Anda di halaman 1dari 17

GIZI REMAJA DAN

DEWASA
Akademi Kebidanan
Bhakti Husada Mulia Madiun
Gizi Remaja

 BODY IMAGE -------


 Masa remaja merupakan masa transisi/
peralihan dari anak-anak ke masa dewasa.

 Masa remaja adalah masa yang sangat


khusus dalam kehidupan manusia, karena
pada masa ini terjadi proses kematangan
organ reproduksi / pubertas (pubercere :
matang)

 Masa remaja awal : 10-13 tahun


 Masa remaja tengah : 14-16 tahun
 Masa remaja akhir : 17-19 tahun
GROWTH SPURT
 Yang spesifik pada pertumbuhan fisik
remaja baik pada laki-laki dan perempuan
adalah kecepatan tumbuhnya (growth
spurt)
 Pada saat ini pertumbuhan tinggi badan
(linier) terjadi sangat cepat.
 Laju pertumbuhan anak, wanita, dan pria
hampir sama cepatnya pada usia 9 tahun.
Antara 10-12 tahun, pertumbuhan anak
perempuan mengalami percepatan lebih
dahulu untuk persiapan menjelang usia
reproduksi.
 Puncak pertambahan BB dan TB wanita
tercapai pada usia 12,9 dan 12,1 tahun. 9
sampai 12 bulan setelah itu akan terjadi
menarche.
 Puncak pertambahan BB dan TB pada pria
yaitu pada usia 14,3 dan 14,1 tahun
 Pendewasaan fisik di negara maju berhenti
pada usia 17 tahun
 Pendewasaan fisik di negara berkembang
baru terselesaikan pada usia 19 tahun.
 Di negara maju/ masyarakat yang
berkecukupan, perbaikan status gizi
mendewasakan fisik anak laki-laki dan
wanita lebih dini. Pada kelompok ini rata-
rata usia menarche kini sampai pada titik
12,8 tahun
Perubahan Fisik Pada Remaja
 Pada Remaja Laki-laki :
 Tubuh bertambah berat dan tinggi
 Tumbuh rambut-rambut halus di daerah
pubis, kaki, tangan, dada, ketiak, wajah
 Keringat bertambah banyak
 Kulit dan rambut mulai berminyak
 Pundak dan dada bertambah besar dan
bidang
 Tumbuh jakun
 Suara berubah menjadi berat
 Penis dan buah zakar membesar
 Mimpi basah  Reproduksi
 Pada remaja perempuan :
 Tubuh bertambah berat dan tinggi
 Tumbuh rambut-rambut halus di daerah
pubis dan ketiak
 Payudara membesar

 Pinggul melebar

 Kulit dan rambut mulai berminyak

 Pantat berkembang lebih besar

 Indung telur mulai membesar

 Vagina mulai mengeluarkan cairan

 Menstruasi  Reproduksi
MASALAH GIZI REMAJA
 Anemia Defisiensi Besi
 Survey di negara berkembang :
27%remaja laki-laki dan 26% wanita
menderita anemia.Secara garis besar
44% wanita di neg.berkembang
(termasuk Indonesia) mengalami
anemia.
 Survey thd mahasiswi kedokteran di
Prancis : 16% mhs kehabisan cadangan
besi, 75% menderita kekurangan.
 Penelitian thd masy. Miskin di Kairo :
asupan besi sebagian besar remaja
wanita tidak mencukupi kebutuhan
harian yang dianjurkan.
 Status Gizi Kurang/ Buruk
 Obesitas
 Kebiasaan makan
 Konsumsi makanan olahan/ cepat saji
dalam jumlah yang berlebihan  junk
food : sangat sedikit mengandung
kalsium, besi, asam folat, vit. A dan C;
sementara kandungan lemak
jenuh,kolesterol dan natrium tinggi.
 Kecemasan yang tidak lazim/ food
fadism  vegetarian
 Sarapan pagi 89% remaja meyakini
bahwa sarapan pagi penting. Tetapi
yang sarapan secara teratur hanya 60%
 Anoreksia Nervosa  menurunkan berat
badan dengan cara tidak makan.
Gambaran khasnya ialah kehilangan nafsu
makan yang berat dan parah. Anoreksia
terkait dengan penurunan berat badan
serta gangguan ovarium  masalah
kejiwaan

 Bulimia nervosa
 Bulimia nervosa bertujuan menjaga
berat badan dengan cara memuntahkan
makanan.
FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI KONSUMSI
MAKAN REMAJA

 Faktor Psikologis
 Kebiasaan Makan
 Keluarga, teman, dan media
 Pengaruh obat-obatan 
penyalahgunaan obat,
kecanduan alkohol dan rokok,
KECUKUPAN ZAT GIZI
 Penentuan kebutuhan zat gizi
remaja secara umum didasarkan
pada Recommended Dietary
Allowance / Angka Kecukupan Gizi
yang Dianjurkan.
 Penilaian status gizi remaja secara
perorangan dinilai berdasarkan data
yang diperoleh dari pemeriksaan
klinis, biokimiawi, antropometris, diet
serta psikososial.
Tujuan Perencanaan Menu
Untuk Remaja
 Menjaga status gizi dalam
kondisi baik
 Menyediakan kecukupan zat
gizi untuk tumbuh kembang
 Meningkatkan daya tahan tubuh
PRINSIP PENYUSUNAN MENU
 Kalori tinggi  menunjang pertumbuhan
dan aktivitas yang tinggi
 Protein tinggi  pertumbuhan dan
mengganti sel yang rusak
 Vitamin dan mineral cukup
 Cairan dan serat cukup

SYARAT MENU :
 Bervariasi
 Disajikan menarik
 Menu siembang
GIZI DEWASA
 Usia dewasa merupakan masa
dimana seseorang telah berada
dalam kondisi yang stabil
 Gizi yang dibutuhkan tidak
digunakan untuk pertumbuhan
tetapi digunakan untuk
pemeliharaan
Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam penyusunan menu :
 Kebutuhan energi dan zat gizi
 Pemilihan jenis bahan makanan
dan pengolahannya
 Mencapai dan mempertahankan
berat badan yang ideal
Masalah pada usia dewasa

 Pada usia dewasa  gaya hidup dan pola


konsumsi harus diatur agar tidak
mengalami gangguan kesehatan, yaitu
munculnya penyakit degeneratif seperti :
 Penyakit Kardiovaskuler
 Hypertensi
 Kanker/ Tumor
 Diabetes Mellitus
 Overweight