Anda di halaman 1dari 28

BAB VI

PERSAMAAN MAXWELL
A. GENERALISASI HUKUM AMPERE
Medan magnet akibat distribusi arus memenuhi hukum Ampere :
} }
- = - da n J d H


Namun hukum Ampere terkadang tidak dapat digunakan, karena itu perlu
generalisasi yang selalu berlaku.
Pandang suatu sirkuit yang terdiri dari suatu kapasitor pelat sejajar yang kecil
diberi arus konstan I.
S
1
S
2
( ) t I
Kontur C
kapasitor
Jika hukum Ampere diterapkan pada kontur C dan permukaan S
1
:
) 1 ........( I da n J d H
C
1
S
} }
= - = -


Namun jika hukum Ampere diterapkan pada kontur C dan permukaan S
2
:
) 2 .......( 0 da n J d H
C
2
S
} }
= - = -


Kedua persamaan diatas kontradiktif, karena itu keduanya salah. Persamaan (1)
dianggap benar, karena ia tidak bergantung pada kapasitor, sedangkan
persamaan (2) perlu dimodifikasi karena kehadiran pelat kapasitor.
Jika permukaan S
2
dan S
1
membentuk suatu permukaan tertutup S, maka n di
setiap titik dibuat keluar dari permukaan S, sehingga :
}
= -
S
I da n J

Dimana tanda minus datang dari perubahan arah normal. Disisi lain, integral
permukaan dari persamaan (1) dan (2) sama dengan integral garis H disekitar
kurva C yang sama.
Dengan pendekatan ini, maka :
} } }
= - - = -
C S C
0 d H d H da n J

Tanda minus timbul dari perubahan C dalam kasus permukaan S


1
. Sekarang
kontradiksi timbul dari bentuk arus I yang diasumsikan mengalir kedalam volume
yang dilingkupi permukaan S menjadi nol. Inilah ketidakkonsistenan dengan
hukum Ampere. Arus yang mengalir kedalam volume kenyataannya tidak sama
dengan nol, namun sama dengan laju perubahan muatan pada keping kapasitor
(hukum kekekalan muatan).
Ketidakkonsistenan ini dapat diselesaikan dalam formulasi hukum Ampere yang
lain :
J H

= V
Namun divergensi dari curl sembarang vektor itu nol, sehingga :
( ) 0 H = V - V

Disisi lain dari hukum kekekalan muatan (kontinuitas arus listrik ) :
0
t
J =
c
c
+ - V

Sehingga ada ketidakkonsistenan antara hukum Ampere dengan persamaan
kontinuitas arus listrik, karena :
( )
t
J
0 J H
c
c
= - V
= - V = V - V


Hukum Ampere
Kontinuitas arus listrik
Sangatlah sulit untuk memodifikasi agar kedua persamaan diatas konsisten.
Cara untuk memodifikasi adalah dengan mengubah suku sebelah kanan dari
hukum Ampere dengan suatu vektor yang divergensinya nol.
Dengan menggunakan hukum Gauss :
( )
0
t
D
J
0 D
t
J
D
=
|
|
.
|

\
|
c
c
+ - V
= - V
c
c
= - V
= - V




Sehingga persamaan kontinuitas arus listrik menjadi :
Disini diasumsikan bahwa D adalah
fungsi kontinu dari ruang dan waktu
dimana turunannya dapat ditukar.
Sehingga hukum Ampere dapat ditulis :
=
c
c
+ = V
D
t
D
J H


pergeseran arus
B. PERSAMAAN MAXWELL
Persamaan Maxwell merupakan generalisasi dari keempat hukum dalam listrik
dan medan magnet :
0 B
D
t
B
E
t
D
J H
= - V
= - V
c
c
= V
c
c
+ = V


Hukum Ampere

Bentuk diferensial hukum Faraday

Hukum Gauss
Medan magnet bersifat dipol
C. ENERGI ELEKTROMAGNETIK
Energi potensial listrik statik dari sistem muatan yang menghasilkan medan listrik :
}
- =
V
E
dv D E
2
1
U

Energi yang disimpan dalam medan magnet :
}
- =
V
M
dv B H
2
1
U

Dari hukum Ampere yang diperluas dan bentuk diferensial hukum Faraday :
( ) ( ) J E
t
D
E
t
B
H H E E H


