Anda di halaman 1dari 30

Penatalaksanaan

Kegawatdaruratan
Obstetri

Dr.POM Harry Satria
Dr.Syahredi,SpOG
I. Penanganan Infeksi Akut
dalam Obstetri
Sepsis:
respon sistemik terhadap infeksi dan dapat
berakibat fatal dalam obstetri
Penyebab kematian nomor tigabelas
Organisme penyebab: bakteri gram negatif,
bakteri gram positif, jamur, parasit dan virus
Tidak semua pasien yang infeksi akan
menderita sepsis
Proses: infeksi bakteremia sepsis
shock septik

Terminologi
Infeksi: fenomena mikrobial ditandai oleh
respon inflamasi thdp mikroorganisme

Bakteremia: terdapatnya bakteri di dalam darah

Sepsis(sederhana): respon sistem thdp infeksi
ditandai oleh dua atau lebih kondisi berikut:
Suhu > 38
0
C
Nadi > 90 x/menit
Sesak nafas > 20 x/menit

Lekosit > 12000/mm
3
atau < 4000/mm
3
atau
netrofil immatur > 10%

Sepsis (berat): sepsis bergabung dengan disfungsi
organ, hipoperfusi atau hipotensi

Shock Septik: sepsis yang diinduksi hipotensi,
perfusi abnormal

Sepsis diinduksi hipotensi: tekanan sistolik
< 90 mmHg, atau penurunan > 40 mmHg dari
tekanan awal
Manifestasi klinik
Disfungsi sel sampai kematian sel
Kardiovaskuler: penurunan tahanan vaskuler,
karena biasanya bersamaan dengan hipovolemi
terjadi dilatasi arteri dan vena plasma
masuk ke ruang interstisiel, disfungsi
miokardial, jika berlanjut terjadi hipotensi
yang tidak berespon terhadap terapi
konvensional (cairan dan inotropik)
kerusakan organ irreversibel
Janin: resiko tinggi: penurunan aliran
uteroplasenta, peningkatan kontraksi uterus
hipoksia, asidosis dan persalinan preterm

Peristiwa-peristiwa yang dalam praktek
kebidanan dapat menimbulkan syok adalah:
Perdarahan
Infeksi berat
Solusio plasenta
Perlukaan dalam persalinan
Inversio uteri
Emboli air ketuban
Gabungan dua atau lebih faktor tersebut di
atas
Supine hypotensive syndrome.

Terapi
Resusitasi cairan: peningkatan kardiak output
menjaga oksigenasi jaringan
Oksigenasi dan ventilasi: O2 jika saturasi <
90%
Obat: inotropik: dopamin obat terpilih
Penanganan infeksi: penting: antibiotika
spektrum luas dan pengangkatan jaringan yang
infeksi
Kortikosteroid dosis tinggi: menghambat
toksin, mediator endogen dari sistem
inflamasi. Dexamethasone 3 mg/kg berat
badan atau Metilprednison 30 mg/kg berat
badan. Jika perlu diulang tiap 4 jam.
Prognosis baik pada:
Umur muda
Perobahan yang alamiah dari kuman
tidak membentuk strain baru
Toksisitas rendah
Lokasi awal lebih dulu diketahui lebih
awal diterapi
Tidak ada riwayat penyakit kronis
sebelumnya

II. Prinsip Umum, Penilaian dan
Penanganan Hipertensi dlm Kehamilan
Preeklampsia akibat kehamilan berakhir
terminasi kehamilan.

Patofisiologi : semakin jelas
Etio : belum jelas

Preeklampsia dibagi : ringan & berat
+ kejang eklampsia.

Kehamilan lebih dari 20 minggu :
tekanan darah > 140/90
proteinuria lebih dari 0.3 g/L, diagnosis
preeklampsia

faktor predisposisi:
hipertensi esensial/kronik
diabetes
penyakit ginjal
gemelli
SLE
riwayat keluarga hipertensi
bekerja fisik lama


PREEKLAMPSIA RINGAN

Tekanan sistolik > 30 atau 140
mmHg
Diastolik meningkat 15 atau menjadi
90 mmHg
Pengambilan tensi haruslah baku
Berat badan meningkat dengan 2 kg
/ minggu
Protein urin : > 2+.

