Anda di halaman 1dari 54

Background : Etilen

Etena atau Etilen adalah senyawa


kimia yang memiliki rumus C
2
H
4


Sifat-sifat : olefin paling ringan, tidak
berwarna, tidak berbau, dan mudah
terbakar
Penggunaan etena dalam dunia
industri cukup luas antara lain: sebagai
bahan baku industri kimia ethylene
oksida, poliethylene, ethylene
benzene, vinilklorida, dan ethylene
glikol


Background : Kebutuhan (etilen)
Perkembangan produksi etilen di indonesia periode tahun
2005-2009 mengalami penurunan

Sebaliknya konsumsi dalam negeri semakin meningkat rata-
rata 7,8% tiap tahun sejak 2005 sampai tahun 2009 mencapai
kapasitas 1.118.000 ton
Diperlukan import sebanyak 660.000 ton di tahun 2009 agar
dapat memenuhi kebutuhan etilen terutama sebagai bahan
baku untuk produksi senyawa turunan etilen


Data
kapasitas
x 1000 ton
2005 2006 2007 2008 2009
Produksi 510 460 540 488 455
Konsumsi 847 754 801 931 1118
Ekspor 0 0 0 0 0
Impor 337 294 261 444 664
Background : Kebutuhan (etilen)
847
754
801
931
1118 1109
1296
1459
1600
1754
1999
337
294
261
444
664
641
836
1029
1173
1333
1594
0
500
1000
1500
2000
2500
2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015
K
a
p
a
s
i
t
a
s

x

1
0
0
0

t
o
n


Tahun
Grafik 1.1. Prediksi Kapasitas Produksi, Konsumsi, Impor
Periode Tahun 2010 - 2015
produksi konsumsi import
Background : Kebutuhan (etilen
glikol)
Dari tabel dan grafik diatas dapat diketahui bahwa impor
etilen glikol di Indonesia dari tahun 2001 sampai 2006
mengalami kenaikan rata-rata sebesar 3,5477%


Dengan kenaikan rata-rata sebesar 3,5477%, maka kebutuhan
impor etilen glikol di Indonesia pada tahun 2015 dapat
diprediksikan sebesar 480.460 ton.



Sifat-sifat Etilen
Senyawa hidrokarbon tidak jenuh
Senyawa alkena dengan 2 atom karbon
Titik didih sekitar -104C, Titik leleh sekitar -160C,
Titik beku sekitar -160C
Kelarutan dalam air sekitar 22,6%
Kelarutan dalam pelarut
Tidak berwarna dan berbau enak
Sifat Fisika Etilen
Reaksi antara etena dan klorin menghasilkan 1,2
dikloroetana yang dapat digunakan sebagai bahan
baku plastik PVC.



Reaksi alkena dengan hidrogen halida
(hidrohalogenasi).



Reaksi antara etena (etilen) dengan hidrogen
menghasilkan etana.



Reaksi pembakaran sempurna antara etena dan
oksigen menghasilkan gas karbonmonoksida dan air.



Sifat Kimia Etilen
Penggunaan Etilen
Mengakhiri masa dormansi.
Merangsang pertumbuhan akar dan batang.
Pembentukan akar adventif.
Merangsang induksi bunga Bromiliad.
Induksi sel kelamin betina pada bunga.
Merangsang pemekaran bunga.
Pada aplikasi lain, etilen digunakan sebagai obat bius.
Bahan baku yang sangat penting bagi industri petrokimia
seperti plastik, resin, fiber, dan lain-lain.

