Anda di halaman 1dari 47

HAND OUT

ORGANISASI & MANAGEMEN


PELAYANAN KEBIDANAN

OLEH
S U K A R D I



DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLTEKKES DEPKES SURABAYA
JURUSAN KEBIDANAN
PROGRAM STUDI KEBIDANAN
MAGETAN

ORGANISASI & MANAJEMEN YAN KEB
PENGERTIAN ke 1
A. Manajemen adl suatu pencapaian tujuan yang telah ditentukan dengan
menggunakan orang lain ( Robert. D. Terry )
B. Manajemen adl proses dimana pelaksanaan dari suatu tujuan
diselenggarakan dan diawasi. ( Encyclopedia of Social )
C. Manajemen adl suatu proses yg dilakukan oleh satu orang atau lebih
untuk mengkoordinasikan kegiatan - kegiatan orang lain guna
mencapai tujuan / hasil (( Evancevich )
D. Manajemen adl : membuat tujuan tercapai melalui kegiatan orang lain
dan fungsi-fungsinya dapat dipecah sekurang-kurangnya 2 tanggung
jawab utama yakni perencanaan dan pengawasan ( Evancevich )
E. Manajemen adl suatu kegiatan atau seni untuk mengatur para petugas
kesehatan kesht non kesht guna meningkatkan keshtn masy melalui
program kesehatan ( Noto Atmojo )


Pengertian ( ke 2 ) ( Pola Umum Manajemen )
1. Manajemen alat dari pada administrasi untuk mencapai tujuan
sehingga disebut unsur dinamik.
2. Manajemen bergerak / bekerja dalam unsur statik administrasi
yaitu organisasi
3. Manajemen menggerakan sumber daya ( resources ) dalam
setiap proses/kegiatan/ fungsinya.
4. Penggerakan sumber-sumber daya tersebut dalam masing fungsi
manajemen

Manajemen juga terkandung pengertian
a. Manajemen adl suatu proses yang merupakan rangkaiankegiatan
yang sistematis
b. Fungsi manajemen merupakan bentuk kegiatan tersebut
c. Dalam manajemen kegiatan tersebut diatur olh para manager (
Subur Prayitno )
Pengertian Ke 3
Manajemen berasal dari kata MANAGE atau MANAGIARE (
romawi kono) berarti melatih dalam melangkahkan kaki
Terkandung 2 kegiatan pikir ( mind ) dan laku ( action ) Piet A.
SAHERTIAN )

Fungsi Manajemen
Fungsi manajemen adl ; Planing, Organizing, Actuiting, Controling
dan Evaluasi

Bagan Fungsi Manajemen
Asesmen &
messuremen
Analisa Data
Implementation
Solution Terpilih
Masalah Kesehatan
Msl Kes Utama
Proses Pengambilan
Keputusan
Preoritas Masalah
Penetepen Tujuan
Rencana Operasional /
Proposal program
ORGANIZING
Legal Aspect
ACTUATING
CONTROLING
EVALUATION
Problim Solving
PLANING
Alternatif Solotion
PLANING ( Perencanaan )

Perencanan adalah fngsi yang paling penting dan pertama kali harus
dikerjakan. Dalam perencanaan memuat tujuan dan bagaimana mencapai
tujuan, rincian kegiatan.
Unsur Perencanaan
1. Unsusr Tujuan : Adanya perumusan tujuan yang jelas
2. Unsur Policy : Adanya metode untuk mencapai tujuan
3. Unsur Prosedur : Pembagian tugas dan hubunan masing-
masing anggota
4. Unsur Progres : Standart Evaluasi
5. Unsur Program : Penyususnan Skala preoritas
Macam perencanaan menurut tingkatnya
. Top Level / Tingkat atas
. Midle level / Tingkat menengah
. Bottom level / Timgkat bawah
Macam PenyusunanRencana Menurut Tingkatnya
* Bottom Up : adalah perencanaan usulan dari tingkat bawah
kemudian disusun dan dipertimbangkan di tingkat pusat
* Top to the bottom : ( Top Down ) Perencanaan dari tingkat
atas yang langsung dilaksanakan ditingkat bawah. Biasanya sudah disertai
dengan juklak dan juknis
* All at onc : Adl proces penyusunan perencanaan secara
bersamaan antara tingkat atas dan tingkat bawah dalam organisasi.




