Anda di halaman 1dari 51

PERANGKAT LUNAK JARINGAN

KOMPUTER
PROTOKOL :
Adalah sebuah aturan yang mendefinisikan
beberapa fungsi yang ada dalam sebuah
jaringan komputer, misalnya mengirim pesan,
data,informasi dan fungsi lain yang harus
dipenuhioleh sisi pengirim (transmitter) dan sisi
penerima (receiver) agar komunikasi dapat
berlangsung dengan benar.
1/113
Yang Harus Diperhatikan Dari
Protokol
• Syntax : merupakan format data dan cara pengkodean
yang digunakan untukmengkodekan sinyal.
• Semantix : digunakan untuk mengetahui maksud dari
informasi yang dikirim dan mengoreksi kesalahan
yang terjadi dari informasi tadi.
• Timing : diigunakan untuk mengetahui kecepatan
transmisi data.

2/113
Fungsi Protokol (1)
• Fragmentasi dan Reassembly : adalah membagi
informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data
(pada sisi pengirim) dan akan menggabungkan lagi
menjadi paket berita yang lengkap (pada sisi penerima)
• Encapsulation : melengkapi berita yang dikirimkan
dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
• Connection control : membangun hubungan komunikasi
dari transmitter dan receiver.
• Flow control : mengatur perjalanan data dari transmitter
ke receiver
3/113
Fungsi Protokol (2)
• Error Control : mengontrol terjadinya kesalahan
yang terjadi pada waktu data dikirimkan.
• Transmission service : memberi pelayanan
komunikasi data khususnya yang berkaitan
dengan prioritas dan keamanan serta
perlindungan data.

4/113
Susunan Protokol (1)
• Protokol disusun dalam bentuk layer-layer agar jaringan yang dibuat nantinya
tidak menjadi rumit.
• Di dalam layer, jumlah, nama isi dan fungsi setiap layer berbeda-beda.
• Tujuan dari setiap layer sama : memberi layanan ke layer yang ada diatasnya.
• Susunan dari setiap layer menunjukkan tahapan dalam melakukan komunikasi.
• Antara setiap layer berdekatan terdapat interface yang akan menentukan layanan
layer yang di bawah kepada layer yang ada diatasnya. (Saat merencanakan
sebuah jaringan hendaknya mempertimbangkan bagaimana menentukan interface
yang tepat yang akan ditempatkan

5/113
Konsep Arsitektur Protocol /
Protocol Architecture : OSI
• Arsitektur protocol adalah struktur urutan dari
hardware dan software yang mendukung pertukaran
data diantara sistem dan mendukung aplikasi
terdistribusi, seperti electronic mail dan file transfer.
• Pada setiap lapisan arsitektur protocol, satu protokol
umum atau lebih diterapkan pada sistemkomunikasi.
Masing-masing protocol menyediakan serangkaian
aturan untuk pertukaran data diantara sistem.

6/113
PRINSIP OSI 7 LAYER
• Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang
berbeda.
• Setiap layer harus memiliki fungsi-fugnsi tertentu.
• Fungsi setiap leyer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan
ketentuan protocol berstandar internasional.
• Batas-batas layer harus dipilih untuk meminimalkan aliran informasi
yang melewati interface.
• Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang
berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer diluar keperluannya.
Akan tetapi jumlah layer juga harus diusahakan sesedikit mungkin
sehingga pemakaian arsitektur jaringan tidak menjadi sulit.

7/113
Catatan
• Model OSI bukanlah merupakan arsitektur
jaringan, karena model ini tidak menjelaskan
secara pasti layanan dan protocolnya untuk
digunakan pada seetiap layernya.
• Model OSI hanya menjelaskan tentang apa
yang harus dikerjakan sebuah layer. OSI telah
membuat standard untuk semua layer.