Perusahaan Etilen Di Indonesia
PT Chandra Asri Petrochemical (CAP)
adalah perusahaan petrokimia
terbesar dan terintegrasi secara
vertikal di Indonesia dengan fasilitas-
fasilitasnya yang terletak di
Ciwandan, Cilegon dan Puloampel,
Serang di Provinsi Banten.
CAP merupakan pabrik petrokimia
utama yang memanfaatkan
teknologi dan fasilitas pendukung
canggih kelas dunia.
Lokasi PT. Chandra Asri
Petrochemical Center, Tbk
Contd
Guna memastikan produksi yang berkesinambungan, CAP
memiliki pembangkit listrik terpasang dengan kapasitas yang
melebihi kebutuhan produksi normal.
Selain itu, CAP memiliki sambungan ke PLN sebagai sumber
listrik cadangan.
Memiliki instalasi desalinasi dan pengolahan air yang
menghasilkan air yang sangat murni untuk digunakan pada
sistem pendingin dan tangki penyimpanan.
PT. Chandra Asri Petrochemical memiliki 3 plant utama yaitu
Ethylene Plant, HDPE Plant, dan LLDPE Plant.
Pada ethylene plant, berfungsi untuk memproduksi ethylene
yang sebagian digunakan kembali untuk menghasilkan
polyethylene pada HDPE Plant dan LLDPE Plant, dan
sebagian lagi langsung dijual.
Berdasarkan data dari Kementrian Perindustrian, produksi PT.
Chandra Asri Petrochemical tiap tahunnya adalah :




Pemerintah berharap fasilitas refinery Chandra Asri dapat
segera ditambah untuk mengurangi ketergantungan impor
ethylene yang setiap tahun menembus 996.000 ton.
Jenis Produksi Per Tahun
Ethylene 600 ribu ton / tahun
Polyethylene 320 ribu ton / tahun
Contd
Pembuatan Etilen

Terdapat dua jenis proses yang dapat dilakukan, yaitu Thermal Cracking dan
Dehidrasi Etanol
1. Thermal Cracking
Proses pemecahan hidrokarbon melalui pemanasan (thermal cracking) atau juga
dikenal dengan sebutan pirolisis merupakan pemecahan senyawa-senyawa
hidrokarbon dari rantai panjang menjadi rantai yang lebih pendek pada suhu
tinggi (700-800
o
C) dan tekanan tinggi (35 atm).
Bahan baku : Petrolium yang berasal dari LPG dan Napthalena.

Pembuatan Etilen

2. Dehidrasi Etanol
Proses ini telah ditemukan pada abad XVII ketika pertama kali diketahui
bahwa etilen bisa dibuat dari etanol yang dipanaskan bersama alumina dan
silika. Pada saat sekarang katalis alumina dan asam phospat adalah yang
paling sesuai untuk digunakan dalam industri. Produk dari dehidrasi etanol
adalah etilen sebagai produk utama dan eter sebagai hasil reaksi lebih lanjut.

Kelebihan dan Kekurangan Proses
Pembuatan Etilen
Proses Kondisi
Operasi
Kelebihan Kekurangan
Thermal Cracking 1 atm
700-800
o
C

Harga bahan
baku murah.
Operasi
berlangsung pada
suhu tinggi.
Dehidrasi Etanol 300-400
o
C - Bahan baku
dapat
diperbaharui.
- Suhu operasi
relatif lebih
rendah.
Harga bahan
baku lebih mahal.
Pembuatan Ethylene dengan
Thermal Cracking
Reaksi perengkahan merupakan reaksi pemecahan rantai
karbon pada suhu yang cukup tinggi. Reaksi dilakukan dalam
reaktor pipa atau langsung di dalam suatu furnace. Reaksi
perengkahan terjadi pada suhu tinggi (di atas 637
o
C) dengan
katalis dan pada tekanan tinggi.
Setelah keluar dari reaktor, produk didinginkan secara mendadak
dan kemudian dimurnikan untuk mendapatkan produk dengan
kemurnian yang diinginkan.
Katalis yang biasa digunakan : alumina, silica, zeolit, dan
beberapa jenis lainnya seperti clay.


Pembuatan Ethylene dengan Thermal
Cracking
Proses terbagi menjadi 4
tahapan, yaitu :
1. Feed and Furnace
Section
2. Quench and
Fractionator Section
3. Compressor and
Condensate
Section
4. Hydrocarbon
Separation section

1. Feed and Furnace Section
Pyrolysis Furnace
Molekul hidrokarbon umpan
dipecah (crack) di dalam furnace
dengan katalis dan temperatur
tinggi (reaksi endotermik).
Produk yang dihasilkan : C
1
-C
4
,
CO, CO
2
, H
2
dan beberapa fraksi
minyak serta impurities.
Transfer Line Exchanger
Suhu produk keluar sekitar 850
o
C
lalu didinginkan dengan cooler
secara mendadak hingga suhu di
bawah 640
o
C. Untuk proses
pemurnian produk dilakukan pada
suhu rendah.

