EKSISTING DI RAWA KTM
MASYARAKAT
P O T E N S I L A H A N Y A N G B I S A D I C E T A K U N T U K P E R L U A S A N S A W A H
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015 KEBIJAKAN
Rencana perluasan 1 juta hektar
POTENSI LAHAN YANG BISA DICETAK UNTUK KEGIATAN PERLUASAN SAWAH
Lokasi Calon Cetak Sawah 2015-2019 2015 2016 2017 2018 2019
DI Eksisting 532.154 106.440 106.434 106.431 106.429 106.420
DI Rawa 266.836 53.368 53.366 53.367 53.367 53.368
KTM (Transmigrasi) 34.000 6.800 6.800 6.800 6.800 6.799
Masyarakat 167.010 33.404 33.404 33.402 33.400 33.400
* Dalam Ha
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015 KEBIJAKAN
RENCANA RAB KEGIATAN PERLUASAN SAWAH TA. 2015
Jenis kegiatan (Rp/Ha) DI Eksisting DI Rawa KTM Masyarakat
SID 500.000 600.000 400.000 750.000
Land Clearing 6.378.000 6.756.000 4.878.000 9.004.000
Land Leveling 1.752.615 2.671.712 1.752.615 1.752.615
Sarana Pertanian 4.865.000 4.865.000 4.865.000 4.865.000
Total 12.995.615 14.292.712 11.495.615 15.621.615
Pembulatan 13.000.000 14.300.000 11.500.000 15.600.000
Total dengan SID 13.495.615 14.892.712 11.895.615 16.371.615
Pembulatan 13.500.000 14.900.000 12.100.000 16.400.000
* Dalam Rp
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015 KEBIJAKAN
Data Dukung Yang Dibawa
Skor ( 1 jika dibawa, 0 jika
tidak)
1 Kelompok Tani : Ketersediaan SID a. Sudah tersedia a. Peta desain dan laporan SID jika SID sudah tersedia
b. Diadakan pada TA. 2014
b. POK dan kontrak pelaksanaan kegiatan SID jika diadakan
TA. 2014 0
Desa :
c. Baru direncanakan TA. 2015
Pengukuran luas per hamparan/kelompoka. Dilakukan
File hasil pengukuran/tracking dengan GPS atau polygon hasil
pengukuran 1
Kecamatan :
b. Tidak dilakukan
Titik koordinat lahan yang diusulkan a. Dilakukan pengambilan titik koordinat File koordinat dalamformat excell atau file dari GPS
1
b. Tidak dilakukan pengambilan titik koordinat
File foto-foto lahan yang diusulkan a. Tersedia foto lahan yang diusulkan
Foto dalamformat JPEG/JPG/GIF atau format gambar digital
lain
1
b. Tidak tersedia
Status kepemilikan lahan a. Milik Petani
Surat keterangan dari kecamatan/BPNtentang status lahan
yang diusulkan
b. Milik negara
Status Kawasan
a. Telah dipastikan berada diluar kawasan hutan, HGUdan sawah
eksisting
1. Surat keterangan dari Dinas Kehutanan Kabupaten/Propinsi
tentang keterangan lokasi yang diusulkan tidak berada dalam
kawasan hutan
1
b. Belumdipastikan berada diluar kawasan hutan, HGUdan sawah
eksisting
2. Surat keterangan dari BPNbahwa lokasi yang diusulkan
tidak masuk kawasan HGUdan sawah eksisting
Peruntukan lokasi yang diusulkan dalamRTRW a. Kawasan Budidaya Pertanian
Surat keterangan dari Bappeda tentang peruntukan lokasi
dalamRTRW 1
b. Kawasan lain : ................................................(sebutkan)
Tipologi Lahan a. Lahan Rawa Pasang Surut
b. Lahan Rawa Lebak
c. Lahan kering
Tipe Vegetasi a. Vegetasi Ringan
b. Vegetasi Sedang
c. Vegetasi Berat
a. Bupati bersedia memasukkan lokasi cetak sawah yang diusulkan
kedalamLP2B
1
b. Bupati tidak bersedia memasukkan lokasi cetak sawah yang
diusulkan kedalamLP2B
Keberadaan sumber air a. Sungai Foto dan titik koordinat sumber air
b. Mata air
c. Embung
d. Bendungan/waduk
e. Air hujan saja
Rencana Pembangunan infrastruktur pengairan a. Sudah masuk dalamrencana TA. 2015
1
b. Belumada rencana untuk TA. 2015
c. Siap untuk direncanakan pada TA. 2015
a. Tersedia data calon petani
1
b. Tidak tersedia data calon petani
a. Tersedia pernyataan petani
1
b. Tidak tersedia pernyataan petani
Kesiapan petani untuk mengerjakan
sawah baru dan tidak akan melakukan
alih fungsi sawah baru yang dicetak
Surat pernyataan kesiapan petani untuk mengerjakan sawah
baru dan tidak akan melakukan alih fungsi sawah baru yang
dicetak
No.