-
c
c
-
c
c
- = V - V -
Suku kiri dapat dikonversi dengan bantuan persamaan identitas :
( ) ( ) ( )
( ) J E
t
D
E
t
B
H H E
G F F G G F



-
c
c
-
c
c
- = - V
V - V - = - V
Menghasilkan :
B H
2
1
t
H
t 2
1
H
t
H
t
B
H
D E
2
1
t
E
t 2
1
E
t
E
t
D
E
2
2

-
c
c
=
c
c
=
c
c
- =
c
c
-
-
c
c
=
c
c
c = c
c
c
- =
c
c
-
Jika persamaan diatas diterapkan dalam medium, dimana D(t) sebanding dengan
E(t) dan B(t) sebanding dengan H(t) [konstanta-konstanta pembandingnya tak
bergantung waktu], maka :
Sehingga persamaan sebelumnya menjadi :
( ) ( ) E J H B D E
2
1
t
H E

- - + -
c
c
= - V
Turunan waktu dari jumlah
rapat energi listrik dan magnet
Dalam banyak kasus J = gE
adalah negarif laju pemanasan
persatuan volume (g adalah
konduktivitas listrik).
Bentuk integrasi terhadap volume V yang dilingkupi permukaan S :
( ) ( ) dv E J dv H B D E
2
1
dt
d
dv H E
V V V

- - + - = - V
} } }
Dengan menerapkan terome divergensi pada suku sebelah kiri, maka :
( ) ( )
( ) ( ) da n H E dv H B D E
2
1
dt
d
dv E J
dv E J dv H B D E
2
1
dt
d
da n H E
S V V
V V S


- + - + - = -
- - + - = -
} } }
} } }
Sehingga jelas bahwa bagian J - E terdiri dari dua bagian :
1. Laju perubahan energi elektromagnetik yang disimpan dalam volume V
2. Integral permukaan.
( ) ( ) da n H E dv H B D E
2
1
dt
d
dv E J
S V V


- + - + - = -
} } }
Suku sebelah kiri merupakan daya yang ditransfer kedalam medan
elektromagnetik melalui gerakan muatan-muatan bebas dalam volume V. Jika
tidak ada sumber emf/ggl dalam V, maka suku sebelah kiri berharga negatif dan
sama dengan minus produksi panas Joule persatuan waktu. Namun dalam
kasus tertentu bisa berharga positif.
Pandang partikel bermuatan q bergerak dengan kecepatan konstan v dibawah
pengaruh kombinasi gaya mekanis, listrik dan magnet, maka laju dimana kerja
mekanis bekerja pada partikel :
( ) v E q v B v E q n F
m

- = - + = -
Rapat arus dapat didefinisikan :
i i
i
i
v q N J

=
Maka laju dimana kerja mekanik persatuan volume (rapat daya) ditransfer
kedalam medan elektromagnetik :
J E v F N
i m
i
i

- = -

Karena integral permukaan hanya meliputi medan listrik dan medan magnet, ini
memungkinkan untuk mengintrepetasikan bagian ini sebagai laju energi yang
melalui permukaan tertutup. Sehingga persamaan :
( ) ( ) dv H E dv H B D E
2
1
t
dv E J
V V V

- V + - + -
c
c
= -
} } }
Menggambarkan kekekalan energi dalam volume tertentu V.
Jika didefinisikan :
( )
E J
t
u
S
H B D E
2
1
u
H E S



- =
c
c
+ - V
- + - =
=
Maka :
= vektor Poynting
jelas J - E = kerja yang dilakukan
oleh medan lokal pada partikel-
partikel bermuatan persatuan volume.
Jika V - S = 0 merupakan hukum kekekalan energi lokal : laju perubahan energi
medan sama dengan disipasi daya persatuan volume persatuan waktu di setiap
titik.
= rapat energi listrik dan magnetik
Jika V - S = 0 tetapi J - E = 0, maka :
0
t
u
S =
c
c
+ - V