2. Quench and Fractionator Section
Gasoline Fractionator
Minyak berat difraksinasi untuk
memisahkan fraksi minyak berat
dari gasoline dan fraksi yang lebih
ringan.
Top product : CO
2
, CO, H
2
, C
1
-C
3

Bottom product : C
3
-C
4

Quench Tower
Pendinginan untuk meminimalkan
cracking lanjutan dengan
melakukan sirkulasi aliran air.
3. Compressor and Condensate section
Compression Train
Gas dari quench tower ditekan
hingga 35 atm untuk dipisahkan
menjadi berbagai macam
komponen.
CO2 dan H2S diremove melalui
scrubber dengan soda kaustik
(NaOH).
Product : C
1
-C
3
, CO, dan H
2

Refrigeration Train
Gas dari proses pirolisis
terkondensasi (suhu -165 oC).
Hidrogen ditarik, sedangkan
kondensat masuk ke unit
selanjutnya.
4. Hydrocarbon Separation section


Reaksi-reaksi yang Terjadi

Skema Proses Etilen Glikol
Persiapan Bahan Baku
Proses Karbonasi
Proses Hidrolisis
Proses Pemurnian Etilen Glikol
Proses Persiapan Bahan Baku
Bahan baku : Etilen Oksida (C
2
H
4
O)
Etilen diubah menjadi etilen oksida. Etilen oksida
merupakan zat kimia komoditas utama yang
diproduksi di seluruh dunia. Etilen oksida
diproduksi dengan proses oksidasi katalitik etilen
dengan katalis perak. Reaksi yang berlangsung
yaitu:
C
2
H
4
+ O
2
C
2
H
4
O
C
2
H
4
+ 3 O
2
2 CO
2
+ 2 H
2
O

Proses Karbonasi
Proses karbonasi ini berlangsung pada tekanan
14,5 bar dengan suhu operasi 80 - 150 C.
Reaksi yang berlangsung :

C
2
H
4
O + CO
2
C
3
H
4
O
3

Etilen oksida + karbon dioksida etilen
karbonat

Contd
Proses Hidrolisis
Reaksi dalam reaktor hidrolisis berlangsung pada
suhu 1500C dan tekanan 14,5 bar
Reaksi yang berlangsung adalah:

C
3
H
4
O
3
+ H
2
O CO
2
+ C
2
H
6
O
2

Etilen karbonat + Air karbon dioksida + Etilen gikol

2C
3
H
4
O
3
+ H
2
O 2 CO
2
+ C
4
H
10
O
3

Etilen karbonat + Air karbon dioksida + dietilen gikol

Pemurnian Etilen Glikol
Pemisahan dilakukan dengan tahapan
sebagai berikut :
1. Memisahkan gas CO2 yang terbentuk
2. Menghilagkan air yang tersisa dengan
evaporator
3. Memisahkan etilen glikol, dietilen glikol
dan sisa etilen karbonat dengan distilasi
Unit Pengolahan Limbah
Pabrik Etilen / Etilen Glikol
Limbah Pabrik
Limbah
Dihasilkan
Padat
Cair
Gas
Limbah Padat


Limbah padat berasal dari logam-
logam bekas perbaikan, sludge dari
boiler, dan resin dari unit water
treatment yang telah rusak. Limbah
logam hasil perbaikan akan dijual
kembali, sludge dari boiler yang
sebagian besar terdiri dari garam-
garam kalsium ditimbun di dalam
tanah, sedangkan sisa resin yang rusak
dibakar dalam incenerator.

