Anda di halaman 1dari 21

Asuhan Keperawatan pada

Hipospadia
Kelompok IV
Definisi
Hipospadia adalah kelainan
congenital berupa muara uretra
yang terletak di sebelah ventral
penis dan sebelah proksimal
ujung penis. Hipospadia terjadi
pada 1 sampai 3 per 1.000
kelahiran dan merupakan
anomaly penis yang paling sering.
(Somantri.2012)

Hipospadia dan epispadia merupakan
suatu kelainan congenital yang dapat
dideteksi ketika atau segera setelah
bayi lahir, istilah hipospadia dan
epispadia menjelaskan adanya
kelaianan pada muara uretra pria.
Kelainan hipospadia lebih sering
terjadi muara uretra, biasanya tampak
di sisi ventral batang penis. Sering kali,
kendati tidak selalu, kelainan tersebut
diasosiasikan sebagai suatu
chordee,yaitu istilah untuk penis yang
menekuk kebawah. Pada epispadia,
muara urtra tampak pada sisi dorsal
penis.

Epispadia
Klasifikasi Hipospadia

1. Tipe sederhana / tipe grandular
2. Tipe penil
3. Tipe penoskrotal dan tipe perineal
Etiologi
Faktor genetik
Sebuah kecenderungan genetic telah
disarankan oleh peningkatan 8 kali lipat
dalam kejadian hipospadia antara kembar
monozigot dibandingkan dengan tunggal.
Faktor ketidakseimbangan hormon
Hormone yang dimaksud di sini adalah
hormone androgen yang mengatur
organogenesiskelamin (pria).
Faktor lingkungan
Biasanya faktor lingkungan yang menjadi
penyebab adalah polutan dan zat yang
bersifat teratogenik yang dapat
mengakibatkan mutasi
Manifestasi klinis
Kondisi ini mudah dikenal saat lahir.
Aliran urine dapat membelok kearah
bawah atau menyebar dan mengalir
kembali sepanjang batang penis.
Anak dengan hipospadia penoskrotal
atau perineal berkemih dalam posisi
duduk. Pada hipospadia glanduler
atau koronal anak mampu untuk
berkemih berdiri, dengan sedikit
mengangkat penis keatas.

patofisiologi
Perkembangan terjadinya fusi dari garis tengah lipatan
uretra tdk lengkap terjadi sehingga meatus uretra terbuka
pada sisi ventral dari penis. Ada berbagai derajat kelainan
letak meatus ini, dari yg ringan sesikit pergeseran glans,
hingga di sepanjang batang penis. Prepusium tidak ada pada
sisi ventral dan menyerupai topi yang menutup sisi dorsal
dari glans. Chordee atau lengkungan vental dari penis, sering
dikaitkan dengan hipospadia, terutama bentuk-bentuk yg
lebih berat. Hal ini diduga akibat dr perbedaan
pertumbuhan antara punggung jaringan normal tubuh
kopral dan uretra ventral dilemahkan dan jaringan terkait.
kegagalan jaringan spongiosum & pembentukan fasia pd
bagian distal meatus uretra dapat membentuk balutan
berserat yg menarik meatus uretra sehingga memberikan
kontribusi untuk terbentuknya suatu korda.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan diagnostik
berupa pemeriksaan fisik.
Jarang dilakukan
pemeriksaan tambahan
untuk mendukung
diagnosis hipospadia.
Tetapi dapat dilakukan
pemeriksaan ginjal
seperti USG mengingat
hipospadia sering disertai
kelainan pada ginjal.

