Anda di halaman 1dari 27

PETROLOGI

PENGERTIAN
Petrologi berasal dari dua kata yaitu petro yang
berarti batu dan kata logos yang berarti ilmu.
Jadi, petrologi secara bahasa adalah ilmu yang
mempelajari tentang batuan. Sedangkan secara
istilah petrologi adalah ilmu mengenai batuan,
secara luas mempelajari asal , kejadian ,sejarah
dan sejarah batuan.

MAGMA
BEKU
(IGNEOUS)
SEDIMEN
(SEDIMENTARY)
METAMORF
(METAMORPHIC)
BATUAN BEKU
(IGNEOUS ROCK)
Batuan beku merupakan batuan yang terjadi dari
pembekuan larutan silikat cair, pijar, bersifat mudah
bergerak yang di kenal dengan magma.Penggolongan
batuan beku dapat di dasarkan pada berbagai hal,seperti
ganesanya,senyawa kimianya, mineraloginya atau tempat
terbentuknya
PENDESKRIPSIAN BATUAN
TERHADAP BATUAN BEKU
STRUKTUR
Struktur batuan beku adalah bentuk batuan dalam skala
yang besar, seperti lava bantal yang terbentuk di
lingkungan air ( laut ), seperti lava bongkah, struktur
aliran dan lain-lainnya. Suatu bentuk struktur batuan
sangat erat sekali dengan waktu terbentuknya. Macam-
macam struktur batuan beku adalah:
Masif, apabila tidak menunjukkan adanya fragmen batuan lain yang tertanam dalam
tubuhnya.
Pillow lava atau lava bantal, merupakan struktur yang dinyatakan pada batuan ekstrusi
tertentu, yang dicirikan oleh masa berbentuk bantal dimana ukuran dari bentuk ini adalah
umumnya 30-60 cm dan jaraknya berdekatan, khas pada vulkanik bawah laut.
Join, struktur yang ditandai oleh kekar-kekar yang tertanam secara tegak lurus arah aliran.
Struktur ini dapat berkembang menjadi columnar jointing.
Vesikuler, merupakan struktur batuan ekstrusi yang ditandai dengan lubang-lubang sebagai
akibat pelepasan gas selama pendinginan
Scoria, adalah struktur batuan yang sangat vesikuler (banyak lubang gasnya)
Amigdaloidal, struktur dimana lubang-lubang keluar gas terisi oleh mineral-mineral
sekunder seperti zeloid, karbonat dan bermacam silica
Xenoliths, struktur yang memperlihatkan adanya suatu fragmen batuan yang masuk atau
tertanam kedalam batuan beku. Struktur ini terbentuk sebagai akibat peleburan tidak
sempurna dari suatu batuan samping didalam magma yang menerobos.
Autobreccia, struktur pada lava yang memperlihatkan fragmen-fragmen dari lava itu sendiri.
TEKSTUR
Tekstur dalam batuan beku merupakan hubungan antar mineral atau
mineral dengan massa gelas yang membentuk massa merata pada
batuan. Selama pembentukan tekstur dipengaruhi oleh kecepatan
dan stadia kristalisasi. Yang kedua tergantung pada suhu,
komposisi kandungan gas, kekentalan magma dan tekanan. Dengan
demikian tekstur merupakan fungsi dari sejarah pembentukan
batuan beku. Tekstur batuan beku dapat menunjukkan derajat
kristalisasi (degree of crystallinity), kemas (fabric), granularitas.
PENDESKRIPSIAN BATUAN
TERHADAP BATUAN BEKU
Derajat kristalisasi (degree of
crystallinity),
Derajat kristalisasi merupakan keadaan
proporsi antara massa Kristal dan
massa gelas dalam batuan.
Granularitas, merupakan ukuran butir
Kristal dalam batuan beku, dapat
sangat halus yang tidak dapat dikenal
meskipun menggunakan mikroskop,
tetapi dapat pula sangat kasar.
Umumnya dikenal 2 kelompok ukuran
butir.



