Anda di halaman 1dari 33

Pembimbing :

Dr. dr. Zuhirman, Sp.U



Disusun oleh :
M. Arif
1008114123
Ureterolithiasis
Laporan
kasus
Ureterolitiasisadalah kalkulus atau batu didalam
ureter

Batu ureterpada umumnya adalah batuyang
terbentuk di dalamsistem kalik ginjal, yangturun
ke ureter. Terdapattiga penyempitan
sepanjangureter yang biasanyamenjadi tempat
berhentinyabatu yang turun dari kalikyaitu
ureteropelvic junction(UPJ), persilangan
ureterdengan vasa iliaka, danmuara ureter di
dinding buli.

Teori pembentukan batu
Teori inti (nukleus) ; kristal dan benda asing
merupakan tempat pengendapan kristal pada urin
yang sudah mengalami supersaturasi
Teori matriks; matriks organik yang berasal dari
serum atau protein-protein urin memberikan
kemungkinan pengendapan kristal.
Teori inhibitor kristalisasi; beberapa substansi
dalam urin menghambat terjadi kristalisasi,
konsentrasi yang rendah atau absennya
substansi ini memungkinkan terjadi kristalisasi.

Gejala dan tanda
Nyeri kolik :
Nyeri sangat hebat
Hilang timbul
Menjalar
- patogenesis dan penyebabnya karena ada
sumbatan pada ureter secara intra luminal
ataupun ekstra luminal.
Hematuria
Infeksi
Mual dan muntah
Rasa pegal pada sudut CVA karena bendungan
Pada saat akut penderita tampak gelisah, kulit
basah dan dingin kadang-kadang terdapat tanda-
tanda syok ringan
Nyeri tekan dan nyeri ketok pada sudut CVA,
spasme otot-otot abdomen, testis
hipersensitif(batu ureter proksimal), skrotum
hipersensitif (batu ureter distal)
Pada batu ureter yang sudah lama menetap
hanya ditemukan nyeri tekan dan nyeri ketok
pada sudut CVA atau tidak ditemukan kelainan
sama sekali.

Pemeriksaan penunjang
Urinalisis
Darah rutin
Kimia darah
Radiologi

Tata laksana
Terapi medis dan simptomatik
Pelarutan
Litotripsi
pembedahan
Diagnosa
Anamnesa Pemeriksaan Fisik Pemeriksaam
Penunjang
Diagnosis banding
Apendisitis
Striktur ureter
Kehamilan ektopik terganggu
Kista ovarium
Divertikular disease
Obstruksi usus
Batu empedu
Ulkus pepticum
Emboli arteri ginjal akut
Aneurisma aorta abdominal
Pencegahan
Tindakan selanjutnya yang tidak kalah penting
setelah pengeluaran batu adalah upaya
menghindari timbulnya kekambuhan. Pada
umumnya pencegahan itu berupa :
Menghindari dehidrasi dengan minum cukup dan
diusahakan produksi urine sebanyak 2-3 L/hari
Aktivitas harian yang cukup
Diet untuk mengurangi kadar zat- zat komponen
pembentuk batu
Ilustrasi kasus
Nama Pasien : Tn. R
Umur : 47 Tahun
Jenis Kelamin : laki-laki
Pekerjaan : Pekerja kebun karet
No.RM : 867634
MRS : 4 Oktober 2014
Keluhan Utama: Nyeri pinggang kiri 9 jam sebelum
masuk rumah sakit
Riwayat Penyakit Sekarang:
9 jam SMRS pasien mengeluhkan nyeri pinggang kiri
yang sangat hebat dan menjalar ke perut kiri, nyeri
menjalar ke paha dalam dan kantong pelir, nyeri tidak
bertambah dengan memakan makanan, nyeri
berkurang dengan perubahan posisi, tidak ada
keluhan mual dan muntah. Kulit basah dan dingin.
Perut tidak ada kembung, tidak ada keluhan BAB
2 hari SMRS pasien mengeluhkan BAK kental seperti
air teh, ada nyeri saat BAK, BAK kurang lampias,
sering bolak balik ke kamar mandi untuk BAK, BAK
tidak lebih sering pada malam hari, tidak ada
mengeluhkan sulit menahan BAK, tidak pernah BAK
berdarah, tidak ada kencing berpasir dan keluar batu.

