Anda di halaman 1dari 19

Perpindahan Kalor dan Massa

Perpindahan Massa
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian
Peristiwa perpindahan massa banyak sekali dijumpai di dalam
kehidupan sehari hari
Contoh :
Larutnya kristal gula dalam air
Larutnya kopi dalam air
Terserapnya zat warna atau peroksida oleh arang aktif
Larutnya oksigen dalam darah
Pada proses fermentasi : difusi nutrisi atau oksigen terlarut ke
mikroorganisme
Ekstraksi minyak oleh pelarut heksana
Dll.

Hampir seluruh Proses pengolahan melibatkan proses perpindahan
Massa

Perpindahan massa itulah yang diinginkan terjadi pada proses tersebut
Contoh Proses pengolahan yang melibatkan perpindahan massa
Pengeringan :
Adsorpsi :
Ekstraksi :
Pencampuran :
Distilasi :
Perpindahan air dari bahan ke udara
Perpindahan bahan (cairan bebas) ke bahan lain (padatan)
Perpindahan bahan (cairan atau padat) ke pelarut
Penggabungan 2 atau lebih massa
Perpindahan uap ke cair dan cair ke uap
Selain perpindahan massa juga terdapat :
Perpindahan Panas
Perpindahan momentum
Perpindahan massa :
Pergerakan molekul atau fluida melalui suatu batasan dari sistem
Perpindahan panas
Gaya dorong terjadinya perpindahan panas adalah perbedaan
sunu
Perpindahan momentum
Gaya dorong terjadinya perpindahan momentum adalah perbedaan
kecepatan
Sebab terjadinya perpindahan;
Laju perpindahan =
Gaya dorong
hambatan


Adanya gradien konsentrasi : menyebabkan terjadinya gerakan
ke arah yang menghapuskan gradien
Bila gradien konsentrasi dipertahankan secara tetap (konstan)
dengan cara menambahkan komponen yang berdifusi terus
menerus ke tempat yang konsentrasi tinggi, maka proses
perpindahan massa akan berlangsung terus menerus
Perpindahan massa
Gaya dorong terjadinya perpindahan massa adalah perbedaan
konsentrasi
Proses perpindahan akan terjadi dari konsentrasi lebih tinggi
ke konsentrasi yang lebih rendah
Berdasarkan pergerakan molekul yang menyebabkan perpindahan
Massa, dikenal 2 macam cara perpindahan massa :
Difusi
Konveksi
Perpindahan massa secara Difusi
Pergerakan molekul pada perpindahan massa secara difusi disebabkan
oleh terjadinya pergerakan molekul secara acak (difusi molekuler) baik
melalui padatan atau fluida yang mengalir secara laminar
Difusi molekul :
Pergerakan molekul didalam suatu fluida dengan suatu gerakan acak
Dan pergerakan ini merupakan pergerakan individual
A1 o
B o
A2 o
B o
B o
B o
B o
B o
B o
Aliran netto berlangsung ke kanan
Prinsip perpindahan massa
C
A1
> C
A2
Contoh nyata pergerakan acak :
Perhatikan bila suatu cairan berwarna diteteskan pada air
Bening akan terlihat penyebaran tinta ke segala arah (acak)
dan keseluruh bagian air (difusi molekul tinta melalui molekul air)
Perpindahan massa bau terhenti saat seluruh bagian telah
sama warnanya
Ciri khas perpindahan massa berlangsung secara difusi
Berlangsung sangat lama
Difusi didalam padatan akan berlangsung lebih lambat daripada
di dalam fluida, karena tidak ada gerak padatan di dalam
padatan
Masalah itu diatasi dengan mempercepat gerakan
secara mekanik
Misalnya : pengadukan
Proses perpindahan ini merupakan contoh perpindahan
massa konveksi (aliran turbulen)
Aliran laminar
Aliran dengan fluida yang bergerak dalam lapisan lapisan, atau
laminalamina dengan satu lapisan meluncur secara lancar . Dalam
aliran laminar ini viskositas berfungsi untuk meredam kecendrungan
terjadinya gerakan relatif antara lapisan.
Aliran turbulen
Aliran dimana pergerakan dari partikel partikel fluida sangat tidak
menentu karena mengalami percampuran serta putaran partikel
antar lapisan, yang mengakibatkan saling tukar momentum dari satu
bagian fluida kebagian fluida yang lain dalam skala yang besar
Aliran transisi
Aliran transisi merupakan aliran peralihan dari aliran laminar ke
aliran turbulen.
Persamaan untuk perpindahan massa secara difusi : Hukum Ficks
J
A
*
= -D
AB