Macam Perencanaan menurut jangka waktunya
- Long range plan : 10 20 tahun
- Medium term plan : 5 7 tahun
- Short term plan : 1 3 tahun
- Annual plan ; rencana tahunan

Syarat Peencanaan
- Tujuan dirumuskan secara jelas
- Sifatnya harus sederhana
- Bersifat fleksibel
- Penggunaan sumber dana harus efektif

Manfaat Perencanaan
- Metode untuk mencapai tujuan
- Sebagai petunjuk pelaksanaan bagi seluruh peserta
- Menjamin penggunaan sumber daya efektif







Langkah langkah dalam perencanaan
A. Measurement & Assesment
Adalah kegiatan pengumpulan dan pengukuran data , mengukur
besarnya masalah yang timbul sehingga menjadi indikator : mis
indikator KLB ( Kejadian Luar Biasa )
Langkah- langkah Dalam Tahap ini adalah ;
1. Merumuskan semua data yang dikumpulkan. Data tersebut dapat
berupa data yang menggambarkan masa lampau, sekarang, atau
masa yang akan datang
2. Analisa Situasi ; anatara lain tentang resours( sumber daya )
Condioning factor : antara lain demografi, sanitasi, pendidikan,
jumlah penduduk, perekonomian, Indikator kesehatan :
morbiditas, mortalitas, cacat
3. Mendata tentang diagnosis komunitas,
* demografi ( fital statistik )
* sebab morbiditas dan mortalitas
* pemanfaatan yankes
* Pola gizi, penyapihan, asi eklusif, anak pra sekolah

* Budaya dan stratifikasi sosial
* Pola kepemimpinan komunias
* Kesehatan mmental dan penyebab stress
4. Karakteristik dari pada population at risk
Family composition : umur, jenis kelamin, status kawin, jml
anggota keluarga
Sosial struktur : pekerjaan, klas sosial, pendidikan, ras, etnik
Health bilief
Sumber daya keluarga
Upaya mencari pengobatan
5. Faktor dan Variabel dalam sistem Kesehatan Nasional
a. Derajat Kesehatan Masyarakat
- Umur harapan hidup
- Kematioan/ mortalitas
- Kesakitan /Morbiditas
- Status gizi, Difisiensi Vit A, gondok endemik
-Tingkat pendidikan masyarakat


-Sanitasi lingkungan
- Hunian rumah : 2 orang/ kamar. Luas lantai minimal 3,5 m
2
/ orang
- Air bersih : per orang . Pedesaan 60 liter, perkotaan 100 150 /orang
b. Upaya kesehatan
c. Perilaku penduduk
d. Pemanfaatan sumber daya
e. Potensi organisasi masyarakat
Beberapa Cara Pengumpulan Data :
N0 METODE INSTRUMEN
1

2

3

4.
Wawancara : Berstruktur ( survy)
angkat,
Obsevasi : Pengamatan,
Penghitungan, Pengukuran
Penelusuran : medical record

Penelusuran data scunder


Quesener : terbuka / tertutup

-List of topik : Qusener bertingkat

-- Statistik rotin / Medical record, Laporan,
publikasi
--Makalah, Buku Laporan
II. PENGELOMPOKAN DATA : Mengelompokan indikator/ data yang dicari
menururt sumber data masing-masing
III. PENGUMPULAN DATA : Pengum,pulan data masing-masing dengan cara dan
menurut kaidah riset penelitian

B. ANALISA DATA
Pengorganisasian/ pengelompokan data : data yang dari berbagai sumber
data dan berbagai jeniss pengumpulan data, dikelompokan kembali menurut
kategori, jenis-jenis variabel nya masing-masing
Penyajian Data : Langkah berikutnya adalah menyajikan data tersebut dalam
bentuk yang sesuai dengan karakteristik data untuk memudahkan dalam
menarik kesimpulan. Beberapa bentuk penyajian data :
a. Statiistik Diskriptif : yaitu penyajian data untuk memperoleh gambaran dari
suatu variabel : contoh > tabel distribusi frekuensi, diagram garis, pie
diagram , diagram lambang, diagram pencar, histogram
b. Epedemiologi Diskriptif ; Penyajian data untuk menggambarkan masalah
pada masyarakat : waktu, tempat, rate, ratio, proporsi

3. Perumusan Masalah Kesehatan.
Model Perumusan Masalah

Problem = Gap . -- Concern --- Responsibility
Masalah/ kesenjangan Perhatian Tanggung jawab
Masalah : dianggap ada masalah jika terjadi gangguan terhadap
pemenuhan kebutuhan kehidupan manusia dengan
kriteria :
-Adanya kesenjangan terhadap target, standart yang dianut,
teori
yang ada mis : standart rata-rata, standart normatif,
standart teori
Perhatian ( concern ) : terdapatnya suatu perhatian / ketidak puasan administrator
terhadap adanya gap yang berkonotasi negatif
Tanggung Jawab ( Responsibility ) : Tingkat pertanggungjawaban administrator
dalam memgatasi massalah.