Luas Lahan Yang
Diusulkan (Ha)
Identitas Data Teknis Pilihan (dipilih jawaban sesuai kondisi sebenarnya)
Data Dukung Yang Dibawa
Kesediaan untuk memasukkan lahan
cetak sawah kedalamkawasan lahan
pertanian pangan berkelanjutan (LP2B)
Surat resmi dari Bupati tentang kesiapan memasukkan lahan
yang diusulkan untuk cetak sawah kedalamkawasan LP2B
Pernyataan dari Kepala Daerah atau Bappeda tentang
rencana atau kesiapan dari pemerintah daerah untuk
membangun infrastruktur pengairan TA. 2015 mendukung
perluasan sawah
Data petani pada lahan yang diusulkan
yang di tanda tangani kepala desa/wali
nagari.
Data petani yang disertakan memuat nama petani, alamat,
keterangan pemilik atau penggarap, tempat tinggal petani saat
ini. Data di tanda tangani oleh kepala desa atau wali nagari.
CATATAN UNTUK KEGIATAN 2015
Sudah ada SID, data teknis, dan titik koordinat 40.000 Ha
Belum ada SID dan usulan 160.000 Ha
200.000 Ha
1 40 Desa ....... 1 Ketersediaan SID tersedia (surat terlampir)
Kec. ...... 2 pengukuran luas per hamparan/kelompok dilakukan
Kab. ....... 3 titik koordinat yang diusulkan 1. S(219'33'') E(111:.40'20'')
Prov. ........ 2. S(2:19'40.8'') E(111:39'24.4'')
3. S(2:19'42.8'') E(111:39'32.7'')
Kelompok Tani: 4 status kepemilikan lahan milik petani
1. .............. 5 status kawasan telah dipastikan diluar kawasan hutan
HGUdan sawah eksisting
6 peruntukan lokasi yang diusulkan dlm RTRW kawasan budidaya pertanian
7 tipologi lahan lahan kering
8 tipe vegetasi berat
9 kesediaan untuk memasukkan dalam LP2B bersedia (surat terlampir)
10 keberadaan sumber air sungai
11 rencana pembangunan infrastruktur pertanian sdh masuk rencana TA 2015
12 data petani yang ditandatangani kepala desa ada (surat terlampir)
13 surat kesiapan petani mengolah sawah dan surat tidak ada (surat terlampir)
melakukan alih fungsi
14 data struktur SDM ada (terlampir)
15 ketersediaan GPS ada ....buah (surat terlampir)
FOTOLOKASI KRITERIA NO
POTENSI
HAMPARAN
(Ha)
DESA/KECAMATAN
(KAB/KOTA)
KETERANGAN
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015 KEBIJAKAN
LANGKAH-LANGKAH TINDAK LANJUT
No. Kegiatan Bentuk Format Output Waktu
1 Pertemuan dengan
Bupati/Walikota
Rapat/Pertemuan Pertemuan dengan sebagian
besar Bupati/Walikota se
Indonesia. Pusat
mempresentasikan program
cetak sawah
Dukungan politik
dan instruksi
Bupati/Walikota
kepada Dinas
terkait untuk
mendukung dan
menyiapkan
perencanaan CS
Oktober
2014
2 Koordinasi dengan
DItjen SDA dan
Transmigrasi
Rapat/Pertemuan Pertemuan dengan DItjen
SDA dan Transmigrasi ini
ditujukan untuk
mensinkronkan program
perluasan sawah 1 juta ha
dengan dukungan
infrastruktur serta
menghimpun data lahan yang
berada di bawah kewenangan
instansi tersebut yang dapat
dikembangkan untuk CS
Data Potensi
untuk CS
Oktober
2014
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015 KEBIJAKAN
LANGKAH-LANGKAH TINDAK LANJUT
No. Kegiatan Bentuk Format Output Waktu
3 Koordinasi dengan
Distan Propinsi dan
Kab/Kota, UPT SDA
PU, BBWS,
Bappeda
Rapat/
Pertemuan/
Survey
Lapangan
Pertemuan dengan Dinas Pertanian
Propinsi dan Kabupaten
menindaklanjuti pertemuan
Bupati/walikota. Pertemuan ini juga
dimaksudkan untuk mengumpukan
data-data potensi lahan yang dapat
dikembangkan untuk CS. Data-data
diambil dari peta RTRW, data dari PU
Kab, BBWS dll.
