Anda di halaman 1dari 25

10/26/14 https://www.scribd.

com/thisanah


Kerajaan ini dibangun oleh I Gusti Anglurah Panji Sakti dengan cara menyatukan seluruh
wilayah wilayah Bali Utara yang sebelumnya dikenal dengan nama Den Bukit.
Logo Kerajaan Buleleng
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
Ki Gusti Panji Sakti (I Gde Pasekan) berjiwa pemimpin, merakyat, dan sakti ini adalah pendiri kerajaan Buleleng di
tahun 1660an.
Ki Gusti Panji Sakti /I Gde Pasekan adalah anak tidak sah dari I Gusti Ngurah Jelantik (seorang perwira di Puri
Jelantik,yang terletak dekat dengan Kerajaan Gelgel) dengan Ni Pasek Goblek
Ki Gusti Panji Sakti /I Gde Pasekan diusir secara halus dari Puri Jelantik bersama Ibunya ke desa asal ibunya,Desa
Panji, di Ler Gunung oleh ayahnya sendiri. Dengan dibekali sebuah keris sakti yang bernama Ki Semang
Lama kemudian beliau menjadi terkenal di desa Ler Gunung atau Den Bukit,karena sering banyak membantu
rakyat dan juga berwibawa. Akhirnya ia pun diangkat menjadi kepala desa.
Lalu membangun Puri dan Pamerajan di desa Panji dan memindahkan sebuah puri dari dan pamerajannya dari
desa tetangga yaitu desa Gendis. Inilah cikal bakal dari kerajaan Buleleng,dengan raja pertamanya Ki Gusti Panji
Sakti (I Gde Pasekan) yang juga dikenal sebagai I Gusti Ngurah Panji
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
Peta wilayah Kerajaan Blambangan, yang sempat ditaklukan oleh Kerajaan Buleleng
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
Sebelumnya wilayah Buleleng dikenal dengan nama Den Bukit. Masyarakat Bali Selatan jaman berkembangnya
pengaruh Majapahit, Den Bukit dilihat sebagai "daerah nun disana dibalik bukit
Kerajaan ini banyak berhubungan dengan Kerajaan Gelgel,dimana adik tiri Ki Gusti Panji Sakti (I Gde Pasekan)
,yaitu I Gusti Gde Ngurah Jelantik banyak mengalami perebutan kedudukan.
Kedua Kerajaan (Gelgel dan Buleleng) ini juga sempat berperang satu sama lain untuk memperebutkan
wilayah Kerajaan Blambangan
Pada akhirnya,Kerajaan Buleleng yang berhasil menjajah wilayah kerajaan Blambangangan,dengan bantuan
pasukan dari Raja Tabanan
Ki Gusti Panji Sakti (I Gde Pasekan) terbunuh di suatu laga pada saat ia beristana di Sukasada,dan adiknya I
Gusti Gde Ngurah Jelantik yang beristana di Singaraja pun diangkat menjadi penggantinya.
Perkembangan kerajaan Buleleng sangat erat dengan Kerajaan Singaraja karena banyaknya hubungan keluarga
Ki Gusti Ngurah Ketut Jlantik adalah patih dan juga raja terakhir dari kerajaan Buleleng