Limbah Cair
Limbah cair dalam pabrik etilen ini berasal dari oily
water sisa air pendingin, limbah rumah tangga, dan
sisa lube oil.
Sisa lube oil dibakar dalam incenerator sedangkan oily
water diolah terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke
laut.
Oily water yang berasal dari air pendingin dimasukkan
dalam oil water separator.
Air limbah rumah tangga yang berasal dari perumahan
pegawai banyak mengandung berbagai senyawa baik
organik maupun anorganik sehingga sebelum dibuang
harus diolah terlebih dahulu


Oil Water
Separator

Incenerat
or
Skema
pengolahan
limbah rumah
tangga
Tahapan Pengolahan Limbah
Rumah Tangga

1. Bak Penampung 1
2. Tangki Koagulasi
3. Tangki Flokulasi
4. Clarifier 1
5. Bak Penampung 2
6. Bak Activated Sludge
7. Clarifier 2
8. Bak Penampung 3
9. Bak Penampung 4

Bak Penampung 1
Limbah cair dari berbagai
sumber ditampung dari bak
penampung
Fungsi unit ini adalah
penampung sementara limbah
cair sebelum dialirkan ke tangki
koagulasi.
Tangki Koagulasi
Pada bak koagulasi ini, terjadi
proses koagulasi dengan
penambahan Alumunium
sulfat. Alumunium sulfat akan
mengikat partikel-partikel halus
untuk membentuk flok-flok
yang mampu mengendap di
bak pengendapan. Bak
koagulasi dilengkapi dengan
pengaduk yang berputar
cepat.

Tangki Flokulasi
Pada bak flokulasi ini,
terjadi proses flokulasi
dengan penambahan
polielektrolit. Polieletrolit
akan menarik flok-flok
menjadi agregat yang
lebih besar, sehingga
lebih mudah untuk
diendapkan. Bak flokulasi
dilengkapi dengan
pengaduk yang berputar
lambat.

Clarifer 1
Air limbah yang
mengandung partikel-
partikel yang telah
membentuk agregat-
agregat yang lebih besar
dialirkan ke clarifier 1. Di
clarifier 1, sebagian besar
pertikel akan mengendap
sedangkan sisanya akan
diuraikan oleh bakteri di
bak activated sludge.
Endapan yang terbentuk
dipompa menuju ke bak
penampung 2


Bak Penampung 2
Bak penampung ini merupakan
bak penampung endapan yang
dipisahkan dari limbah cair pada
clarifier 1.

Bak Activated Sludge
Di dalam bak activated
sludge, partikel atau
senyawa-senyawa
organik diuraikan oleh
bakteri aerob dan
disertai penambahan
nutrient yaitu natrium
phosphat sebagai unsur
pendukung
kelangsungan hidup
bakteri. Hasil penguraian
dialirkan menuju clarifier
2

Clarifier 2
Clarifier ini merupakan bak pengolahan
terakhir sebelum air limbah. Lumpur aktif
yang terbentuk dialirkan ke bak
penampung 3, sebagian besar dialirkan
kembali ke bak activated sludge, karena
mengandung bakteri yang akan bekerja
kembali menguraikan senyawa organik.
Sedangkan sisa lumpur aktifnya dibuang.

Bak Penampung 3
Bak penampung ini merupakan
bak penampung lumpur aktif
yang dipisahkan dari air limbah
dari clarifier 2, yang mana lumpur
aktif sebagian akan dialirkan
kembali ke bak activated sludge,
sebagian lagi akan dibuang.

Bak Penampung 4
Bak penampung ini merupakan bak
penampung akhir air limbah sebelum
dibuang ke sungai. Pada bak ini akan
dilakukan pengecekan kelayakan
terhadap air limbah. Pengecekan
yang dilakukan antara lain
pengecekan pH, BOD, dan COD air.

Limbah Gas
Limbah gas dari pabrik
etilen berasal dari flue gas
dari boiler, boil off gas
pada proses pengapalan,
dan arus proses yang
harus dibuang saat ada
kerusakan alat. Limbah
flue gas dari boiler
langsung dibuang ke
atmosfer melalui sebuah
stack.

