Anda di halaman 1dari 48

Efektivitas Pemberian Ekstrak Rimpang Kunyit (Curcuma

domestica Val) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia


coli Secara In-vitro
Eko Heru Sutrisno
08310089
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Angka kejadian diare di
indonesia masih tinggi
Termasuk KLB (Kejadian
luar Biasa) dan tahun ke
tahun semakin
meningkat
Diare adalah adanya
frekuensi buang air besar
encer > 3 kali sehari
Penyebab tersering
bakteri E.coli
Rimpang kunyit : obat alamiah
Khasiat : antimikroba
Kandungan : curcumin, minyak
atsiri
Penelitian Deffi (2010) : mempunyai efek
antimikroba
terhadap bakteri
E.Coli dengan cara
pemberian ekstrak
rimpang kunyit
dengan metode
dilusi tabung
B. Rumusan Masalah
Harga obat-obatan buatan pabrik dirasakan
semakin mahal sehingga semakin tidak
terjangkau oleh masyaakat kecil. Maka solusi
untuk masalah ini adalah dengan
menggunakan obat-obat tradisional dalam
menunjang kesehatan.
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak
rimpang kunyit (Curcuma domestica val)
terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
2. Tujuan Khusus
Untuk mengetahui efektivitas dosis pemberian
ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica val)
dalam berbagai konsentrasi (25%, 50%, 75%, dan
100%) terhadap pertumbuhan Escherichia coli.
D. Manfaat Penelitian
Bagi ilmu pengetahuan
Bagi masyarakat
Bagi institusi
Bagi peneliti
Bagi peneliti selanjutnya
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.Kunyit (Curcuma domestica, Val.)
2.Klasifikasi
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledone
Ordo : Zingiberales
Family : Zingiberaceae
Genus : Curcuma
Spesies : Curcuma domestica, Val.



1. Morfologi
Daun
kunyit
Bunga
kunyit
Rimpang
kunyit Batang
kunyit
Akar
kunyit
Curcumin Minyak Atsiri
monodesmetoksikurkumin
diodesmetoksikurkumin

sesqueterpen alkohol,
zingiberen, tirmiron, cineol,
borneol, alfa-altlanton, d-alfa-
pelandren, d-sabinen, dan
gamma-altlanton.

3.Kandungan kimia kunyit
4.Manfaat kunyit
Terpene yang ditemukan dalam minyak atsiri
kunyit diantaranya : sesqueterpen alkohol,
zingiberen dan tirmiron sebagai antimikroba
seperti Escherichia coli, Bacillus typhosus,
salmonella typhimurium, staphylococcus
albus, staphylococcus aureus dan lactobacillus
sp.
Menyembuhkan jerawat
Perawatan kulit
Rematik
Hepatitis
Diabetes
Dimanfaatkan secara luas oleh industri
makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik
dan tekstil
B. Escherichia coli
Klasifikasi
Domain : Bacteria
Kingdom : Eubacteria
Filum : Proteobacteria
Kelas : Gamma proteobacteria
Ordo : Enterobacteriales
Family : Enterobactericeae
Genus : Escherichia
Species : Escherichia coli

Morfologi dan Identifikasi

Enterobacteriaceae adalah batang gram
negative yang pendek. Morfologi yang
khas terlihat pada pertumbuhan di
medium padat in-vitro, Escherichia coli
dan sebagian besar bakteri enterik lainnya
membentuk koloni yang sirkular,
konveks, dan halus dengan tepi yang
tegas.
C. Diare
1. Definisi dan Etiologi
Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja
berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat),
kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih
dari 200 gram atau 200ml/24 jam. dengan frekuensi
lebih dari tiga kali dalam sehari.
Diare disebabkan oleh banyak penyebab antara lain
infeksi (bakteri, parasit dan virus), keracunan
makanan, efek obat-obat dan lain lain.

