Anda di halaman 1dari 27

Diajukan kpd :

dr.Mahmud Sp,An
Dipresentasikan:
Tiara Tresnantia

STATUS ASMATIKUS
IDENTITAS
Nama : Tn. MS
Usia : 53 tahun
Pekerjaan : Swasta
Alamat : JL. MT Haryono
Pendidikan : SMA
Status :kawin
Jenis kelamin : laki laki

ANAMNESIS
Keluhan utama : Sesak berat, penurunan kesadaran

Riwayat penyakit sekarang :
Pasien laki laki umur 53 th datang dengan keluhan
mengalami sesak berat. Sesak yang dirasakan sejak
3 jam sblm ke RS. Sesak sudah di rasakan sejak
tadi malam, sehingga pasien sulit tidur, dan hanya
mengobati dengan inhaler. Pasien juga mengalami
penurunan kesadaran sehingga dibawa ke rs.

Riwayat penyakit dahulu
Asma (+), didiagnosis oleh dokter sekitar 3 th yll.
HT (-), DM (+)
Riwayat penyakit keluarga
Keluarga pasieN ntidak ada yang mengalami gejala
serupa
Lifestyle : pasien seorang perokok berat
KU : BURUK
KES : Rangsangan suara
GCS : (-)
TD : 200/120 mmhg
Nadi : 150x/mnt
RR : 40x/mnt


Kepala :
Sianosis (-) CA (-) Sklera ikterik (-) Edem palpebra (-)
Leher :
Jvp (-) Pembesaran Kelnjar getah being (-)
Thoraks :
Gerakan simetris, Retraksi (+) Takipneu (+),vesikuler
(+) wheezing (+) ,S1s2 reguler
Abdomen :
Supel, Peristaltik (+) normal
Ekstremitas
Edem (-), Akral dingin (+) CRT = < 2 dtk

LABORATURIUM
Al : 16,7 MCV : 77,4
Eosinofil : 0 MCH : 32,5
Basofil : 0 MCHC : 32,5
Netrofil : 67 AT : 401
Limfosit : 24 GDS : 229
Monosit : 9 hbsag (-)
Eritrosit : 6,37
HB : 16,0
HMT : 49

DIAGNOSIS
Status asmatikus
PENATALAKSANAAN DI IGD
Nebule = Farbivent 2 amp (6mg)
O2 3L/m
Inj. Metil Prednisolon 125 mg
Aminofilin + bricasma dalam RL 0,9 persen
Kemudian pasien masih tetap sesak, memburuk,
dan sudah mengalami obstruksi total =>
RESUSITASI
Planning ET
Premedikasi = Midazolam 5 mg, tramus 50 g
VENTILATOR 12x/m, VT 450-500
Cek AGD

ANALISA GAS DARAH
pHtc : 7,146
pCO2tc : 74,9
pO2tc : 422,5
HCO3 : 26,4
TCO2 : 28,8
PO2/FIO2 :428,4
Na+ :149
K+ : 4,3
Cl : 113
PENATALAKSANAAN DI ICU
Tggl 23
Parenteral :
D5% + aminophilin
Metil prednison 125 mg
Cefepime 2x1
Nebulizer = bricasmal 1, pilmicort 1
Sedacum 30 mg
Tgl 24
D5% + Aminophillin
Metilprednison 125 mg
Cefepime 2x1
Nebulizer 6x = Bricasmus 1, pulmicort 1

Tgl 25
RL + Aminophilin
Metilprednison
Cefepime
Nebulizer
Ranitidin
DEFINISI ASMA
Menurut Global Initiatives for Asthma
(GINA) Updated 2012, asma adalah
penyakit inflamasi kronik pada saluran
napas dihubungkan dengan
hiperesponsivitas saluran nafas yang
menimbulkan gejala episodik berulang
berupa wheezing, sesak nafas, dada
terasa berat (rasa dada tertekan), dan
batuk berulang terutama pada malam
hari atau pagi hari.
MEKANISME TERJADINYA
ASMA
PATOGENESIS
KALSIFIKASI ASMA
Ditinjau Dari Gejala Klinis
1.Serangan asma ringan
2.Serangan asma sedang
3.Serangan asma berat