C. PREORITAS MASALAH
Jika terdapat beberapa masalah secara bersamaan dan sumber daya untuk
mengatasi tidak memungkinkan maka perlu adanya preoritas. Terdapat
beberapa masalah untuk menentukan preoritas masalah
1. Emergency : ( kegawatan masalah ) ; ukuran gawatnya masalah / cepat
berkembangnya masalah atau kejadian tersebut
2. Severity ( akibat ) yaitu berat ringannya akibat yang ditimbulkan. Sering diukur
dengan tingkat kefatalan / tingkat kematian
3. Magnitude/ Greteet Member : ( anggota terbanyak ) Ukuran berapa bagian
masyarakat telah terkena resiko keadaan. Ini diukur dalam prevalensi, proporsi


5. Expanding Scope ( Luasnya perkembangan )
Expanding scope horizontal : meluas keprogram sektor lain dari gizi ke KIA, KB
Expanding scope longitudinal : meluas menurut kurun waktu secara longitudnal (
berlanjut sehingga cenderung menjadi endemik
6.Publik Concern ( Persepsi Masyarakat )
Besarnya perhatian masyarakat terhadap bahaya darai masalah yang ditimbulkan.
Maka masalah ini perlu dipreoritaskan dalam penanganannya
7 Tehnological Feasibility ( dapat kah dikerjakan ) Bisa tidak masalah itu dikerjakan
sesuai dengan prosedur dan kemampuan peralatan yang tersedia
8. Resources avaibility ( tersedianya sumber daya yang ada )
4. Rate Of Increace : (Kecepatan peningkatan ) ukuran kecepatan peristiwa itu
berkembanag. Sering diukur dengan kenaikan prevalensi
Teknik Menentukan Skala Preoritas
1. Scoring Technique : dilakukan kuantifikasi dalam bentuk skor bersekala 1 5 jumlah
skor rata- rata terbesar merupakan preoritas tertinggi












A DHF E Kader Kesht
B ANC F Dana Sehat
C Gizi Buruk
D Imunisasi

No Parameter/ Masalah ( skor 1 -- 5 )
Pertimbangan A B C D E F
1
2
3
4

Emegency
Severity
Greteestmember
Rate of incresa
4
3
1
4
1
2
3
4
3
1
2
1
5
5
4
3
n jml 17
Rata-rata 6,25
2. Alteration Renking Technikque
Agnggota kelompok ini diharapakan paham benar terhadap janis masalah yang
dihadapai. Caranya adalah : disediakan 2 kertas, kertas pertama untuk membuat
daftar masalah, kertas kedua untuk membuat rating renking scale.
Dari daftar masalah yang dianggap paling besar diberi No 1 pada rating
scale, dan seterusnya sampai masalah yang dianggap kecil, kemudian
dilakukan rekapitulasi, Kesimpulan daftar masalah yang paling banyak
dengan no 1 adalah yang mendapat preoritas utama danseterusnya











Daftar Masalah
DHF Diare
TB Paru Gizi
Scabies KB
Typhoid ANC
Hepatitis IMUNISASI
Sampah
Anggoa 1
1 KB 3. Sampah
2. Gizi 4. imunisasi
Anggota 2
1. Imunisasi 2. ANC
3. Paired Comparisson Methode
Adalah caramenyikapi masalah dengan kkode berpasanagan yakni dengan
memberi tanda + bila menganggap merupakan masalah dan tanda __ bila
tidak menganggap merupakan masalah. Jumlah tanda posistif yang paling banyak
merupakan preoritas utama.









A : DHF C : Scabies E. : Sampah
B : TB Paru D ; Imunisasi F : Gizi
n0 Responden Masalah yang diniilai JML

1
2
3
4

Umar
Usman
Ali
Tabrani
A B C D E F G
_
--
--
+
+
+
_
+
_
_
_
+
+
+
+
+
_
_
+
+
+
_
+
_
+
_
_
_
1 3 1 4 2 2 1
D PENETAPAN TUJUAN
Tahap penetapan tujuan dilakukan untukmencapai
1. Memperoleh diskripsi tentan hasil akhir yang ingin dicapai
2. Mengidennfikasi unit kegiatan dar rancangan suatu program