Data Potensi
untuk CS
Oktober
2014
4 Koordinasi dan
survey daerah
Irigasi (DI)
Survey
Lapangan
koordinasi dengan Balai Besar
Wilayah Sungai (BBWS) dan DInas
SDA di Propinsi dan Kab/Kota.
Selanjutnya dilakukan survey
lapangan terhadap lokasi yang
dianggap berpotensi untuk
dikembangkan untuk CS di wilayah
daerah irigasi PU. Kegiatan ini
melibatkan tim dari Kabupaten/Kota
untuk pengambilan data-data yang
dibutuhkan
1.Ttk koordinat
lokasi yang
berpotensi
2. Data
ketersediaan
petani
3. Kondisi
pengairan
4. Peta lokasi
yang clear
dan clean
Desember
2014
Februari
2015
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015 KEBIJAKAN
LANGKAH-LANGKAH TINDAK LANJUT
No. Kegiatan Bentuk Format Output Waktu
5
Koordinasi dan
survey kawasan
transmigrasi
Survey
Lapangan
Koordinasi dilakukan dengan Ditjen
Pembinaan pengembangan Masyarakat
dan Kawasan Transmigrasi (PPMKT)
dan Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi di Propinsi dan
Kabupaten/kota. Selanjutnya dilakukan
survey lapangan/pengecekan terhadap
lokasi yang dianggap berpotensi untuk
cetak sawah di wilayah pemukiman
transmigrasi. Kegiatan ini melibatkan tim
dari Kabupaten/Kota untuk pengambilan
data-data yang dibutuhkan
1. Titik koordinat
lokasi
2. Rencana
penempatan
transmigran
3. Kondisi
pengairan
4. Peta Lokasi
yang clear
dan clean
Feb-Maret
2015
6 Koordinasi dan
survey potensi
lahan dari Dinas
Pertanian Prop
dan Kab/Kota
Survey
Lapangan
Koordinasi dilakukan dengan Dinas
Pertanian Propinsi dan Kabupaten/kota
serta instansi terkait di Propinsi dan
Kabupaten/Kota.Selanjutnya dilakukan
survey lapangan terhadap lokasi yang
dianggap berpotensi untuk CS di wilayah
tersebut
1. Titik koordinat
lokasi yang
berpotensi
2. Data
ketersediaan
petani
3. Kondisi
pengairan
4. Peta okasi
yang clear dan
clean
Maret-April
2015
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015 KEBIJAKAN
LANGKAH-LANGKAH TINDAK LANJUT
No. Kegiatan Bentuk Format Output Waktu
7 SID Pada lahan yang
clean dan clear
Survey dan
Pemetaan
Dilakukan pembuatan SID
pada lahan yang telah
dinyatakan clear dan clean
Laporan SI dan
peta Desain
Maret-Juli
2015
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015 KEBIJAKAN
Terima Kasih Terima Kasih
LAMPIRAN DATA PENDUKUNG
RENSTRA
2015 2016 2017 2018 2019
(Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha)
200.000 200.000 200.000 200.000 200.000
1 ACEH 14.700 12.200 11.400 6.200 5.100
2 SUMUT 4.900 1.450 3.000 2.500 2.900
3 SUMBAR 2.400 3.700 3.000 1.500 1.600
4 RIAU 6.300 8.200 6.400 4.600 4.640
5 Kep. RIAU 500 1.620 1.100 2.400 1.700
6 BABEL 5.750 13.300 6.500 2.900 2.800
7 JAMBI 5.900 7.200 9.000 5.250 7.250
8 BENGKULU 1.950 7.200 4.000 3.900 2.900
9 SUMSEL 4.150 14.100 11.500 5.800 5.200
10 LAMPUNG 3.100 6.000 4.500 1.250 1.300
11 JABAR 800 900 1.200 750 750
12 JATIM 500 700 1.000 500 500
13 KALBAR 27.500 14.450 21.500 10.200 10.610
NO PROPINSI