4. Gejala Klinis
Pasien diare akut akibat infeksi sering
mengalami mual, muntah, nyeri perut sampai
kejang perut dan demam.
Dehidrasi dapat timbul jika diare berat dan
asupan oral terbatas karena mual dan muntah,
terutama pada anak kecil dan lanjut usia.
D. Uji antimikroba
Metode difusi Agar ( kertas cakram )
Metode dilusi Tabung ( pengenceran )

Penelitian yang digunakan oleh peneliti :
Metode difusi (kertas cakram)
E. Kerangka Teori
Minyak atsiri (sesquiterpen
alkohol, zingiberen, tirmiron)
Menghambat
Pertumbuhan kuman
Escherichia coli

Denaturasi protein sel
Merusak membrane sel

Curcumin
Ekstrak rimpang
kunyit




F. Kerangka Konsep
Ekstrak rimpang rimpang
kunyit (Curcuma
domestica, Val)
konsentrasi 0%, 25%, 50%,
75% dan 100%
Menghambat
pertumbuhan
bakteri Escherichia
Coli
G. Hipotesa
Ho : Efektivitas ekstrak rimpang kunyit tidak
menghambat pertumbuhan bakteri
Escherichia coli.
Ha : Efektivitas ekstrak rimpang kunyit dapat
membentuk zona jernih disekitar kertas
cakram sehingga menghambat
pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
JENIS PENELITIAN
EKSPERIMEN
LABORATORIK
JANUARI-MARET 2013 di
LABORATORIUM
MIKROBIOLOGI, UPTD BALAI
LABORATORIUM KESEHATAN
PROVINSI LAMPUNG

RANCANGAN
PENELITIAN
Rancangan acak lengkap
(RAL)
WAKTU DAN TEMPAT
PENELITIAN
Sampel
Dihitung menggunakan rumus Federer :
( T-1 )( n-1 ) 15

Keterangan :
T : jumlah perlakuan
N : jumlah pengulangan

Dengan demikian jumlah seluruh sampel sebanyak
25 sampel
Variabel
penelitian
Variabel independen (bebas)
ekstrak rimpang kunyit
Variabel dependen (terikat)
daya hambat pertumbuhan
Escherichia coli
Definisi Operasional
No Variable Definisi Operasinal Alat ukur Cara ukur Hasil ukur Skala ukur
1. Daya Hambat
pertumbuhan
Escherichia coli
Kemampuan rimpang
kunyit dalam
menghambat bakteri
organisme golongan
heterogen gram
negative yang diamati
menggunakan metode
difusi agar dengan
cara cakram kertas
saring setelah diberi
perlakuan
Metode
difusi agar
Cakram
kertas saring
0 = bakteri mati (-)
jernih
1=bakteri yang
resisten (terdapat
zona jernih tetapi
masih ada bakteri
yang hidup)
2 = bakteri hidup
(+) keruh
Nominal
2. ekstrak rimpang
kunyit
Rimpang atau umbi
kunyit yang sudah
kering di dilahuskan
dan tambahkan dengan
etanol 96% kemudian
melewati proses
maserasi dan dihitung
sesuai dengan
konsentrasi.
Tabung
reaksi
pengenceran
Konsentrasi 0%,
25%, 50%, 75%
dan 100%
Ratio
Alat dan Bahan
Alat
Cawan petri, ose bulat, inkubator, outoklaf,
lidi kapas steril, lampu bunsen, kasa steril,
pipet, gelas beker, timbangan elektrik,
blender, rak dan tabung reaksi, penggaris
dan kamera
Bahan
ekstrak rimpang kunyit, Bakteri Escherichia coli,
aquadest steril, media muller hinton agar dan
larutan NaCl 0,9%
Prosedur penelitian
1. Sterilisasi alat dengan autoklaf
2. Pembuatan ekstrak rimpang kunyit
3. Persiapan bahan media
Pembuatan suspense bakteri
Pembuatan media muller hinton agar
4. Uji pendahuluan konsentrasi 100%
5. Uji efektivitas ekstrak rimpang kunyit dan
penentuan konsentrasi minimum