Penatalaksanaan medis
Untuk saat ini penanganan
hipospadia adalah dengan cara
operasi. Operasi ini bertujuan
untuk merekonstruksi penis
agar lurus dengan orifisium
uretra pada tempat yang
normal atau diusahakan untuk
senormal mungkin. Operasi
sebaiknya dilaksanakan pada
saat usia anak yaitu enam
bulan sampai usia prasekolah.
Hal ini dimaksudkan bahwa
pada usia ini anak diharapkan
belum sadar.
Tahapan operasi
Meluruskan penis yaitu orifisium dan
canalis uretra senormal mungkin. Hal
ini dikarenakan pada penderita
hipospadia biasanya terdapat suatu
chorda yang merupakan jaringan
fibrosa yang mengakibatkan penis
penderita bengkok.
Uretroplasty yaitu membuat fassa
naficularis baru pada glans penis yang
nantinya akan dihubungkan dengan
canalis uretra yang telah terbentuk
sebelumnya melalui tahap pertama.
Komplikasi

Perdarahan
Infeksi
Fistel urethrokutan
Striktur urethra, stenosis
urethra
Divertikel urethra
WOC hipospadia.docx
Konsep Asuhan Keperawatan pada
hipospadia

Pengkajian
Secara umum pada pengkajian didapatkan pancaran urine pada
saat BAK tidak lurus, biasanya ke bawah, menyebar, dan mengalir
melalui batang penis sehingga anak jongkok pada saat BAK.

Praoperasi Genitourinaria
Tidak ada kulit katan (foreskin) ventral
Lesung atau alur pada puncak penis
Glans penis berbentuk sekop
Kemungkinan chordee (menekuk kebawah) dengan atau tanpa
disertai ereksi
Muara uretra pada sisi ventral (hipospadia) atau sisi dorsal
(epispadia) penis.

Continue
Pascaoperasi Genitourinaria
Pembengkakan penis
Perdarahan pada sisi pembedahan
Disuria

Neurologis
Iritabilitas
Gelisah

Diagnosa keperawatan
Ansietas (anak dan orang
tua) b/d prosedur
pembedahan (uretropasti)
Risiko infeksi (traktus
urinarius) b/d pemasangan
kateter menetap
Nyeri b/d pembedahan
Ansietas (orang tua) b/d
penampilan penis anak
setelah pembedahan
Intervensi keperawatan

Diagnosis keperawatan : ansietas
(anak dan orang tua)b/d prosedur
pembedahan (uretroplasti)
Tujuan : memberikan pengajaran dan
penjelasan pada orang tua sebelum
operasi tentang prosedur
pembedahan, perawatan setelah
operasi, pengukuran tanda-tanda
vital, dan pemasangan kateter.
Kriteria hasil : anak dan orang tua
mengalami penurunan rasa cemas
yang ditandai oleh ungkapan
pemahaman tentang prosedur bedah.

Intervensi Rasional
Jelaskan pada anak dan orang tua
tentang prosedur bedah dan
perawatan pascaoperasi yang
diharapkan. Gunakan gambar
dan boneka ketika menjelaskan
prosedur pada anak. Jelaskan
bahwa pembedahan dilakukan
dengan cara memperbaiki letak
muara uretra. Jelaskan juga
bahwa kateter urine menetap
akan dipasang, bahwa anak perlu
direstrein untuk mencegah
supaya anak tidak berusaha
melepas kateter . beri tahu
mereka bahwa anak mungkin
dipulankan dengan keadaan
terpasang kateter.
Menjelaskan rencana pembedahan
dan pascaoperasi membantu
meredakan rasa cemas dan takut,
dengan membiarkan anak dan
orang tua mengantisipasi dan
mempersiapkan peristiwa yang
akan terjadi. Simulasi dengan
memepergunakan gambar atau
boneka untuk menjelaskan
prosedur dapat membuat anak
memahami knsep yang rumit.
Intervensi Rasional
Beri anak kesempatan untuk
mengekspresikan rasa takut
dan fantasinya dengan
mengunakan boneka dan
wayang.
Mengekspresikan rasa takut
memunginkan anak
menghilangkan rasa takutnya,
dan member anda kesempatan
untuk mengkaji tingkat kognitif
dan kemampuan untk
memahami kondisi, serta
perlunya pembedahan.
Evaluasi
Hasil yang diharapkan
setelah mendapatkan
intervensi adalah sebagai
berikut .
Gangguan pemenuhan
eliminasi urine teratasi.
Penurunan skala nyeri.
Tidak terjadi infeksi luka
pascabedah.
Penurunan tingkat
kecemasan.
Terima kasih
semoga
bermanfaat