Anda di halaman 1dari 36

KOMITE AUDIT DAN KOMITE LAINNYA :

PERAN,TANGGUNG JAWAB, KOMPOSISI,


KEEFEKTIFAN
Oleh:
Arif Nugroho
Ideran Syaputra
Indah Lailinnur
Ruth Inora

UNIVERSITAS INDONESIA

WINTER
Template
PRINSIP VI OECD CG
Tanggung Jawab Dewan Komisaris & Direksi
Tanggung Jawab Dewan Komisaris & Direksi :
bertindak berdasarkan informasi yang jelas,
dengan itikad yang baik, demi kepentingan
perusahaan dan pemegang saham
harus menerapkan standar etika yang tinggi dan
memperhatikan kepentingan para pemangku
kepentingan (stakeholders)
Menjalankan tanggung jawab dengan efektif,
independen dan memperlakukan seluruh
pemegang saham dengan adil


Peraturan Bapepam LK Nomor IX.I.5

Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja
Komite Audit


Komite audit adalah komite
yang dibentuk oleh dan
bertanggung jawab kepada
Dewan Komisaris dalam
membantu melaksanakan
tugas dan fungsi Dewan
Komisaris.

paling kurang terdiri dari 3 (tiga)
orang anggota (Komisaris Independen
dan Pihak dari luar Emiten)
diketuai oleh Komisaris
Independen.
Anggota Komite Audit diangkat dan
diberhentikan oleh Dewan Komisaris.

STRUKTUR &
KEANGGOTAAN
KOMITE AUDIT
Memiliki integritas yang tinggi, kemampuan,
pengetahuan, pengalaman sesuai dengan bidang
pekerjaannya
Tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan anggota
Dewan Komisaris, anggota Direksi, atau Pemegang
Saham Utama Emiten
Tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung
maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kegiatan
usaha Emiten atau Perusahaan Publik tersebut

Wajib mematuhi kode etik Komite Audit yang
ditetapkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik
memiliki paling kurang satu anggota yang berlatar
belakang pendidikan dan keahlian di bidang akuntansi
dan/atau keuangan
Bukan merupakan orang dalam Kantor Akuntan
Publik, Kantor Konsultan Hukum, Kantor Jasa Penilai
Publik atau pihak lain yang memberi jasa assurance,
jasa non-assurance, jasa penilai dan/atau jasa konsultasi
lain kepada Emiten

TUGAS & TANGGUNG JAWAB KOMITE AUDIT
Melakukan penelaahan atas:
Informasi Keuangan
Ketaatan terhadap Peraturan
Pelaksanaan Pemeriksaan oleh auditor
Internal
Resiko yang ada di Emiten
Menjaga kerahasiaan dokumen
Memberikan pendapat independen

WINTER
Template
MASA
TUGAS
PELAPORAN




Rapat secara berkala paling kurang satu
kali dalam 3 (tiga) bulan.
Rapat dilaksanakan apabila dihadiri oleh
lebih dari (satu per dua) jumlah anggota.
Risalah rapat harus ditandatangani seluruh
anggota dan disampaikan kepada Dewan
Komisaris



WEWENANG KOMITE AUDIT
Mengakses dokumen, data, dan informasi
Emiten atau Perusahaan Publik tentang
karyawan, dana, aset, dan sumber daya
perusahaan yang diperlukan.
Berkomunikasi langsung dengan karyawan,
termasuk Direksi dan pihak yang
menjalankan fungsi audit internal,
manajemen resiko, dan akuntan terkait
tugas dan tanggung jawab Komite Audit
PERATURAN BANK INDONESIA
NOMOR 8/4/PBI/2006
SUSUNAN KOMITE AUDIT
Terdiri dari:
o Seorang Komisaris Independen
o Seorang dari Pihak Independen yang
memiliki keahlian di bidang keuangan
atau akuntansi; dan
o Seorang dari Pihak Independen yang
memiliki keahlian di bidang hukum atau
perbankan
Komite Audit diketuai oleh Komisaris
Independen
Untuk memastikan, bahwa perusahaan telah
dijalankan sesuai undang-undang dan
peraturan yang berlaku.
Melaksanakan usahanya dengan beretika.
Melaksanakan pengawasannya secara efektif
terhadap benturan kepentingan dan
kecurangan yang dilakukan oleh karyawan
perusahaan.
Ruang lingkup pelaksanaan dalam bidang ini adalah:

1. Menilai kebijakan perusahaan yang berhubungan dengan
kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan, etika,
benturan kepentingan dan penyelidikan terhadap perbuatan yang
merugikan perusahaan dan kecurangan.