Komposisi Mineral
Menurut Walker T. Huang ( 1962 ), komposisi mineral dikelompokkan
menjadi tiga kelompok mineral, yaitu :
Mineral utama
Mineral mineral terbentuk langsung dari kristalisasi magma dan
kehadiran nya sangat menentukan dalam penamaan batuan.
Mineral Sekunder
Merupakan mineral-mineral ubahan dari mineral utama, dapat daril
hasil pelapukan, hydrothermal maupun methamotfisme terhadap
mineral-mineral utama.

PENDESKRIPSIAN BATUAN
TERHADAP BATUAN BEKU
Klasifikasi dan Penanaman Batuan Beku
Klasifikasi batuan beku dapat dilihat, antara lain berdasarkan:
Klasifikasi berdasarkan kimiawi
Klasifikasi ini telah lama menjadi standart Geologi ( C.J. Hughes, 1962 )
Klasifikasi berdasarkan mineralogy
Dalam klasifikasi ini indeks warna akan menunjukkan perbandingan mineral
mafik dengan mineral felsik. S.J.Shand, 1943
Klasifikasi berdasarkan tekstru dan komposisi mineral
Berdasarkan ukuran butir dan tempat terbentuknya.

PENDESKRIPSIAN BATUAN
TERHADAP BATUAN BEKU
BATUAN SEDIMEN
(SEDIMENTARY ROCK)
Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk dari akumulasi
material hasil perombakan batuan yang sudah ada sebelumnya
atau hasil aktivitas kimia maupun organisme, yang di endapkan
lapis demi lapis pada permukaan bumi yang kemudian mengalami
pembatuan ( Pettijohn, 1975 ).
Berdasarkan ada tidaknya proses transportasi dari batuan
sedimen dapat dibedakan menjadi 2 macam :
Batuan Sedimen Klastik; Yaitu batuan sedimen yang
terbentuk berasal dari hancuran batuan lain. Kemudian
tertransportasi dan terdeposisi yang selanjutnya
mengalami diagenesa.


Batuan Sedimen Non Klastik; Yaitu batuan
sedimen yang tidak mengalami proses
transportasi. Pembentukannya adalah kimiawi
dan organis.

JENIS JENIS
BATUAN SEDIMEN
Batuan Sedimen Detritus
Batuan Sedimen Karbonat
Batuan Sedimen Evaporit
Batuan Sedimen Silika
Batuan Sedimen Batubara
Sedimen Klastik
Sedimen Non Klastik
(Kimia/Biokimia)
FRAGMEN
Adalah butiran pada batuan yang ukurannya paling besar,
biasanya berupa mineral, cangkang fosil, atau zat organik lain.
MATRIKS
Adalah butiran pada batuan yang ukurannya lebih kecil dari
fragmen dan terletak sebagai massa dasar.
SEMEN
Semen bukan butir, tetapi material pengisi rongga antar butir
dan bahan pengikat antara fragmen dan matriks.
KOMPOSISI MINERAL
TEKSTUR
Merupakan kenampakan batuan dalam skala kecil. Tekstur pada
batuan, namun pada umumnya terbagi 4 yaitu :
1) Ukuran Butir
Merupakan ukuran diameter dari fragmen batuan. Acuan yang
telah ditetapkan dikenal sebagai skala Wentworth.

Besar Butir Ukuran
Bongkah ( Boulder ) > 256
Berangkal ( Cobble ) 64 256
Kerakal ( Pebble ) 4 64
Kerikil (Granule ) 2 4
Pasir ( Sand ) 1/16 2
Lanau ( Silt ) 1/256 1/16
Lempung ( Clay ) < 1/256
2) Derajat Pemilahan ( Sortasi )
Baik
Sedang
Buruk
3) Derajat Kebundaran ( Roundness )
Membundar/ Membulat Baik
Memundar/ Membulat
Memundar/ Membulat Tanggung
Menyudut Tanggung
Menyudut
4) Kemas ( Derajat Kerapatan )
Kemas Terbuka
Kemas Tertutup
STRUKTUR
Adalah kenampakan struktur dalam batuan sedimen hanya
dapat dalam skala besar.
Berlapis : Bila terlihat bidang perlapisannya.
Tidak Berlapis : Bila tidak terlihat bidang
perlapisannya
BATUAN METAMORF
Batuan metamorf adalah batuan ubahan dari batuan yang sebelumnya
ada, pada tekanan padat, akibat pengaruh suhu ( T ), dan tekanan ( P ),
atau keduanya, dan larutan yang aktif secara kimiawi. Proses tersebut
disebut metamorfisme yang berlangsung pada komdisi bawah
permukaan.
PROSES METAMORFISME

