Anda di halaman 1dari 15

Adnan Ciputra

Farid Hasnan Ellyas


Fuad Wahyu Wirawan
Seto Langgeng Wijaya
1
Sewa guna usaha adalah
Suatu kontrak antara lessor (pemilik barang modal)
dengan lessee (pemakai barang modal), lessor
memberikan kepada lessee untuk menggunakan
barang modal selama jangka waktu tertentu, dengan
suatu imbalan berkala dari lessee yang besarnya
tergantung dari perjanjian antara lessor dan lessee,
lessee dapat diberikan opsi untuk membeli barang
modal tersebut pada akhir masa kontrak
2
Sewa guna usaha dibedakan menjadi 2 yaitu:
Sewa guna usaha dengan hak (capital/finance lease)
Sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease)
3
Suatu guna usaha digolongkan sebagai finance lease
apabila dipenuhi semua kriteria berikut:
Jumlah pembayaran sewa guna usaha selama masa
sewa guna usaha pertama ditambah dengan nilai sisa
barang modal harus dapat menutup harga perolehan
barang modal dan keuntungan lessor
Masa sewa guna usaha ditentukan sekurang-
kurangnya 2 tahun untuk barang modal golongan I
dan 3 tahun untuk barang modal golongan II dan III,
dan 7 tahun untuk golongan bangunan
4
Perjanjian sewa guna usaha memuat ketentuan
mengenai opsi bagi lessee
Dalam pasal 16 Keputusan Menteri Keuangan No.
1169/KMK.01/1991 mengatur mengenai ketentuan
perpajakan bagi lessee yang melakukan transaksi
finance lease sebagai berikut:
Lessee tidak boleh melakukan penyusutan atas
barang modal yang disewa guna usaha sampai
saat lessee membeli barang tersebut
Setelah lessee menggunakan hak opsinya
membeli barang modal yang disea guna
usahakan maka lessee boleh melakukan
penyusutan dengan dasar harga opsi barang
modal yang bersangkutan
5
Pembayaran sewa guna usaha yang dibayar atau
terutang oleh lessee kecuali pembebanan atas tanah
merupakan biaya yang dapat dikurangkan dari
penghasilan bruto lessee
Dalam hal masa sewa guna usaha lebih pendek dari
masa yang ditentukan, Direktur Jendral Pajak
melakukan koreksi atas pembebanan biaya sewa
guna usaha tersebut dan memperlakukannya sebagai
operating lease. Perubahan ini tidak dilakukan
apabila terjadi karena force majeur, default maupun
pertimbangan ekonomi tanpa motif menghindari
pajak dan tidak ada hubungan istimewa antara lessor
dengan lessee
Lessee tidak memotong Pajak Penghasilan pasal 23
atas pembayaran sewa guna usaha
6
Hal-hal yang berkaitan dengan penjualan dan penyewaan kembali
adalah sbb:
Untuk penjualan dan penyewaan kembali tanpa hak opsi pajak
pertambahan nilai masukan yang telah dikreditkan oleh lessee harus
dibayar kembali.
Atas penyewaan kembali barang modal tersebut,maka lessor harus
memungut pajak pertambahan nilai (ppn)
Pengalihan tanah dan bangunan sewa guna usaha:
Saat lessee menjual kepada lessor,lessee dikenakan PPh 5% dari nilai
jual(nilai akta) atau nilai jual objek pajak (NJOP) yang digunakan
untuk menghitung PBB jika nilai jual lebih rendah dari NJOP.
Saat lessor menjual kepada lessee,lessor dikenakan PPh 5% dari nilai
opsi

7
Berdasarkan PSAK Nomor 30 tentang Standar Akuntansi Sewa
Guna Usaha(2002),dalam menentukan jenis sewa guna usaha
pertimbangan utama yang digunakan adalah asas makna
ekonomi.Suatu transaksi sewa guna usaha akan dikelompokkan
sebagai sewa guna usaha dengan hak opsi apabila memenuhi
semua syarat-syarat berikut ini :
Lessee memiliki hak opsi untuk membeli asset yang
disewagunausahakan pada akhir masa sewa guna usaha dengan
harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya
perjanjian sewa guna usaha.
Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh lessee ditambah
dengan nilai sisa mencakup pengembalian harga perolehan barang
modal serta bunganya sebagai keuntungan lessor (full payout
lessee).
Masa sewa guna usaha minimum 2 tahun.