Metode Alternatif Limbah Etilen
Glikol
Pengolahan limbah cair pabrik ini juga dapat dilakukan dengan
menggunakan sistem kolam stabilisasi. Alasan pemilihan kolam
stabilisasi yaitu adalah :

Lebih murah dan mudah dibandingkan pengolahan limbah
yang lain
Lebih mudah penanganannya dibandingkann pengolahan
limbah lainnya
Lahan yang digunakan tidak terlalu besar karena debit limbah
sedikit
Sistem Kolam Stabilisasi
Kolam
Stabilisasi
Kolam
Anaerob
Kolam
Fakultatif
Kolam
Maturasi
Sistem Kolam Stabilisasi
Kesimpulan

1. Etena (ethylene) adalah senyawa kimia yang memiliki rumus C2H4 yang memiliki sifat-sifat :
olefin paling ringan, tidak berwarna, tidak berbau, dan mudah terbakar.
2. Kebutuhan etilen di Indonesia mengalami peningkatan disebabkan berkembangnya
industri-industri yang memanfaatkan etilen sebagai bahan baku, diantaranya sebagai industri
pembuatan polietilena sebagai bahan baku pembuatan plastik, industri pembuatan etil
alkohol (etanol), industri pembuatan etilena glikol sebagai bahan baku pembuatan serat
buatan dan sebagai bahan pendingin, industri pembuatan stirena, dimana stirena dapat
dipolimerisasikan membentuk polistirena, dan industri pembuatan kloroetana sebagai bahan
baku pembuatan timbal tetraetil.
3. Pembuatan etilen terdapat dua jenis proses yang dapat dilakukan, yaitu thermal cracking
dan dehidrasi etanol. Thermal cracking dilakukan dengan memecah etana pada suhu tinggi,
sedangkan dehidrasi etanol dilakukan dengan mereaksikan memanaskan etanol bersama
alumina dan silika pada suhu tinggi.
4. Parameter operasi yang harus diperhatikan dalam pebuatan etilen adalah suhu operasi.
5. Limbah yang dihasilkan dalam industri etilen dan etilen glikol antara lain limbah padat, cair
dan gas dimana penanganan dari tiap-tiap limbah berbeda. Untuk limbah pada dapat dijual
kembali, limbah cair harus dibuat unit pengolahan limbah, dan limbah gas harus diolah
terlebih dahulu sebelum dilepaskan ke udara.

Daftar Pustaka
Anonim. 2013. Ethylen http://repository.usu.ac.id /bitstream/ 123456789/31 682/5/
Chapter% 20I.pdf diakses 19 Maret 2014
Odien, D. 2014. PT Chandra Asri http://www.scribd.com/doc/50188693/PT-Chandra-
Asri diakses 19 Maret 2014
Priejanto H, dkk. 2014. Nafta atau Naphta
http://www.scribd.com/doc/136254523/Nafta-Atau-Naphtha diakses 19 Maret 2014
Kuncoro N, Nezha, N. 2010. Perancangan Pabrik Ethylene dari Refinery Gas Dengan
Proses Thermal Cracking http://eprints.uns.ac.id/3305/1/165560109201012201.pdf
diakses 19 Maret 2014
Malik, A. 2012. Etilen Glikol http://adammalikphd. blogspot. com/ 2012 / 10 /v-
behaviorurldefaul tvmlo.html diakses 19 Maret 2014
PRA RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN ETILEN GLIKOL DARI ETILEN OKSIDA DENGAN
PROSES KARBONASI DENGAN KAPASITAS 80000 TON/TAHUN. TUGAS AKHIR OLEH
WULAN PRATIWI FT USU TAHUN 2009
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/11733/1/10E00079.pdf/
TUGAS AKHIR PRARANCANGAN PABRIK ETHYLENE DARI REFINERY GAS DENGAN
PROSES THERMAL CRACKING KAPASITAS 400000 TON / TAHUN OLEH NOVAN DWI
KUNCORO DAN NICOLAUS NEZHA NUNEZ MAHASTI FT UNS 2010
http://eprints.uns.ac.id/3305/1/165560109201012201.pdf


pertanyaan
Aula : di bak penampung 4 ada tinjauan COD dan FOD, berapa ph
yang keluar?penjelasan tentang COD dan FOD?bakteri anaerob
yang digunakan?
Faris : kenapa kompresi harus tinggi?resin itu apa?
Iman : perbedaan HDPE dan LLDPE?
Johannes : proses menurunkan suhu 60 derajat?proses yang dapat
dimanfaatkan kembali untuk etilen glikol?
Alristo : limbahnya diapain sesudah melewati bak-bak?
Ilham : perbedaan etilen dan etilen glikol?
Fitria : produsen etilen?di ekspor kemana?