Anda di halaman 1dari 35

PORTOFOLIO

TONSILITIS KRONIK
Oleh: Khoti Muliya Damiyati
04124705072
BAB 1 KASUS
NAMA
PENDERITA :
DANI
LEONARDI
UMUR: 14 TH
JENIS
KELAMIN:
LAKI-LAKI
ANAMNESIS (ALLOANAMNESIS) 13
JANUARI 3014 PUKUL 10.00 WIB
Keluhan utama
Batuk sejak 7 hari yang lalu
Keluhan tambahan
Bersin dan sakit tenggorokan
RPP
Batuk + sakit
tenggorokan
+ bersin +
bau mulut
Sejak 7
hari yll
Kejadian
sering
berulang
Berobat ke
puskesmas
RPD
-
Riwayat Penyakit
Keluarga
-
Riwayat
Pengobatan
-
Riwayat Sosial
Ekonomi
Anak ke 2 dari
2 bersaudara.
Ibu IRT dan
ayah PNS.
Pasien tinggal
bersama orang
tua
PEMERIKSAAN FISIK (13 Januari
2014, 10.15 WIB)
Status
generalikus
KU : Tampak sakit ringan
Kesadaran : CM
TD : -
Nadi : 90x/m
RR: 20x/m
T: 36,7 C
BB: 37 kg
TB: 145 cm
Status gizi: Gizi baik

Keadaan
spesifik
Mata: mata cekung
(-), CA (-/-), SI (-/-
), edema palpebra (-
/-), pupil bulat
isokor, 3mm/3mm,
RC (+/+)
Hidung, telinga,
Mulut, Tenggorokan
dan leher : STATUS
LOKALIS THT

Status Lokalis
THT
Auricula Dextra Sinistra:
CAE: tenang, sekret -/-
MT: intak +/+, hiperemis -/-, RC
+/+
RA: tenang
Nyeri tekan tragus: -/-

Leher: pembesaran KGB -/-

Kavum Nasi :
Mukosa : hiperemis +/+, sekret
-/-
Konkha : hipertrofi +/+, livid
+/+
Septum nasi: lurus
Pasase udara: +/+
Massa : -/-

Nasofaring/Orofaring :
Mukosa : tenang, granul (-),
post nasal drip (-),
hiperemis +/+
Tonsil : T2-T2, kripte lebar
+/+, dedritus +/+,
perlengketan -/-
Gigi: dalam batas normal

Maksilo Fasialis:
simetris, tidak terdapat
parese N. Kranialis


Pulmo
Inspeksi :Statis:Paru kanan-kiri
simetris
Dinamis:Paru kanan-kiri
simetris, retraksi (-)
Palpasi : Stem fremitus paru
kanan = paru kiri
Perkusi : Sonor di kedua
lapangan paru, batas paru hati
ICS VI linea midklavikularis
dekstra, peranjakan hati 1 sela
iga
Auskultasi: vesikuler (+)
normal, wheezing (-),rhonki(-)

Cor
Inspeksi : Iktus kordis terlihat
di ICS V linea midklavikularis
sinistra
Palpasi : Iktus kordis teraba di
ICS V linea midklavikularis
sinistra
Perkusi : -Batas atas jantung
ICS II linea midklavikularis
sinistra
-Batas kanan jantung ICS IV
linea parasternalis sinistra
-Batas kiri jantung ICS IV linea
aksilaris anterior
Auskultasi : HR 90x/menit,
bunyi jantung I-II normal,
reguler, pulsus defisit (-),
murmur (-), gallop (-)


Abdomen
Inspeksi: Datar
Palpasi : Lemas, nyeri
tekan (-), hati dan limpa
tidak teraba,
ballotement (-)
Perkusi : Timpani
Auskultasi: Bising usus
(+) normal

Ekstremitas: Akral
hangat, pucat (-),
petechiae (-), capillary
refill time kurang dari 2
detik, rumple leed (-)