TOTAL
2015 2016 2017 2018 2019
(Ha) (Ha) (Ha) (Ha) (Ha)
14 KALTENG 6.350 11.350 13.600 14.700 15.100
15 KALSEL 4.550 5.000 5.000 5.000 5.000
16 KALTIM 2.600 3.400 5.900 6.500 7.600
17 KALTARA 2.000 1.200 2.500 3.500 3.800
18 SULUT 2.500 600 1.750 2.350 2.250
19 SULTENG 15.000 6.450 12.000 17.000 18.700
20 SULSEL 24.400 20.400 15.800 25.400 24.200
21 SULTRA 6.200 6.550 12.850 14.500 14.600
22 SULBAR 3.500 2.600 4.400 9.500 8.500
23 GORONTALO 5.000 1.450 2.900 4.250 5.400
24 NTB 13.500 17.150 14.750 7.250 7.000
25 NTT 7.500 13.400 11.550 14.200 15.300
26 MALUKU 8.500 4.200 3.500 8.500 8.000
27 MALUT 4.100 2.100 1.400 2.500 2.700
28 PAPUA 7.550 8.330 5.300 9.100 7.400
29 PAPUA BARAT 8.300 4.800 2.700 8.000 7.200
PROPINSI NO
1 JUTA HA POTENSI LAHAN RENCANA RAB
TINDAK LANJUT KEGIATAN 2015 KEBIJAKAN
Baru Rounding Up
TOTAL 71.639 34.801 53.368 6.800 33.404
1 Aceh 1.764 2.735
2 Sumatera Utara 3.500 4.162 2.735
3 Sumatera Barat 2.598 2.678
4 Riau 1.355 659
5 Kep. Riau 551
6 Bangka Belitung 1.200 235
7 Jambi
8 Bengkulu 400 828
9 Sumatera Selatan 900 12.347
10 Lampung 3.500 942 3.115
11 Jawa Barat 1.000 11.383
12 Jawa Tengah 2.162 500
13 Jawa Timur
14 Kalimantan Barat 2.792 1.300 2.800 3.900
15 Kalimantan Tengah 2.237 1.191 650 3.200
16 Kalimantan Selatan 2.126 1.800
17 Kalimantan Timur 2.172 3.800
18 Kalimantan Utara
19 Sulawesi Utara 180 724 1.400
20 Sulawesi Tengah 4.686 3.820 2.800
21 Sulawesi Selatan 10.220 1.220 6.802
22 Sulawesi tenggara 160 4.090 4.200
23 Sulawesi Barat 5.095 2.610 2.600
24 Gorontalo 5.206 126 2.900
25 Nusa Tenggara Barat 5.138 180
26 Nusa Tenggara Timur 1.400 3.767
27 Maluku 4.183
28 Maluku Utara 7.590 2.866
29 Papua 2.008 1.660 13.900
30 Papua Barat 6.229 2.233 800
NO PROVINSI
DI EKSISTING (Ha)
2015
DI RAWA
(Ha)
KTM (Ha)
MASYARAKAT
(Ha)
Baru Rounding Up
TOTAL 71.634 34.800 53.366 6.800 33.404
1 Aceh 1.764 2.734
2 Sumatera Utara 3.500 4.161 2.734
3 Sumatera Barat 2.598 2.678
4 Riau 1.355 659
5 Kep. Riau 551
6 Bangka Belitung 1.200 235
7 Jambi
8 Bengkulu 400 828
9 Sumatera Selatan 900 12.347
10 Lampung 3.500 942 3.115
11 Jawa Barat 1.000 11.383
12 Jawa Tengah 2.162 500
13 Jawa Timur
14 Kalimantan Barat 2.792 1.300 2.800 3.900
15 Kalimantan Tengah 2.237 1.191 650 3.200
16 Kalimantan Selatan 2.126 1.800
17 Kalimantan Timur 2.172 3.800
18 Kalimantan Utara
19 Sulawesi Utara 180 724 1.400
20 Sulawesi Tengah 4.686 3.820 2.800
21 Sulawesi Selatan 10.220 1.220 6.802
22 Sulawesi tenggara 160 4.090 4.200
23 Sulawesi Barat 5.093 2.610 2.600
24 Gorontalo 5.205 126 2.900
25 Nusa Tenggara Barat 5.137 180
26 Nusa Tenggara Timur 1.400 3.767
27 Maluku 4.182
28 Maluku Utara 7.590 2.866
29 Papua 2.008 1.660 13.900
30 Papua Barat 6.229 2.233 800
NO
2016
DI EKSISTING (Ha) DI RAWA
(Ha)
KTM (Ha)
MASYARAKAT
(Ha)
PROVINSI
Baru Rounding Up
TOTAL 71.632 34.799 53.367 6.800 33.402
1 Aceh 1.763 2.734
2 Sumatera Utara 3.500 4.161 2.735