dc
A
dz
N
A

A
= -c D
AB

dx
A
dz





J
A
*
= flux molar komponen A (kgmol A/detik.m
2
)
D
AB
= Difusivitas molekul dari molekul A ke B (m
2
/detik)
C
A
= konsentrasi zat A (kgmol/m
3
)
z = arah difusi (jarak) (m)
N
A
= Laju perpindahan massa (kgmol/detik)
A = luas permukaan (m
2
)
Dari Persamaan tersebut:
Perpindahan massa terjadi secara difusi molekul dan
spesifik
Untuk setiap jenis komposisi zat (D
AB
)
D
AB
dipengaruhi beberapa faktor ; suhu, tekanan

Banyak proses perpindahan massa berlangsung pada fase gas,
dengan asumsi hukum gas ideal berlaku, maka persamaan
pindah massa dapat dituliskan :
N
A

A
D
AB

RT
dp

dz


= -
N
A

A
D
AB

RT
P
2
P
1
z
2
z
1



= -
P
1
tekanan parsial pada bidang z
1
,
P2 tekanan parsial pada bidang z2,
C
A

P
A

RT
n

V
=
=
PV = n RT
Contoh :
Suatu produk pangan dikemas dalam plastik polietilen 0,114 mm karena
produk pangan tersebut sensitif terhadap oksidasi, maka kecepatan
difusi oksigen melalui plastik harus diperhitungkan sehubungan dengan
reaksi antara produk dengan oksigen, tekanan parsial oksigen dalam
pembungkus harus dipertahankan pada 2,53 kPa. Difusivitas oksigen
melalui pembungkus polietilen pada suhu 25 C adalah 1,7 x 10
-5
m
2
/det,
konstanta gas adalah 8314,34 m
3
Pa/ kgmol K, tek udara parsial di
sekitar pembungkus 21,28 kPa, hit flux molar oksigen
Dik : z
2
z
1
= 0,114 mm
P
2
= 2,53 kPa = 2530 Pa
D
ab
= 1,7 x 10-5 m2/det,
R = 8314,34 m3Pa/ kgmol K
P
1
= 21,28 kPa = 21280 Pa
Dit ;
N
A

A
atau
JA*
N
A

A
D
AB

RT
P
2
P
1
z
2
z
1



= -
N
A

A
(1,7 x 10
-5
m
2
/det)
(8314,34 Pa/kgmol K)(298K)
(21,28 kPa -2,53 kPa)(1000 Pa)
(1,1 4x 10
-4
m)
= -
N
A

A
= kg mol/m
2
det
Difusivitas
Kemampuan bahan untuk melakukan perpindahan massa melalui
suatu bahan lain disebut sebagai difusivitas (koefisien difusi)

Nilai difusivitas baik fase cair atau gas diperoleh dari :
- Melakukan percobaan (data) sehingga nilainya spesifik
tergantung pada jenis bahan yang mengalami perpindahan
- Menggunakan persamaan pendekatan yang berbeda-beda
tergantung pada jenis fluida dan penemu dari pendekatan
tersebut
Berdasarkan arah gerakan komponen molekul yang berdifusi,
Maka proses perpindahan massa secara difusi dibedakan
menjadi 2 peristiwa:
1. Difusi berlawanan arah equimolar
Proses ini terjadi bila ada dua komponen zat A dan zat B,
keduanya saling berdifusi dengan laju molar yang sama, tetapi
dengan arah yang berlawanan