10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
Putra-putra Ki Gusti Panji Sakti mempunyai pikiran yang berbeda satu sama lain
sehingga kerajaan Buleleng menjadi lemah.
Akhirnya dikuasai kerajaan Mengwi, termasuk Blambangan. Lepas dari genggaman
Mengwi kemudian tahun 1783 jatuh ke tangan kerajaan Karangasem.
Sejak itu terjadi beberapa kali pergantian raja asal Karangasem. Salah seorang raja
asal Karangasem yaitu I Gusti Gde Karang bertakhta sebagai raja Buleleng tahun
1806-1818. Sebagai raja Buleleng beliau juga menguasai kerajaan Karangasem dan
Jembrana.
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
Pada tahun 1846 Buleleng diserang pasukan Belanda,
tetapi mendapat perlawanan sengit dari rakyat rakyat
Buleleng yang dipimpin oleh Patih / Panglima Perang
I Gusti Ketut Jelantik
Belanda berhasil menaklukan Buleleng dengan
menyerang dibenteng Jagaraga yang menhabiskan 1
tahun (1848-1849).Sejak itu Buleleng dikuasai oleh
pemerintah kolonialBelanda.
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
Lukisan yang menggambarkan suasana pada
saat Puputan (Perang) I Gusti Ngurah
Karangasem, raja Buleleng ke-12, dan 400
pengikutnya memilih tewas daripada
menyerah saat perang di Benteng Jagaraga
(1849)
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
Pada tahun 1817 Pemerintah Hindia Belanda mengirim utusan yang
dipimpin oleh H. A van den Broek untuk mengadakan perundingan
dengan raja-raja Bali. Akan tetapi usaha itu tidak berhasil.
Pada tahun 1841 juga di adakan perjanjian Tawan Karang dengan
raja-raja Klungkung, Badung, Buleleng. Jika dilihat dari isinya nampak
pemerintahan Hindia Belanda berusaha untuk meluaskan daerah
kekuasaannya.
Perjanjian Tawan Karang :
Bila ada suatu kapal yang terdampar di pantai pulau bali, muatan
kapal beserta penumpangnya menjadi milik raja setempat.


Babad Buleleng(Babad = kisah rekaan pujangga
keraton sering dianggap sebagai peristiwa sejarah)
Berita Cina :
Disebelah timur Kerajaan Kaling ada daerah Po-li atau
Dwa-Pa-Tan yang dapat disamakan dengan Bali,dengan adat
istiadat yang sama dengan orang-orang Kaling. Seperti:
Jenazah orang yang meninggal dihiasi emas dan dimasukkan
sebatang emas kedalam mulutnya serta diberi bau-bauan yang
harum lalu dibakar (Ngaben)
Penduduk biasa menulisi daun lontar

10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
Wangsa Panji Sakti Wangsa Panji Sakti II Wangsa Karangasem
Gusti Anglurah
Panji Sakti
Gusti Panji
Gede Danudarastra
Gusti Alit Panji
Gusti Ngurah Panji
Gusti Ngurah
Jelantik
Gusti Made
Singaraja
Anak Agung Rai
Gusti Gede Karang
Gusti Gede Ngurah
Pahang
Gusti Made Oka
Sori
Gusti Ngurah Made
Karangasem
Gusti Made Rahi
Gusti Ketut Jelantik
Anak Agung Putu
Jelantik
Anak Agung
Nyoman Panji Tisna
Anak Agung
Ngurah Ketut
Jelantik
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
I Gusti Angulrah Panji Sakti
1660 1667/99

I Gusti Panji Gede
Danudarasta
1697/99 - 1732
I Gusti Alit Panji
1732 1757/65
I Gusti Ngurah Jelantik
1757/65 1780
I Gusti Ngurah Panji
1757/65 1757/65
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
Gusti Ngurah Ketut Jelantik, raja Buleleng ke-
14, dalam pakaian berburunya
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
Anak Agung I Gusti Putu Djelantik bersama keluarganya pada tahun 1920-an
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
Lukisan potret Anak Agung Pandji Tisna
Anak Agung Pandji Tisna pada tahun1950-an.Beliau
bernama asli IGusti Njoman Pandji Tisna,namun
mengubah namanya sejak ia berganti agama.Ia lebih
dikenal luas sebagai pengarang novel.
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
I Gusti Angulrah Panji Sakti menguasai wilayah Den Bukit, dan
mendirikan Kerajaan Buleleng. Panji Sakti sejak 1660an sampai 1697
sangat disegani kawan maupun lawan. Dengan pasukan Gowak yang
diorganisir bersama rakyat, beliau menguasai kerajaan Blambangan,
Pasuruan, Jembrana. Hingga tahun 1690an Panji Sakti menikmati
kejayaannya.
Wilayah Buleleng hampir meliputi seluruh Pulau Bali bagian utara



10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah
Pertanyaan

10/26/14 https://www.scribd.com/thisanah