3 Sumatera Barat 2.598 2.678
4 Riau 1.355 659
5 Kep. Riau 551
6 Bangka Belitung 1.200 235
7 Jambi
8 Bengkulu 400 828
9 Sumatera Selatan 900 12.347
10 Lampung 3.500 942 3.115
11 Jawa Barat 1.000 11.383
12 Jawa Tengah 2.162 500
13 Jawa Timur
14 Kalimantan Barat 2.792 1.300 2.800 3.900
15 Kalimantan Tengah 2.237 1.191 650 3.200
16 Kalimantan Selatan 2.126 1.800
17 Kalimantan Timur 2.172 3.800
18 Kalimantan Utara
19 Sulawesi Utara 180 724 1.400
20 Sulawesi Tengah 4.685 3.820 2.800
21 Sulawesi Selatan 10.220 1.220 6.802
22 Sulawesi tenggara 160 4.090 4.200
23 Sulawesi Barat 5.093 2.610 2.600
24 Gorontalo 5.206 126 2.900
25 Nusa Tenggara Barat 5.136 180
26 Nusa Tenggara Timur 1.400 3.767
27 Maluku 4.182
28 Maluku Utara 7.590 2.866
29 Papua 2.008 1.660 13.900
30 Papua Barat 6.228 2.233 800
2017
DI EKSISTING (Ha) DI RAWA
(Ha)
KTM (Ha)
MASYARAKAT
(Ha)
NO PROVINSI
Baru Rounding Up
TOTAL 71.631 34.798 53.367 6.800 33.400
1 Aceh 1.763 2.735
2 Sumatera Utara 3.500 4.161 2.734
3 Sumatera Barat 2.598 2.678
4 Riau 1.355 659
5 Kep. Riau 551
6 Bangka Belitung 1.200 235
7 Jambi
8 Bengkulu 400 828
9 Sumatera Selatan 900 12.347
10 Lampung 3.500 942 3.115
11 Jawa Barat 1.000 11.383
12 Jawa Tengah 2.162 500
13 Jawa Timur
14 Kalimantan Barat 2.792 1.300 2.800 3.900
15 Kalimantan Tengah 2.237 1.191 650 3.200
16 Kalimantan Selatan 2.126 1.800
17 Kalimantan Timur 2.172 3.800
18 Kalimantan Utara
19 Sulawesi Utara 180 723 1.400
20 Sulawesi Tengah 4.685 3.820 2.800
21 Sulawesi Selatan 10.220 1.220 6.802
22 Sulawesi tenggara 160 4.090 4.200
23 Sulawesi Barat 5.093 2.610 2.600
24 Gorontalo 5.205 126 2.900
25 Nusa Tenggara Barat 5.136 180
26 Nusa Tenggara Timur 1.400 3.767
27 Maluku 4.182
28 Maluku Utara 7.590 2.866
29 Papua 2.008 1.660 13.900
30 Papua Barat 6.228 2.233 800
2018
DI EKSISTING (Ha) DI RAWA
(Ha)
KTM (Ha)
MASYARAKAT
(Ha)
NO PROVINSI
Baru Rounding Up
TOTAL 71.628 34.795 53.368 6.799 33.400
1 Aceh 1.763 2.735
2 Sumatera Utara 3.500 4.161 2.735
3 Sumatera Barat 2.598 2.676
4 Riau 1.355 658
5 Kep. Riau 551
6 Bangka Belitung 1.200 235
7 Jambi
8 Bengkulu 400 828
9 Sumatera Selatan 900 12.347
10 Lampung 3.500 942 3.114
11 Jawa Barat 1.000 11.383
12 Jawa Tengah 2.162 500
13 Jawa Timur
14 Kalimantan Barat 2.792 1.300 2.800 3.900
15 Kalimantan Tengah 2.237 1.191 650 3.200
16 Kalimantan Selatan 2.126 1.800
17 Kalimantan Timur 2.172 3.800
18 Kalimantan Utara
19 Sulawesi Utara 180 723 1.400
20 Sulawesi Tengah 4.685 3.820 2.800
21 Sulawesi Selatan 10.220 1.220 6.802
22 Sulawesi tenggara 160 4.090 4.200
23 Sulawesi Barat 5.092 2.610 2.600
24 Gorontalo 5.204 126 2.900
25 Nusa Tenggara Barat 5.136 180
26 Nusa Tenggara Timur 1.400 3.767
27 Maluku 4.182
28 Maluku Utara 7.590 2.866
29 Papua 2.007 1.660 13.900
30 Papua Barat 6.228 2.233 800
2019
DI EKSISTING (Ha) DI RAWA
(Ha)
KTM (Ha)
MASYARAKAT
(Ha)
NO PROVINSI
HARGA SATUAN TOTAL HARGA
JML SAT (Rp.) (Rp.)