Tonsilitis
kronis
Tonsilitis
akut
DD
Tonsilitis
kronis
Diagnosis
kerja
Tatalaksana
Menjaga hugien
mulut dengan baik
Antibiotika:
amoxicilin
Prognosis
Quo ad vitam :
bonam
Quo ad functionam:
bonam
Quo ad Sanationam:
bonam
DEFINISI
Tonsilitis kronis merupakan penyakit yang
sering terjadi terutama pada usia muda.
Secara umum tonsilitis kronis diartikan
sebagai infeksi atau inflamasi pada tonsila
palatina yang menetap. Tonsilitis Kronis
disebabkan oleh serangan ulangan dari
Tonsilitis Akut yang mengakibatkan
kerusakan yang permanen pada tonsil.
ETIOLOGI DAN PREDISPOSISI
Tonsilitis
bakterial
Streptokokus beta hemolitikus group A,
Pneumococcus, staphylococcus,
Haemofilus influenza, sterptoccoccus non
hemoliticus atau streptoccus viridens
Tonsilitis
Virus
Adenovirus, Virus influenza, serta herpes
PATOFISIOLOGI
Kuman menginfiltrasi lapisan epitel epitel terkikis jaringan
limfoid superfisial mengadakan reaksi pembendungan radang
dengan infiltrasi leukosit poli morfonuklear detritus.
Detritus
Tonsillitis akut dengan detritus tonsillitis lakunaris
Bila bercak melebar, lebih besar lagi membran semu
(Pseudomembran)
Tonsillitis kronik terjadi karena proses radang berulang maka epitel
mukosa dan jaringan limfoid terkikis. Sehingga pada proses
penyembuhan, jaringan limfoid diganti jaringan parut. Jaringan ini
akan mengkerut sehingga ruang antara kelompok melebar (kriptus)
yang akan diisi oleh detritus, proses ini meluas sehingga menembus
kapsul dan akhirnya timbul perlengkapan dengan jaringan sekitar
fossa tonsilaris.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
PENEGAKAN DIAGNOSIS
gejala lokal, yang bervariasi dari rasa
tidak enak di tenggorok, sakit
tenggorok, sulit sampai sakit menelan
gejala sistemik, rasa tidak enak badan
atau malaise, nyeri kepala, demam
subfebris, nyeri otot dan persendian
ANAMNESIS
gejala klinis tonsil dengan debris di
kriptenya (tonsillitis folikularis kronis),
udema atau hipertrofi tonsil (tonsillitis
parenkimatosa kronis), tonsil fibrotic
dan kecil (tonsillitis fibrotic kronis), plika
tonsilaris anterior hiperemis dan
pembengkakan kelenjar limfe regional
PEMERIKSAAN
FISIK
PEMERIKSAAN FISIK
PEMERIKSAAN FISIK
TO
tonsil masuk
di dalam
fossa atau
sudah
diangkat
T1
< 25%
volume tonsil
dibandingkan
dengan
volume
orofaring
T2
25-50%
volume tonsil
dibandingkan
dengan
volume
orofaring
T3
50-75%
volume tonsil
dibandingkan
dengan
volume
orofaring
T4
> 75%
volume tonsil
dibandingkan
dengan
volume
orofaring
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan
terhadap
apus
tenggorokan
Skrining
terhadap
bakteri
streptokokus
Leukositosis
PENATALAKSANAAN
Medikamentosa
Non-
Medikamentosa
Preventif
BAB III PENCEGAHAN DAN
PEMBINAAN

GENOGRAM KELUARGA TN.
EDISON DANUAR


Tn. Edison Danuar (40 th) Meylisa Arumi (38 th)






Dani Subarma (18 th) Deni Leonardi (14 th)