Contoh : Proses distilasi
Proses pencampuran dimana zat A dan B saling bercampur
2. Difusi melalui suatu zat yang diam
Jadi hanya salah satu zat saja yang bergerak

Contoh : Proses absorbsi
penetesan tinta pada air
Perpindahan massa secara Konveksi
Terjadi bila kecepatan fluida ditingkatkan sampai terjadinya suatu
Aliran turbulen
Contoh perpindahan massa konveksi :
* Ekstraksi padat-cair :
Sutu fluida dialirkan melalui permukaan suatu padatan dan fluida tersebut
Melarutkan zat (komponen) yang terdapat pada zat padat tersebut
c
A1

c
Az

c
A

z
Permukaan air
Sublapisan laminar
Lapisan buffer
Daerah turbulent
Aliran udara
Difusi uap
Tebal
lapisan
Difusi uap air dari interfase udara-air
Udara mengalir di atas permukaan air
Tebal efektif tidak dapat diukur
Perpindahan massa secara turbulen, hukum ficks dapat ditulis :
J
A
*
= -D
AB
+
M

dc
A
dz

M
= difussivitas eddy (m
2
/detik)
J
A
*
=


DAB + M
z
2
z
1

(C
A1
C
A2
)
Pada perpindahan massa konveksi, biasanya jarak perpindahan massa
Tidak jelas, sehingga persamaan diatas disederhanakan menjadi :
J
A
*
= Kc (C
A1
C
A2
)
Kc = Koefisien perpindahan massa konveksi ( m/detik)
C
A1
= konsentrasi zat A pada permukaan
C
A2
= konsentrasi zat A di di dalam fluida
J
A
*
= Kc (P
A1
P
A2
)
Kc harus dihitung dari data percobaan
Contoh :
Hitunglah laju perpindahan massa air dari bahan ke udara pada
suatu proses pengeringan bila tekanan parsial uap air dipermukaan
bahan 2,5 kPa dan udara pengering memiliki tekanan uap air 1,3
kPa. Dari hasil penelitian diperoleh difusivitas bahan addalah 1,4 x
10
-5
kg mol/Pa m
2
det
Pa
2
= 2,5 kPa
Pa
1
= 1,3 kPa
1,4 x 10
-5
kg mol/Pa m
2
det (2500 Pa 1300 Pa)
J
A
*
= Kc (P
A1
P
A2
)
J
A
*
=
J
A
*
= 1,68 x 10
-3
kg mol / m
2
det
Kc = 1,4 x 10
-5
kg mol/Pa m
2
det
Dik :
Dit : J
A
*
Contoh :
Difusi urea pada media agar
Suatu tabung larutan gel terdiri dari agar sebesar 1,05% berat di dalam
air pada suhu 278 K dan panjang tabung 0,04 m. Tabung tersebut meng-
hubungkan dua buah larutan urea dalam air yang teraduk secara terus
menerus. Konsentrasi larutan urea pada larutan pertama sebesar 0,2 gmol
urea/liter larutan dan 0 pada larutan lainnya. Hitunglah flux urea dalam
Media agar dalam kgmol/detik.m
2
(D
AB
= 0,727 .10-9 m
2
/detik)
Urea berdifusi dalam air yang stagnan pada media gel
C
A1
= 0,2 gmol urea/liter larutan
= 0,2 g mol/dm
3
(1000 dm
3
/1 m
3
) (1kgmol/1000gmol)
= 0,2 kg mol/m
3
C
A2
= 0
J
A
*
= D
AB

(C
A1
C
A2
)
z
2
z
1

= 0,727 .10
-9

m
2
/detik
(0,2 0) kgmol/m
3

0,04 -0) m
= 3,63. 10
-9
kgmol/detik.m
2