8/113
Terminologi
• Frame : kumpulan bit yang membentuk paket data. Ini
adalah unit transmisi dan error control.
• Transmission time : waktu yang dibutuhkan pengirim
untuk mengirimkan semua bit sebuah frame ke medium
transmisi.
• Propagation time : waktu yang dibutuhkan sebuah bit
untuk ,melintas sepanjang medium transmisi dari pengirim
ke penerima.
• Bit Length of a Link : jumlah bit maksimum yang dapat
berada sepanjang sebuah sambungan

9/113
• B = Rd/V , dimana
B = panjang frame (bit)
R = data rate pengirim (bps)
d = jarak sambungan (antara Rx dan Tx)
V = kecepatan perambatan (m/s)
• Transmission delay
If L : jml bit per frame, maka a = B/L adl jml frame
maksimum yang dapat tetap sehat pada medium antara Rx
dan Tx.
Shg a adl jml frame maks yg dpt terkirimkan pada 1 waktu

10/113
 Jika d konstan, maka a bertambah sebagaimana R
bertambah
 Jika R konstan. Maka a bertambah sebagaimana d
bertambah.
 A merupakan parameter penting untuk unjukakerja
protokol
 Untuk meningkatkan utilization sambungan
komunikasi, maka dibutuhkan L lebih besar, namun
kemungkinan adanya kesalahan lebih besar pula

11/113
Flow Control
• Fungsi : mencegah pengirim terhadap kondisi
penerima yang memiliki keterbatasan.
• Penerima harus memproses setiap frame yagn datang
sebelum mengirimkannya ke lapisan lebih atas, dan
proses ini membutuhkan waktu. Delay ini
menyebabkan penampung penerima terus terisi
(Rr<Rs).
• Dua cara mengontrol aliran frame dari pengirim :
Stop and wait Flow Control
Sliding window Flow Control
12/113
Stop and Wait Flow Control
Mendukung acknowledged connectionless LLC.
Mekanisme :
• Penerima setelah menerima PDU dari pengirim,
akan mengirimkan ACK
• Pengirim harus menunggu sampai menerimaACK.
• Setelah menerima ACK, baru pengirim
mengirimkan PDU berikutnya.
• Stasiun tujuan harus berada pada kondisi stop,
yaitu dengan withholding acknowlegment.
13/113
• Untuk suatu blok data yang besar akan dipecah menjadi
PDU yang lebih kecil, alasan :
Ukuran buffer penerima terbatas
Pd transmisi jarak jauh, kemungkinan terjadi error
atau data hilang besar, shg if tjd kesalahan yang
dikirim ulang berukuran kecil saja.
Pd share medium spt LAN, biasanya 1 stasiun pengirim
diberi jatah waktu pemakaian BW, shg if paket data
yang dikirimkan besaran butuh waktu yang lebih lama
dp jatah wktnya , akan tjd kesalahan. Shg peket perlu
dipecah.
14/113
Sliding Window
• Untuk efisiensi, pada saat yang sama dapat dikirimkan
lebih dari 1 PDU
• Mekanisme :
Stasiun Rx mengalokasikan buffer utk meneriman PDU
& stasiun Tx diijinkan utk mengirimkan n PDU juga
tanpa harus menunggu ACK unk tiap PDUnya.
Utk tetap menjaga PDU mana yang telah diterima
(ACK), tiap PDU diberi nomor urut. Daftar urutan
setiap window ditentukan dari jml bit pd sequence
bounded sizenya (K= 0 to 2k – 1)

15/113
 Stasiun Rx akan mengirimACK yang berisi juga no
PDU berikut yang siap diterima stasiun Rx.
 Stasiun Tx memelihara daftar urutan paket yang
dikirim, sdgkan stasiun Rx memelihara daftar
urutan paket yg dpt diterima. Daftar urutan paket
disebut window.
 Jumlah maksimal urutan paket tdk menentukan
jml paket PDU yg dapat dikirimkan pada saat yg
sama.
16/113
ERROR CONTROL
• Merupakan suatu mekanisme untuk
mendeteksi dan membetulkan kesalahan yg
tjd dlm transmisi PDU.
• Dua tipe kesalahan :
Lost PDU. PDU gagal untuk tiba di tujuan.
Damaged PDU, Reorganized PDU tiba, tp ada
bbrp bit informasi dlm kondisi error.

17/113
Unsur dasar Teknik Error Control
• Error Detection, Rx mendeteksi error dan membuang PDU yg
error. Ada bbrp metode, seperti parity check, dan CRC. Error
detection dilakukan pada layer MAC (Medium Access Control)
• Positive ack, tujuan : menunjukkan bahwa PDU telah diterima
dgn baik tanpa error.
• Retransmission after timeout, Tx mengirim ulang PDU yg belum
di ack setelah kurun waktu tertentu.
• Negative ack and retransmission, Rx mengembalikan neg ack thd
PDU yg tdp kesalahan. Tx mengirim ulang PDU tsb.
• Mekanisme diatas = ARQ (Automatic Repeat Request) dgn efek
mengembalikan datalink unreliable ke reliable.