Parameter yang di amati
Zona hambat (wilayah jernih) yang terbantuk
Diameter zona hambat
Rata-rata diameter zona hambat
Konsentrasi daya hambat minimum
Pengolahan data
1. Editing
2. Coding
3. Entry data
4. Cleaning data
5. Tabulating data
Analisa data
SPSS v.16 uji
sapiro wilk
Uji varian : test
homogeineti of
variance
Uji beda : uji
statistik parametric
one way ANOVA
Uji statistik post hock
multiple comparisons
test uji least significant
difference (LSD)
BAB IV
Hasil penelitian dan Pembahasan
HASIL
Analisa diskriptif zona hambat ekstrak rimpang
kunyit terhadap pertumbuhan E. Coli
Konsentrasi N Mean Minimum Maksimum
0% 5
0.0000 0.00 0.00
25% 5
15.1240 13.70 16.20
50% 5
19.2100 17.70 20.75
75% 5
23.4200 22.60 24.50
100% 5
28.6000 27.10 30.30
Total 25
18.4708 0.00 30.30
Dari hasil pengukuran didapatkan rerata konsentrasi 100% sebesar 28,60
mm, sedangkan zona hambat minimum terdapat pada konsentrasi 25%
dengan rerata zona sebesar 15,12 mm.
Table uji normalitas data zona hambat ekstrak
rimpang kunyit terhadap pertumbuhan E. Coli.
Konsentrasi
Shapiro-Wilk
Sig.
diamater 25 %
.839
50 %
.888
75 %
.867
100 %
.965
. Uji normalitas signifikan jika p > 0.05.
Dari hasil diatas didapatkan data distribusi normal
Tabel uji ANOVA zona zona hambat ekstrak
rimpang kunyit terhadap pertumbuhan E. Coli
Sum of Squares Mean Square Sig.
Between
Groups
2364.066 591.017
.000
Within
Groups 18.196 .910
Total
2382.262
Uji ANOVA bermakna jika p < 0.05.

Tabel uji POST HOC zona zona hambat ekstrak
rimpang kunyit terhadap pertumbuhan E. Coli.

Konsentrasi N 0 % 25 % 50 % 75 % 100 %
0 % 5 _ 0.000 0.000 0.000 0.000
25 % 5 0.000 _ 0.000 0.000 0.000
50 % 5 0.000 0.000 _ 0.000 0.000
75 % 5 0.000 0.000 0.000 _ 0.000
100 % 5 0.000 0.000 0.000 0.000 _
Uji POST HOC bermakna jika p < 0.05.
Klasifikasi respon daya hambat ekstraks Rimpang
kunyit terhadap Escherichia coli menurut Greenwood

Konsentrasi
Diameter Zona Jernih Rata-
rata
Respon Daya Hambat
25% 15,12 mm Sedang
50% 19,21 mm Sedang
75% 23,42 mm Kuat
100% 28,60 mm Kuat
B. Pembahasan
Daya hambat bakteri Escherichia coli dapat di
lihat dari zona jernih yang terbentuk di
sekeliling zona cakram.
Daya hambat ekstrak rimpang kunyit
konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% pada
uji ANOVA menunjukkan ada perbedaan zona
hambat pada tiap konsentrasi.
Pada penelitian Deffy Leksani Anggar Sari
(2010), pada konsentrasi 25% dapat
membunuh bakteri dengan rata-rata yang
tersisa sebesar 299 bakteri dari rata-rata 812
bakteri pada kontrol. Sedangkan pada hasil
penelitian ini konsentrasi 25% dapat
membentuk zona dengan rata-rata 15,12 mm.
Metode ekstraksi yang di gunakan dalam
penelitian ini adalah metode maserasi dengan
menggunakan pelarut etanol 96%, pelarut
etanol dipilih karena merupakan pelarut
semipolar sehingga dapat menarik alkaloid
seperti sesqueterpene alkohol pada minyak
atsiri
BAB V
Kesimpulan dan saran
kesimpulan
Ekstrak rimpang kunyit (Curcuma
domestica,Val) memiliki efek yang dapat
menghambat pertumbuhan Escherichia coli
secara in-vitro.
Dari hasil penelitian ini zona hambat terbesar
pada konsentrasi 100 % dengan rerata 28,60
mm. Sedangkan zona hambat minimum pada
konsentrasi 25 % dengan rerata 15,12 mm.

saran
Perlu dilakukan penelitian pada konsentrasi
yang berbeda dengan metode difusi dengan
kertas cakram dalam menghambat
pertumbuhan E. coli.
Diharapkan pada penelitian selanjutnya, agar
sampel biakan E. coli yang digunakan diambil
langsung dari penderita diare.
TERIMA KASIH