Anda di halaman 1dari 11

SISTEM AC

STB 2 - KELAS A
Pengkondisian buatan terutama AC pada umumnya
digunakan untuk menutupi kekurangan yang ada pada
suatu ruangan yang tidak memiliki penghawaan yang cukup
maksimal.
Penggunaan AC sebaiknya tidak ditempatkan pada ruangan
dengan kapasitas pengeluaran energi penunjang yang
besar, misal barang-barang elektronik seperti komputer, LCD
maupun tingkat kalor yang ditimbulkan dari kondensasi
keringat yang secara garis besar menimbulkan efek panas
yang berlebihan sehingga beban pendinginan pada AC
menjadi lebih berat dan mengeluarkan energi yang sangat
tinggi

DIMENSI RUANG

Ruang B 3.3, Lantai 3, GBA, FT-UB
Fungsi Ruangan sebagai Ruang Kelas
Ukuran Kelas : Luasan ruang diukur berdasarkan
perhitungan modul tiap unit plafon (1,2 x 0,6) m
Luas Kelas : P(1,2x7 = 8,4) x L(0,6x12 = 7,2) = 60,48 m
Ukuran Jendela : 2 x (4x (7 x 2)) m
Ukuran Tegel Per Unit : 40 x 40 cm
Ukuran Pintu :1,45 x 2,30 m
Tinggi ruangan : 3,75 m
Kapasitas Kelas : 58 orang

Posisi AC dan Orientasi Ruang

Orientasi ruang menghadap
ke arah timur tenggara

Posisi AC berada pada
ketinggian 3,25 m
Posisi Ruang dalam Bangunan
Merk Panasonic
PK 1,5
Model no CS PC12GKH
Phase 1
Volt 220-240 V
Freq 50 Hertz
Dimensi 290 x 870 x 240 mm
Fitur: - Super Alleru filter
- Soft Dry Operation Mode
- Wide and Long Airflow Vane
- Blue Pin Condensor

PK AC Ruangan:
Perhitungan 1: L x P x 500 = BTU
L : Lebar ruangan
P: Panjang ruangan
500 : Koefisien BTU per m

L = 7,2 ; P = 8,4 7,2x8,4x500 = 30240 BTU

Perhitungan 2 : W x H x I x L x E / 60 = BTU
W = 8,4m ; H = 3,75m ; I = 18 (ruang berada di lantai atas) ;
L = 7,2m ; E = 17,5 (ruang menghadap arah timur tenggara);
1 m = 33,3 kaki

8,4x3,75x18x7,2x17,5 / 60 = 1190,7 m x 33,3 = 39650,31
BTU

Denah Kontur Distribusi Udara
Denah Kontur
Ruangan Saat AC Mati
(keadaan biasa)
Sekitar pukul 09.45

Hasil Perhitungan Suhu:
1. Titik a = 27,3 C
2. Titik b = 27,3 C
3. Titik c = 27,4 C
4. Titik d = 27,5 C
5. Titik e = 27,4 C
6. Titik f = 27,5 C
7. Titik g = 27,5 C
8. Titik h = 27,5 C
9. Titik I = 27,6 C
Denah Kontur Distribusi Udara

Denah Kontur
Ruangan Saat AC Hidup
Sekitar pukul 09.45

Hasil Perhitungan Suhu:
1. Titik a = 26,9 C
2. Titik b = 26,9 C
3. Titik c = 26,8 C
4. Titik d = 26,7 C
5. Titik e = 26,7 C
6. Titik f = 26,6 C
7. Titik g = 24,9 C
8. Titik h = 24,4 C
9. Titik I = 24,9 C
Sistem penghawaan pada ruangan B.33 umumnya dibagi menjadi dua yaitu
dari segi penghawaan buatan yaitu sistem AC dan pada penghawaan
alami yaitu sistem bukaan pada ventilasi atau jendela untuk pendistribusian
udara alami langsung.
Karena kebutuhan pendinginan / BTU ruangan sangat tinggi dilihat dari hasil
perhitungan PK dan temperatur ruangan pada keadaan biasa yang hampir
mendekati suhu 28(dengan asumsi batas kenyamanan termal daerah
khatulistiwa 19C TE-26C TE dan pada suhu 26C umumnya orang Indonesia
sudah mulai berkeringat), maka perlu adanya instalasi tambahan untuk
menambah daya pendinginan ruangan atau memaksimalkan instalasi yang
sudah ada seperti halnya sistem bukaan pada ventilasi dan jendela.
Posisi AC mempengaruhi jalur distribusi udara dilihat dari bagian daerah
mana saja yang langsung mendapatkan aliran udara dari AC atau sedikit
mendapatkan aliran udara tersebut. Ditinjau dari bagan diatas aliran udara
pada AC umumnya linier ke arah tenggara-timur dengan posisi AC berada
di tengah bagian belakang ruangan tepatnya diarah barat-barat laut
,sehingga daerah di bagian selatan pada ruangan kurang mendapatkan
distribusi penghawaan yang maksimal.
REKOMENDASI 1:
Menambah daya pendinginan ruangan dengan instalasi tambahan
yaitu AC dengan daya PK sekitar -1 , terutama dipasang pada titik
bagian yang kurang mendapatkan distribusi udara pendinginan
yang kurang maksimal yaitu pada bagian selatan. Hal ini dilihat dari
perbandingan sistem AC yang sudah ada dan luasan ruangan
yang mempengaruhi daya pendinginan ruangan setiap
harinya/BTU
REKOMENDASI 2:
Memaksimalkan instalasi bukaan yang sudah ada dengan sistem
kemiringan jendela >45 pada ketinggian 100-120 meter dari
permukaan tanah. Karena ruangan ini berada pada lantai atas
maka sistem kemiringan sangat dianjurkan untuk memaksimalkan
kecepatan pendistribusian udara.