Anda di halaman 1dari 33

Referat

LEUKOREA
Adelbertice Date Kotan
SMF/BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI
BLUD RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG 2014
PENDAHULUAN
Leukorea salah satu
masalah yang banyak
dikeluhkan wanita mulai
dari usia muda - usia tua.
> 1/3 penderita yang
berobat ke klinik-klinik
ginekologi di Indonesia
mengeluh adanya leukorea
>80% patologis.

PENDAHULUAN
Dampak negatif dari keputihan menyebabkan
sebagian kecil wanita mencari pertolongan pada
dokter atau pengobatan tradisional.

Kendala yang dihadapi kasus yang kronis
karena ketidaktahuan dari wanita dan terapinya
tidak adekuat.

Definisi
Leukorea (fluor albus/white discharge/
keputihan/ vaginal discharge /duh tubuh vagina)
adalah pengeluaran cairan dari alat genitalia yang
tidak berupa darah.

Leukorea adalah keluhan penderita berupa
pengeluaran sekresi vulvovagina yang bervariasi
baik dalam jumlah, bau, maupun konsistensinya.
Etiologi

Etiologi leukorea sampai sekarang masih sangat bervariasi sehingga
disebut multifaktorial.

Beberapa etiologi :


1. Non infeksi (noninfective)

Fisiologis
Polip servikal dan ektopi
Benda asing seperti tampon yang tertinggal (retained tampon)
Dermatitis vulva
Lichen planus erosif
Keganasan traktus genitalia
Fistula

Etiologi
2.Nonsexually
transmitted infection:
Vaginosis bakteri
Infeksi kandida

3. Sexually transmitted
infection:
Chlamydia trachomatis
Neisseria gonorrhoeae
Trichomonas vaginalis
Hepes simpleks tipe 2 dan
kondiloma akuminata



Epidemiologi

Proporsi bervariasi antara 1 -15% dan hampir seluruhnya memiliki
aktifitas seksual yang aktif, tetapi jika merupakan suatu gejala penyakit
dapat terjadi pada semua umur.

Frekuensi leukorea di bagian Ginekologi RSCM Jakarta adalah 2,2%
dan di RS Sutomo Surabaya adalah 5,3%.

Klasifikasi
Leukorea Fisiologis
Leukorea patologis
Leukorea Fisiologis
Dapat terjadi pada:
Bayi yang baru lahir sampai umur kira-kira 10 hari
Saat menarche
Rangsangan seksual sebelum dan pada waktu koitus
Saat ovulasi
Saat kehamilan
Saat pemakaian kontrasepsi hormonal
Pembilasan vagina secara rutin
Leukorea Fisiologis
Normal, cairan vagina terdiri dari:
epitel vagina, cairan transudasi dinding vagina, sekresi endoserviks berupa
mukus, sekresi saluran yang lebih atas, beberapa leukosit, serta
mikroorganisme terutama laktobasilus doderlein.

Basil doderlein penting dalam menjaga suasana vagina
dengan menekan pertumbuhan mikroorganisme patologis
karena basil doderlein mempunyai kemampuan mengubah
glikogen dari epitel vagina yang terlepas menjadi asam
laktat pH vagina 3,0 4,5 mencegah tumbuhnya
mikroorganisme patologis.
Leukorea Patologis
Leukorea patologis disebabkan oleh:
Infeksi bakteri, jamur, parasit, virus
Benda asing
Menopause
Neoplasma/keganasan pada alat genitalia
Erosi.
Leukorea Patologis
Leukorea akibat infeksi jamur biasanya
disebabkan oleh spesies kandida. Sifat
leukorea: kental, berwarna putih susu, dan
sering disertai rasa gatal, vagina tampak
kemerahan akibat peradangan.

Leukorea akibat infeksi parasit biasanya
disebabkan trikomonas vaginalis. Cara
penularan: melalui senggama. Sifat leukorea:
banyak, berbuih, menyerupai air sabun dan
berbau, tidak selalu gatal, tetapi vagina tampak
kemerahan dan timbul rasa nyeri bila ditekan /
perih bila berkemih.

Leukorea Patologis
Leukorea akibat infeksi virus sering disebabkan oleh
kondiloma akuminata dan herpes simpleks tipe 2. Cairan di
vagina sering berbau, tanpa rasa gatal.

Benda asing: tertinggalnya kondom / benda tertentu yang
dipakai pada waktu senggama, atau cincin pesarium
merangsang pengeluaran cairan vagina yang berlebihan
rangsangan ini menimbulkan luka infeksi penyerta dari
flora normal yang berada di dalam vagina keputihan.
Leukorea Patologis
Kanker akan menyebabkan leukorea patologis akibat
gangguan pertumbuhan sel normal yang berlebihan sel
bertumbuh sangat cepat secara abnormal dan mudah
rusak pembusukan dan perdarahan akibat pecahnya
pembuluh darah pengeluaran cairan yang banyak
disertai bau busuk dan seringkali disertai oleh adanya
darah yang tidak segar.

Leukorea Patologis
Leukorea pada menopause sel-sel pada serviks dan vagina
mengalami hambatan dalam pematangan sel vagina menjadi kering
dan lapisan sel menjadi tipis, kadar glikogen menurun dan basil
doderlein berkurang memudahkan terjadinya infeksi leukorea.