PREEKLAMPSIA BERAT

diastolik > 110 dan atau diastolik > 160 mmHg.
proteinuria > 3 g/hari
hiperrefleksia
oliguria < 400 m/hari
trombosit < 100.000/mm3
kadar enzim hati abnormal
gangguan visual/buta kortikal dan nyeri kepala
hebat
nyeri eipgastrik dan subhepatik menetap
edema paru
sianosis
pertumbuhan janin terhambat




Sindrom HELLP : komplikasi multiorgan
Hemolisis
petekie, ekimosis, hematuria
laboratorik : Burr cells pada apusan
darah tepi.
Elevated liver enzymes
Dengan meningkatnya SGOT, SGPT (>70
iu) dan LDH (>600 iu)
Low Platelets
Jumlah trombosit < 100.000/mm3


EKLAMPSIA
Bila terdapat kejang pada pasien
hipertensi dalam kehamilan, maka
diagnosis kerja utama ialah eklampsia.
Dengan adanya data proteinuria dan
kelainan seperti pada preeklampsia
berat maka kita yakin akan hal ini,
meskipun 20% mungkin tensi tidak
terlalu tinggi.

PENANGANAN PREKLAMPSIA RINGAN
obat anti hipertensi :
metil-dopa 3 x 250 - 3 x 500 mg.
Banyak istirahat
Pemeriksaan antenatal lebih cepat dari
jadwal
Disamping itu juga diingatkan kepada
pasien bila timbul keluhan subyektif
agar segera kembali untuk diperiksa.
PENANGANAN PREEKLAMPSIA BERAT
Penanganan medik
Tidak merawat di kamar gelap
Obat antihipertensi.
Nifedipin 3 x 10 mg
Obat anti kejang
Magnesium sulfat intravena atau
intra-muskuler. Dosis awal : 4 gram
perlahan-lahan
Dosis maintenance 4 gram per jam
Kombinasi magnesium sulfat dan nifedipin
hipotensi.
Diuretik
Diuretik bila terdapat edema pulmonum.
Penanganan obstetrik.
Beberapa pertanyaan yang perlu dijawab:
kapan janin harus dilahirkan
apakah persalinan pervaginam atau
dengan seksio
Bila pervaginam apakah boleh partus
spontan atau dengan bantuan
cunam/ekstraktor vakum
Bila dilakukan seksio jenis anestesi mana
yang sebaiknya dipakai
KESIMPULAN
Preeklampsia merupakan penyakit yang
relatif banyak dengan risiko pada ibu
dan bayi serius pada tingkat berat.
Penyakit selesai dengan terminasi secara
tepat.
Dalam jangka panjang bayi baru lahir
yang menderita PJT mempunyai risiko
sakit bahkan kematian, sehingga
memerlukan konseling dan upaya
pencegahan.

III. Prinsip Umum Pengangan
Persalinan Macet
Ialah suatu keadaan fase akhir suatu
persalinan yang macet dan berlangsung
lama, sehingga menimbulkan komplikasi
terhadap ibu dan anak

Etiologi : Multikompleks
Pengawasan saat hamil
Penatalaksanaan pertolongan persalinan
Penatalaksanaan pertolongan persalinan dapat
disebabkan :
Ketidaktahuan
Ketidaksabaran
Keterlambatan merujuk

Gejala klinis :
Kelelahan ibu dengan tanda
Dehidrasi syok
Nadi cepat dan lemah
Meteorismus
Febris
His lemah sampai hilang
Oliguria


Tanda-tanda infeksi intrauterin / intrapartum
- air ketuban keruh kehijauan, berbau, suhu badan
> 3
0
C, leukosit > 15.000/mm
3

