Anda di halaman 1dari 40

Pertumbuhan dan

Perkembangan Kraniofasial
Didin Erma Indahyani
FKG Universitas Jember
Konsep induksi, kompetensi dan diferensiasi
pada pertumbuhan dan perkembangan
Proses yang memulai diferensiasi disebut induksi.
Inducer adalah bahan yang mendorong sel untuk diinduksi.
Masing-masing sel harus kompeten (mempunyai
kemampuan) terhadap respon pada proses induksi.
Kompetensi sel tergantung dari sel reseptor permukaan yang
dimilikinya.
Reseptor yang aktif memulai dengan respon sitoplasmik
yang ditransfer ke nukleus sehingga aktivitas baru akan
dimulai. Sel bisa melakukan proliferasi atau diferensiasi.
Kraniofasial manusia itu kompleks, terdiri dari
kranium,
wajah,
kavitas mulut
leher.
Pembentukan kraniofasial tergantung dari rangkaian
peristiwa yang mengintegrasikan mekanisme dan pola
morfologis yaitu
pembentukan primary mesenchyme (mesoderm) selama
gastrulation,
pembentukan neural tube dan pembentukan neural
crest selama neurulation
migrasi dan proliferasi sel neural crest
diferensiasi sel-sel neural crest menjadi derivat
ectomesenchymal yang spesifik, misalnya kondroblas,
myoblas, osteoblas, dll.
interaksi epitel dan mesensim dan perkembangan
organ-organ yang spesifik (organogenesis),
pergerakan morfogenesis pada perkembangan
kraniofasial,
komunikasi sel ke sel pada hubungan membran yang
spesifik, dll.
I. Awal perkembangan kraniofasial (bulan I dan II)
Tahap gastrulasi
fertilisasi
zigot (dalam ampula/saluran rahim)
kelompok sel padat (morula)
Blastokista
(dua populasi sel berbeda)
outer cell mass
(trophoblast)
membentuk plasenta
inner cell mast
(embryoblast)
membentuk embrio.
(selama 3 hari bergerak ke uterus dan
terjadi cleavage division )
hari ke 8 sel embrioblas
bilaminar germ disc
1. selapis outer columnar epithelium (embryonic
ectoderm) (ektoderm) (hypoblast)
2. selapis inner cuboidal epithelium (embryonic
endoderm) (endoderm) (epiblast)
minggu ke 3 membentuk trilaminar
penebalan ektoderm di garis tengah pada ujung caudal yang
menghadap amnion (primitive streak)
bermigrasi di sepanjang embrional disc ke arah garis primitive
dan berinvaginasi.
menyebar ke muka dan kesamping di antara lapisan ektoderm
dan endoderm yang membentuk lapisan baru
intraembryonic mesoderm (mesoderm)



1. Primitive groove
2. Primitive pit
3. Primitive node
4. Oropharyngeal membrane
5. Cardial plate
6. Sectional edge of amniotic membrane
7. Mesoderm
8. Endoderm
9. Future cloacal
Membrane 1 + 2 + 3 primitive streak
1. Primitive groove
2. Epiblast (ektoderm)
3. Extraembryonic mesoblast
4. Definitive endoblast
5. Invading epiblastic cells forming
the intraembryonic mesoblast
(mesoderm)
6. Hypoblast (endoderm)
hari ke 40, thickening endoderm
(prochordal plate) pada bagian
ujung kepala dari embrio disc
tanda awal
perkembangan
rongga mulut
Dari ujung sefalik primitive streak (primitive
note/Hensens note), mesoderm meluas ke
depan di garis tengah di antara ektoderm dan
endoderm ke arah prochordal plate untuk
membentuk notochord

Notochord (notochord procesus), merupakan
calon sumbu skeletal (skeleton axial).





1. Primitive streak
2. Prechordal plate
3. Primitive node




1. Chordal process
3. Embryonic endoblast
4. Amniotic cavity
5. Body stalk
6. Extraembryonic mesoblast
7. Allantois

Akhir minggu ke 3, lapisan mesoderm dan notochord
memisahkan lapisan ektoderm dan endoderm
Agregasi sel mesodermal di kedua sisi notochord
disebut dengan paraxial mesoderm,
Menjadi somit yang berpasangan.
Pembentukan somit menunjukan tanda pertama terjadinya
segmentasi embrio.
1. Paraxial mesoderm
2. Intermediate mesoderm
3. Lateral plate mesoderm
4. Chordal process
5. Amnion
6. Intraembryonic coelom
7. Endoblast
8. Ectoblast
9. Somatopleural (mesoderm and
ectoderm)
10. Splanchnopleural (mesoderm
and endoderm)
11. Neural groove
12. Neural plate
Akhir gastrulasi, semua embryonic germ layers dan struktur
yang berhubungan, telah berkembang menjadi sel yang jelas
(mandiri) atau masa jaringan atau keduanya disebut
primordia. Dari primordia tersebut akan berdiferensiasi
menjadi struktur yang sebenarnya dan organ neonatal.
1. Paraxial mesoderm
2. Intermediate mesoderm
3. Lateral plate mesoderm
4. Neural groove
5. Ectoblast
6. Endoblast