Menetapkan tujuan harus menggunakan diskripsi yang spesifik tentang hasil
akhir yang ingin dicapai. Khidah tujuan dengan menggunakan 5 W + 1 H
WHAT ? = apa yang harus dicapai
WHOM ? = Populasi yang ingin dicapai/ dituju ( sasaran )
WHO ? = siapa yang bertanggung jawab
WHERE ? = dimana . ( tempat pelaksanaan )
WHEN ? = kapan tujuan harus dicapai
How many? = Berapa banyak yang harus dicapai
PENGORGANISASIAN ( Organizing )
Pengorganisasian adalah proses pengelompokan terhadap : Tenaga ( orang ),
Alat- alat / facilitas, jenis tugas dan wewenang, dan tanggungjawab

Proses pengorganisasian dapat dirinci sebagai berikut
Memahami tugas
Penetapan tugas pokok dari rincian kegiatan
Pengelompokan tugas / jabatan
Penyususnan struktur organisasi
Penyususnan otoritas organisasi
Pengisisan jabatan/ stafing
Facilitating : memfacilitasi kebutuhan baik terhadap tenaganya maupun
kegiatannya


A. Pemahaman Tujuan
Tujuan diuraikan secara jelas serta tolok ukurnya sesuai dengan herargi tujuan
B. Penetapan Tugas Pokok
Tugas pokok dirumuskan secara jelas
C. Pengelompokan Tugas Jabatan
Rumusan pengelompokan tugas a.l :
Job analysis ( analisis tugas ) dianalisa sesuai dengan keahliannya
Job diskription ( uraian tugas ) apa saja jenis tugas yangdiberikan
Job spesifikation ( syarat tugas ) syarat dan persiapan yang harus dipenuhi
Job evaluation ( evaluasi tugas ) mengidentifikasi apakah jenis tugas sesuai
D. Struktur Organisasi
Kelompok jabatan di ubah menjadi satuan organisasi atas dasar ;
Departemen Horizontal : adalah
Kesamaan fungsi dan jabatan . Kesamaan kelompok konsumen
Kesamaan proses dan cara kerja . Kesamaan lokasi
Kesamaan hasil produksi . Kombinasi dalam bentuk matrik
Departemen Vertikal : Adalah herarki dan koordinasi

E. OTORITAS ORGANISASI
Adalah kekuasaan / hak untuk bertindak / memberi perintah kepada orang lain.
Otoritas ini harus tercantum dengan jelas baik pada job diskription maupun struktur
organisasi : mis
Ketetntuan perundangan
Posisi dalam kontiilasi ( kedudukan dalam organisasi )
Pelimpahan otoritas /mandat
Perintah atasan

F. STAFFING Proses staffing meliputi
Mempelajari organisasi
Memperkirakan kebutuhan staff : kualifikasi tenaga dan jumlah staf
Rekruetment staf
Seleksi penerimaan dan penempatan staf
Job training : Preservice Training = sebelum kerja. In service training = selama
kerja
G. FACILITATING : memberi bekal/ facilitas al ; peralatan, material, keuangan
ACTUATING ( Penggerakan ) adalah
a. Rangkaian kegiatan yang bberhubungan dengan aktivitas yang bisa mempengaruhi
orang lain agar mereka suka melaksanakan usaha sesuai tujuan.
b. Alat-alat Penggerakan bisa berupa ;
- Perintah - Surat edaran
- Petunjuk - Rapat koordinasi
- Bimbingan - Pertemuan loka karya ( workshop )
c. Motivasi
1. Pengertian : Proses pemberian motive / penggerak bekerja kepada
bawahannya sehingga mereka mau bekerja sebaik-baiknya sesuai kehendak
pimpinan, karenanya manager harus mengetahui basic personal Need bagi
anggotanya
2. Basic Personal Need ( kebutuhan dasar manusia ) al
2. Basic Personal Need ( kebutuhan Dasar manusia adalah :
a. Kebutuhan material : yang bersifat eknimik adalah makan , perumahan,
pakaian
Kebutuhan material ; yang bersifat biologic adalah kebutuha untuk keperluan
hidup ( survival ) untuk keperluan perkembangan dan pertumbuhan
b. Kebutuhan Noon Material : bisa berupa
Pengakuan ( recoqnation )
Kasih sayang ( affection )
Keharuman nama ( prestige )
Kehormatan ( honour )
Nama baik ( reputation )
c. Sosiaologik
Jaminan keamanan
Persahabatan
Semangat solidaritas

3. Teknik Motivasi
a. Motivasi Tidak Langsung
1. Siinkronisasi aspirasi individu dengan tujuan organisasi. Adalah :
Pengertian mendalam tentang tujuan organisasi akan memberi manfaat pad
pekerja
Pengertian bahwa organisasi tidak bertentangan dengan aspiarasi individu
Pemberian kesempatan pekerja untuk menentukan cara pencapaian tujuan