Riwayat Penyakit Dahulu:
Riwayat hipertensi (+).
Riwayat trauma (-)
Riwayat batu ginjal 10 tahun yang lalu

Riwayat pengobatan
Riwayat mengaku pernah ESWL 10 tahun yang
lalu

Riwayat Penyakit Keluarga
Tidak ada penyakit yang berhubungan dengan
keluhan pasien

Riwayat Kebiasaan
Sering mengkonsumsi jengkol (+)
Sering mengkonsumsi jeroan (+)
PEMERIKSAAN FISIK
Status generalis
Keadaan umum : Tampak sakit sedang
Kesadaran : Komposmentis
Keadaan gizi : gizi baik
Vital sign :
Tekanan darah : 140/90 mmHg
Nadi : 88 kali/menit, reguler, isi cukup
Suhu : 36,6
o
C
Frek. Napas : 22 kali/menit
Pemeriksaan kepala dan leher : Konjunctiva tidak
anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokhor diameter
3 mm
Pemeriksaan thoraks : Dalam Batas
Normal (DBN)
Pemeriksaan abdomen : status lokalis
Pemeriksaan ekstremitas : DBN
Pemeriksaan kelenjar limfe : DBN
Pemeriksaan genitourinarius : status lokalis

Status Urologikus
Regio Flank/CVA kanan
kiri
Tanda radang (-) (-)
Ballotement sulit dinilai sulit
dinilai
Nyeri tekan (-) (-
)
Nyeri ketok (-)
(+)
Massa (-) (-)
Jaringan parut (-) (-)

Suprapubis
Inspeksi :
Tanda trauma : jejas (-), laserasi (-),
hematom (-)
Tanda radang : merah (-), bengkak (-),
fistula (-), cairan (-), sikatriks (-)
Tanda massa : retensi urin (-), tumor buli
(-),
Palpasi : Buli tidak penuh, nyeri tekan (-
), Massa (-)
Genetalia Eksterna
Penis: Ukuran normal
Posisi lurus
Preputium disirkumsisi
Trauma (-)
Radang (-)
M U E tidak terpasang kateter

Skrotum : Trauma (-)
Radang (-)
Massa (-)
Testis Kanan
Kiri
Keberadaan +
+
Ukuran Normal
Normal
Konsistensi Kenyal
Kenyal
Nyeri tekan -
-
Transluminasi -
-
Rectal toucher
Tonus sfingter ani : baik
Prostat : sulcus interlobaris
: +
Konsistensi :
kenyal
Simetris : +
Kutub atas :
terjangkau
Nyeri :
-
Nodul keras :
-
Taksiran berat prostat: 40
g

Diagnosis kerja
Kolik pain ec Susp ureterolithiasis sinistra

Diagnosis Banding
Striktur ureter sinistra

Rencana pemeriksaan lanjutan
Urinalisis
Darah rutin
Kimia darah
BNO-IVP


Pemeriksaan Penunjang
Darah rutin : (4-10-2014)
Hb : 14,7 gr/dL
Ht : 41,8 %
Leukosit : 13600 /uL
Trombosit : 267.000/uL

Kimia darah : (4-10-2014)
Ureum : 34,7 mg/dL
Kraetinin : 1,56 mg/dL
Glukosa : 131 mg/dL
AST : 20,1 U/L
ALT : 52 U/L

Hasil BNO IVP : (7-10-2014)
Kesan : Ureterolithiasis sinistra distal
Urinalisis
Tidak dilakukan