18/113
3 Teknik Error Control
• Stop and Wait ARQ
 Stasiun Tx mengirim sebuah PDU tunggal dan menunggu sebuah
ACK dari tujuan utk dpt mengirimkan PDU tunggal berikutnya.
 Ada dua error yg mungkin terjadi :
Damaged PDU. Rx mendeteksi dgn error detection. Bagi Tx,
ada definisi batasan waktu untuk menerima ACK, jika sampai
pd batas waktu, tdk ada ACK, PDU yg sama akan dikirim
ulang.
ACK rusak. Stasiun Rx saat mengirimACK ke Tx rusak, shg
stasiun Tx mengirim ulang PDU yg sama. Akibatnya stasiun Rx
menerima 2 PDU yg sama. Utk itu setiap ACK yg dikirim akan
diberi label.

19/113
• Go-Back-N ARQ, ada bbrp kemungkinan :
Damaged frame (PDU), PDU yg diterima invalid, Rx
membuang frame dan tdk melakukan aksi. Ada 2 kondisi :
Rx send berurutan PDU (i+1). Rx menerima frame (i+1) diluar order
dan mengirimkan REJ 1. Tx hrs mengirim ulang PDU 1 dan PDU
berikutnya yg dikirimkan sebelumnya.
Rx tdk segera mengirimkan PDU tambahan, Tx tdk menerima apapun
dan tdk mengembalikan RR (Ready Receive) / REJ.
(Cat : Kondisi ini berlaku untuk damaged REJ)

20/113
• Damaged RR, tdp 2 kondisi :
 Rx menerima PDU I dan mengirimkan RR (I+1), namun hilang
dlm pengiriman. Bagi Tx akan menunggu sampai timeout, RR
(I+1) tsb, dan selama belum timeout Tx juga telah mengirim
urutan PDU berikutnya.
 If timer Tx habis, akan dikirim RR(Pbit = 1) dan melakukan
setting timer lain, disebut P-bit timer. If Rx gagal merespon thd
RR, RR (P bit=1) akan expire dan Tx akan mengirim ulang
kembali RR (P bit=1) dan restarting P-bit timer. Prosedur ini
diulang terus sampai Tx memberikan RR Ack positif. Jika sampai
pd batas pengulangan tertentu tetap gagal, maka Tx akan
melakukan prosedur reset.

21/113
• Selective Reject ARQ
Ide dasar : Pengirim akan mengirim ulang
frame berdasar informasi SREJ atau time
expire. Pada sisi penerima harus menyediakan
buffer. Penerima harus memelihara urutan
frame yang diterima, walaupun ada frame yang
hilang dan dimintakan ulang ke pengirim.

22/113
Data Link Layer - HDLC
• Protokol memakai jendela geser dengan nomor urut 3 bit (setiap
saat ada 7 buah frame acknowledge) → Field Seq
• Field Next : acknowledge yang dipiggybackkan
• P/F : Ketika digunakan sebagai P (Poll), komputer
mempersilakan terminal untuk mengirim frame, kecuali frame
terakhir akan diset ke F (Final) untuk mengubah bit P/F ke F.
• Pada jenis frame supervisory :
- tipe 1 : frame ack negatif /REJECT mengindikasikan suatu
kesalahan transmisi telah terdeteksi

23/113
• Tipe 2 : RECEIVE NOT READY :memberikan ack bagi
seluruh frame tapi tdk termasuk next serta memberi tahu
pengirim untuk menghentikan pengiriman.
• Tipe 3: SELECTIVE REJECT : meminta transmisi ulang
frame yang dispesifikasikan.Bila penerima ingin
melepaskan frame urutan dari buffer, maka penerima dapat
memaksa transmisi ulang sembarang frame tertentu.
HDLC dan ADCCP menggunakan jenis frame ini, tapi
SDLC dan LAPB tidak mengijinkannya (krn tdk ada
SELECTIVE REJECT) dan frame tipe 3nya tdk tertentu.
• Tipe 0 : RECEIVE READY

24/113
• Unnumbered frame dipakai untuk tujuan kontrol serta dapat
digunakan untuk membawa data bila yang dipanggilnya
adalah layanan unreliable connectionless
• Semua protokol menyediakan perintah DISC
(DISConnected) : mesin akan tidak beroperasi (misal untuk
pemeliharaan) dan SNRM (Set Normal Response Model) :
mesin yang baru on-line mengumumkan kehadirannya dan
memaksa semua nomor urut kembali ke nol.