2. Kondisi organisasi menciptakan keadaan favourible berprestasi : mis
-- Sosial condition, -- associatio condition -- customary condition
b. Motivasi Langsung
1. Intensi Material : dasar pemberian terhadap : waktu ; mis cuti.
Hasil kerja : yang berprestasi baik diberi imbalan
Gabungan keduanya .
Jaminan sosial : bisa berupa : rumah dinas, ONH, biaya
tugas belajar , pengobatan gratis
2). Intensif Material ; Pemberian gelar, tanda jasa,/medali, pujian lesan atau tertulis,
dipromosikan , diberi hak menggunakan atribut jabatan, hak
dimakamkan di taman makam pehlawan
CONTROLING ( Pengawasan )
Adalah tindakan mene;iti apakah segala sesuatu tercapai atau berjalan sesuai
dengan rencana yang telah ditetapkan, atau intruksi- intrujsi yangtelah ditetapkan.
Pengawasan bertujuan menunjukan atau menemukan kelemahan- kelemahan agar
dapat diperbaiki dan mencegah terulangnya kelemahan tersebut. ( Fayol )
Dengan demikian dapat diartikan bahwa pengawasan adalah suatu proses untuk
menetapkan pekerjaan yang sudah dilaksanakan serta mengoreksi apakah
pekerjaan dimaksud telah dikerjakan sesuai dengan rencana

A. Syarat/ prinsip pengawasan
a. Harus ada rencana yang jelas
b. Harus mampu menjamin adanya tindakan perbaikan
c. Harus bersifat fleksibel
d. Dapat dimengerti
e. Dapat merefleksikan pola organisasi
B. Proses Pengawasan Meliputi
a. Menetapkan alat pengukur ( standar ) dan mengumpulkan data / fakta
b. Mengadakan penilaian : membandingkan hasil kegiatan dengan standar yang
telah ditetapkan
c. Sekaligus mengadakan perbaikan pada setiap alpha
C. Standar Yang Digunakan Dalam Pengawasan
a. Norma : Standar yang ditetapkan atas dasar pengalaman yang lalu.
-- Proyek yang lalu, atau proyek yang lain yang bentuk dan situasi sama
b. Kriteria : Standar yang ditetapkan dan diharapkan sebagai ukuran pelaksanaan
program secara memuaskan. Dalam hal ini penyimpangan terhadap
standar masih daam tahap toleransi
D. Jenis /kategorisasi Pengawasan
a. Waktu
-- Preventif : Bersifat mencegah penyimpangan
-- Repressif : Bersifat menekan terjadinya penyimpangan

b. Subyek pengwasan
-- intern ( dari dalam organisasi )
-- ektern ( dari luar organisasi )
c. Obyek pengawasan
-- produksi, -- keuangan, -- waktu, -- manusianya
d. Cara pengumpulan datanya.
-- personal observasi : pengawsan perorangan
-- oral report : laporan lesan
-- writen report : la[pran tertulis
-- control by exeption : pengawasan khusus terhadap hal-hal khusus
EVALUATION ( Penilaian )
A. Pengertian : Adalah prosedur penilaian / pelaksanaan hasil kerja/ dampak secara
systematik, dengan membabndingkannya dengan standart dan mengikuti kreteria /
metode / tujuan guna menilai dan sekaligus pengambilan keputusan selanjutnya.
B. Tujuan :
1. sebagai alat untuk memperbaiki pelaksanaan program dan perencanaan program
2. sebagai alat untuk memperbaiki pelaksanaan suatu kegiatan yang sedang
berjalan
3. sebagai alat untuk memperbaiki alokasi sumber daya
4. sebagai alat untuk mengadakan perencanaan kembali yang lebih baik dari semula

Berdasarkan waktunya, evaluasi dapat digolongkan ;
a. evaluasi formative
yaitu evaluasi yang dilaksanakan saat kegiatan sedang berlangsung : ini dibagi
2 bentuk -- Critical review evaluation : kegiatan evaluasi dengan cara
menanyakan bagian penting sebelum kegiatan dimulai
-- Midterm Evaluasi : evaluasi saat kegiatan sedang berjalan

b. Eavaluasi Sumative : adalah evaluasi dilakuakansaat kegiatan telah
selesasi dilakukan. Evaluasi ini dikelompokan menjadi 2 macam
Evaluasi Output : yaitu evaluasi untuk menilai hasil kegiatan program
Evaluasi dampak/ impact/ outcome : yaitu evaluasi untuk menilai dampak dari hsil
pelaksanaan program