Epitel kolumnar endoserviks lebih keluar ke arah porsio sehingga
tampak bagian merah mengelilingi ostium uteri internum. Bila daerah
merah ini terkelupas terjadinya infeksi penyerta dari flora normal di
vagina leukorea (Erosi)
Patomekanisme
Lingkungan vagina yang normal hubungan yang
dinamis antara Lactobacillus acidophilus dengan flora
endogen lain, estrogen, glikogen, pH vagina dan hasil
metabolit lain.
Lactobacillus acidophilus endogen peroksida yang
toksik terhadap bakteri pathogen. Karena aksi dari
estrogen pada epitel vagina, produksi glikogen,
lactobacillus (Doderlein) dan produksi asam laktat yang
menghasilkan pH vagina yang rendah sampai 3,8-4,5 dan
pada level ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri
lain.
Patomekanisme
Kandidiasis vaginalis merupakan infeksi vagina
yang disebabkan oleh Candida sp. terutama C.
albicans. Infeksi Candida terjadi karena perubahan
kondisi vagina. Sel ragi akan berkompetisi dengan
flora normal sehingga terjadi kandidiasis.
Patomekanisme
Pada penderita dengan Trikomoniasis, perubahan kadar
estrogen dan progesterone peningkatan pH vagina
dan kadar glikogen pertumbuhan dan virulensi dari
Trichomonas vaginalis.

Vaginitis flora normal vagina berubah karena
pengaruh bakteri patogen atau adanya perubahan dari
lingkungan vagina bakteri patogen itu mengalami
proliferasi.
Patomekanisme
Pada vaginosis (antibiotik, kontrasepsi, hubungan seksual, stres dan
hormon) merubah lingkungan vagina tersebut dan memacu
pertumbuhan bakteri patogen menurunkan jumlah hidrogen
peroksida yang dihasilkan oleh Lactobacillus acidophilus terjadi
perubahan pH memacu pertumbuhan Gardnerella vaginalis,
Mycoplasma hominis dan Mobiluncus yang normalnya dapat dihambat
menghasilkan produk metabolit misalnya amin menaikkan pH
vagina dan menyebabkan pelepasan sel-sel vagina. Amin juga
merupakan penyebab timbulnya bau pada flour albus pada vaginosis
bacterial.

Diagnosis
1. Anamnesis
Usia
Metode kontrasepsi
yang dipakai
Kontak seksual
Prilaku
Sifat dari leukorea
Kemungkinan hamil
atau menstruasi
Masa inkubasi

Diagnosis
2. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan dalam
Pemeriksaan yang kusus harus dilakukan adalah pemeriksaan genitalia yang
meliputi: inspeksi dan palpasi genitalia eksterna; pemeriksaan spekulum
untuk melihat vagina dan serviks; pemeriksaan pelvis bimanual.

3. Pemeriksaan laboratorium
Penentuan pH
Penilaian sediaan basah
Pewarnaan gram
Kultur
Pemeriksaan serologis
Tes Pap Smear



Bacterial Vaginosis

Trikomoniasis
Kandidiasis
Penatalaksanaan
1. Preventif
Memakai alat pelindung
Pemakaian obat atau cara profilaksis
Pemeriksaan dini
Penatalaksanaan
2. Kuratif
Parasit. Pada infeksi trikomonas vaginalis diberikan metronidazol
3x250 mg peroral selama 10 hari atau klotrimazol 1x100 mg
intravaginal selama 7 hari.

Jamur. Pada infeksi kandida albikans dapat diberikan mikostatin
10.000 unit intravaginal selama 14 hari. Obat lainnya adalah
itrakonazol 2x200 mg peroral dosis sehari
Penatalaksanaan
Bakteri.
Untuk gonokokkus dapat diberikan: tetrasiklin 4x250 mg peroral/hari
selama 10 hari atau dengan kanamisin dosis 2 gram Im atau sefalosporin
dengan dosis awal 1 gram selanjutnya 2x500 mg/hari selama 2 hari.
Sedangkan pada wanita hamil dapat diberikan eritromisin 4x250 mg
peroral/hari selama 10 hari atau spektinomisin dosis 4 gram IM.
Gardnerella vaginalis dapat diberikan clindamycin 2x300 mg peroral/ hari
selama 7 hari. Obat lainnya metronidazole 3x250 mg peroral/hari selama
7 hari.
Klamidia trakomatis diberikan tetrasiklin 4x500 mg peroral/hari selama 7
10 hari.
Treponema pallidum diberikan Benzatin Penisilin G 2,4 juta unit IM dosis
tunggal atau Doksisiklin 2x200 mg peroral selama 2 minggu.

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan
Virus.
Virus Herpes tipe 2: dapat diberikan obat anti virus dan simtomatis
untuk mengurangi rasa nyeri dan gatal, serta pemberian obat
topikal larutan neutral red 1% atau larutan proflavin 0,1%.
Human papiloma virus: pemberian vaksinasi mungkin cara
pengobatan yang rasional untuk virus ini, tetapi vaksin ini masih
dalam penelitian.
Kondiloma akuminata dapat diobati dengan menggunakan
suntikan interferon suatu pengatur kekebalan. Dapat diberikan
obat topikal podofilin 25% atau podofilotoksin 0,5% di tempat
dimana kutil berada. Bila kondiloma berukuran besar dilakukan
kauterisasi.


Komplikasi
Infeksi vagina sederhana menyebar ke traktus reproduksi bagian
atas dan menyebabkan penyakit lain yang lebih serius infertilitas.

Seperti halnya apabila benda asing bertahan di dalam tubuh dapat
terjadi toxic shock syndrome.

Adanya komplikasi yang spesifik berhubungan dengan leukorea pada
kehamilan seperti kelahiran prematur, ruptur membrane yang
prematur, berat badan bayi lahir rendah, dan endometritis paska
kelahiran.

Prognosis
Vaginosis bakterial mengalami kesembuhan rata-
rata 70 80% dengan regimen pengobatan.

Kandidiasis mengalami kesembuhan rata-rata 80 -
95%.

Trikomoniasis mengalami kesembuhan rata-rata
95%.