Diagnosis : ureterolithiasis distal sinistra
Tindakan : Rawat inap
IVFD RL 20 gtt/i
Inj ceftriaxon 2 x 1
Inj Ketorolac 2 x 1

Prognosis : Bonam
Usulan Penatalaksanaan: Rencana ESWL

Follow up :
Tanggal 4-10-2014
S : nyeri pinggang kiri menjalar ke paha dalam dan kantong
pelir.
O : TD : 140/90, Nadi : 78x/i, RR : 22x/i, T : 36,8
o
C
Status lokalis :
Nyeri ketok CVA kiri(+), Nyeri ketok CVA kanan (-) Bising usus
(+).Ballotemen (-/-),
A : Ureterolithiasis sinistra distal
P : Inj ketorolac 1 amp, inj ceftriaxon 1 gr. Pemeriksaan
BNO-IVP


Tanggal 5-10-2014
S : nyeri pinggang kiri berkurang,
O : TD : 140/90, Nadi : 92x/i, RR : 20x/i, T : 36,5
o
C
Status lokalis :
Pemeriksaan flank area (-)
Ballotemen (-/-), nyeri tekan (-/-), nyeri ketok (-/-).
A : ureterolithiasis sinistra distal
P : Inj ketorolac 1 amp, inj ceftriaxon 1 gr. Pemeriksaan
BNO-IVP
Tanggal 6-10-2014
S : tidak ada keluhan
O : TD : 130/80, Nadi : 80x/i, RR : 22x/i, T : 36,3
o
C
Status lokalis :
Pemeriksaan flank area (-)
Ballotemen (-/-), nyeri tekan (-/-), nyeri ketok (-/-).
A : ureterolithiasis sinistra distal
P : Inj ketorolac 1 amp, inj ceftriaxon 1 gr. Pemeriksaan
BNO-IVP

Tanggal 7-10-2014
S : tidak ada keluhan
O : TD : 140/90, Nadi : 88x/i, RR : 20x/i, T : 36,4
o
C
Status lokalis :
Pemeriksaan flank area (-)
Ballotemen (-/-), nyeri tekan (-/-), nyeri ketok (-/-).
A : ureterolithiasis sinistra distal
P : Inj ketorolac 1 amp, inj ceftriaxon 1 gr. Pemeriksaan
BNO-IVP
Tanggal 8-10-2014
S : tidak ada keluhan
O : TD : 140/90, Nadi : 88x/i, RR : 18x/i, T : 36,5
o
C
Status lokalis :
Pemeriksaan flank area (-)
Ballotemen (-/-), nyeri tekan (-/-), nyeri ketok (-/-).
A : ureterolithiasis sinistra distal, hasil BNO-IVP ada
bendungan di ureter distal sinistra
P : Inj ketorolac 1 amp, inj ceftriaxon 1 gr. ESWL


Tanggal 9-10-2014
S : tidak ada keluhan
O : TD : 140/90, Nadi : 88x/i, RR : 20x/i, T : 36,6
o
C
Status lokalis :
Pemeriksaan flank area (-)
Ballotemen (-/-), nyeri tekan (-/-), nyeri ketok (-/-).
A : ureterolithiasis distal sinistra
P : Inj ketorolac 1 amp, inj ceftriaxon 1 gr,. ESWL

Tanggal 10-10-2014
S : tidak ada keluhan
O : TD : 140/90, Nadi : 78x/i, RR : 2018x/i, T :
36,6
o
C
Status lokalis :
Pemeriksaan flank area (-)
Ballotemen (-/-), nyeri tekan (-/-), nyeri ketok (-/-).
A : ureterolithiasis distal sinistra
P : post ESWL, pulangkan pasien
Pembahasan
Anamnesis, PF dan PP :
Nyeri kolik :
Nyeri sangat hebat
Hilang timbul
Menjalar
Infeksi leukosti meningkat
Mual dan muntah
Nyeri ketok flank area
Kreatinin
Bendungan ureter distal sinistra BNO-IVP