Persamaan kontinuitas untuk muatan,
kecuali jika rapat energi u berperan
dalam rapat muatan .
Jika persamaan diatas menggambarkan kekekalan energi, maka V - S
merupakan divergensi dari suatu rapat arus energi atau laju aliran energi
persatuan luas.
Umumnya:
H E S

=
merupakan aliran energi lokal persatuan waktu dan luas.
D. PERSAMAAN GELOMBANG
Salah satu konsekuensi penting dari persamaan Maxwell adalah persamaan
propagasi gelombang elektromagnetik dalam medium linier. Persamaan
gelombang untuk H :
t
D
J H
t
D
J H
c
c
V + V = V V
c
c
+ = V


Dengan bantuan :
E g J
E D


=
c =
Maka :
t
E
E g H
c
c
V c + V = V V


t
H
t
B
E
c
c
=
c
c
= V


Dengan bantuan persamaan Maxwell dan B = H, maka :
) 1 .( .......... .......... 0
t
H
g
t
H
H
t
H
t
H
g H H
t
H
t
H
g H
2
2
2
2
2
2
0
2
2
=
c
c

c
c
c V
c
c
c
c
c
= V - V V
c
c
c
c
c
= V V
=








2
2
t
E
t
E
g
t
D
J
t
B
E
c
c
c
c
c
=
c
c
V V =
c
c
V = V V


Untuk medan E, juga berlaku :
) 2 .( .......... .......... 0
t
E
g
t
E
E
2
2
2
=
c
c

c
c
c V


Kedua persamaan gelombang (1) dan (2) merupakan persamaan gelombang yang
dibangun medan elektromagnetik dalam medium linier dan homogen dimana rapat
muatannya nol tanpa memperdulikan apakah mediumnya konduktor atau bukan
konduktor. Persamaan (1) dan (2) merupakan konsekuensi penting dari
persamaan Maxwell (persamaan Maxwell dipenuhi).
Untuk menyelesaikan persamaan gelombang tsb, perlu diperlukan perhatian
khusus dalam menyelesaikan persamaan Maxwell.
E. GELOMBANG MONOKROMATIK
Gelombang monokromatik adalah gelombang dimana medan-medannya dicirikan
oleh frekuensi tunggal.
( ) ( ) ( ) ( ) + e = =
e
t cos r E e r E t , r E
t i

Jika disubstitusikan ke dalam persamaan gelombang :


{ } 0 E g i E E e
0
t
E
g
t
E
E
2 2 t i
2
2
2
= e + c e + V
=
c
c

c
c
c V
e



1. Dalam ruang hampa (vakum)
Dalam vakum, g = 0, c = c
0
, dan =
0
. Jika medan E(r) berubah hanya dalam
1-dimensi (misalnya arah-z), maka persamaan gelombang menjadi :
( )
2 0 0
2
2
2
c
1
0 E
c dz
z E d
= c
=
|
.
|

\
|
e
+

Persamaan gelombang diatas disebut persamaan Helmholtz secara matematis


sama dengan persamaan osilator harmonik dengan solusinya :
( ) ( )
c
tan kons vektor E
z i exp E z E
0
0
e = k
=
k =


Secara lengkap :
( ) ( ) { }
( ) ( )
( ) ( ) c / z t cos E t , r E
real bagian z t cos E t , r E
z t i exp E t , r E
0
0
0

e =
k e =
k e =
Menggambarkan perambatan gelombang sinusoidal ke arah kanan atau kiri
dalam arah-z (bergantung tanda minus dan plus yang digunakan). Kecepatan
propagasi gelombang adalah c. Jika cahaya adalah suatu bentuk radiasi
elektromagnetik, maka persamaan Maxwell memperkirakan bahwa kecepatan
cahaya dalam vakum:
s / m 10 x 9979 , 2
1
c
8
0 0
=
c
=
Frekuensi gelombang dan panjang gelombang didefinisikan :
k
t
=
t
e
=
2
;
2
f
2. Dalam medium dielektrik non-magnetik dan non-kondukting
Dalam medium ini, g = 0, =
0
dan c = Kc
0
, maka persamaan gelombangnya
sama dengan dalam vakum, kecuali :
c / Ke = k
Dengan mendefinisikan , persamaan gelombang E sama dengan
vakum kecuali kecepatan propagasi gelombang menjadi c/n. Besaran n
disebut indeks bias dari medium dielektrik (untuk vakum n = 1).
K n =
3. Dalam medium kondukting
0 E g i E E
2 2
= e + c e + V