Tanda-tanda gawat janin :
Denyut jantung janin mula-mula meningkat, lalu
menghilang
Air ketuban campur mekonium
Penanganan :
Perawatan pendahuluan :
- Infus
- Antibiotik
Mengakhiri persalinan

Komplikasi :

Ibu Gangguan elektrolit
Perdarahan
Infeksi sepsis
Robekan jalan lahir
Prolapsus uteri
Anak Asfiksia
Gawat janin meninggal
IV. Prinsip Umum Penilaian,
Penanganan, Persalinan Preterm
DEFiNISI

ialah bayi yang dilahirkan pada kehamilan hingga
37 minggu. atau bila umur kehamilan tidak
diketahui dengan pasti dipakai sebagai
pegangan berat badannya waktu lahir yakni
antara 1000 2500 gram.
Etio: umumnya tidak diketahui, hanya kira-kira 40%
yg dapat ditentukan
1. Sosial Ekonomi: Baird (1962) di Aberdeen. Frek
2 kali lipat pd istri-istri buruh kasar bila
dibandingkan yang terpelajar
2. Induksi persalinan karena keadaan patologik pada
ibu: kehamilan kadang dihentikan sebelum cukup
bulan: pre-eklampsia dan eklampsia, hipertensi
menahun, plasenta previa, solusio plasenta, tidak
ada kecocokan antara suami-istri, penyakit ginjal
dan diabetes melitus.
Tujuan utama: mencegah kematian janin intra
uterin karena bahaya meneruskan kehamilan lebih
besar daripada resiko prematuritas


3.Keadaan patologik pada kehamilan dan lain-lain:
hidramnion dan kehamilan ganda over distensi
uterus

PENANGANAN

Pencegahan memegang pernanan yang sangat
penting.
Pemberian salah satu dari reseptor dari golongan
symphatic-mimetic amine oleh beberapa penulis
dianjurkan untuk menenangkan uterus dan
menghentikan HIS pada partus prematurus.
Akan tetapi hasilnya di klinik tidak meyakinkan.

Apabila kepala janin sudah sampai di dasar panggul
dan sedang membuka vulva, sebaiknya dilakukan
episiotomi, khususnya pada seorang nullipara.
Dengan tekanan ringan pada fundus uteri,
kelahiran kepala dilaksanakan perlahan-lahan agar
tidak terjadi dekompresi kepala sekonyong-
konyong. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan
terjadinya perdarahan otak.
Apabila kala II sudah 30 menit, tetapi kepala yang
sudah di dasar panggul belum juga lahir, maka
persalinan sebaiknya diakhiri dengan cunam
rendah. Ekstraksi vakum merupakan kontra
indikasi pada bayi prematur karena mudah
menyebabkan perdarahan otak.


Persalinan letak sungsang pada bayi
prematur membawa bahaya tambahan karena
bokong relatif jauh lebih kecil daripada
kepala, sehingga bokong dengan mudah dapat
melalui pembukaan yang belum lengkap, sedang
kepala yang menyusul akan mengalami
kesukaran, sehingga bayi dapat meninggal
karena anoksia atau karena patah tulang pada
columna vertebralis servikalis, atau
perdarahan otak akibat usaha mengatasi
kemacetan kepala itu
V. Prinsip Umum dalam Merujuk
Kasus Gawat Darurat Obstetri
Sebelum Membawa Pasien:
1. Periksa TD, nadi, pernafasan dan BJA
2. Nilai kontraksi uterus
3. Berikan obat-obatan yang dianjurkan oleh
dokter (jika dilakukan konsultasi)
4. Cairan intravena: RL, NaCl fisiologis
5. Posisi miring ke kiri & tinggikan kaki:
menghindarkan supine hypotensive syndrome
6. Periksa status janin, konsul pada perinatologis
jika perlu

Selama perjalanan:
1. Periksa vital sign & BJA setiap 15
menit
2. Berikan obat-obatan yang telah
dikonsulkan
3. Catat semua data
4. Terangkan semua prosedur yang
dilakukan untuk menenangkan pasien