Anda di halaman 1dari 14

Lilin

( WAX )
Nadira Cahyaning M 24030112140066
Nabila Yaman 24030112140067
Putri Intan Pratiwi 24030112130068
Jaka Dwi Pamungkas 24030110120028

Lipid
Lipid Sederhana
Lipid gabungan
Derivat lipid
lemak
lilin
serebrosida
fosfolipid
Asam lemak
gliserol
sterol
Definisi Lilin (Wax)
Lilin adalah ester dari asam lemak dengan alcohol monohidrat
bermolekul tinggi. Waxes di alam ditemukan dalam bentuk campuran
dari ester yang berbeda dan bersifat padat pada suhu kamar.
Secara kimiawi, lilin merupakan ester dari asam lemak berantai
panjang. Panjang rantai karbon asam maupun alcohol pada lilin
biasanya berkisar dari 14 sampai 34 karbon. Bedanya dengan
trigliserida adalah alcohol pada lilin ialah alcohol monohidrat
Sifat Lilin (Wax)
memiliki rantai karbon
panjang antara 14 sampai 34
atom karbon
Berwujud padatan
Titik leleh rendah
Tidak larut dalam air, tetapi
larut dalam pelarut lemak
sangat hidrofobik (menolak
air)
Pada suhu biasa, lilin berupa
zat padat yang mudah
meleleh
tidak mudah terhidrolisis
Lilin pada Tumbuhan
Lilin mempunyai sifat tidak larut dalam air. Oleh karena itu lilin yang
terdapat pada tumbuhan berfungsi sebagai lapisan pelindung terhadap
air, misalnya yang terdapat pada daun dan buah. Selain itu lilin juga
berfungsi untuk melindungi tanaman tersebut dari dehidrasi atau
serangan binatang penggangu
Pada tumbuhan timbunan lilin terjadi dalam bentuk b. Lilin juga
disimpan dalam bentuk kepingan atau sisik butiran
Beberapa peneliti berpendapat bahwa lilin dikeluarkan melalui
retakan kutikula daun muda, kemudian dilindungi oleh penebalan
lapisan kutikula (Mulyani, 2006)
Lilin memegang peranan penting sebagai penahan air pada
binatang, misalnya pada domba, burung dan serangga.
Lilin pada Hewan
Beberapa binatang seperti serangga, dapat mensekresi lilin,
yang digunakan sebagai pelindung atau pelapis kulit dan bulu-
bulunya.
Macam macam Lilin dan
Pemanfaatannya
Lilin lebah (beeswax) adalah senyawa dengan berat molekul tinggi
yang berfungsi sebagai bahan pembangun sarang lebah,
merupakan campuran dari beberapa ester, alkohol, dan hidrokarbon.
Mirisil palmiat merupakan komponen terbesar (sekitar 80%), dan
asam lemak penyusun yang banyak adalah asam serotat.
Lilin lebah (Beeswax)
C
15
H
31
C O C
30
H
61
O
Mirisil Palmitat
C
25
H
31
C O C
30
H
61
O
Mirisil serotat
CH
3
(CH
2
)
14
C O (CH
2
)
29
CH
3
O
Beeswax
Manfaat lilin lebah adalah untuk bahan membatik,
lilin penerang, industri kosmetik, cold cream,
lipstick dan berbagai lotion, juga bisa digunakan
sebagai campuran pembuatan sabun natural
yang berbahan dasar minyak.
Pada industri farmasi, lilin lebah digunakan
untuk bahan pembuatan plester atau kain
pembalut, obat-obatan luar, campuran bahan-
bahan tahan air/water proof, sebagai campuran
tinta, pensil, semir serta sebagai zat pengkilat.
Manfaat Beeswax
Lanolin yang dikenal sebagai lilin-wool, mengadung ester dengan
alkohol penyusunnya berupa kolesterol. Asil kolesterol ini daapat
bercampur dengan air sehingga dapat dijadikan salep untuk obat atau
bahan kosmetik.
Lanolin
R C
O
O
CH
3
CH
3
C H
H
2
C
CH
3
H
2
C
H
2
C C
H
CH
3
CH
3
Asil kolesterol
Macam macam Lilin dan
Pemanfaatannya
Carnauba wax merupakan campuran senyawa-
senyawa dengan berat molekul tinggi, yang
dihasilkan oleh tanaman carnauba dan berfungsi
sebagai pelindung daunnya dalam upaya
pencegahan penguapan air yang berlebih. Lilin ini
mengandung ester Mirisil serotat. Ester ini
merupakan bahan penting pada semir sepatu dan
penggosok cat mobil karena lilin ini dapat membuat
bahan yang digosok menjadi mengkilap
Carnauba Wax
CH
3
(CH
2
)
24
C O (CH
2
)
29
CH
3
O
Carnauba wax
Macam macam Lilin dan Pemanfaatannya
Spermaseti, suatu cairan yang terdapat pada
bagian dalam beberapa jenis ikan paus, adalah
setil palmiat. Apabila ester ini didinginkan,
spemaseti akan membentuk hablur dan banyak
digunakan sebagai bahan kecantikan.
Spermaseti
C
15
H
3
C O
O
C
16
H
33
Setil Palmitat
Macam macam Lilin dan
Pemanfaatannya
Pemanfaatan Lilin Lainnya
Secara alami pada beberapa buah-buahan dan sayur-sayuran telah
mengandung lapisan lilin pada permukaan kulit. Tetapi sebagian
lapisan lilin ini hilang pada saat penanganan panen, pasca panen
dan pencucian, sehingga perlu diberi lapisan lilin untuk mengganti
lapisan lilin yang hilang tersebut. Hal ini bertujuan menghambat
penguapan, proses pembusukan buah dan sekaligus meningkatkan
penampilan.