HOME VISITE (9 FUNGSI
KELUARGA)
1.
Fungsi
holistik
Fungsi biologis:
penyakit menurun (-),
penyakit menular (-),
penyakit kronis (-)
Fungsi psikologis:
psikologis keluarga
bai,tidak ada kesulitan
saat ada masalah,
hubungan antara
anggota keluarga
harmonis
Fungsi sosial
ekonomi: menengah ke
atas, berperan aktif
dalam sosial masyarakat
2. FUNGSI FISIOLOGIS
Adaptation
Mampu
beradaptasi
antar sesama
anggota
keluarga,
saling
mendukung,
saling
menerima
dan
memberikan
saran satu
dengan yang
lainnya
Partnership
Komunika
si baik,
saling
berbagi,
saling
mengisi.
Growth
saling
memberik
an
dukungan
antar
anggota
keluarga
akan hal-
hal yang
baru yang
dilakukan
anggota
keluarga
tersebut.
Affection
Interaksi
dan
hubungan
kasih
sayang
terjalin
baik
Resolve
Rasa
kebersamaan
tinggi
APGAR SCORE
Variabe
Penilaian
APGAR
Ayah
APGAR
Ibu
APGAR
Anak
Adaptation 2 2 2
Partnership 2 1 2
Growth 1 2 1
Affection 1 1 1
Resolve 1 2 1
Total 7 8 7

APGAR Score
0 : jarang/tidak sama sekali
1 : kadang-kadang
2 : sering/selalu
Interpretasi : 5 : kurang, 6-7 (cukup), dan 8-10 (baik).
Rata-rata Apgar Score: 7,3 (cukup)
3. FUNGSI PATOLOGIS
Social
interaksi
keluarga ini
dengan
tetangga
sekitar
sudah cukup
baik
Culture
keluarga ini
memberikan
apresiasi
dan
kepuasan
yang cukup
terhadap
budaya, tata
karma, dan
perhatian
terhadap
sopan
santun
Religious
keluarga ini
cukup taat
menjalankan
ibadah
sesuai
dengan
ajaran
agama yang
dianutnya.
Economic
status
ekonomi
keluarga ini
berkecukupan
Educational
tingkat
pendidikan
keluarga ini
cukup, tinggi,
dimana ayah
tamatan
sarjana dan
ibu tamatan
SMA, anaknya
sedang
menjalani
jenjang
pendidikan
SMA dan SMP
Medical
keluarga ini
sudah mampu
mendapat
pelayanan
kesehatan
yang memadai
SCREAM SCORE
Variabel Penilaian Penilaian
Social
interaksi keluarga ini dengan tetangga sekitar sudah
cukup baik.
Culture
keluarga ini memberikan apresiasi dan kepuasan yang
cukup terhadap budaya, tata karma, dan perhatian
terhadap sopan santun.
Religious
keluarga ini cukup taat menjalankan ibadah sesuai
dengan ajaran agama yang dianutnya.
Economic
status ekonomi keluarga ini berkecukupan.
Educational
tingkat pendidikan keluarga ini cukup, tinggi, dimana
ayah tamatan sarjana dan ibu tamatan SMA, anaknya
sedang menjalani jenjang pendidikan SD.
Medical keluarga ini sudah mampu mendapat pelayanan
kesehatan yang memadai
Hubungan
interaksi antar
anggota
keluarga sudah
terjalin dengan
baik.
4. Fungsi hubungan
antarmanusia
Fungsi
genogram dalam
keadaaan baik
5. Fungsi Keturunan
(genogram)
Pengetahuan
tentang kesehatan
keluarga ini sudah
cukup baik, sikap
sadar akan
kesehatan dan
beberapa tindakan
yang mencerminan
pola hidup sehat
sudah dilakukan
dengan baik
6. Fungsi perilaku
(pengetahuan,
sikap, dan tindakan)
Lingkungan cukup
sehat dan para
tetangga juga
menjalin kerjasama
dengan baik,
keluarga ini juga aktif
memeriksakan diri ke
tempat pelayanan
kesehatan, jarak
rumah dengan
puskesmas/rumah
sakit tidak jauh
7. Fungsi
nonperilaku
(Lingkungan,
pelayanan
kesehatan,
keturunan)
8. Fungsi
Indoor
Gambaran lingkungan dalam rumah sudah memenuhi
syarat-syarat kesehatan, lantai dan dinding dalam
keadaan bersih, ventilasi, sirkulasi udara dan
pencahayaan baik, sumber air bersih terjamin, jamban
ada di dalam rumah, pengeolaan sampah dan limbah
sudah cukup baik
9. Fungsi
outdoor
Gambaran lingkungan luar rumah sudah cukup baik,
jarak rumah dengan jalan raya cukup jauh, tidak ada
kebisingan disekitar rumah, jarak rumah dengan
sungai juga cukup jauh, dan tempat pembuangan
umum jauh dari lokasi rumah
DAFTAR ISI

