Anda di halaman 1dari 14

Cheilitis Contact

Selviana Tampoma
PPDGS Ilmu Penyakit Mulut
Definisi
Cheilitis merupakan istilah umum
untuk inflamasi pada merah bibir
Cheilitis dibagi menjadi beberapa tipe:
angular cheilitis, actinic cheilitis,
contact cheilitis, plasma cell cheilitis,
cheilitis glandularis, cheilitis
granulomatosa, exfoliative cheilitis and
factitious cheilitis
Cheilitis contact merupakan reaksi
inflamasi pada bibir yang dipicu oleh
iritan atau aksi sensitisasi bahan kimia
yang berkontak langsung dengan
bibir.
Bahan yang dapat menyebabkan
iritasi pada bibir: saliva, lipstik,
lipgloss, gigitiruan, bahan tambalan
gigi, makanan dan pengawet
makanan
Juga berhubungan dengan pekerjaan
atau hobi tertentu.
Epidemiologi
Hasil penelitian The North American
Contact Dermatitis Group (NACDG)
pada periode tahun 2001 sampai
2004, menunjukkan bahwa dari 196
pasien cheilitis, 38.3 % adalah
penderita Cheilitis contact
Wanita lebih sering terkena dibanding
laki-laki
Patogenesis
Cheilitis contact termasuk reaksi
hipersensitivitas tipe IV
Reaksi hipersensitivitas tipe IV disebut
juga tipe lambat (terjadi lebih dari 12
jam) setelah terpapar antigen
Melibatkan limfosit T (seluler)
Bahan alergen disebut hapten yang
kemudian akan berikatan dengan
protein sehingga dapat dikenali
sebagai antigen
Proses seluler pada reaksi
hipersensitivitas tipe IV melibatkan
limfosit T dan makrofag. Pertama,
respon imun dan inflamasi lokal pada
daerah yang terpapar antigen
menyebabkan ekspresi molekul
adhesi sel endotel yang memicu
akumulasi lekosit pada jaringan.
Antigen di fagosit oleh makrofag
kemudian dipresentasikan kepada sel
T sitotoksik (CD8
+
).
Sitokin akan menyebabkan
permebilitas kapiler lokal yang
menyebabkan edema
CD8 dan enzim hidrolitik dari
makrofag akan menyebabkan
kerusakan dan nekrosis jaringan


Gambaran Klinis
Letak: Cheilitis contact biasanya
terbatas pada tepi merah bibir tapi
sering juga meluas.
Tanda dan gejala: terdapat iritasi
persisten dan pengelupasan atau
reaksi akut dengan kemerahan,
edema dan vesikula serta bibir terasa
kering, terbakar atau gatal.
Gambar 1. Contact cheilitis akibat lipstik yang
menunjukkan adanya edema. Sumber: Ghom, A.G.
(2010)
Diagnosis
Jika dalam kondisi akut, diagnosis
cheilitis contact dapat dilakukan
berdasarkan gambaran klinis.
Pemeriksaan laboratorium yang dapat
dilakukan adalah patch test
Diagnosis Banding
Actinic cheilitis
Irritant contact
cheilitis
Seborrheic
dermatitis
Dermatitis
perioral
Oral lichen planus
atau oral lesion
lichenoid
Cheilitis infeksi
Sifilis sekunder
Herpes simpleks
Ulser aphthous
Bullous disease
Defisiensi nutrisi
Cheilitis
glandularis
Terapi
Menghindari faktor penyebab reaksi
alergi
Terapi simptomatis dengan
kortikosteroid topikal (triamcinolone
acetonide 0,1 %).
Referensi
1. Ghom, A.G. (2010) Textbook of oral medicine. 2
nd
ed. New
Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers (P) Ltd.p: 566
2. Wieckowicz, A.R. et al (2011) Cheilitis-case study and
literature review Post Dermatol Alergol, 28:(3), p: 231-9.
[Online]. Available at: http://www.termedia.pl/Case-report-
Cheilitis-case-study-and-literature-review,7,16943,1,1.html.
(Diakses: 12 Mar 2014).
3. Jacob, S.E. and Herro, M.E. (2011) Allergic contact
cheilitis The Dermatologist, 19:(8), p: 18-22. [Online].
Available at: http://www.the-
dermatologist.com/content/allergen-focus. Diakses: 13 Mei
2014.
4. Bakula, A. et al. (2011) Contact allergy in the mouth:
diversity of clinial presentations and diagnosis of common
allergens relevant to dental practice Acta Clin Croat, 50,
p:553-561. [Online]. Available at: http://www.acta-
clinica.kbcsm.hr/arhiva/Acta2011/Acta4/16.pdf. Diakses: 13
Mei 2014.

Anda mungkin juga menyukai