25/113
• SNRM merupakan mode tdk seimbang (asimetris),
yang satu merupakan master yang lainnya merupakan
slave.
• Pd HDLC dan LAPB mempunyai perintah tambahan:
SABM (Set Asynchronous Balance Mode) yang
mereset kanal dan mendeklarasikan kedua mesin
yang terkoneksi menjadi sama.
SABME dan SNRME : memperpanjang urutan bit
menjadi 7

26/113
Data Link Layer ATM
• Transmisi sel : Pemberian ceksum pada header

27/113
TRANSPORT LAYER
• Merupakan jantung dari hirarki protokol secara
keseluruhan.
• Menyediakan data transport yang bisa diandalkan dan
efektif biayanya.
• Mengatur koneksi dari source sampai destination serta
membangun koneksi logika dalam jaringan.
• Fungsi meliputi flow control, error checking dan
recovery.

28/113
Layanan Lapisan Transport
• Memberikan layanan secara transportasi pada error recovery dan
data flow control.
• Menjamin data yang diberikan pada sesion layer diatasnya dalam
keadaan utuh, urut, tanpa duplikasi & bebas kesalahan
• Contoh, enntitas pada lapisan session dapat menentukan layanan
yang diinginkannya seperti penentuan kecepatan, pertukaran data,
kualitas data yang masih dapat diterima, waktu tunda maksimum,
masalah prioritas dan keamanan, maka lapisan transport berlaku
sbg penghubung antara pemakai dengan fasilitas komunikasi yang
ada

29/113
• Berfungsi untuk memecah data dari lapisan
session menjadi pesan-pesan dan memastikan
pesan-pesan dapat diterima di tujuna dengan
benar.
• Bertugas mencari jalur (routing) yang kosong
untuk transmisi data.
• Contoh protokol : TP-NBS, UDP dan TCP.

30/113
Parameter Kualitas Layanan
• Connection establishment delay, jumlah waktu antara saat
permintaan koneksi transport dengan diterimanya konfirmasi oleh
pengguna layanan transport, meliputi delay pemrosesan
padatransport entity di tempat lain. Semakin pendek delay
semakinbaik layanannya.
• Connection establishment failure probability, kesempatan koneksi
untuk tidak terbentuk di dalam waktu delay pembentukan
maksimum, misalnya sehubungan dengan kemacetan jaringan,
kurangnya ruang pada tabel dan masalah internal lainnya.

31/113
• Parameter throughput, mengukur jumlah byte data
pengguna yang ditransfer per detik. Byte diukur dalam
interval waktu tertentu. Trhougput diukur secara
terpisah pada masing-masing arah lalulintasnya.
• Transit delay, mengukur waktu antara pesan yang
dikirimkan oleh pengguna transport pada komputer
sumber dan saat pesan diterima oleh pengguna
transport pada komputer tujuan.

32/113
• Residual error ratio, mengukur jumlah pesan hilang/ rusak
sebagai bagian dari total pesan yang dikirimkan. Teorinya,
kelajuan error residu harus sama dengan nol, karena telah
merupakan tugas transport layer untuk menyembunyikan
seluruh error network layer. Prakteknya nilai ini kecil yang
tertentu.
• Transfer failure probability, mengukur sejauh mana
layanan lapisan transport berfungsi sesuai harapan
• Connection release delay, jumlah waktu terbuangantara
waktu pelepasan awal koneksi source & tjdnya pelepasa
pada destination.

33/113
• Connection release failure probability, probabilitas kegagalan
pelepasan koneksi.
• Parameter protection, spesifikasi pemaiakan transport layer
dalam menyediakan proteksi thd pihak ketiga yang tidak
berhak, yang berusaha untuk membaca atau memodifikasi
data yang hendak ditransmisikan.
• Parameter priority, mengidentifikasi koneksi yang penting
dibanding koneksi lainnya. Saat macet, koneksi berprioritas
tinggi didahulukan pelayanannya.
• Parameter resilience, mengakhiri proses hubungan
denganadanya salah kemaceta.
34/113
Router
• Merupakan perangkat pencari jalan yang handal saat
situasi interkoneksinya kompleks.
• Dapat melakukansegmentasi lalau lintas secara selektif.
• Dapatmemilih jenis protokol yang harus digunakan dalam
jalur yang dilaluinya.
• Jenis protokol: TCP/IP routing protokol, SNA, OSI XNS,
IPX dan apple talk routing protokol..