B. ProsesEvaluasi ;: Tahapan tahapanya
a. Kegaiatan berfikir konseptual
Formulasi tujuan, sasaran dan manfaat evaluasi
Formulasi sumber dan jenis informasi yang diperlukan
Formulasi kriteria evaluasi
Formulasi modal / kerangka kerja / rancang bangun
b. Kegiatan Operasional
Pengumpulan data informasi
c. Kegiatan penilaian :
-- Formulasi derajat keberhasilan
-- Formulasi faktor penunjang / penghambat

d. Kegiatan tindak lanjut
Formulasi tindakan pemecahan masalah
Feed back evaluasi kepada user
Follow up/ corective action/ tindakan perbaikan

C. Kriteria Evaluasi
1. Relevansi
Relevansi dipakai untuk memeriksa rasionalisasi suatu program . al
-- masalah -- kegiatan
-- kebijaksanaan -- unit kerja , dsb
-- tujuan/ jawaban masalah
Relevansi juga dapat dipakai untuk menilai pengadaan/ penghentian suatu prigram
yang didasarkan pada :
a. Harus diadakan program
@ Adanya relevansi Sosial
-- Tujuan program sesuai dengan tujuan nasional kesehatan
-- Terdapatnya kontribusi yang jelas dari program tersebut terhadap kesehatan
masyarakat
-- Metode cukup sederhana
-- Program tersebut dapat menjawab need/ kebutuhan
@ Adanya program negatif jika program tiada

b. Penghentian Program didasarkan :
-- bila masalah sudah hiang sama sekali
-- usaha yangdilakukan tidak memberi hasil sama sekali

2. Tingkat Kecukupan : ( adequacy ) : adalah
Tingkat kecukupan sejumlah kegiatan suatu program dan menunjukan seberapa
banyak masalah yang bisa diatasi
a. Tingkat kecukupan sejumlah kegiatan ( adquacy of effort )
= jmlah kegiatan yang dilaksanakan X 100 %
jumlah kegiatan yang dibutuhkan
b. Tingkat kecukupan Akktifitas dan Pencapaian ( adequacy of performance)
Jumalah hasil / penca[aian kegiatan X 100 %
coverage
coverage adalah perkiaraan jumlah hasil yang seharusnya dicapai dari
pelaksanaan program
3. Ukuran Tingkat Kemajuan program adalah :
penilaian dengan cara membandingkan rencana / kenyataan suatu program
secara berkala pada waktu pada waktu program sedang berjalan guna
mengetahui
# Monitoring tingkat kemajuan pelaksanaan
# Identifikasi dan koreksi hambatan pelaksanaan
Contoh : grafik ukuran tingkat kemajuan program


output target





time
III. UNSUR MANAJEMEN : Unsur adalah komponen, sarana , tenaga yangakan
dilibatkan dalam melakukan suatu kegiatan manajemen
Peterson : Menggolongkan unsur, dengan konsep 3 M ( man, material,
money
Terry : Menambahkan jadi 5 M ditambah dengan Motode, Machine
Sarwoto : Menambahkan jadi 6 M ditambah dengan market

Diciptakan
Dng/dari


Dimodali

Distribusi
kepada

Material
Machine

Money
Market
Methode
Planing
Organing
Actuitiing
Control
Evaluasi

Man
IV TINGKATAN MANAJEMEN
Manager berdasarkan herarki tugasnya dikelompokan sbb :
1. Manager tingkat pertama ( Lower Manager ) adalah manager yang langsung
berhubungan dengan pekerjaan ( worker ) yang langsung menjalankan mesin
ataupun memberikan pelayanan llangsung kepada konsumen. Manager tingkat
ii disyaratkan memiliki proporsi peranan TECHNICEL SKILL yang kebih besar
dari pada konseptual skill.
2. Manager tingkat menengah ( MIDLE MANAGER ) adalah manager yang
mengisi jenjang antara top manager dengan lower manage. Manager ini menjadi
saluran infrmasi dan komunikasi timabl balik, sehingga manager tingkat ini
diutamakan memiliki kemampuan untuk mengadakan hubungan antar manusia
3. Manager tingkat puncak ( TOP MANAGER ) adalah manager yang menduduki
kewenangan organisasi tertinggi dan sebagai penanggung jawab utama
pelaksanaan organisas. Manager ini diisyaratkan memiliki proporsi peranan
konseptual skill lebih besar dibanding technical skill
GOLONGAN MANAGER



Managerial



Tchnicall
konsep hub skill
TOP MANAGER manager tingkat ini diperlukan kemampuan berfikir abstrak dan
kemampuan generalis dan dan menanggung jawab beban mental yang berat
Pada low manager diperlukan kemampuan : merancang , melakuakn teknik skill yang
specific dengan mantap