2. Memonitor proses pengadilan yang sedang terjadi ataupun yang
ditunda serta yang menyangkut masalah Corporate Governance
dalam hal mana perusahaan menjadi salah satu pihak yang
terkait di dalamnya.

3. Memeriksa kasus-kasus penting yang berhubungan dengan
benturan kepentingan, perbuatan yang merugikan perusahaan,
dan kecurangan.

4. Keharusan auditor internal untuk melaporkan hasil pemeriksaan
Corporate Governance dan temuan-temuan penting lainnya.


Menurut kelompok kami, peraturan Bapepam-LK dan BI
mengharuskan Komite Audit diketuai oleh Komisaris
Independen dikarenakan eksistensi dan peran Komisaris
Independen signifikan dalam memperjuangkan kepentingan
pemegang saham minoritas. Dengan diketuai oleh Komisaris
Independen, maka Komisaris Independen dapat memonitor
kinerja dan efektifitas komite audit, dan memastikan bahwa
independensi komite audit tetap dijalankan.
C. Analisis faktor-faktor apa yang berkontribusi
dalam membentuk komite audit yang efektif

Menurut BRC (dalam Bryan et al. 2004) menyebutkan karakteristik
penting harus dimiliki komite audit adalah :
frekuensi pertemuan
keahlian di bidang keuangan
komitmen waktu

Menurut Artikel PWC
Charter
- Tujuan/Misi
- Jumlah dan atribut anggota ( independen, memiliki pengetahuan
finansial)
- Frukensi pertemuan dan sesi pribadi
- Roles dan oversight responsibilities
- Tanggung jawab pelaporan
- Kekuasaan


Evaluasi Komite

- Komite audit harus melaksanakan penilaian efektifitasnya
secara berkala.
- Komite audit dapat melaksanakan evaluasi kinerjanya
berdasarkan:
Membandingkan aktivitasnya dengan Charter.
Membandingkan aktivitasnya dengan praktek terbaik.
Mendiskusikan kinerja dengan anggota komite,
manajemen dan lainnnya. Dilihat dari :
* Sumber Daya
* Pendidikan dan Pelatihan



D. Komite lain, selain komite audit, yang umumnya dapat
dibentuk untuk membantu Dewan Komisaris, serta peranan
dari komite-komite lain tersebut.
Komite Kompensasi/Renumerasi
(Compensation/Remuneration Committee)
Komite Nominasi (Nomination/Governance
Committee)
Komite Kebijakan Risiko
Komite Kebijakan Corporate Governance


WINTER
Template
STRUKTUR DEWAN KOMISARIS
PT TELKOMSEL TAHUN 2011

Presiden Komisaris
Rinaldi Firmansyah
Komisaris
Arief Yahya
Komisaris
Loso J
Komisaris
Ermady D
Komisaris
Yuen K.M
Komisaris
Paul OS
STRUKTUR DEWAN DIREKSI
PT TELKOMSEL TAHUN 2011
Presiden Direktur
Sarwoto
Atmosutarno
Direktur Finance
Triwahyusari
Direktur Planning
& Development
Herfini H
Direktur Operation
Ng Kwon Kee
Direktur
Commerce
Edward Ying
STRUKTUR KOMITE AUDIT
PT TELKOMSEL TAHUN 2011
Ketua
Arief Yahya
(Komisaris)
Paul OSullivan
(Komisaris)
Daru Mulyawan Agus Suryono
OVERVIEW KASUS
Proyek
Renovasi
Gedung
Proyek Swap
BTS Telkomsel
Pengadaan
SIM Card RF
Surat Terbuka
Sukarni
SBY
DIKOFIRMASI TIDAK
MENGAKU MEMBUAT SURAT
TERBUKA
Komite Audit namun
tidak ada tindak lanjut
Kasus Korupsi PT Telkomsel
KRONOLOGI KASUS
3 Mei
2011
Terkuak berita tentang surat terbuka dari whistle blower atas nama HM
Sukarni yang ditujukan kepada Presiden SBY atas dugaan korupsi PT
Telkomsel.
4 Mei
2011
Pengiriman Surat Permintaan Konfirmasi oleh BEI kepada PT Telkomsel
6 Mei
2011
PT Telkomsel mengirimkan Surat Jawaban atas Permintaan Konfirmasi
Bursa tentang Pemberitaan di Media Massa
22 Juni
2011
Sarwoto (Direktur Utama PT Telkomsel) kasus tersebut hanya
riak-riak kecil dari pihak yang tidak bertanggungjawab jelang
RUPS.
Arief Yahya selaku Ketua Komite Audit Telkomsel masih akan
mempelajari substansi dari isi surat tersebut.
WINTER
Template
PEMBAHASAN
KASUS