STATUS ASMATIKUS
Status Asmatikus adalah asma
eksaserbasi akut yang tidak responsif
terhadap penanganan awal dengan
bronkodilator sebanyak 3 kali.
Status asmatikus dapat bervariasi dari
bentuk ringan dengan bronkospasme,
airway inflammation, dan mucus
plugging yang menyebabkan kesulitan
bernafas, retensi karbondioksida,
hipoksemia, dan gagal nafas
PENATALAKSANAAN
Oksigenasi
B2 Agonist
Kortikosteroid
Antikolinergik
PENATALAKSANAAN STATUS
ASMATIKUS
Infus RL : D5 = 3: 1 dengan tetesan sesuai
kebutuhan rehidrasi.
Oksigen 2 4 l/m melalui kanul nasal.
Aminofilin bolus 5-6 mg / kgBB i.v pelan selama
20-30 menit dilanjutkan maintenance 20
mg/kgBB/hari diberikan secara drip.
Terbutalin 0,25 mg / 6 jam subkutan atau I.V. atau
orciprenalin 0,25 mg / 6 jam subcutan atau I.V.
pelan (penelitian terakhir tidak berbeda
bermakna)

Kortikosteroid diberikan intravena, karena sangat
diperlukan untuk mempercepat hilangnya udem
dan mengembalikan sensitivitas terhadap
bronkodilator
Hidrocortison sodium suksinat 4 mg / kgBB / 4
jam I.V ( 200 mg / 4 jam I.V. ) bisa juga memakai
dexamethason 20 mg / 6 jam I.V. selain itu dapat
digunakan 160 mg methilprednisolon dalam dosis
terbagi 4 kali per hari
Antibiotik
PENANGANAN DI IGD
1. Nebul Farbivent
Golongan Obat : Agonis
2
Obat ini bekerja sebagai bronkodilator. Obat ini
digunakan untuk mengontrol gejala asma,
variabilitas peak flow, hiperresponsif jalan napas
2. Inj metil prednisolon 125 mg
Beberapa yang ditawarkan adalah berhubungan
dengan metabolisme asam arakidonat, juga sintesa
leukotrien dan prostaglandin, mengurangi
kerusakan mikrovaskuler, menghambat produksi
dan sekresi sitokin, mencegah migrasi dan aktivasi
sel radang dan meningkatkan respon reseptor beta
pada otot polos saluran nafas.
3. Aminofilin + Bricasma dlm RL 0,9 %
Aminofilin menyebabkan hambatan terhadap
phospodiesterase (PDE) isoenzim PDE IV, yang
berakibat peningkatan cyclic AMP yang akan
menyebabkan bronkodilatasi.
menghambat reaksi asma segera dan lambat
segera setelah paparan dengan alergen.
bronkodilator yang mempunyai efek
ekstrapulmonar, termasuk efek antiinflamasi
Planning Endotracheal
Premedikasi : Midazolam 5 mg + Trasmus 50 g
1. Midazolam
Analgetik (-), Sedasi (+), Hipnotik (-), Relaksasi
otot (-)
Efek samping yang ditakutkan dari midazolam
adalah adanya depresi napas apalagi bila
diberikan bersama obat penekan CNS lainnya.
Dosis maximal : 10 mg/kg BB




2. Tramus
muscle relaksan
untuk melemaskan otot rangka atau untuk
melumpuhkan otot.

PENATALAKSANAAN DI ICU
D5% + aminophilin
Metil prednison 125 mg
Cefepime 2x1 => Antibiotik gol sefalosporin
Nebulizer = bricasmal 1 => b2 agonist =>
terbutaline => bronkodilatator
pulmicort 1 => Kelpmpok obat kortikosteroid
inhalasi => mengurangi peradangan
Sedacum 30 mg => midazolam