Tugas Top Manager :
a. Sebagai pengambil keputusan
b. Sebagai pemikul tanggung jawab
c. Mengerahkan sumber daya untuk mencapai tujuan
d. Sebagai pemikir konseptual
e. Sebagai diplomat
Menurut ( HENRY MINTZBERG ) peranan dan tugas manager diuraikan sbb :
Kewenangan &
Status formal
Peranan interpersonal
. Fingurshead
. Leader
. Liasion

Peranan
informasional
. Monitor
. Disseminator
. Spoksman
Peranan pengambil
keputusan
-enterpreuner]
- disturbance hendler
-Negoitator
1. Peranan Interpersonal
a. Figur head ( kepala ) : seseorang yang mempunyai atribut simbul sebagai
unsur kepala organisasi
b. Leader/ pemimpin : orang yang mempunyai kewenangan formal sebagai
pemimpin bagi anggotanya
c. Liasion / penghubung : peranan mangadakan hubungan keluar organisasi

2. Peranan Informasional
a. Monitor / pengamat : melakukan pengamatan segala informasi didalam
organisasinya
b. Desimination / penyebar : menyebarkan informasi yang diperoleh kedalam satuan
kerjanya
c. spokerman/ juru bicara : penyampai informasi
3. Peranan Pengambil Keputusan
a. Enterpreuner : upaya memperbaiki / menigkatkan organisasi terhadap
pelayanan dan selalu beradaptasi terhadap perubahan dalam perbaikan
b. Desturbence handler / penenganan gangguan : mampu meredam dan
menangani gangguan dalam organisasi
c. Resource allocator : penyalur alokasi sumber daya atau mengalokasikan
sumber daya secara tepat
d. Negoitator / ahli negoisasi : melakukan hubungan kerja sama timbal balik yang
saling menguntungkan dengan instansi lain
PENGERTIAN ORGANISASI
1. Organisasi adalah sistem perserikatan formal , berstruktur dan terkoordinasi dari
kelompok orang yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu ( Malaya
Hasibuan )
2. Organisasi adalah : setiap bentuk perserikatan manusia untuk mencapai tujuan
bersama ( James D, Mooney )
3. Organisasi adalah : sistem kerja sama yang terkoordinasi secara sadar dan
dilakukan oleh dua orang atau lebih ( Chaster I, Barnard )
4. Organisasi adalah : pembinaan hubungan wewenang dan dimaksudkan untuk
koordinasi struktural, baik secara vertikal maupun horizontal diantara posisi-
posisi yang telah diserahi tugas-tugas khusus yang dibutuhkan untuk mencapai
tujuan organisasi ( Koonz & Donnel )
5. Organisasi adalah : suatu system yang dinamis yang selelu berubah dan
menyesuaikan diri dengan tekanan internal, ekternal dan selelu dalam proses
evolusi kontinyu ( Philip, Senznick )
ASPEK PENTING DALAM ORGANISASI

1. Adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai
2. Adanya system kerja sama yang terstruktur dari sekelompok orang
3. Adanya pembagian kerja dan hubungan kerja antara sesama karyawan
4. Adanya penetappan dan pengelompokan pekerjaan yang terintegrasi
5. Adanya keterikatan formal dan tatatertib yang harus ditaati
6. Adanya pendelegasian wewenang dan koordinasi tugas-tugas.
7. Adanya unsur-unsur dan alat-alat organisasi
8. Adanya penempatan orang-orang dan alat-alat organisasi