8
Akuntansi untuk sewa guna usaha adalah sbb:
Pembayaran jaminan (security deposit) dibukukan sebagai
piutang kepada lessor.
Nilai tunai (present value) dari seluruh pembayaran sewa guna
usaha dan nilai sisa dibukukan sebagai asset tetap dan
kewajiban sewa guna usaha.
Tingkat diskonto yang digunakan untuk menghitung nilai tunai
adalah tingkat bunga yang dibebankan oleh lessor atau tingkat
bunga yang berlaku pada awal sewa guna usaha.
Pembayaran sewa guna usaha yang dilakukan selama jangka
waktu kontrak dialokasikan dan dibukukan sebagai angsuran
pokok dan beban bunga.

9
Asset tetap sewa guna usaha yang dikapitalisasi selanjutnya
di amortisasi selama taksiran umur ekonomisnya dengan
menggunakan metode yangg sama untuk asset sejenis.
Pada akhir tahun harus dilakukan penyesuaian terhadap
bunga akrual,amortisasi asset sewa guna usaha akhir tahun,
dan amortisasi keuntungan modal dan kerugian modal.
Dalam laporan keuangan disajikan sebagai bagian dari asset
tetap,sejumlah neto dikurangi akumulasi amortisasi.

10
Kewajiban sewa guna usaha disajikan sebagai bagian dari kewajiban
dan diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka pendek dan jangka
panjang sesuai dengan praktik yang lazim untuk usaha lessee.
Apabila dilakukan transaksi jual dan sewa kembali, maka selisih harga
jual dengan nilai buku asset dibukukan sebagai keuntungan atau
kerugian yang ditangguhkan yang harus diamortisasi secara
proporsional.
Apabila terjadi penghentian lebih awal dimana pembayaran sewa
dilunasi sebelum berakhirnya kontrak,maka selisih antara pembayaran
yang dilakukan dengan sisa kewajiban dibebankan atau dikreditkan
pada tahun berjalan.
Apabila lessee mengambil opsi pada akhir masa kontrak dan harga opsi
sama dengan sisa kewajiban dibebankan atau dikreditkan pada tahun
berjalan.
Setelah mengambil opsi,maka akun sewa guna usaha direklasifikasikan
ke dalam akun asset tetap yang relevan.

11
Perencanaan pajak dapat kita gunakan untuk aktiva tetap
yang baru akan dibeli maupun aktiva tetap yang sudah
dimiliki. Untuk aktiva tetap yang baru akan dibeli
pertimbangannya adalah beli langsung atau melalui
leasing. Sedangkan untuk aktiva tetap yang sudah dimiliki
pertimbangannya adalah mempertahankannya,
merevaluasi atau jual dan di sewa guna usaha kembali
(sale and lease back)
12
Hal pokok yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pajak
untuk hal ini antara lain adalah:
Apabila membeli secara langsung makan jumlah yang dapat
dibiayakan dalam rangka menghitung penghasilan kena
pajak adalah biaya penyusutan
Besarnya biaya penyusutan antara lain ditentukan oleh
metode penyusutan dan umur ekonomis yang telah
ditetapkan oleh peraturan perpajakan
Apabila membeli secara sewa guna usaha, makan semua
biaya yang dikeluarkan untuk membayar sewa guna usaha
tersebut dapat dibiayakan pada tahun yang bersangkutan

13
Masa sewa guna usaha bisa lebih pendek dari umur
ekonomis sehingga perusahaan dapat membiayakan
perolehan aktiva tetap lebih cepat dibandingkan
apabila menggunakan penyusutan masa sewa guna
usaha ditentukan sekurang-kurangnya 2 tahun untuk
barang mi\odal golongan I dan 3 tahun untuk barang
modal golongan II dan III dan 7 tahun untuk
golongan bangunan
14
15