35/113
Alasan Penggunaan Router
• Router dapat menggunakan jalur terbaik yang memang
secara fisik berada antara alamat sumber dan tujuan.
• Mudak disesuaikan bila adaa perubahan topologi
keseluruhan jaringan.
• Besar keseluruhan jaringan tidak terbatas.
• Roter dapat meneruskan paket yang terlalu besar.
• Kesibukan suatu sub jaringan tidak mempengaruhi
keseluruhan jaringan.

36/113
Protokol Transport Internet : TCP
• TCP : protokol connection oriented (menyediakan aliran byte
end to end yang bias diandalkan via internetwork yang tidak
bias diandalkan)
• Setiap mesin yang mendukung TCP memiliki transport entity
TCP, yaitu proses pengguna yang mengatur aliran TCP dan
interface bagi IP layer.
• Entitas TCP menerima aliran data pengguna dari proses lokal
kmd memecahnya mjd bbrp bag (tdk lebih dari 64 KB) dan
mengirimkan setiap bag itu sbg datagram IP yang terpisah.
• IP layer tdk menjamin datagram akan dikirimkan dgn benar,
tgt pada TCP dalam memberikan timeout & mentransmisi
ulang datagram tsb bila diperlukan
37/113
• Entitas TCP pengirim dan penerima saling bertukar
data dlm btk segmen.
• Segmen header berukuran tetap 20 byte diikuti oleh 0
atau lebih byte data.
• Sebuah segmen yang terlalu besar bagi jaringannya
dapat dipecah mjd bbrp segmen oleh router.
• Protokol dasar : jendela geser, menggunakan timer

38/113
Model Layanan TCP
• Layanan diperoleh dgn membiarkan pengirim dan
penerima membuat end point yang disebut socket.
• Setiap socket memiliki nomor (alamat) socket yg tdd
alamat IP host dan nomor lokal 16 bit bagi host tsb,
yang disebut port.
• Koneksi harus dibentuk secara eksplisit diantara socket
komputer pengirim dan penerima.
• Sebuah socket dpt digunakan untuk sjm koneksi pada
saat yang bersamaan dpl 2 buah koneksi atau lebih dpt
ditempatkan pd socket yg sama.
39/113
• Sebuah koneksi TCP merupakan full duplex (lalu lintas berjalan 2 arah
dalam waktu bersamaan) dan point to point (setiap koneksi memiliki 2 buah
end point)
• Panggilan socket :
– Socket : membentuk suatu end point komunikasi
– Bind: memasangkan alamat lokal pd socket
– Listen : mengumumkan kesediaan menerima koneksi
– Accept : memblok pemanggil sampai usaha koneksi tiba
– Connect : aktif mencoba membuat koneksi.
– Send : mengirimkan data via koneksi
– Receive : menerima data via koneksi
– Close ; melepaskan koneksi

40/113
• Koneksi TCP merupakan aliran byte, bukan aliran
pesan.
• Batas pesan tdk memelihara koneksi end to end.
• Layanan TCP lain : urgent data, pada saat pengguna
interaktif menekan tombol DEL atau CTRL-C untuk
menghentikan komputasi, aplikasi menyimpan bbrp inf
kontrol di dlm aliran data dan memberikannya ke TCP
bersama-sama flag URGENT, shg TCP menghentikan
pengakumulasian data dan segera mengirimkan semua
data untuk koneksi itu.
41/113
Model Layanan UDP (User Data
Protocol)
• Protokol transport connectionless, menyediakan
cara bagi aplikasi untuk mengirimkan datagram
IP yang dikemas kmd mengirimkan datagram
ini tanpa melakukan pembentukan koneksi.
• Segmen UDP tdd header 8 byte yang diikuti
oleh data.
• Dua buah port berfungsi sama mengidentifikasi
end point.