PRISIP-PRINSIP ORGANISASI
1. Prinsiple of Organisasi ( Azas Tujuan Organisasi ) Menurut azas ini organisasi
harus jelas dan rasional, apakah bertujuan untuk memperoleh laba ( busenis
organization ) ataukah untuk memberi pelayanan publik ( publik organization )
Hal ini bagian penting dalam menentukan struktur organisasi
2. Priciple Unity of Obyektive ( azas kesatuan tujuan ) Menurut asas ini, didalam
suatu organisasi harus ada kesatuan tujuan yang ingin dicapai. Organisasi
secara keseluruhan dan tiap-tiap bagiannya harus berusaha untuk mencapai
tujuan tersebut
3. Principle of Unity of commando ( azas kesatuan perintah ) azas ini hendaknya
setiap bawahan menerima perintah ataupun memberikan pertanggungjawaban
hanya kepada satu orang atasan. Tetapi satu atasan dapat memerintah lebih
dari satu orang.
4. Priciple of The span of managemen ( azas rentang kendali ) Azas ini seseorang
manager hanya dapat memimpin secara efektif sejumlah bawahan tertentu.
Misalnya 3 orang sampai dengan 9 orang . Jumlah bawahan ini tergantung
kecakapan dan kemampuan manager yang bersangkutan
5. Priciple of delegation of authority ( azas pendelegasian wewenang) Pimpinan
dibenarkan memberikan / melimpahkan sebagian wewenang kepemimpinanannya
kepada seorang atau sekelomok orang lain agar pencapaiantujuan leboh efektif.
Pendelegasian harus jelas sehingga mengetahui wewenangnya.
6. Principle of parity of authority and reponsibility ( azas kewenangan dan tanggung jawab) Azas ini
hendaknya wewenang dan tanggung jawab hendaknya seimbang. Wewenang yang
didelegasikan dengan tanggung jawab yang timbul karenanya harussama besarnya. Misalkan
wewenang yang diberikan X maka tanggung jawab juga sebasar X.
7. Principle of Responsibility : (azas tanggung jawab) Menurut azas ini, pertanggungjawabannya
dari bawahan terhadap atasan harus sesuai dengan garis wewenang ( line authority ) dan
pelimpahan wewenang.Seseorang hanya bertanggung jawab kepada orang yang memberikan
tanggung jawab.
8. Principle of departementation ( principle of devision of work ) = azas pembagian kerja.
Menurut azas ini, pengelompok tugas-tugas, pekerjaan-pekerjaan atau kegiatan yang
sama ke dalam satu unit kerja ( departemen) hendaknya didasarkan atas eratnya
hubungan pkerjaan tersebut
9. Principle of personnel placement ( azas penempatan personalia ) Menurut azas ini,
hendaknya penempatan orang-orang pada setip jabatannya harus didasarkan atas
kecakapan, keahlian, dan ketrampilannya ( the right man, in the right job ) oleh karena
itu harus dilakukan seleksi sesuai dengan kebuthan
10. Principle of scalar chain ( azas jenjang berangkai ) : Saluran perintah dari atas
kebawah harus merupakan mata rantai vertikal yang jelas dan tidak terputus dan
sebaikny menemouh jarak yang terpendek., dan sebaliknya pertanggungjawaban
bawahan ke atasan juga serupa.
11. Princip of effiiciency ( asas eficiensi )
Suatunorganisasi dalam mencapai tujuannya harus dapat mencapai hasil yang
optimal dengan pengorbanan yang minimal
12. Principle of continuity ( azas kesinambungan ) Organisasi harus mengusahakan cara-
cara untuk menjamin kelangsungan hidupnya.
13. Priciple of coordination : ( asas koordinasi )
Asas ini merupakan tindakan lanjut dari asas-asas organisasi launnya. Koordinasi
dimaksudkan untuk mensikronisasikan dan mengintegrasikan segala tindakan
BENTUK ORGANISASI

Struktur organisasi adalah suatu gambar yang menggambarkan bentuk
organisasi, pedepartemenan organisasi, kedudukan dan jenis wewenang
pejabat, dan hubungan pekerjaan , garis perintah dan tanggung jawab, rentang
kendali dan sistem rentang kendali dan sistem pimpinan kendali.

Suatu struktur organisasi akan memberikan informasi tentang :
1. Tipe organisasi, arinya struktur organisasi akan memberikan informasi tentang
tipe informasi : yang digunakan ; apakah line organization, line and staff
organization, atau functional organization
2. Pedepartemenan orgnisasi : akan memberikan informasi mengenai dasar
pendepartemenan ( bagian ) apakh didasarkan fungsi-fungsi manajemen,
wilayah produksi, shif dsb
3. Kedudukan : memberikan informasi tentang apa seseorang termasuk kelompok
managerial atau karyawan operasional
4. Rentang kendali : memberikan informasi mengenai jumlah karyawan daalam setiap
departemen ( bagian )
5. Manajer dan bawahan : organisasi yang menberikan informasi tentang garis
perintah dan tanggung jawab siapa yang menberi perintah dan siapa yang memberi
tangung jawab dengan kata lain siapa ataan dan siapa bawahan.
6. Tingkatan Manajer : memberika informasi tentang kebradaan top manajer, midle
manajer, dan low manajer
7. Bidang pekerjaan : artinya setiap kotaj dalam struktur organisasi memberikan
informasi mengenai tugas tugas dan pekerjaan serta tanggung jawab yang
dilakukan dalam pekerjaan tersebut
8. Tingkat manajemen : artinya sebuah bagan tidak hanya menunjukan herarji
manajer bawahan dan atasan secara perorangan tetapi juga herarki manajemen
secara keseluruhan
9. Pimpinan organisasi : struktur organisasi yang memberikan informasi apa pimpinan
tunggal atau pimpinan kolektif atau presidium