II Land Clearing 6.378.000,00
1 Babat/Imas 20,0 HOK 50.000,00 1.000.000,00 Manual LPP, 2004
2 Menumbang 20 HOK 50.000,00 1.000.000,00 Manual LPP, 2004
3 Merencek 20 HOK 50.000,00 1.000.000,00 Manual LPP, 2004
4 Merumpuk 1 Jam 563.000,00 563.000,00 Alat Berat LPP, 2004
5 Pembersihan jalur/lahan 5 Jam 563.000,00 2.815.000,00 Alat Berat LPP, 2004
III Land Levelling 1.752.614,89
1 Pembuatan Pematang (16 m3) 0,17 jam 563.000,00 95.710,00 Alat Berat FTSL IPB
2 Pembuatan Jalan tani (40 m3) 0,44 jam 563.000,00 247.720,00 Alat Berat FTSL IPB
3 Pembuatan kanal drainase (230 m3) 2,50 jam 563.000,00 1.409.184,89 Alat Berat FTSL IPB
IV Sarana Pertanian 4.865.000,00
1 Benih Padi 25 kg 9.000,00 225.000,00
2 Pestisida 1 paket 200.000,00 200.000,00
3 Pupuk organik 1500 kg 900,00 1.350.000,00
4 NPK 300 kg 2.400,00 720.000,00
4 Urea 200 kg 1.850,00 370.000,00
5 Alat Pengolah tanah 0,1 unit 20.000.000,00 2.000.000,00
12.995.614,89 Jumlah
RAB KONSTRUKSI PERLUASAN SAWAH PER HEKTAR
DI LOKASI DI EXISTING DENGAN TOPOGRAFI LAHAN DATAR
No.
VOL KERJA
METODE
PENGERJAAN
REFERENSI
HARGA SATUAN TOTAL HARGA
JML SAT (Rp.) (Rp.)
II Land Clearing 6.756.000,00
1 Menumbang pohon 6 Jam 563.000,00 3.378.000,00
2 Pembersihan jalur/lahan 6 Jam 563.000,00 3.378.000,00
III Land Levelling 2.671.712,39
1 Pembuatan Pematang (16 m3) 0,17 jam 563.000,00 95.710,00 Alat Berat FTSL IPB
2 Pembuatan Jalan tani (40 m3) 0,44 jam 563.000,00 247.720,00 Alat Berat FTSL IPB
3 Pembuatan kanal drainase (230 m3) 2,50 jam 563.000,00 1.409.184,89 Alat Berat FTSL IPB
4 Pembuatan Tanggul (150 m3) 1,63 jam 563.000,00 919.097,50 Alat Berat
IV Sarana Pertanian 4.865.000,00
1 Benih Padi 25 kg 9.000,00 225.000,00
2 Pestisida 1 paket 200.000,00 200.000,00
3 Pupuk organik 1500 kg 900,00 1.350.000,00
4 NPK 300 kg 2.400,00 720.000,00
4 Urea 200 kg 1.850,00 370.000,00
5 Alat Pengolah tanah 0,1 unit 20.000.000,00 2.000.000,00
14.292.712,39
RAB KONSTRUKSI PERLUASAN SAWAH PER HEKTAR
DI LOKASI RAWA (VEGETASI SEDANG) DENGAN TOPOGRAFI LAHAN DATAR
No.
VOL KERJA
METODE
PENGERJAAN
REFERENSI
Jumlah
HARGA SATUAN TOTAL HARGA
JML SAT (Rp.) (Rp.)
II Land Clearing 4.878.000,00
1 Merencek 30 HOK 50.000,00 1.500.000,00 Manual LPP, 2004
2 Merumpuk 1 Jam 563.000,00 563.000,00 Alat Berat LPP, 2004
3 Pembersihan jalur/lahan 5 Jam 563.000,00 2.815.000,00 Alat Berat LPP, 2004
III Land Levelling 1.752.614,89
1 Pembuatan Pematang (16 m3) 0,17 jam 563.000,00 95.710,00 Alat Berat FTSL IPB
2 Pembuatan Jalan tani (40 m3) 0,44 jam 563.000,00 247.720,00 Alat Berat FTSL IPB
3 Pembuatan kanal drainase (230 m3) 2,50 jam 563.000,00 1.409.184,89 Alat Berat FTSL IPB
IV Sarana Pertanian 4.865.000,00
1 Benih Padi 25 kg 9.000,00 225.000,00
2 Pestisida 1 paket 200.000,00 200.000,00
3 Pupuk organik 1500 kg 900,00 1.350.000,00
4 NPK 300 kg 2.400,00 720.000,00
4 Urea 200 kg 1.850,00 370.000,00
5 Alat Pengolah tanah 0,1 unit 20.000.000,00 2.000.000,00
11.495.614,89 Jumlah
No.