Proyek dimenangkan oleh salah satu perusahaan
yang dimiliki oleh Mr R.
Mr R penyokong dana agar direksi Telkom dan
Telkomsel tetap bisa mempertahankan jabatannya
Terdapat penyelewengan dana sebesar Rp 10 Miliar
membuat terjadi penggelembungan budget (dari Rp
35 Miliar Rp 45 Miliar)
PROYEK RENOVASI
GEDUNG
Template
PEMBAHASAN
KASUS

BTS yang berkualitas tinggi diganti menjadi
BTS berkualitas rendah (downgrade).
Terdapat permainan yang dilakukan oleh
dua direksi PT. Telkomsel.
Hasil suap Rp 50 Miliar Upeti kepada
Pejabat Kementerian Negara BUMN dan
Direksi Telkom.
PROYEK Swap BTS
Telkomsel
Template
PEMBAHASAN
KASUS

Biaya produksi 1 unit SIM Card seharusnya
kurang dari 1 dollar AS, namun harganya
ditetapkan sampai 12 dollar AS per unit.

Pengadaan SIM
Card RF
KESIMPULAN DAN
TANGGAPAN KASUS
Mengenai Persyaratan Keanggotaan Komite Audit:
Seluruh anggota Komite Audit PT Telkomsel bukan
pejabat dalam Kantor Akuntan Publik, Kantor
Konsultan Hukum, Kantor Jasa Penilai Publik.
Jumlah Komite Audit sudah memenuhi aturan (4
orang), namun Komite Audit PT Telkomsel tidak
diketuai oleh Komisaris Independen.
2 anggota Komite Audit lainnya merupakan pihak
independen yaitu Daru Mulyawan dan Agus
Suryono.
KESIMPULAN DAN
TANGGAPAN KASUS
Jika whistleblowing yang dilakukan Sukarni
/si Whistleblower itu diasumsikan benar terjadi,
maka kami berpendapat bahwa Komite Audit
salah karena tidak menindaklanjuti
whistleblowing tersebut sehingga Sukarni
melaporkannya langsung ke Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono .
KESIMPULAN DAN
TANGGAPAN KASUS
Jika ternyata diasumsikan bahwa Komite Audit
belum menerima laporan dari whistleblower
tersebut dan Sukarni mengkonfirmasi bahwa dia
bukanlah whistleblowernya, maka kami
berpendapat bahwa isu ini bisa saja timbul
disengaja karena menjelang RUPS. Seandainya,
tidak ada korupsi yang dilakukan maka
whistleblower itu kemungkinan dapat bertujuan
untuk merugikan nama baik direksi Telkom dan
Telkomsel
KESIMPULAN
Dibentuknya Komite Audit dapat mendukung
jalannya Corporate Governance perusahaan dengan
baik, tetapi disamping itu Komite Audit harus
menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan
Bapepam LK dan Audit Committee Charter.
Adanya Sistem Whistleblowing yang baik dapat
membantu Komite Audit dalam pengendalian
internalnya.
SARAN
Komite Audit harus mengawasi jalannya
Whistleblowing System. Jika ada pengaduan, Komite
Audit harus segera menindaklanjuti pengaduan
tersebut hingga tuntas.
Sebaiknya bentuk pengaduan Whistleblowing System
terutama yang berhubungan dengan kecurangan
dan/atau dugaan korupsi harus didampingi oleh KPK
(Komisi Pemberantas Korupsi) agar penyelesaian
kasus dilakukan seobjektif mungkin.