Dalam medium ini, g > 0, sehingga suku ketiga dalam persamaan diatas eksis.
Jika g kecil, maka gelombang dikatakan teredam.
Jika nilai g kecil, maka suku ketiga lebih kecil dibandingkan dengan suku kedua,
maka :
ec << c e << e g ; g
2
Jika nilai g >> ec, maka suku kedua diabaikan.
Untuk kasus satu-dimensi :
( )
0 E g i
dz
z E d
2
2
= e +

Jika koefisien E dibuat real, maka harus diasumsikan bahwa o = ie juga real,
dengan kata lain frekuensinya imajiner.
Jika , maka fungsi ruang dari E(r) sama seperti dalam vakum, hanya
sekarang kebergantungan terhadap waktunya berbeda.
o = k g
( ) ( ) ( ) t exp r E t , r E o =

merupakan medan yang meluruh ekponensial terhadap waktu (bukan perilaku


gelombang berosilasi). Transisi perilaku meluruh dan gelombang terjadi jika :
c
t
1 g
=
c
~ o = e
t
c
= waktu relaksasi material
Dari tracing penurunan persamaan :
0 E g i E E
2 2
= e + c e + V

Dari persamaan Maxwell, suku kedua atau c
2
E/ct
2
diturunkan dari pergeseran
arus cD/ct, sedangkan suku ketiga atau cE/ct diturunkan dari arus transport J.
Sehingga eksistensi propagasi gelombang elektromagnetik bergantung pada
pergeseran arus dalam persamaan Maxwell. Tanpa pergeseran arus, hanya ada
medan yang meluruh secara eksponensial.
F. SYARAT-SYARAT BATAS
Syarat-syarat batas yang harus dipenuhi oleh medan-medan listrik dan magnet
pada interface antara dua media diturunkan dari persamaan Maxwell.
0 B= - V

Pada sembarang interface antara dua media dapat digambarkan oleh suatu
permukaan silinder (lihat gambar).
1. Syarat batas medan magnet induksi B
A
S
1
S
2
h
1
n

2
n

1
2
} } } }
} }
= - + - + - = -
= - = - V
S
3
S
3
2
S
2
1
S
1
V S
0 da n B da n B da n B da n B
0 da n B dv B


S
3
3
n

Teorema divergensi :
Jika h 0, maka suku ketiga menjadi nol, dan secara geometris S
1
~ S
2
.
Karena normal n
1
berlawanan arah dengan normal n
2
, maka berlaku :
n 2 n 1
B B =
Komponen normal dari medan magnet B
adalah kontinu pada interface
Komponen tangensial dari medan listrik dapat diperlakukan dengan cara yang
sama. Hal ini sekali lagi berdasarkan persamaan Maxwell :
( )
} }
-
c
c
= - V
=
c
c
+ V
S S
da n
t
B
da n E
0
t
B
E


1
2

1
h
2
h
Dengan menerapkan teorema Stokes, maka :
}
-
c
c
= + +
S
n 2 2 n 1 1 n 2 2 n 1 1 t 2 t 1
da n
t
B
' E h ' E h E h E h E E


Jika loop dibuat tipis (h
1
0 dan h
2
0), maka keempat suku terakhir dalam
ruas kiri dan ruas kanan adalah nol, sehingga :
t 2 t 1
t 2 t 1
E E
0 E E
=
=
Komponen tangensial dari medan listrik E harus
kontinu pada interface
2. Syarat batas medan listrik E
3. Syarat batas pergeseran listrik D
Syarat batas pada komponen normal pergeseran listrik lebih kompleks, namun
juga dapat diturunkan dari salah satu persamaan Maxwell :
= - V D

Dengan cara yang sama seperti dalam penurunan syarat batas medan B dapat
diturunkan dengan silinder tipis pada permukaan batas dua media yang berbeda
dv dv D
V V
= - V
} }