VOL KERJA
RAB KONSTRUKSI PERLUASAN SAWAH PER HEKTAR
DI LOKASI KTM (VEGETASI RINGAN) DENGAN TOPOGRAFI LAHAN DATAR
METODE
PENGERJAAN
REFERENSI
HARGA SATUAN TOTAL HARGA
JML SAT (Rp.) (Rp.)
II Land Clearing 9.004.000,00
1 Babat/Imas 20,0 HOK 50.000,00 1.000.000,00 Manual LPP, 2004
2 Menumbang 35 HOK 50.000,00 1.750.000,00 Manual LPP, 2004
3 Merencek 35 HOK 50.000,00 1.750.000,00 Manual LPP, 2004
4 Merumpuk 2 Jam 563.000,00 1.126.000,00 Alat Berat LPP, 2004
5 Pembersihan jalur/lahan 6 Jam 563.000,00 3.378.000,00 Alat Berat LPP, 2004
III Land Levelling 1.752.614,89
1 Pembuatan Pematang (16 m3) 0,17 jam 563.000,00 95.710,00 Alat Berat FTSL IPB
2 Pembuatan Jalan tani (40 m3) 0,44 jam 563.000,00 247.720,00 Alat Berat FTSL IPB
3 Pembuatan kanal drainase (230 m3) 2,50 jam 563.000,00 1.409.184,89 Alat Berat BALITRA
IV Sarana Pertanian 4.865.000,00
1 Benih Padi 25 kg 9.000,00 225.000,00
2 Pestisida 1 paket 200.000,00 200.000,00
3 Pupuk organik 1500 kg 900,00 1.350.000,00
4 NPK 300 kg 2.400,00 720.000,00
5 Urea 200 kg 1.850,00 370.000,00
6 Alat Pengolah tanah 0,1 unit 20.000.000,00 2.000.000,00
15.621.614,89 Jumlah
RAB KONSTRUKSI PERLUASAN SAWAH PER HEKTAR
LAHAN MASYARAKAT (VEGETASI BERAT) DENGAN TOPOGRAFI DATAR
No.
VOL KERJA METODE
PENGERJAAN
REFERENSI
D
I
B
e
APL HPK Total
Pembangunan
Baru
Rounding UP Total
325.563 1.802 327.365 362.660 169.495 532.155 (204.791)
1 15.620 15.620 - 8.817 8.817 6.803
1 ACEH BARAT 3.438 3.438
5.789 5.789
(2.351)
2 18.194 9 18.203 17.500 20.806 38.306 (20.103)
3 12.831 78 12.908 12.988 13.388 26.376 (13.468)
1 AGAM 254 254
-
254
4 25 1.173 1.199 6.775 3.294 10.069 (8.870)
1 BENGKALIS
-
-
5 - 2.755 2.755 (2.755)
6 37.349 37.349 - - - 37.349
7 7.384 157 7.541 - - - 7.541
1 BANYUASIN
-
-
8 481 481 4.500 - 4.500 (4.019)
1 BANGKA
-
-
9 2.607 2.607 2.000 4.140 6.140 (3.533)
10 6.905 6.905 17.500 - 17.500 (10.595)
11 63.217 63.217 15808 0 15.808 47.409
1 BANDUNG
-
- 1 BANJARNEGARA 278 278
-
278
12 11.400 11.400 25.683 900 26.583 (15.183)
13 7.033 7.033 7.000 18.835 25.835 (18.802)
1 ALOR
-
-
14 976 64 1.040 13.960 6.500 20.460 (19.420)
15 2.309 0 2.309 0 10.631 10.631 (8.322)
16 0 19 19 11.185 5.954
17.139
(17.120)
17 1.793 0 1.793 0 10.860
10.860
(9.067)
18 68.403 29 68.432 51.100 6.100
57.200
11.232
19 44.136 44.136 23.427 19.100 42.527 1.609
20 5.020 5.020 800 0 800 4.220
21 6.345 18 6.364 900 3.618 4.518 1.846
1 BOLAANGMONGONDOW 3.866 3.866 900
900
2.966
22 1.701 1.701 25.466 0 25.466 (23.765)
23 9.859 0 9.859 26.026 0 26.026 (16.167)
1 BOALEMO 2.333 2.333 8.380
8.380
(6.047)
24 1.295 208 1.504 20.911 - 20.911 (19.407)
25 677 47 725 37.950 14.331 52.281 (51.556)
