Anda di halaman 1dari 18

Kegagalan pada isolasi gas

Kegagalan pada isolasi cair


Kegagalan pada isolasi padat
TEORI KEGAGALAN ISOLASI
Kegagalan pada isolasi gas
Proses dasar ionisasi
Ion merupakan atom atau gabungan atom
yang memiliki muatan listrik, ion terbentuk
apabila pada peristiwa kimia suatu atom
menangkap atau melepaskan elektron.
Proses terbentuknya ion dinamai dengan
ionisasi

Jika diantara dua elektroda yang
dimasukkan dalam media gas diterapkan
tegangan V maka akan timbul suatu
medan listrik E yang mempunyai besar
dan arah tertentu yang akan
mengakibatkan elektron bebas
mendapatkan energi yang cukup kuat
menuju kearah anoda sehingga dapat
merangsang timbulnya proses ionisasi
Ionisasi karena Benturan Elektron
Jika gradien tegangan yang ada cukup tinggi
maka jumlah elektron yang diionisasikan akan
lebih banyak dibandingkan dengan jumlah ion
yang ditangkap molekul oksigen. Tiap-tiap
elektron ini kemudian akan berjalan menuju
anoda secara kontinu sambil membuat benturan-
benturan yang akan membebaskan elektron lebih
banyak lagi. Ionisasi karena benturan ini
merupakan proses dasar yang penting dalam
kegagalan udara atau gas.
Mekanisme Kegagalan Gas
Proses kegagalan dalam gas ditandai
dengan adanya percikan secara tiba-tiba,
percikan ini dapat terjadi karena adanya
pelepasan yang terjadi pada gas tersebut.
Mekanisme kegagalan gas yang disebut
percikan adalah peralihan dari pelepasan
tak bertahan sendiri ke berbagai
pelepasan yang bertahan sendiri.
Proses dasar yang paling penting dalam
kegagalan gas adalah proses ionisasi
karena benturan, tetapi proses ini tidak
cukup untuk menghasilkan kegagalan.
Proses lain yang terjadi dalam kegagalan
gas adalah proses atau mekanisme primer
dan proses atau mekanisme sekunder.
Proses yang terpenting dalam mekanisme
primer adalah proses katoda, pada proses ini
diawali dengan pelepasan elektron oleh suatu
elektroda, peristiwa ini akan mengawali
terjadinya kegagalan percikan (spark
breakdown). Elektroda yang memiliki potensial
rendah (katoda) akan menjadi elektroda yang
melepaskan elektron. Elektron awal yang
dibebaskan (dilepaskan) oleh katoda akan
memulai terjadinya banjiran elektron dari
permukaan katoda.
Jika jumlah elektron yang dibebaskan
makin lama makin banyak atau terjadinya
peningkatan banjiran,maka arus akan
bertambah dengan cepat sampai terjadi
perubahan pelepasan dan peralihan
pelepasan ini akan menimbulkan percikan
(kegagalan) dalam gas
Kegagalan Pada Isolasi Cair
Karakteristik pada isolasi minyak trafo
akan berubah jika terjadi ketidakmurnian
di dalamnya. Hal ini akan mempercepat
terjadinya proses kegagalan. Faktor-faktor
yang mempengaruhi kegagalan isolasi
antara lain adanya partikel padat, uap air
dan gelembung gas.
Teori kegagalan zat isolasi cair
dapat dibagi menjadi empat jenis :
a. Teori Kegagalan Elektronik
b. Teori Kegagalan Gelembung
c. Teori Kegagalan Bola Cair
d. Teori Kegagalan Tak Murnian Padat
a. Teori Kegagalan Elektronik
Teori ini merupakan perluasan teori
kegagalan dalam gas, artinya proses
kegagalan yang terjadi dalam zat cair
dianggap serupa dengan yang terjadi
dalam gas. Oleh karena itu supaya terjadi
kegagalan diperlukan elektron awal yang
dimasukkan kedalam zat cair. Elektron
awal inilah yang akan memulai proses
kegagalan.
b. Teori Kegagalan Gelembung
Kegagalan gelembung atau kavitasi
merupakan bentuk kegagalan zat cair
yang disebabkan oleh adanya gelembung-
gelembung gas di dalamnya.
c. Teori Kegagalan Bola Cair
Jika suatu zat isolasi mengandung sebuah bola
cair dari jenis cairan lain, maka dapat terjadi
kegagalan akibat ketakstabilan bola cair
tersebut dalam medan listrik. Medan listrik akan
menyebabkan tetesan bola cair yang tertahan
didalam minyak yang memanjang searah medan
dan pada medan yang kritis tetesan ini menjadi
tidak stabil. Kanal kegagalan akan menjalar dari
ujung tetesan yang memanjang sehingga
menghasilkan kegagalan total.
d. Teori Kegagalan Tak Murnian Padat
Kegagalan tak murnian padat adalah jenis
kegagalan yang disebabkan oleh adanya
butiran zat padat (partikel) didalam isolasi
cair yang akan memulai terjadi kegagalan
Mekanisme Kegagalan Zat Padat
menurut waktu penerapan tegangannya :
1. Kegagalan Asasi (Intrinsik)
2. Kegagalan Elektromekanik
3. Kegagalan Streamer
4. Kegagalan Termal
5. Kegagalan Erosi
Mekanisme Kegagalan Zat Padat
Mekanisme breakdown adalah sebuah
fenomena yang komplek di dalam isolasi
padat dan tergantung pada variasi
tegangan dan waktu penerapannya. Pada
prinsipnya mekanisme kegagalan
(breakdown) dalam zat padat sama
dengan proses yang terjadi di gas dan
udara. Suatu zat padat tergantung dari
cara dan kondisi pengukuran.
Pada setiap zat padat terdiri dari molekul-
molekul yang terdiri dari atom-atom dan
elektron-elektron. Jika pada zat padat
diterapkan suatu medan listrik E, maka zat
padat tersebut akan mengalami tekanan
listrik (electric stress). Sedangkan tekanan
listrik (electric stress) adalah tekanan
listrik maksimum yang dapat ditahan oleh
suatu bahan isolasi. Apabila kekuatan
listrik (electric strength) lebih kecil dari
tekanan listrik, maka akan terjadi
kegagalan (breakdown) dalam zat padat
tersebut
Kekuatan isolasi padat dipengaruhi oleh
antara lain: tekanan (atm), suhu, jenis
bahan elektroda, konfigurasi medan listrik,
bentuk tegangan yang diterapkan, umur
bahan, ketidakmurnian dalam bahan dan
adanya kantong-kantong udara dalam zat
padat.

Anda mungkin juga menyukai