Dengan menerapkan teorema divergensi, dan h 0, maka :
( ) o =
n 2 n 1
D D
Dimana o adalah rapat muatan permukaan pada interface. Umumnya o = 0,
sehingga syarat batas menjadi kompleks, namun muatan listrik harus kekal :
t
J
c
c
= - V

Sehingga dapat dibuat penyederhanaan.
Dengan mengintegralkan persamaan kekekalan muatan listrik dan silinder dibuat
tipis h 0, maka :
( )
t
J J
n 2 n 1
c
o c
=
Jika hanya radiasi monokromatik yang ditinjau, rapat muatan permukaan harus
berubah dengan e
-iet
sehingga ruas kanan persamaan diatas menjadi ieo.
Dengan substitusi D = cE dan J = gE, maka diperoleh :
eo =
o = c c
i E g E g
E E
n 2 2 n 1 1
n 2 2 n 1 1
Beberapa kasus khusus :
(a). Jika o = 0, maka :
2
2
1
1
g g
c
=
c
benar jika dipilih material yang sesuai atau jika g
1
= g
2
= 0 atau . Kondisi g
1

= g
2
= 0 dapat direalisasi pada interface antara dua dielektrik yang baik.
(b). Jika o = 0 (kasus umum), maka :
0 E
g
i E
g
i
n 2
2
2 n 1
1
1
=
|
.
|

\
|
e
+ c
|
.
|

\
|
e
+ c
(c). Jika salah satu konduktivitasnya tak-hingga, g
2
= , maka :
1
n 1
n 2
E
0 E
c
o
=
=
4. Syarat batas intensitas magnet H
Syarat batas komponen tangensial juga dapat diturunkan dengan
mengintegralkan persamaan Maxwell terhadap permukaan yang ditutupi oleh
loop, seperti dalam kasus komponen tangensial medan listrik:
t
D
J H
c
c
+ = V


Jika loop dibuat tipis, maka kondisi batas menjadi :

= j H H
t 2 t 1
Dimana j

adalah komponen rapat arus permukaan yang tegak lurus terhadap


arah komponen-H yang sesuai. Ide rapat arus permukaan adalah analog
dengan rapat muatan permukaan yang menggambarkan suatu arus berhingga
dalam suatu lapisan tak-hingga. Rapat arus permukaan menjadi nol, kecuali
jika konduktivitasnya tak-hingga, karenanya untuk konduktivitas berhingga
berlaku :
t 2 t 1
H H =
Artinya komponen tangensial H bersifat kontinu, jika salah satu medium
memiliki konduktivitas tak-hingga.
Jika g
2
= , maka E
2n
= 0.
Bentuk umum untuk medium-2 berdasarkan persamaan Maxwell :
2
2
2
J
t
D
H


=
c
c
V
Dengan menggunakan hubungan D
2
= cE
2
dan J
2
= gE
2
, dan diasumsikan E
2

berubah terhadap waktu sesuai e
-iet
menghasilkan :
( )
2
2 2
2
H
i g
1
E

V
ec
=
Persamaan diatas mengimplikasikan bahwa E
2
= 0 dalam medium yang
konduktivitasnya tak-hingga.
Dengan asumsi yang sama, maka :
Sehingga jika E
2
= 0 , maka H
2
= 0. Dengan demikian syarat batas pada
komponen tangensial H pada interface dimana konduktivitas salah satu
mediumnya tak-hingga, maka :
( )
2
2
2
E
i
1
H

V
e
=

= j H
t 1
Tabel. Syarat-syarat medan medan listrik, pergeseran listrik, medan magnet
induksi dan intensitas medan magnet untuk kasus g = 0, g = dan g
sembarang.
g E
t
D
n
H
t
B
n

g
1
= g
2
= 0 E
1t
= E
2t
D
1n
= D
2n
H
1t
= H
2t
B
1n
= B
2n
g
2
= E
2t
= 0
E
1t
= 0

D
2n
= 0

D
1n
= o
H
2t
= 0
H
1t
= j


B
2n
= 0
B
1n
= 0

g
1
, g
2

sembarang
=
E
1t
= E
2t
H
1t
= H
2t


B
1n
= B
2n
n 1
1
1
E
g
i
|
.
|

\
|
e
+ c
n 2
2
2
E
g
i
|
.
|

\
|
e
+ c =