Tahap neurulasi
Notochord menginduksi ektodermal yang
terletak di atasnya
Proliferasi menjadi lempeng syaraf (neural plate)
Menyebabkan neural plate melipat yang disebut
lipatan saraf (neural fold) yang nantinya menjadi
alur saraf (neural groove)
Neural fold terus menerus berproliferasi, akhirnya tepi-
tepinya menjadi tinggi dan menyatu di sepanjang garis
tengah sehingga terbentuk tabung syaraf (neural tube)



1. Lateral plate mesoderm
2. Intermediate mesoderm
3. Paraxial mesoderm
4. Neural groove
5. Coelomic vacuoles
6. Intraembryonic coelom
7. Extraembryonic coelom



8. Extraembryonic mesoblast
9. Notochord
10. Splanchnopleure with endoderm
11. Somatopleure with ectoderm
12. Dorsal aorta (paired)
2.Prechordal plate
3.Primitive node
4.Neural plate
5.Cloacal membrane
6.Chordal process
1. Primitive streak
2. Primitive node
3. Neural tube
4. Cloacal membrane
5. Prechordal plate
6. Chordal process
Selama proses pembentukan neural tube, terbentuk krista
syaraf (neural crest). Sel tersebut berasal dari permukaan
ektoderm selama neurulation.
1. Neural tube
2. Neural fold
3. Neural groove
4. Somites
5. Neural crest
6. Protrusion of the pericardium
7. Cranial neuropore
8. Caudal neuropore
A. Neural plate stage
B. Neural groove stage
1. Epiblast
2. Neural groove
3. Neural crest
Sel-sel neural crest kemudian terpisah dari lipatan saraf
pada saat penutupan tabung saraf.
Neural crest
bermigrasi jauh dari neuroektoderm
ke lokasi yang dituju
sel-sel ganglia spinalis dan
otot otonom, sel-sel shcwann,
sel pigmen, medula adrenalis,
selaput otak dan mesensim
(jaringan ikat embrio) di
daerah muka dan leher
tulang rawan, lengkung
brankial, tulang, jaringan
ikat sejati, jaringan gigi
(pulpa, dentin, sementum,
ligament periodontal)
berdiferensiasi
Mesensim yang berasal dari
neural crest (ektomesensim)
Selama minggu ke 3 dan 4,
1. Ektoderm dan neural tube membentuk dua lengkungan besar pada
daerah cephalocaudal embryonic disc yaitu (1) pada regio membran
bukofaringeal terletak di dalam stomadeum (rongga mulut primitif) dan
(2) di regio membran kloaka.
2. Pembentukan lengkungan sefalik juga dapat menstransfer sel neural
crest ke bagian anterior muka.
3. Terjadi penggembungan, yaitu embrionik disc membentuk lipatan ke
arah lateral sehingga merubah embrio menjadi suatu struktur yang
agak silindris.
4. Bagian atap dari kantung yolk sac melipat menjadi tubular dan
terletak di sepanjang garis tengah di dalam embrio.
5. Endoderm membentuk lapisan epitel usus dan vertikulanya, dan
traktus respiratorius. Pelipatan lempeng embrio juga menerangkan
bagaimana ektoderm dapat membungkus permukaan luar embrio.


II. Perkembangan Wajah
Wajah mulai berkembang selama minggu ke tiga,
panjangnya (3 mm).
Pada tahap ini prochordal plate (calon membran
bukofaringeal) mulai terlihat di bilaminar embryonic disc.
Prochordal terletak di stomatodeum, yang sebelah kranial
dibatasi prominensia frontal di bagian depan, dan di kaudal
oleh pericardial swelling (pembengkaan perikardial).
Membran bukofaringeal yang membentuk dasar
stomatodeum, pecah pada akhir minggu ke 3
Terbentuk hubungan komunikasi antara stomatodeum
dengan ujung kranial usus yang disebut dengan faring.


1. Future prosencephalon
2. Notochord
3. Neural tube
4. Pericardial cavity
5. Cardiac tube
6. Pharyngeal membrane (dahulu prechordal plate)
7. Extraembryonic mesoderm
8. Throat
9. Septum transversum
Selama pembengkokan embrio, beberapa hari kemudian
terjadi akumulasi mesensim di regio foregut pada kedua
sisi yang kemudian menjadi pharyngeal arches.
Pharyngeal arches dipisahkan satu dengan yang lain oleh
pharyngeal folds yang disebelah dalam membatasi foregut
endoderm (pharyngeal pouches)