1) Rekristalisasi
2) Reorientasi
3) Pembentukan mineral mineral baru dengan penyusunan
kembali elemen elemen kimia yang sebelumnya telah ada.
PROSES METAMORFISME
BERDASARKAN PENGARUH
TERBENTUKNYA
Metamorfisma kontak adalah proses metamorfisma yang akan menghasilkan
batuan metamorf dengan factor utama yang mempengaruhinya adalah
berupa suhu tingg, dan biasanya terjadi disekitar tubuh batuan intrusi.
Contohnyan hornfels ( batu tanduk ).
Metamorfisme dinamik adalah proses metamorfisma yang menghasilkan
batuan metamorf dengan factor utama yang mempengaruhi adalah berupa
tekanan tinggi. Batuan ini berupa setempat-setempat dan dapat dijadikan
indikasi struktur geologi (cermin sesar). Contohnya batuan milonit.
Metamorfisme regional adalah proses metamorfisma yang akan
menghasilkan batuan metamorf dengan factor utama yag mempengaruhinya
adalah berupa suhu dan tekanan yang tinggi. Contoh nya schist ( sekis ).
TEKSTUR
Kebanyakan merupakan Kristaloblastik, yaitu tekstur yang terjadi
pada saat tumbuhnya mineral dalam suasana padat (tekstur
batuan asal tidak tampak lagi ) ,terdiri dari :
Lepidoblstik , yaitu bauan mtamorf yang di dominasi oleh mineral
mineral pipih yang mempelihatkan orientasi sejajar seperti mineral
mineral biotit dan muskovit.
Nematoblastik, metamorf yang didominasi oleh mineral mineral
berbentuk menjarum, yang memperlihatkan orientasi sejajar, misalnya
mineral amphibol, silimanit, dan piroksen.
Granoblastik, tekstur batuan metamorf yang didominasi oleh mineral
mineral berbentuk butiran dengan sisi kristal yang bergrig, misal kuarsa,
kalsit, dan garnet.
Porfiroblastik, tekstur batuan metamorf dimana suatu kristal besar
tertanam pada massa dasar yang relatif halus identik dengan porfiritik pada
batuan beku.
Idioblastik, bentuk mineral penyusunnya adalah euhedral.
Xenoblastik, sama dengan idiobltik, tetapi bentuk mineral penyusunnya
adalah anhedral.
STRUKTUR
1) FOLIASI
Adalah sifat perlapisan. Namun berbeda dangan lapisan sedimen,
disini terjadi penyusunan kristal kristal daripada mineral
mineral.
Contoh:
slatycleavage, struktur yang khas pada batan sabak.
Philitic, struktur pada batuan filit, tingkatannya lebih
tinggi dari slate.
Schitose, foliasi yang diperlihatkan secara jelas oleh
kepingan kepingan mika.
Gneissic, foliasi yang diperlihatkan oleh penyusunan
mineral granular dan memperlihatkan belahan belahan yang
tidak rata.
2) Non Foliasi
Dicirikan dengan tidak terdapatnya suatu penjajaran mineral
mineral yang ada pada batuan metamorf.
Hornfelsik/ Hornfels
Kataklastik
Milonitik
CONTOH BATUAN
METAMORF
SLATE
PILIT
SEKIS
GNEISS
SEKIAN DAN
TERIMA KASIH