1 HALMAHERA BARAT 6.500 1.034
7.534
(7.534)
26 31.142 8.300 39.442 (39.442)
1 ASMAT
-
-
27 10.039 11.166 21.205 (21.205)
MALUKU UTARA
PAPUA
PAPUA BARAT
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI UTARA
SULAWESI BARAT
GORONTALO
MALUKU
NUSA TENGGARA TIMUR
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN TIMUR
SULAWESI SELATAN
JAWA BARAT
NUSA TENGGARA BARAT
JAMBI
SUMATERA SELATAN
BANGKA-BELITUNG
BENGKULU
LAMPUNG
INDONESIA
NANGGROE ACEH DARUSSALAM
SUMATERA UTARA
SUMATERA BARAT
RIAU
KEPULAUAN-RIAU
Data PSP (Hasil Overlay land use, Daerah Irigasi, Sawah
Kementan, Sumber Daya Tanah, Kawasan Hutan, Rupa
Bumi)
Data PU (Berdasarkan Pembangunan Baru,
Rounding UP dan Perluasan Areal Irigasi)
Daerah Irigasi
No Propinsi / Kabupaten
Potensi Sawah
Selisih Hasil Over Lay
dengan Data PU
TABEL REKAP LUAS POTENSI SAWAH INDONESIA BERDASARKAN PERBANDINGAN
TUTUPAN LAHAN (PSP) DENGAN PEMBANGUNAN BARU DI, ROUNDING UP (PU)
TABEL REKAP LUAS POTENSI SAWAH INDONESIA PADA LAHAN RAWA
APL HPK APL HPK
NANGGROE ACEH DARUSSALAM 21.206 37.808 59.014 13.673 45.341
SUMATERA UTARA 13.638 466 29.258 0 43.363 3.800 39.563
SUMATERA BARAT 6.104 354 19.686 659 26.803 0 26.803
RIAU 505 4.673 5.422 10.645 21.245 0 21.245
JAMBI 29.635 24.310 53.945 0 53.945
BENGKULU 787 9.483 10.270 0 10.270
KEPULAUAN-RIAU 0 0 0
SUMATERA SELATAN 99.595 4.193 119.220 3.632 226.640 0 226.640
BANGKA-BELITUNG 2.320 2.320 6.000 -3.680
LAMPUNG 2.478 9.060 11.538 0 11.538
SUMATERA 176.269 9.687 254.247 14.937 455.140 23.473 431.667
SULAWESI UTARA 0 0 0
GORONTALO 0 630 -630
SULAWESI TENGAH 229 3.992 4.221 0 4.221
SULAWESI BARAT 17.429 791 18.220 13.050 5.170
SULAWESI SELATAN 1.465 51.439 52.904 0 52.904
SULAWESI TENGGARA 8.340 7.364 15.704 20.450 -4.746
SULAWESI 10.034 80.224 791 91.049 34.130 56.919
Provinsi/Kabupaten
Daerah Pengembangan Rawa Berdasarkan Rencana
Pengembangan Rawa
2015 - 2019 (Data PU)
Selisih Lebak Pasang Surut
Total
TABEL REKAP LUAS POTENSI SAWAH INDONESIA PADA LAHAN MASYARAKAT
2.910.681 167.010
1 871.630 19.500 1 BENGKAYANG 22.639 2.000
2 435.549 9.000
3 265.282 16.000 1 BARITO SELATAN 51.234 1.000
4 367.368 19.000 1 BERAU 43.272 3.000
5 379.033 34.010 1 BANTAENG 2.704 2.000
6 271.070 14.000
7 109.454 21.000
8 40.712 7.000 1 BOLAANGMONGONDOW 11.529 3.000
9 111.803 13.000
10 58.778 14.500
SULAWESI TENGAH
SULAWESI TENGGARA
SULAWESI UTARA
SULAWESI BARAT
GORONTALO
INDONESIA
KALIMANTAN BARAT
KALIMANTAN SELATAN
KALIMANTAN TENGAH
KALIMANTAN TIMUR
SULAWESI SELATAN
No Propinsi / Kabupaten
Potensi Sawah
Lahan Masyarakat
Rencana Alokasi Perluasan
Sawah 2015 - 2019 Pada
Lahan Masyarakat