1. First pharyngeal arch
(mandibular arch)
2. Second pharyngeal arch
(hyoid arch)
3. Third pharyngeal arch
4. Fourth pharyngeal arch
5. Pharyngeal pouches
6. Pharyngeal folds
Akhir minggu ke 3, pouch (kantung) (Rathkes pouch)
berkembang di atap stomatodeum dengan cepat ke
anterior di membran buccopharyngeal, dan ke
bagian yang lebih dalam ke arah otak.
Sel-sel ektodermal dalam pouch ini berproliferasi dan
bermigrasi ke arah ventral dari forebrain dan
berdiferensiasi untuk membentuk lobe anterior glandula
pituitari.
Selama minggu ke lima, stomatodeum dikelilingi oleh
sejumlah penonjolan mesensim atau prosesus.
Di sebelah kranial terdapat
prosesus frontonasalis
Di sebelah kaudal terdapat
prosesus mandibularis dari
lengkung branchialis I
Di sebelah lateral terdapat sedikit
peninggian yang berbentuk segitiga yang
disebut dengan prosesus maksilaris.
Permukaan frontonasalis
ektoderm mengalami penebalan bilateral membentuk
permukaan kepala bagian anterior di atas mulut,
disebut nasal plachodes (olfactory plachodes),
berkembang menjadi epitel olfactorius.
Diferensiasi jaringan di bawahnya menyebabkan tepi-tepi di
sekitar plachode meninggi disebut prosesus nasalis medialis
dan lateralis.
Prosesus nasalis medialis meluas lebih ke arah kaudal di
bagian lateral, sehingga tampak menonjol.
Nasal plachode membentuk dasar cekungan diantara
prosesus-prosesus, disebut pit olfactorius (pit nasal),
yang nantinya akan menjadi rongga hidung.
Future
palate
Pit nasal
sebagai akibat kekurangan nutrisi pada sel sentral pada
epitel yang berproliferasi, sehingga degenerasi selular
yang menghasilkan pembentukan pit.
sebagai hasil dari proliferasi epitel perifer di placodes,
yang menimbulkan cekungan utama, menyebabkan
pembentukan septum epitel yang panjang secara sagital,
sehingga disebut sebagai nasal pit.
Terletak di antara pembentukan fold nasal medial dan lateral
Fold nasal medial dan bagian inferior dari pembengkakan
forebrain, membentuk prosesus frontonasal. Pinggiran fold
nasal lateral memisahkan nasal pit dari mata yang sedang
berkembang.
Di region kepala, ektomesensim bermigrasi dalam dua
stream (aliran).
Stream kranial membentuk mesensim pada prosesus
frontonasal,
Stream yang lebih kaudal memasuki lateral nasal dan
prosesus maksilaris.
Mesensim diperlukan untuk fusi dan penggabungan
prosesus embrionik
Nasal pit yang lebih dalam membentuk nasal sacs
Sac terpisah dari atap stomatodeum oleh membran tipis,
yaitu bucconasal membran, pecah membentuk posterior
nares
Posterior primitive nasal cavity akhirnya berhubungan
dengan stomatodeum.
Ada invasi mesensim antara nares anterior dan posterior
yaitu primary palate kemudian membentuk pemisah
pertama antara stomatodeum dan primitive nasal cavity.
Antara 5-7 minggu intra uterus
Mesensim superfisial terus menyeberangi garis tengah, di
antara prosesus globular (terletak di sentral dan prosesus
maksila di bawahnya), dan di antara prosesus maksila di
bawahnya dan lateral nasal fold
untuk menciptakan bibir atas
Lateral nasal fold menjadi alae dan bagian lateral dari
eksternal nose. Medial nasal fold dan prosesus frontonasal
membentuk bagian sentral eksternal nose
Philtrum bibir atas, dibentuk oleh bagian globular prosesus
frontonasal, dengan cara bergabung dengan dua prosesus
maksilaris lateral, dan membentuk bibir atas.
Bibir bawah, dagu dan jaringan lunak di sekitarnya dibentuk
oleh prosesus mandibularis.
Globular parts of frontonasal
process
Outer nasal opening
Maxillary process
Eye
Lateral nasal fold
Stomatodeum
Mandibular process
Mesoderm dari archus pharyngeal II (hyoid arch) masuk
dalam jaringan subkutan wajah, kepala dan bagian depan
leher untuk membentuk otot fasial, businator,
occipitofrontalis, dan platisma, sementara mesoderm III, IV
dan VI archus pharyngeal bermigrasi ke sekitar bagian
kranial foregut untuk membentuk otot palatum lunak, faring
dan laring.
Diferensiasi fasial menyebabkan mata bergerak lebih cepat,
yang awalnya dari posisi lateral ke posisi lebih ke medial,
sementara telinga bergerak ke kranial dari posisi awalnya
yang lebih servikal. Dua nasal eksternal yang terbuka
bergerak untuk menutup bersama, dan terbentuk external
nasal prominence dan forehead. Wajah mempunyai
penampakan yang berbeda setelah 50 hari kemudian embrio
mempunyai panjang 22mm.