42/113
SESSION LAYER
• Menerapkan suatu mekanisme kontrol dialog antar 2 aplikasi,
serta menyediakan sarana untuk membangun hubungan
komunikasi antara 2 program aplikasi dan menggunakannya.
• Protokol :
– NETBIOS = suatu session interface dan protokol,
dikembangkan IBM, yg menyediakan layanan ke
presentation dan aplication layer.
– NETBEUI (Netbios Extended User Interface) =
pengembangandari Netbios untuk produk Microsoft
networking, spt Windows NT
– PAP (Printer Access Protocol) tdp pd printer Postscript
untuk akses jar. Apple Talk
43/113
Layanan Session Layer
• 2 jenis layanan
– Pembentukan dan pemutusan hubungan antara 2
entitas presentasi
– Mengatur pertukaran data, menentukan batas dan
melakukan sinkronisasi operasi data antar 2 entitas
presentasi pada lapisan diatasnya.
• Mengijinkan pengguna menetapkan session dgn pengguna
lain, menyediakan layanan istimewa untuk aplikasi-
aplikasi tertentu, memungkinkan pengguna log ke remote
time sharing system untuk memindahkan file.

44/113
• Melaksanakan pengendalian dialog, misal pada suatu saat
lalu lintas hanya satu arah saja, maka session layer
membantu untuk menentukan giliran yang berhak
menggunakan saluran pada suatu saat, disebut managemen
token, caranya dgn menyediakan token yg bisa digilirkan
dan hanya pihak yang memegang token yang diijinkan
melakukan operasi.
• Sinkronisasi, misal ketika sdg transfer file dgn durasi 2 jam,
tiba-tiba baru 1 jam tjd crash, mk session layer akan
menyisipkan tanda tertentu ke aliran data sehingga
pengiriman ulang bukan pada seluruh data tapi hanya data
sesudah tanda tsb.
45/113
Unjuk Kerja Session Layer
• Masalah-masalah unjuk kerja
– Kemacetan disebabkan oleh kelebihan beban sumber daya secara
berkala.
– Ketidakseimbangan pd struktur sumber daya, misal sal. Kom.
Gigabit dihubungkan ke PC berunjuk kerja rendah. Maka CPU
tdk akan mampu memproses paket yang masuk dgn sangan cepat,
shg ada paket yg hilang.
– Kapasitas saluran dari penerima ke pengirim dan kembali ke
penerima = perkalian delay bandwidth.
• Kesimpulan : unjuk kerja baik if jendela pengirim paling tidak harus
sebesar perkalian delay bandwidth, akan lebih baik lagi iflebih besar
krn penerima mungkin tdk dapat memberikan respon dgn segera.

46/113
Pengukuran Unjuk Kerja
• Mengukur parameter jaringan yang relevan dgn unjuk kerjanya.
• Mencoba memahami apa yang terjadi
• Mengubah suatu parameter.
Catatan :
 Ketiga langkah diulangi berkali-kali sampai unjuk kerjanya mjd
lebih baik dan terjadi peningkatan.
 Pengukuran dpt dilakukan dgn berbagai cara dan di beberapa
lokasi, seperti mengidupkan timer ketika memulai suatu aktifitas
dan menggunakannya umtuk melihat seberapa lama aktivitas tsb
memerlukan waktu.

47/113
Aturan-aturan dalam Perancangan
• Kecepatan CPU lebih penting daripada kecepatan jaringan. If kec
CPU diperbesar, kita akan memperoleh troughput hampir 2x.If
kapasitas jar diperbesar seringkali tdk punya efek apapun, krn
biasanya inf. akan terpusat pd host.
• Mengurangi jumlah paket untuk mengurangi overhead
software.Pemrosesan TPDU mempunyai sjml overhead misal
untuk pemrosessan header dan pemrosesan byte untuk checksum.
Setiap paket yang datang menyebabkan interrupt. Pengurangan
dengan faktor n TPDU yang dikirimkan dapat mengurangi
interrupt dan overhead paket dgn faktor n.

48/113
• Meminimalkan context switch, dgn cara TPDU kecil
yang datang harus dikumpulkan dan dilewatkan ke
pengguna sekaligus.
• Mengurangi penyalinan. Sth paket diterima oleh
interface jar dalam buffer hardware khusus, biasanya
buffer disalin ke buffer kernel,kmd disalin ke buffer
network layer, kmd ke buffer transport layer dan
akhirnya ke proses aplikasi penerima.Sistem operasi
yang cerdik akan menyalin satu kali saja.
• BW dpt dibeli tapi delay rendah tidak. Pemasangan
serat optik akan menggandakan BW tp tidak
mengurangi delay. Membuat delay lebih pendek :
perbaikan di sisi SW, SO atau interface jar.
49/113
• Menghindari kemacetan lebih baik daripada
memulihkan dari kemacetan.
• Menghindari timeout.

50/113
Masalah dan Penanggulangan

51/113