Anda di halaman 1dari 17

CURAH JANTUNG DAN POMPA

JANTUNG
BY GINA NOVITA SARI
DEFINISI
Curah jantung adalah volume darah yang
dikeluarkan oleh kedua ventrikel per menit.

Curah jantung terkadang disebut volume
jantung per menit. Volumenya kurang lebih 5
L per menit.


Terdapat 2 faktor penentu curah jantung :
1. kecepatan denyut jantung (per menit)
2. volume sekuncup

Perhitungan curah jantung

Curah jantung = Kec. Denyut Jantung x Volume
Sekuncup

a. Kecepatan denyut jantung
Kecepatan denyut jantung terutama
ditentukan oleh pengaruh otonom pada
nodus SA.

Yaitu saraf simpatis dan saraf parasimpatis.


1. Efek stimulasi parasimpatis
Pengaruh sistem parasimpatis pada nodus SA adalah
untuk menurunkan kecepatan denyut jantung.

Asetilkolin akan dikeluarkan meningkatkan
permeabilitas nodus SA terhadap K+
hiperpolarisasi membran nodus SA waktu
mencapai batas ambang menjadi lebih lama.

Selain itu asetilkolin juga akan melawan penurunan
otomatis permeabilitas ion K+ menyebabkan
depolarisasi membran ke batas ambang waktu yg
dibutuhkan akan menjadi lebih lama nodus SA
akan jarang mencapai batas ambang potensial aksi
yg terjadi lebih sedikit penurunan kecepatan
denyut jantung.

2. Efek stimulasi simpatis
Norepinefrin akan dikeluarkan
menurunkan permeabilitas K+
mempercepat inaktivasi saluran K+ ion K+
yang keluar berkurang timbul efek
depolarisasi pergeseran ke batas ambang
menjadi lebih cepat meningkatkan
frekuensi pembentukan potensial aksi v
kecepatan denyut jantung meningkat.
b. Volume sekuncup
Jumlah darah yang dipompa keluar oleh tiap-
tiap ventrikel sekali berdenyut.

Terdapat 2 kontrol yg mempengaruhi volume
sekuncup:
1. kontrol intrinsik
2. kontrol ekstrinsik
1. Kontrol intrinsik
Kontrol intrinsik atas curah jantung ditentukan oleh
panjang serat-serat otot jantung.

Apabila otot serat jantung diregangkan sampai batas
tertentu, maka kontraktilitas atau kemampuan jantung
untuk memompa akan meningkat.

Peningkatan kontraktilitas akan meningkatkan kekuatan
setiap denyut jantung sehingga terjadi peningkatan
volume sekuncup dan curah jantung dan sebaliknya.
Peningkatan peregangan pada myofibril terjadi
jika pengisian jantung meningkat, oleh karena itu
tegangan yang dihasilkan jantung proporsional
dengan volume darah dalam jantung sesaat
sebelum kontraksi ventrikel, atau volume akhir
diastolic.


Respon intrinsic jantung pada peregangan serabut ototnya sendiri
disebut hukumFrank-Starling:

Semakin besar volume jantung saat fase diastolic, semakin
banyak jumlah darah yang dipompakan ke aorta

Dalam batas-batas fisiologis, jantung memompakan darah ke
seluruh tubuh dan darahkembali ke jantung tanpa
menyebabkan penumpukan di vena

Jantung dapat memompakan jumlah darah yang sedikit
ataupun besar tergantung pada jumlah darah yang mengalir
kembali dari vena

Venous return atau aliran balik vena mengacu pada volume
darah yang masuk tiap-tiap atrium per menit dari vena.

Faktor yang mendukung aliran balik vena dan
memperbesar curah jantung
(a) pompa otot rangka.
Vena muskular memiliki katup-katup, yang memungkinkan
darah hanya mengalir menuju jantung dan mencegah aliran balik.

(b) Pernafasan.
Selama inspirasi, peningkatan tekanan negative dalam rongga
toraks menghisap udara ke dalam paru-paru dan darah vena ke
atrium.

(c) Reservoir vena.
Di bawah stimulasi saraf simpatis, darah yang tersimp andalam
limpa, hati, dan pembuluh besar, kembali ke jantung saat curah
jantung turun.

(d) Gaya gravitasi di area atas jantung membantu aliran balik
vena.
Faktor-faktor yang mengurangi aliran balik vena dan
mempengaruhi curah jantung :

(a) perubahan posisi tubuh dari posisi telentang menjadi
tegak, memindahkan darah dari sirkulasi pulmonary ke
vena-vena tungkai. Peningkatan refleks pada frekuensi
jantung dan tekanan darah dapat mengatasi pengurangan
aliran balik vena.

(b) Tekanan rendah abnormal pada vena (misalnya, akibat
hemoragi dan volume darah rendah) mengakibatkan
pengurangan aliran balik vena dan curah jantung.

(c) Tekanan darah tinggi. Peningkatan tekanan darah aorta
dan pulmonary memaksa ventrikel bekerja lebih keras
untuk mengeluarkan darah melawan tahanan. Semakin
besar tahanan yang harus dihadapi ventrikel yang
berkontraksi semakin sedikit curah jantungnya.


Faktor lain yang mempengaruhi aliran balik
vena:
1.Vasokontriksi vena yang diinduksi oleh saraf
simpatis
2.Aktivitas otot rangka
3.Efek katup vena
4.Aktivitas pernafasan
5.Efek penghisapan oleh jantung
2. Kontrol ekstrinsik
Pengaturan ekstrinsik curah jantung denyut
jantung dan volume sekuncup dipengaruhi
oleh system saraf simpatis dan parasimpatis
serta hormone-hormon dalam sirkulasi.

Saraf simpatis menjalar didalam traktus saraf spinalis toraks ke nodus
SA

Melepaskan neurotransmitter norepinefrin

Noreprinefrin berikatan dengan reseptor spesifik yang disebut dengan
reseptor adrenergic B1 yang terdapat di sel nodus SA

Setelah berikatan, terjadi pengaktifan system perantara kedua yang
menyebabkan peningkatan kecepatan pelepasan muatan nodus dan
peningkatan denyut jantung

Kecepatan denyut jantung akan menurun apabila pengaktifan
saraf simpatis dan pelepasan norepinefrin berkurang

Peningkatan atau penurunan kecepatan denyut jantung disebut efek
kronotropik positif atau negative.



Saraf simpatis mempersyarafi sel diseluruh miokardium

peningkatan gaya dari setiap kontraksi pada setiap panjang
serabut otot

peningkatan pada volume sekuncup

efek inotropik positif.

Perangsangan parasimpatis kebagian miokardium lain

menurunkan kontraktilitas

menurunkan volume sekuncup

efek inotropik negative

Referensi
Fisiologi Guyton and Hall, hal 114- 118
Fisiologi Sherwood, hal 280- 285