Bruner & Sudart, (2002), Buku Ajar Keperawatan Medikal
Bedah, Vol. 2, Edisi 8, EGC, Jakarta
Capernito L.J, (2000), Rencana Askep dan Dokumentasi
Keperawatan, Edisi 2, EGC, Jakarta
Darmojo R.B, Martono H, (2000), Buku Ajar Geriatri, Edisi
2, Balai penerbit FKUI, Jakarta
Engram B, (2000), Rencana askep medikal bedah, Edisi 1,
EGC, Jakarta
FKUI, (2000), Kumpulan Makalah Pelatihan Askep
Keluarga, Jakarta
Price SA, Lorraine M, (1995), Patofisiologi Konsep Klinis
Proses-Proses Penyakit, Buku 1, Edisi IV, EGC,
Jakarta
Suparman dkk, (1990), Ilmu Penyakit Dalam , Jilid 2, Balai
Penerbit FKUI, Jakarta
Tuker SM et al, (1992),Standard Perawatan Pasien, Vol 2,
Edisi V, EGC, Jakarta

LAMPIRAN 1
LAMPIRAN 2
Petugas P2M/P2TM
Nova Riani
Petugas Promosi
Kesehatan
Rohmiah

Petugas KIA dan
KB
Hj. Eta Mulyana,
AM.Keb
ta KB
Niswah Aryani, Am.
Keb dan Nadiati

P. perbaikan Gizi
masyarakat
Mariani AMG, SE SKM

Petugas Promosi
Kes. Ling
Yumaniar
Hj.Rohmiah

Pel Kesehatan
Wajib

Petugas Tradisional
Tien Pertiwi
Petugas Kesehatan
Kerja
Siti Kurniah, AM.Kep
Siti Kur
Irlandiana

Petugas Kesehatan
LANSIA
Emalia S.Keb

Petugas Kesehatan
Sekolah
Endar Asih KA,Am.KG

P. Keperawatan
Kesehatan
Saripah
P. Kesehatan
Pengembangan

Petugas Kesehatan
Olahraga
Hj. Asdunah

KEPALA
PUSKESMAS
Drg. Purnamawati
SUBBAG. Tata
Usaha
Mahdaniar, SKM

Koordinator Pel.
Kesehatan Masyarakat
Dr. Hendri Hastuti
Koordinator Pel. Kesehatan
Perorangan
Dr.Magdalia nova

Pel kesehatan
wajib

Petugas Perbaikan
Gizi Masyarakat

Petugas
Pengobatan
dr. Hendri

Petugas
P2M/P2TM

P. Kesehatan
Pengembangan

Petugas Kesehatan
Mata
Hj. Asdunah

Petugas Gigi dan
Mulut
Drg. Purnawati

Petugas Kesehatan
LANSIA
Nuria Syafitri, Am.
Kep

Petugas Kesehatan
Jiwa
Hj. Laylini Kurnia, S.Psi

P. Keperawatan
Kesehatan

Petugas KIA
serta KB
Saminah, AM.Keb
Suryani, AM.Keb
TERIMA KASIH